Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Akhirnya Fely Tahu


__ADS_3

Fely beranjak menuju laci nakas dan mengambil amplop berwarna coklat tersebut. Kemudian, diserahkan kepada suaminya.


"Nih, Mas!" ujar Fely sembari mengulurkan sepucuk amplop kepada sang suami.


Raka segera menerimanya, kemudian membaca dengan seksama bagian luar amplopnya. Di sana tertulis jelas bahwa nama penerimanya adalah namanya.


"Buka dong, Mas. Aku penasaran nih!" ujar Fely seraya memandang lekat pada amplop yang sekarang sudah berpindah tangan pada Raka.


Raka menghembuskan napas beratnya, kemudian satu tangannya terulur untuk menggenggam tangan istrinya.


"Diajeng, sebelum aku membukanya aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Raka dengan penuh kehati-hatian.


"Apa, Mas?" tanya Fely dengan cepat.


"Firasatku mengatakan jika isi amplop ini sesuatu yang tidak baik. Sebelumnya aku ingin minta maaf sama kamu," ujar Raka sembari menatap wajah istrinya dengan sendu.


Menangkap perubahan raut wajah dari sang suami, Fely pun bisa merasakan jika ada sesuatu yang terjadi pada suaminya.


"Minta maaf untuk apa, Mas?" tanya Fely.


"Mungkin tanpa sengaja aku melakukan kesalahan, Fe. Karena aku juga tidak tahu pasti dengan apa yang sesungguhnya terjadi. Namun, sesuatu itu mungkin akan membuatmu terluka."


"Tapi apa pun itu, yang jelas aku mohon percayalah padaku, di hatiku tiada yang lain selain kamu, hanya kamu yang aku cintai, aku mohon tolong jangan pernah pergi dariku, Fe!" ujar Raka sembari menggenggam erat tangan istrinya dengan penuh harap.


"Sebenarnya ada apa sih, Mas? tolong katakan yang sejujur-jujurnya! jangan ada kebohongan atau ada yang kamu tutup-tutupi dari aku, Mas!" ujar Fely dengan tegas.


"Nggak, Sayang. Nggak ada yang aku tutup-tutupi dari kamu. Aku memang belum menceritakannya sama kamu, tapi aku punya alasan mengapa aku belum bercerita sama kamu. Sumpah demi Allah hingga saat ini aku masih tidak tahu menahu dengan apa yang terjadi padaku di malam itu!" tutur Raka.


"Berikan amplopnya kepadaku, Mas! ijinkan aku yang membukanya!" tutur Fely sembari menengadahkan satu tangannya ke hadapan Raka.

__ADS_1


Raka memandangi amplop itu dengan hampa, dari sentuhan tangannya dia bisa merasakan jika ada sebuah foto di dalamnya. Dengan sedikit ragu Raka menyerahkan amplop itu kepada istrinya.


Fely menerimanya, sejenak dipandangnya wajah sang suami yang terlihat pucat pasi. Dadanya mulai terasa sesak, dia menyadari jika firasatnya benar, ada sesuatu yang terjadi pada suaminya dan hal itu tidak baik-baik saja.


Perlahan Fely membuka bagian atas amplopnya, hingga terbukalah bagian atasnya. Fely segera merogoh lembaran kertas yang berada di dalamnya tersebut.


Betapa terkejutnya dia saat melihat gambaran dari lembaran foto tersebut. Fely seketika membulatkan mata dan mulutnya menganga saat melihat hal itu. Dengan tangannya yang gemetaran, dia membuka satu persatu lembar demi lembar foto tersebut.


Nampaklah gambaran suaminya yang tengah tertidur di atas tempat tidur dengan berselimut kain putih setinggi pinggang, sehingga terekspose seluruh bagian atas suaminya tanpa kain penghalang sedikitpun.


Pada gambar kedua, Fely melihat ada sebuah tangan yang melingkar di atas pinggang Raka. Namun, tidak terlihat siapa sosok yang tengah memeluk suaminya tersebut.


Tanpa aba-aba, air matanya terus menetes dari sudut matanya. Saat itu juga dunianya seakan runtuh. Bibirnya bergetar menahan sejuta tanya yang ingin terucap. Namun, bibirnya terasa kelu dan tenggorokannya tercekat. Hanya isak tangisnya saja yang dapat terdengar. Hatinya seolah hancur berkeping-keping. Terlihat jelas jika foto itu asli dan bukanlah hasil editan.


Raka segera merebut foto-foto yang berada ditangan istrinya itu satu persatu. Dan ternyata dugaannya benar. Itu adalah fotonya yang tengah tertidur di atas ranjang kantor dengan tubuh polosnya. Netranya seketika memanas merasa sangat kesal kepada orang yang telah tega menjebaknya tersebut. Sebab dia yakin bahwa terakhir kalinya dia berada di meja kerjanya. Sama sekali dia tidak pernah menginjakkan kaki di kamar itu sebelumnya.


Raka segera meraih lengan istrinya dan menenggelamkan tubuh sang istri ke dalam pelukannya. Namun, Fely dengan cepat menghempas tangan suaminya.


Raka kemudian menceritakan semuanya dari awal hingga akhirnya dia bangun sesuai dengan apa yang terjadi saat itu. Meskipun ketika dia bangun pagi itu dalam keadaan tanpa berpakaian, namun dia yakin dia tidak mungkin melakukan hubungan terlarang dengan wanita lain.


"Sayang, tolong percaya padaku, ini pasti jebakan. Aku tidak mungkin melakukan hal yang tidak senonoh dengan orang lain. Aku hanya mencintaimu, Sayang. Please, percaya padaku!" ujar Raka tanpa henti-hentinya memohon kepada Fely agar mempercayainya.


"Stop! hentikan, Mas! ini terlalu sakit untuk aku rasakan. Pantas saja pagi itu kamu terlihat sangat aneh kepadaku, Mas. Aku mencoba untuk menepis prasangka buruk itu, namun ternyata ... hal itu terjadi juga kepadamu, Mas. Sungguh aku tidak sanggup membayangkan ketika ada wanita lain yang melucuti pakaian mu dan menjamah tubuhmu, apa mungkin dia tidak mengambil keuntungan darimu, Mas?"


"Hal itu saja cukup membuat hatiku hancur, Mas! aku butuh waktu untuk memikirkan hal ini. Tolong, kasih aku waktu untuk sendiri, Mas!" ujar Fely seraya beranjak berdiri meninggalkan kamar mereka.


Fely berjalan menuruni tangga dengan tertatih-tatih. Raganya seolah tak kuasa menahan perih saat melihat foto suaminya tengah dipeluk oleh perempuan lain tanpa sehelai pakaian pun.


Dia membungkam mulutnya seolah tidak percaya hal itu bisa terjadi kepada suaminya. Dia yakin bahwa suaminya tidak mungkin berselingkuh. Namun, dia juga tidak bisa menyangkal atas pengakuan suaminya yang membenarkan jika kondisinya saat terbangun sesuai dengan yang ada pada foto tersebut. Lantas apa mungkin jika tidak terjadi apa-apa sebelumnya?

__ADS_1


Dia tidak habis pikir, kelonggarannya untuk menerima bahwa suaminya harus sibuk lembur ternyata berujung petaka bagi rumah tangganya. Tangisnya pun kembali pecah dan tak terbendung lagi.


Ya Allah hatiku sangat sakit, berikan aku kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini, hanya kepada-Mu aku berserah diri dan meminta pertolongan. Ya Allah, tolong beri aku petunjuk untuk mencari solusi yang tepat atas masalah yang tengah menimpa rumah tanggaku ini! gumam Fely di dalam hati.


Fely beranjak menuju kamar yang lain yang kemarin sempat dipakai oleh bundanya. Dia menumpahkan segala rasa yang berkecamuk di dalam hatinya di sana. Hingga tak terasa lama kelamaan dia merasa letih dan berhenti menangis, kemudian tertidur di kamar bunda.


Sedangkan di kamar, Raka mencoba melakukan panggilan kepada Yasmine.


"Halo, Mas," jawab Yasmine di seberang telepon.


"Kamu kan yang mengirim foto-foto ini ke rumahku? tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi di malam terakhir kita lembur!" ujar Raka dengan penuh penekanan.


"Malam itu aku memindahkan mu ke tempat tidur, karena kamu terlihat sangat kelelahan, Mas. Tapi ...." Yasmine menggantungkan ucapannya.


"Tapi, apa? katakan yang jelas!" tanya Raka dengan tidak sabaran menahan emosinya.


"Kamu menarik tanganku dan melakukan hal yang tidak seharusnya kamu lakukan kepadaku, Mas. Aku ternoda dan kamu harus bertanggung jawab terhadapku, Mas!"


"Tanggung jawab katamu, tanggung jawab apa? kamu pasti menjebak ku! apa yang kamu campurkan dalam minumanku malam itu?!" tanya Raka dengan penuh emosi.


Tut tut tut ...


Tiba-tiba sambungan telepon terputus sepihak. Dan, ketika Raka mencoba menelepon kembali nomor telepon Yasmine sudah tidak aktif lagi.


Raka benar-benar kalut, kepalanya seolah mendidih kala mendengar penjelasan dari Yasmine. Sebab, tdak mungkin jika dengan kesadarannya dia menarik Yasmine dan menodainya. Jelas ini jebakan. Tapi dalam kondisi saat ini dia tidak bisa berpikir jernih bagaimana cara untuk membuktikan bahwa dia tidak mungkin melakukan hal itu terhadap Yasmine.


Yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah kesedihan saat melihat kekecewaan yang nampak dari wajah istrinya. Dia sangat ingin memeluk istrinya dan mengatakan bahwa itu tidak benar.


Namun, dia tidak bisa memaksa Fely untuk mempercayainya karena dia tidak memiliki bukti untuk menyanggahnya. Saat ini yang bisa dilakukannya hanya memberi kesempatan kepada istrinya untuk menenangkan diri, sekaligus ini adalah waktu yang harus dipergunakannya untuk menenangkan diri dan meredam emosinya agar dia bisa memikirkan solusinya.

__ADS_1


..._________Ney-nna________...


__ADS_2