Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Hari yang menyedihkan.


__ADS_3

Seusai makan malam akhirnya Reyna menceritakan semua yang terjadi kepada suaminya. Abiyu sangat marah karena hal seperti itu baru diberitahukan kepadanya setelah semua sudah terlambat.


"Aku nggak habis pikir denganmu dan juga Fely, bisa bisanya menyembunyikan hal itu dariku!" tutur Abiyu memarahi Reyna yang menutupi masalah yang menimpa adiknya.


Reyna yang mengaku bahwa dirinya memang salah, akhirnya hanya diam tidak ingin membuat Abiyu semakin marah.


"Reyn, kamu seharusnya memberitahukan kepadaku saat itu juga! jika aku tahu dari kemarin, sudah aku seret laki-laki itu untuk menikahi Fely dengan segera! laki-laki macam apa dia ... beraninya mencampakkan hati seorang perempuan setelah dia memberikan harapan palsu kepada Fely yang masih polos. Jika dia laki-laki yang bertanggung jawab, seharusnya pantang untuk menjilat kata-katanya kembali!" ujar Abiyu dengan penuh emosi.


Reyna mendekati suaminya dan menggenggam tangan Abiyu. "Maafkan aku, Kak!" tuturnya dengan penuh penyesalan. "Bagaimana jika kita mendatangi rumahnya dan meminta penjelasan darinya, Kak? dia baru bertunangan, masih bisa digagalkan, bukan? kita minta dia untuk menikahi Fely," ujar Reyna memberi ide.


"Nggak! untuk apa kita mendatanginya? justru karena Fely belum disentuh olehnya, aku nggak akan merendahkan harga diri keluarga kita kepada laki-laki yang tidak setia seperti itu! belum juga menikah sudah mengecewakan seperti itu, bagaimana jika nanti setelah menikah dengannya dia kembali mencampakkan Fely?" tutur Abiyu yang kekeuh menjaga harga diri dan martabat keluarganya.


"Lantas sekarang bagaimana, Kak?" tanya Reyna dengan sendu.


"Aku akan mencarikan Fely laki-laki lain yang tentunya jauh lebih baik dari dia! Fely masih muda dan cantik, dia anak baik dan berbakat. Tidak akan sulit untuk mendapatkan laki-laki lain yang jauh lebih baik dari laki-laki itu!" tutur Abiyu dengan penuh keyakinan.


****


Dua hari menjelang hari H, renovasi yang dilakukan oleh Raka di rumah mamanya telah selesai. Kamar Maura juga sudah mulai dibereskan dan siap untuk ditempati. Tidak ada yang spesial saat menyiapkannya, karena kamar itu bukanlah kamar pengantin.


Segala persiapan untuk pelaksanaan pernikahan Raka dan Maura pun sudah berjalan sembilan puluh persen. Kakek Raka mempercayakan semuanya di tangan anak buahnya yang dengan patuh mengurus segala sesuatunya sesuai dengan keinginannya. Kakek Raka bahkan merencanakan pernikahan yang mewah bagi cucunya satu-satunya.


Malam itu Raka menemui kakeknya untuk berbicara serius menjelang hari pernikahannya.


Tok tok tok.


"Kek, boleh Raka masuk?" ujar Raka dari balik pintu.

__ADS_1


"Masuklah!" tutur kakek Raka dari dalam.


Dengan perlahan Raka melangkah masuk ke ruangan kerja kakeknya dan mendudukkan diri di sofa yang terletak di samping meja kerja kakeknya.


"Ada apa? bicaralah!" tutur kakek Raka.


"Kek, mengapa Kakek memilih Maura ketimbang Fely?" tanya Raka yang masih penasaran dengan keinginan kakeknya yang kekeuh menjodohkan dia dengan Maura. "Raka sudah tahu jika Maura berpura-pura berhijab atas perintah dari kakek!" tambahnya.


Kakek Raka terkesiap dengan kalimat terakhir dari Raka. Dia tidak menduga jika Raka mengetahui persekongkolan antara dirinya dengan keluarga Maura.


"R--Raka, kamu tidak akan macam-macam dengan pernikahanmu yang hanya sebentar lagi, bukan?!" tanya kakek dengan khawatir jika Raka tiba-tiba akan menggagalkan pernikahannya dengan Maura.


"Kakek tidak perlu khawatir, Raka akan tetap menikahi Maura sesuai keinginan Kakek! Raka hanya ingin tahu saja apa yang membuat kakek sangat ingin menjodohkan Raka dengan Maura!" ujar Raka dengan sinis, merasa kesal dengan kakeknya yang selalu memaksakan kehendaknya.


Bukan aku yang akan membalas kecurangan mu, Kek. Tapi semua keburukan pasti akan mendapat balasannya sendiri! batin Raka.


"Raka, jujur saja semua itu adalah bentuk balas budiku kepada sahabatku, yaitu kakeknya Maura. Saat diawal membangun perusahaan dulu, Kakek menemui kesulitan dan terancam bangkrut, tidak ada yang mau menanamkan modal di perusahaan milik Kakek, namun saat itu Kakek dipertemukan dengan teman lama Kakek sewaktu masih muda yaitu kakeknya Maura. Kemudian, Kakek Maura lah yang membantu Kakek hingga perusahaan milik Kakek bisa bangkit kembali. Karena itulah Kakek ingin menyatukan dua keluarga ini sebagai bentuk balas budiku kepada sahabatku. Terlebih kita sudah mengenal mereka sejak dulu, apa yang musti diragukan dari mereka?" tutur kakek mengungkapkan alasannya dengan penuh percaya diri.


Pantas saja kakek tidak tahu menahu tentang kondisi keluarga Maura saat ini. Kakek benar-benar mempercayai mereka hingga melupakan kebiasaannya untuk memata-matai orang! batin Raka.


"Kakek sudah menukar kebahagiaan Raka dengan hal itu, Kek!" tutur Raka dengan mengungkap kesedihannya.


"Raka, Maura itu cantik dan pintar. Kamu hanya perlu membuka hatimu untuknya, cinta pasti akan tumbuh dengan berjalannya waktu," tutur kakek yang percaya bahwa Maura adalah sosok yang tepat untuk cucunya.


"Kakek terlalu percaya diri memaksakan hati seseorang. Begitu juga dengan papa dan mama yang Kakek pisahkan. Raka terlahir dari seorang wanita yang tidak Kakek inginkan untuk menjadi menantu mu, Kek," tutur Raka mengungkapkan kekesalannya yang sesuka hati dengan kehendaknya.


"Raka!" ucap kakek tercekat karena Raka kembali mengungkit perbuatannya kepada kedua orang tuanya.

__ADS_1


"Kek, setelah menikah Raka tidak akan tinggal di sini. Raka dan Maura akan tinggal di rumah mama, jika kakek tidak mengijinkan aku tidak akan menikahi Maura!" tutur Raka memaksakan kehendaknya.


"Raka tapi kenapa harus tinggal di sana? bagaimana kamu lebih memilih menempatkan Maura tinggal di rumah jelek itu dari pada di rumah megah ini? apa yang akan dipikirkan oleh keluarganya Maura jika anak gadisnya yang menikah dengan pewaris tunggal Wirya Subrata hanya tinggal di gubuk reyot seperti itu!" tutur kakek yang tidak setuju dengan ide Raka.


"Aku sudah mengatakan hal itu kepada Maura dan mamanya, mereka sudah setuju, Kek. Dan, Kakek juga harus menyetujui keputusan ku kali ini! aku berhak mengajari istriku untuk hidup sederhana agar kelak dia bisa mendidik anakku dengan baik seperti mama mendidik ku! jika Kakek tidak setuju aku tidak akan menikahi Maura!" ancam Raka kepada kakeknya.


Kakek Raka memicing tajam kepada cucunya. Namun, akhirnya dia menyetujui permintaan Raka dengan terpaksa. Bagi kakek Raka yang penting adalah menikahkan mereka terlebih dahulu, masalah tempat tinggal, nanti dia akan memikirkannya kembali agar Raka kembali tinggal di rumahnya dengan Maura.


****


Hari yang dinantikan pun tiba. Raka dan Maura telah selesai melaksanakan akad nikah. Mereka telah sah menjadi sepasang suami-isteri baru. Semua orang yang hadir turut merasakan bahagia dengan pernikahan mereka. Hanya Raka yang memendam kesedihan yang mendalam dengan cerita dibalik pernikahan ini. Tidak ada raut bahagia terpancar meskipun dia telah menyelesaikan kalimat qobulnya terhadap Maura, istri sahnya saat ini.


Rahma yang turut hadir ikut merasakan kesedihan putranya yang harus terpaksa menikahi wanita yang tidak dicintainya.


Seusai acara resepsi pernikahan yang mewah. Raka langsung membawa Maura pulang ke rumah mamanya. Tentu saja hal itu penuh dengan perdebatan antara dirinya dengan sang kakek. Tapi, akhirnya kakek menyetujui setelah Maura sendiri yang memohon agar diijinkan tinggal di rumah mama Raka.


Sesampainya di rumah Rahma, Raka menunjukkan kamar yang bisa ditempati oleh Maura karena mereka tidak akan tinggal dalam satu kamar yang sama.


"Maura, ini kamarmu!" ujar Raka sembari meletakkan koper yang berisi baju-baju dan perlengkapan yang dibawa oleh Maura.


"Raka, terima kasih banyak untuk semuanya!" ucap Maura tulus.


Raka hanya mengangguk menanggapi.


"Tidurlah!" ujar Raka singkat, kemudian bergegas pergi meninggalkan kamar Maura.


Maafkan aku Raka, aku akan melakukan apa pun untuk membalas kebaikanmu! ucap Maura di dalam hati sembari memandangi Raka yang berlalu ke luar dari dalam kamarnya.

__ADS_1


...__________Ney-nna_________...


__ADS_2