
Seusai membereskan dapur dan mengobrol dengan Lala hingga larut, Reyna masuk ke dalam kamarnya. Ia melihat sekilas kepada Abiyu yang masih sibuk dengan handphone di tangannya. Padahal Reyna mengulur waktu cukup lama dan berharap ketika masuk ke dalam kamar Abiyu sudah tidur. Ternyata ia salah, sebab Abiyu masih terjaga. Reyna pun cuek dan memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci mukanya.
Saat dari kamar mandi Reyna melirik kembali pada Abiyu dan Abiyu masih pada posisi yang sama yaitu duduk bersandar sembari memejamkan mata. Tangannya bersedekap di atas perutnya, handphone yang tadi dimainkannya sudah ia letakkan di atas nakas.
Apa tadi kak Abi belum tidur karena masih menungguku? apa dia marah padaku?
Reyna menyingkap selimut dari sisi ranjang yang lain, kemudian merebahkan diri di sana. Lantas ia merubah posisinya menjadi miring ke samping memunggungi Abiyu. Ia mencoba memejamkan mata. Namun, begitu sulit karena pikirannya berlarian ke sana ke mari. Dia tidak bisa tidur karena ada Abiyu tepat di belakangnya. Saat ini berbeda dengan kemarin masih ada Reynand di antara mereka, sedangkan saat ini Reynand menempati box bayinya. Terlebih karena Abiyu seolah mendiamkannya.
Ini salah ... ini salah ...! bukan seperti ini sikap seorang istri yang baik kepada suaminya. Aku tahu itu, aku salah. Tapi aku tidak mencintaimu Kak, aku tidak ingin kamu semakin kecewa padaku. Ini belum terlambat jika kamu ingin menceraikan aku kak. Kamu pantas mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari aku. Karena aku tidak akan bisa memberikanmu cinta. Aku hanya akan mencintai Rangga selamanya! gumamnya dalam hati sembari meremass selimutnya.
Abiyu membuka mata dan melirik ke samping menyadari jika gerak-gerik Reyna mencurigakan. Ia menduga Reyna kurang nyaman sehingga tidak bisa tidur.
Sebegitunya kamu berusaha untuk menolak membuka hatimu padaku Reyna. Hingga kamu merasa tidak nyaman berada di sisiku. Apa aku harus pergi dari kamar ini? batin Abiyu.
"Reyn, aku tahu kamu belum tidur!" ujar Abiyu tiba-tiba yang membuat Reyna kembali membuka mata.
"Bisa kita bicara sebentar?" tanyanya lagi.
Karena sudah ketahuan akhirnya mau tak mau Reyna berbalik kemudian beranjak duduk.
"Mau bicara apa, Kak?" tanya Reyna tanpa menoleh.
__ADS_1
"Apa kamu tidak bisa tidur karena ada aku di sini? jika benar aku akan keluar dari kamar ini," tanya Abiyu yang membuat Reyna terkejut kemudian menoleh ke arah Abiyu.
"Em ... kenapa kak Abi bilang begitu. Aku hanya belum bisa tidur saja. Nanti lama-lama juga bisa tidur!" kilah Reyna.
"Baiklah, jangan khawatirkan apa pun aku tidak akan melakukan apa pun padamu. Tidur lah, ini sudah larut!" titah Abiyu sembari membenarkan posisi tidurnya dengan terlentang kemudian mulai memejamkan mata.
Reyna memandangi Abiyu dari tempatnya duduk. Nalurinya bergejolak, merasakan iba dengan pria yang telah menikahinya. Ia tahu ia salah telah menolak melakukan kontak fisik dengan Abiyu meskipun dia sudah resmi menikahinya. Ada rasa tidak rela jika melakukannya tanpa ada rasa cinta dan hanya mengandalkan nafsu saja. Meskipun Reyna melihat ketulusan di mata Abiyu.
Namun, Reyna merasa ada sesuatu yang menahannya untuk tidak membuka hatinya kepada Abiyu. Mungkin saja jika saat ini dia berusaha untuk membuka hatinya pada Abiyu lama-kelamaan akan tumbuh rasa cinta. Tapi Reyna masih menahannya, agar tidak jatuh pada laki-laki itu. Ia merasa belum saatnya. Terlebih mengingat perkataan Mira saat di hari pernikahannya.
Sebenarnya ada apa dengan Mira hingga dia terlihat begitu marah kepadaku? apa yang di sembunyikan kak Abi dariku? kenapa aku sampai lupa untuk menanyakan hal ini kemarin! huhh ... aku harus menanyakan hal ini besok!
Reyna menahannya untuk membicarakan hal itu besok. Sekarang waktunya tidak tepat. Tidak baik untuk membuat keributan disaat waktunya untuk beristirahat, terlebih karena tadi ia sudah membuat Abiyu menunggu terlalu lama. Akhirnya Reyna ikut merebahkan diri di kasurnya dan mulai memejamkan mata. Ada perasaan tenang ketika Abiyu sudah mengatakan tidak akan melakukan apa pun terhadapnya malam ini. Sehingga ia merasa nyaman untuk tidur malam ini.
Namun hal itu cukup ribet di lakukan. Sebab Reynand justru sibuk melihat-lihat gambar pada appron tersebut dan tidak segera tidur. Hingga Reyna akhirnya melepasnya dan menyusui dengan cara memunggungi Abiyu. Setelah satu jam berlalu akhirnya Reynand bisa tidur dan Reyna kembali beristirahat.
Saat ia membuka mata ia sudah tidak melihat Abiyu di sampingnya. Ia mendongak pada jam di dinding sudah menunjukkan pukul 04.30. Reyna bergegas bangun dan beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk bersih-bersih dan mengambil wudhu. Ia kemudian mendirikan salat sendirian.
Usai melaksanakan salat Reyna keluar dari dalam kamarnya hendak menuju dapur. Saat menutup pintu ia mendengar sayup-sayup suara orang mengaji. Ia kemudian menuruni tangga untuk mencari sumber suara. Dia tertegun melihat pemandangan di depannya. Abiyu tengah membaca ayat suci Al-Qur'an di ruang tamu.
Sungguh pemandangan yang menyejukkan di pagi hari dengan menyaksikan hal itu di depan matanya. Dia tidak menyangka jika Abiyu mempunyai kepribadian yang cukup baik. Hal yang baru ia ketahui dari suami keduanya itu. Dan, ketika mendengarkan suaranya yang merdu saat mengaji, seolah dapat mencairkan hatinya yang beku.
__ADS_1
Saat ia masih terdiam memperhatikan Abiyu. Tiba-tiba ada yang menoel pipinya dari belakang. Reyna terkaget dan seketika menoleh ke belakang. Rupanya Lala yang telah melakukannya. Reyna seketika membekap mulut Lala dan memintanya untuk diam dengan menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya. Reyna kemudian menarik tangan Lala menuju dapur agar tidak menimbulkan suara sehingga Abiyu mengetahui keberadaan mereka.
Sesampainya di dapur Reyna melepaskan Lala. "Ishh ... kamu ngagetin aja sih, La!"
"Habisnya Mbak Reyna lucu sih ngintipin suami sendiri yang lagi ngaji. Kenapa musti mengendap-endap kaya gitu. Kan bisa langsung di samperin dan bilang 'suaramu merdu, Sayang. Aku semakin mencintaimu'! hhahhaha... !" ujar Lala kemudian menertawakan tingkah Reyna.
"Awas ya La, jangan sampai kamu bilang ke kak Abi soal hal ini!" ancam Reyna.
"Iya ... iya, tadi awalnya Lala juga kaget pas pertama denger, Mbak. Siapa yang mengaji pagi-pagi begini. Lala pikir ada hantu, eh ternyata mas Abiyu. Seneng banget pasti ya, Mbak. Punya suami kaya gitu? udah ganteng, kaya, baik hati-- pinter ngaji pula!" tutur Lala yang memuji sosok Abiyu.
"Udah-udah jangan bahas itu lagi. Ayo lanjut masak!" Reyna mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Yee ... Mbak Reyna dari kemarin Lala perhatikan nggak ada manis-manisnya tahu sama Mas Abi. Pengantin baru juga kan kalau kata orang lagi manis-manisnya suatu hubungan, dunia serasa milik berdua. Kenapa kenyataan yang Lala lihat berbeda begini!" protes Lala.
"Ishh ... kamu kebanyakan baca cerita novel romantis yang akhirnya happy ending. Kenyataan hidup gak seindah seperti yang di ceritakan di novel, dan memilih alur cerita sesuka hati. Karena kita tidak akan tahu takdir hidup kita seperti apa akhirnya nanti!" tutur Reyna sendu mengingat takdirnya sendiri yang begitu cepat ditinggalkan oleh suami tercinta disaat usia pernikahan mereka masih terbilang singkat.
____________________Ney-nna_________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
__ADS_1
...Give a gift & vote 🌹...
...Tank you! 🙏...