Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Berkah bertemu.


__ADS_3

"Siapa itu?" ujar Mira dengan setengah berbisik pada Sesha.


"Hai, Mbak Mira!" ujar Fely dari belakang Sesha, sembari berdada-dadah.


"Itu Bu Reyna, Mbak," ungkap Sesha dengan mendekatkan wajahnya di samping telinga Mira.


"Assalamu'alaikum, Mira ...," ucap Reyna yang hanya terdengar suaranya saja.


"wa'alaikumussalam.Alhamdulillah ... Reyna kamu sudah ketemu? duduk sini, Beib!" ujar Mira takjub melihat penampilan baru Reyna. "Maaf, aku lagi gak enak badan mau berdiri lemes."


"Saya permisi ya, Mbak Mira?" ujar Sesha berpamitan.


"Terima kasih, Sha!" tutur Mira.


"Sama-sama, Mbak." Sesha berbalik, kemudian meninggalkan ruangan.


Reyna beranjak duduk di sofa di samping Mira, sementara Fely menarik kursi berroda yang ada di depan meja kerja Mira.


"Ya ampun, Reyn. Kangen banget deh sama kamu," tutur Mira yang langsung memeluk Reyna saat dia duduk.


Reyna hanya diam saja karena dia juga tidak mengingat Mira.


Mira melerai pelukannya, kemudian dia memandang ke arah Reyna. "Selamat ya, katanya kamu hamil, Reyn. Berapa bulan?"


"Terima kasih, sudah jalan empat bulan," jawab Reyna singkat.


"Alhamdulillah ... akhirnya, bunda Maya bakalan punya cucu!" tutur Mira yang turut senang.


"Terima kasih," jawab Reyna singkat.


"Mbak Mira sakit apa?" tanya Fely buka suara setelah menyimak pembicaraan.


"Masuk angin, Fe. Cuma demam kok," tutur Mira. "Minta tolong dong Fe, ambilkan minumanku di atas meja!" Mira hendak meminum obatnya.


"Nih, Mbak!" tutur Fely sembari menaruh secangkir teh di atas meja. "Kenapa nggak istirahat di rumah aja sih, Mbak?" tanyanya.

__ADS_1


"Makasih ya, Fe! hari ini akhir bulan, mau gak mau tetep berangkat, meskipun badan lagi nggak fit," tutur Mira sembari membuka pil satu persatu kemudian segera meminum tehnya.


"Jangan terlalu dipaksakan, Mbak. Kesehatan itu yang paling utama," tutur Fely mengingatkan.


"Iya, Fe! Palingan yang kerjain Gina sama Sesha ntar. Aku cuma koreksi sama approval aja, " tutur Mira.


"Oh ya, Reyn. Reynand mana? " tanya Mira saat mengingat anak Reyna.


"Reynand... masih sama mami di rumah nenek, " jawab Reyna sendu. "Kalau Mira sudah punya anak? " tanya Reyna.


"Eh... kamu nih becanda ya, Reyn? Gimana aku punya anak? Suami aja aku belum punya. Lucu deh kamu, Reyn! " sanggah Mira sembari tertawa kecil.


"Hahahahah... hahahaha...! " Melihat interaksi dua orang di hadapannya itu, Fely lantas tertawa terbahak-bahak sembari memukul-mukul kursinya dan salah satu tangannya memegangi bagian perutnya.


"Ihh, kalian jahat deh! aku kan nggak tau!" tutur Reyna yang bingung karena ditertawakan.


"Reyna, kalau aku nikah aku pasti undang kamu, deh! " tutur Mira memastikan jika tidak akan menikah secara diam-diam. "Oh ya, mumpung ada kamu nih aku pengen minta pendapat sama kamu, Reyn. "


Mira merasa beruntung sekali karena bisa bertemu dengan Reyna di saat yang tepat, karena di saat ini dia sedang bimbang dan biasanya hanya kepada Reyna dia bisa mencurahkan kegelisahan yang bercokol di benaknya.


"Pendapat apa, Mir? " tanya Reyna menanggapi.


"Siapa Jona, Mir? " tanya Reyna yang ingin tahu.


"Astaghfirullah, Reyna! apa setelah menikah dengan kak Abi, dia memberi makan kamu dengan baik?" tanya Mira yang merasa terkejut karena Reyna terlihat sangat aneh kali ini. "Masa kamu nggak inget siapa Jona, sih! "


Reyna menggeleng-gelengkan kepalanya tanda jika dia tidak tahu.


"Reyna, apa yang terjadi sama kamu?" tanya Mira yang kebingungan.


"Cukup... cukup...! Fely akan jelaskan sama, Mbak Mira! aduh gara-gara ketawa terus perutku jadi sakit, nih! " tutur Fely sembari berkacak pinggang karena cape menahan tawa.


"Apaan sih, Fe! " kalian pada nggak jelas gitu deh! " tutur Mira yang merasa semakin bingung karena Fely terus-menerus menertawakannya.


"Mbak Mira, sebenarnya Kak Reyna itu hilang ingatan. Jangankan sama mantan pacar Mbak Mira, sama Mbak Mira aja, Kak Reyna nggak inget! " tutur Fely mengungkapkan yang sesungguhnya terjadi.

__ADS_1


Sedari tadi Fely memang sedang menahan untuk menceritakan kondisi Reyna kepada Mira. Sebab, dia ingin tahu terlebih dahulu bagaimana interaksi mereka tanpa diberitahu kondisi Reyna.


"Innalillahi... maksudnya amnesia gitu?" tanya Mira dengan kaget dan seolah tidak percaya hal seperti itu bisa terjadi kepada sahabatnya.


"Iya, Mbak, " jawab Fely membenarkan hal itu.


"Kok bisa, sih. Gimana ceritanya? " tanya Mira yang merasa iba sekaligus penasaran hal itu bisa menimpa sahabatnya.


Fely dan Reyna silih berganti menceritakan tentang peristiwa hilangnya Reyna hingga Reyna sekarang. Mira merasa iba dengan apa yang telah dialami oleh Reyna.


Kemudian Reyna meminta Mira agar menceritakan kehidupannya selama menjadi sahabat Mira dan apa yang biasa dia lakukan di sini. Sedangkan Fely mohon pamit untuk kembali ke resto terlebih dahulu.


Lama-lama Mira merasa mengantuk dan menguap beberapa kali saat efek samping dari obatnya mulai bekerja.


"Reyn, maaf! aku benar-benar mengantuk, Nih. Kayanya aku musti tidur dulu, nih. Efek dari obatnya mungkin, ya?" tutur Mira sembari menyandarkan bahunya di sandaran sofa seraya memejamkan mata.


"Kamu tidur dulu aja, Mir. Siapa tahu nanti pas bangun sudah mulai segeran, " tutur Reyna sembari melihat-lihat layar laptop yang sedang di kerjakan oleh Mira sebelumnya.


"Hmm..., " jawab Mira dengan deheman tanpa membuka matanya lagi.


Lama-lama Mira sudah masuk ke dalam mimpi.


Dengan tangan telaten Reyna, dia mulai mencoba mengerjakan pekerjaan Mira seolah hal itu cukup mudah bagiannya dan sudah terbiasa dilakukannya. Reyna juga membuat perencanaan design terbaru untuk diluncurkan di awal bulan, yaitu dengan membuat gamis syar'i yang lengkap dengan khimarnya dengan berbagai model dan pilihan warna.


Hingga tak terasa adzan dhuhur berkumandang saat dia telah menyelesaikan pekerjaannya. Reyna bergegas kembali ke ruko setelah mendapat pesan dari Abiyu, jika suaminya tengah berada di resto samping dan menunggunya untuk makan siang bersama.


"Mbak, saya balik ke resto dulu, ya? tolong sampaikan sama Mira jika dia nanti mencari saya!" ucap Reyna berpamitan kepada Sesha yang ada di FO.


"Baik, Bu," jawab Sesha.


Beberapa saat berlalu akhirnya Mira bangun dari tidurnya. Mira melihat ruangan kantornya sudah sepi, dan hanya tinggal dirinya sendiri. Mira menduga Reyna pasti sudah kembali ke resto bunda Maya.


Saat Mira hendak mengecek laptop, betapa terkejutnya dia ketika pekerjaannya yang tadi belum sempat di kerjakan kini sudah selesai.


"Masyaallah, ini siapa yang ngerjain pekerjaan aku? kok uda selesai semua? Apa Gina yang kerjakan? Tapi, ini kok perencanaan awalnya gamis syar'i?? Jelas bukan Gina atau Sesha, ini sih!" gumam Mira sembari mengecek sheet demi sheet lembar kerjanya.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan Reyna yang mengerjakan? Masyaallah... kedatangan kamu emang membawa berkah buat aku, Reyn!" gumam Mira sendirian dan merasa senang karena pekerjaannya di akhir bulan telah selesai.


...______________Ney-nna_____________...


__ADS_2