
Sesuai menggelar acara akad nikah di sebuah masjid di pagi harinya, nanti malam Mira dan Dipa akan menggelar acara walimahannya yang akan dilaksanakan di gedung serbaguna.
Sebelum itu mereka pulang ke rumah Mira untuk beristirahat sejenak sebelum pesta pernikahan nanti malam. Dipa mengikuti Mira masuk ke dalam kamar. Saat pertama kali masuk ke dalam kamar Mira Dipa sangat kaget, saat melihat ada banyak sekali koleksi boneka dan pernak-pernik dolphin di kamar Mira bagaikan toko aksesoris.
"Aku mandi duluan ya, badanku lengket!" ujar Mira kepada Dipa sembari melepas aksesoris yang bertengger di atas kepalanya.
Dipa mengangguk mengiyakan. "Aku mau istirahat dulu, deh!" ujarnya.
"Oke!" jawab Mira kemudian berjalan menuju almari dan mengambil baju ganti untuknya.
Setelah itu Mira masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan acara bersih-bersih nya.
Sementara Dipa mulai membaringkan diri di bantal yang berbentuk dholpin dan seprei bergambar dholpin, juga terdapat selimut yang bergambar dholpin.
"Astaga aku kok kayak menikahi bocah, ya!" gumam Dipa lirih sembari mengamati seluruh sudut kamar yang penuh akan koleksi istri barunya.
Dipa merasa cukup lelah, akhirnya dia tidak terlalu menghiraukan hal itu dan memilih untuk memejamkan mata sembari menunggu Mira untuk bergantian mandi.
Seusai mandi Mira melihat Dipa yang tertidur dengan lelapnya di atas tempat tidurnya, akhirnya Mira tidak langsung membangunkan suaminya. Dia lebih memilih untuk melaksanakan salat dhuhur terlebih dulu.
Saat usai melaksanakan salat Dipa belum juga bangun. Mira memilih untuk ke luar dari kamar dan menemui keluarganya yang berada di ruang tengah. Ada mama, oma yang datang dari luar kota. Mira pun ikut bergabung dengan mereka.
"Lhoh, suamimu mana, Mir?" tanya oma Mira.
"Lagi istirahat, Nek!" jawab Mira sembari mencomot kue yang terhidang di meja.
"Lhah kamu kenapa nggak nemenin istirahat malah duduk di sini?" tanya omanya lagi.
"Bentar, Oma. Mira laper, nih! gara-gara takut make upnya belepotan kan tadi Mira gak berani makan banyak, malu kan penganten makannya rakus," jawab Mira sembari mengelontorkan kakinya di sofa.
__ADS_1
"Astaga, kamu jaga image di depan para tamu, Mir. Mama pikir tadi kamu nggak laper ditawarin sembarang makanan gak ada yang kamu makan," sambung mama yang baru datang dari dapur sembari membawa nampan yang berisi makanan.
"Hehehe, kan pengantin itu jadi sorotan, Ma. Mira gak sungkan lah makan sambil dilihatin," jawab Mira sembari mencomot makanan yang dibawa oleh mamanya.
"Mira nanti kalau sudah tinggal sama suami harus patuh ya, sama mertua juga berusaha menjalin hubungan yang baik, jika ada kesalahpahaman itu biasa dalam keluarga, tapi tidak perlu berlama-lama. Hadapi dengan bijak, kamu juga harus lebih dewasa, mulai sekarang ada orang yang harus kamu utamakan, harus kamu layani dengan baik," tutur oma Mira panjang lebar memberi wejangan.
"Iya, Nek Mira usahakan untuk selalu bersikap baik, dan jadi anak manis!" ujar Mira kepada omanya.
"Kamu nggak lagi menstruasi, kan?" tanya nenek memastikan.
"Engga, Oma. Bulan ini Mira belom dapet!" jawab Mira seperlunya.
"Kalau begitu jangan ditunda-tunda. Kalau rejekinya cepet ya Alhamdulillah, tandanya Allah sudah mempercayakan hal itu kepada kalian, dirawat dengan baik. Pokoknya jangan pakai penganan. Pasangan muda jaman sekarang terkadang karena karir malah menunda punya anak, padahal apa yang di cari dari mengejar duniawi terlalu keras hingga lupa mengejar amalan untuk bekal di akhirat. Menjadi seorang ibu rumah tangga dan mengurus anak-anaknya itu kan ladang sumber pahala yang akan dibawa hingga ke akhirat nanti. Masa ada yang anaknya baru satu, tidak mau nambah anak karena takut tidak bisa memberikan penghidupan yang layak, padahal anak itu kan membawa rezekinya masing-masing. Semakin banyak anak juga semakin banyak yang mendo'akan. Yang pentingkan merawatnya dengan baik dan memberinya pendidikan agama yang baik supaya menjadi anak yang saleh," tutur oma yang masih gencar memberi petuah-petuahnya.
"Iya, Oma. Nanti malam Mira langsung lembur deh biar cepet jadi dan bisa kasih Oma cicit. Mau cicit berapa dari Mira, Oma? empat? tuju? apa sebelas?" tanya Mira sembari bercanda menanggapi omanya.
"Hehehe, becanda doang, Ma. Peace!" ujar Mira sembari mengacungkan dua jarinya ke atas.
Melihat hal itu oma hanya geleng-geleng kepala.
"Udah sana balik ke kamar! siapa tahu Dipa udah bangun dan membutuhkan sesuatu. Apalagi kamu juga musti istirahat, nanti malam kamu musti menjamu banyak tamu juga kan. Kamu akan kelelahan ntar kalau nggak istirahat," titah mama agar Mira kembali ke kamarnya melihat suaminya.
"Iya deh iya. Mira ke kamar dulu ya, Oma. Terima kasih atas nasehatnya, udah dicatet kok di angan-angan, Mira," ujar Mira kemudian beranjak berdiri.
"Ya ampun ni anak, bikin gedek aja kamu, Mir!" ujar mama sembari menatap heran ke arah anaknya. "Eh, Mir!" seru mama membuat Mira yang tadinya sudah melangkah berjalan akhirnya menghentikan langkahnya.
"Apa sih, Ma?" tanya Mira sesaat setelah berbalik.
"Jangan nganu dulu! entar malam aja setelah resepsi!" ujar mama memperingatkan.
__ADS_1
"Nganu apaan, Ma?" tanya mama yang tidak mengerti.
"Deh nih anak, masa musti Mama perjelas sih, Mir!" ujar mama yang sungkan untuk menjelaskannya arti dari istilah yang barusan dipakainya.
"Lhah apa, sih! yang jelas dong makanya biar Mira nggak usah bertanya-tanya lagi. Mama sih ngomongnya pakai bahasa planet, Mira kan nggak ngerti!" tutur Mira yang masih perlu penjelasan.
"Itu, em ... anu!" ujar mama yang ikutan jadi lupa bahasa lainnya.
"Jangan berhubungan dulu, maksud Mamamu. Mamamu itu ada-ada saja. Yang kaya gitu gak perlu di kasih tahu, mereka sudah sama-sama dewasa. Sudah sana, temui suamimu!" titah oma setelah memberi bantuan penjelasan dengan lebih bijak.
"Ya, tadi maksud aku begitu, Bu! hahahaha ...!" ujar mama yang malah tertawa.
"..." Mira hanya melongo saja mendengar hal itu.
Bisa- bisanya mama membahas hal itu, mana mungkin aku dan Dipa melakukan hal itu sekarang, bahkan di sentuh tangannya dan dikecup kening saja aku sudah merasa nggak karuan tadi. gumam Mira dalam hati.
Akhirnya Mira hanya mengangguk dan bergegas menuju kamarnya untuk menjumpai suaminya.
Sesampainya di kamar, Mira melihat Dipa sedang salat. Akhirnya Mira hanya duduk diam di tepian kasur sembari membuka handphonenya. Ternyata ada banyak sekali pesan masuk yang rata-rata isinya adalah ucapan selamat. Mira fokus membacanya dan membalas satu persatu pesan ucapan selamat dari teman-teman dan kerabat dekat. Hingga dia tidak menyadari jika saat itu Dipa telah menyelesaikan salatnya dan mengendap-endap melihat layar handphone Mira dari belakang Mira berada.
Saat merasa ada guncangan di tempat yang didudukinya, lantas Mira segera menoleh ke arah belakang.
Cup!
Bibir Dipa mendarat di bibir Mira saat Mira menoleh secara tiba-tiba. Sebab, saat itu Dipa berada di samping telinga kanannya, yang baper ingin melihat apa yang dibaca istrinya pada layar handphonenya.
Seketika keduanya kaget karena hal itu. Hal itu menjadi kali pertama bibir mereka bertemu.
...___________Ney-nna___________...
__ADS_1