
Sebelum menjumpai Mira, Abiyu mengajak Reyna untuk menitipkan Reynand yang sedang tidur pada bunda. Sebab, sudah bisa dibayangkan nantinya akan terjadi perdebatan antara Reyna dan Mira. Kasihan jika Reynand nanti mendengar keributan yang terjadi dan terbangun.
"Reyn, ayo kita titipkan Reynand pada bunda dulu, setelah itu baru menemui Mira!" ujar Abiyu.
"Iya, Kak. Ayo!" Reyna kemudian turun dari dalam mobil bersama Abiyu.
Abiyu berjalan sembari merangkul pinggang Reyna yang sedang menggendong Reynand masuk ke dalam resto. Hal itu membuat beberapa karyawan resto menatap keduanya dengan keheranan. Sebab sebelumnya mereka belum tahu siapa istri Abiyu. Mereka hanya tahu jika Abiyu sudah menikah, namun tidak tahu jika Reyna lah yang dinikahi oleh Abiyu.
Abiyu hanya tersenyum saat melintasi karyawan yang menyapa, kemudian menuju ruangan kantor bunda. Beberapa karyawan resto mulai berbisik-bisik setelah Abiyu dan Reyna berjalan agak jauh. Reyna sempat merasa canggung dengan tatapan mereka yang seolah menghakiminya.
"Kak, sepertinya mereka membicarakan kita!," ujar Reyna merasa resah.
"Biarkan saja, itu wajar karena mereka tidak tahu menahu yang sebenarnya terjadi, dan hanya beropini sesuai dengan apa yang mereka lihat. Yang penting adalah Allah Maha Mengetahui segala-galanya, termasuk niat di dalam hati sekali pun," ujar Abiyu sembari mengusap lembut pipi Reyna untuk mengurangi keresahan istrinya.
Mereka telah sampai di depan ruangan bunda Maya. Abiyu mengetuk pintu di depannya dan masuk ketika mendengar jawaban dari dalam. Nampak bunda yang duduk berhadapan dengan putrinya. Fely yang sedang melihat juga ke arah mereka datang dengan tatapan tidak suka yang hanya ditujukan kepada Reyna.
Reyna kembali merasa tidak nyaman dengan tatapan mata Fely kepadanya.
Fely kenapa memandangku seperti itu lagi, sebenarnya apa salahku padanya hingga dia seolah membenciku. Apa karena kak Abi menikahiku dan Fely tidak menyetujuinya?! batin Reyna menduga-duga.
"Bun, kita boleh nitip Reynand sebentar ya di sini?" tanya Abiyu pada bundanya.
"Aih si ganteng sedang bobo ya?" bunda Maya balik bertanya sembari melongok pada gendongan Reyna. "Tidurkan saja di sofa, Bunda akan menjaganya!" ujar bunda Maya dengan senang hati.
"Terima kasih ya, Bun!" ujar Reyna kepada bunda sembari merebahkan Reynand pada sofa yang terletak di ruangan kantor bunda Maya.
"Iya, tidak perlu sungkan. Justru Bunda seneng banget kerja di temenin sama cucu, tapi memangnya kalian hendak ke mana?" tanya bunda.
"Kita mau ke ruko sebelah menemui Mira, Bun. Mira sampai saat ini masih marah kepada Reyna, dan kami ingin menyelesaikan masalah ini biar tidak berlarut-larut, Bun," ujar Abiyu menjelaskan.
Saat Abiyu mengatakan jika ingin bertemu dengan Mira, Fely yang tadinya acuh tak acuh dengan bermain pada gawai di tangannya, seketika menoleh ke arah Abiyu yang sedang berbicara.
__ADS_1
Apa? kakak akan menemui kak Mira? pasti seru nih, aku harus ikut! batin Fely yang penasaran dengan perseteruan yang terjadi di antara mereka.
"Kak, aku ikut!" ujarnya sembari berdiri.
Reyna memandang aneh dengan sikap Fely yang tiba-tiba antusias saat mengetahui jika mereka akan menemui Mira.
Apa Fely sebenarnya menginginkan Kak Abi menikah dengan Mira, jadi Fely gak suka jika kak Abi menikah dengan aku dan lebih setuju jika kak Abi dengan Mira? padahal dulu Fely lebih dekat dengan aku dan mendukung waktu pertama kali kak Abi datang padaku, mengapa sekarang begitu? apa salahku? apa karena statusku? karena aku janda aku tidak pantas untuk kak Abi!! batin Reyna semakin sedih.
"Ayo, Kak. Kita ke sana!" ujar Fely pada Abiyu, sembari menggamit lengan tangan kakaknya dan berjalan lebih dulu meninggalkan Reyna di belakang.
Abiyu pasrah mengikuti adiknya, namun sesekali dia menengok ke belakang ke arah Reyna yang mengulas senyum meski hatinya merasa sendu.
Sesampainya di ruko, hanya menyisakan tiga orang. Sesha di front office, sedangkan Gina dan Mira di kantor atas.
"Selamat Sore ...! ehh Mbak Fely, ada apa?" sapa Sesha ramah kepada Fely. Sesha belum mengenal Reyna karena belum pernah bertemu ownernya itu.
"Sore Mbak Sesha, Mbak Mira ada kan?" tanya Fely.
"Gak perlu Mbak, kita langsung naik ke atas saja!" ujar Reyna langsung melangkah menuju tangga.
Namun, langkahnya terhenti oleh Sesha yang mencegahnya. "Mbak ... Mbak, tunggu dulu! Mbak ini siapa? di atas sedang mengerjakan tutup buku dan sedang sibuk. Sebaiknya Mbak duduk dulu di sofa kursi tunggu, saya akan memberitahu Mbak Mira dulu. Jika Mbak Mira mengijinkan, Mbak baru boleh naik ke atas," tutur Sesha menjalankan prosedur bagi tamu yang datang.
Sebab, jika sampai salah memasukkan tamu ke ruang kantor akan mendapat teguran dari Mira dan Gina. Sehingga dia tidak mau mengambil resiko si marahi oleh atasannya.
Tepat saat itu Gina sedang menuruni tangga hendak mengambil air minum di pantry. Saat melihat ada Reyna, Fely , dan Abiyu, Gina langsung setengah berlari mempercepat langkahnya menuruni tangga.
"Mbak Reyna...a!" seru Gina sembari menghambur memeluk Reyna. "Ya ampun, aku kangen banget sama Mbak Reyna. Lama gak ketemu semakin cantik saja, Mbak. Mana nih si ganteng?" ujar Gina dengan hebohnya.
"Reynand ada kok di samping lagi tidur. Jadi, aku titipin sama bunda," tutur Reyna.
Gina menengok ke belakang Reyna ada Abiyu dan Fely. Dia baru ingat jika Mira pernah memberitahu jika Reyna menikah dengan Abiyu.
__ADS_1
Gina mengangguk kecil sembari mengulas senyum ramahnya untuk menyapa Abiyu.
Aduh mereka datang ke sini mau apa ya? mbak Mira sudah tau belum yah? batin Gina menduga-duga.
"Udah selesai belum tutup bukunya, Gin?" tanya Reyna kepada Gina yang bengong.
"Ehh ... sudah, Mbak. Baru aja selesai!" ujar Gina jujur. Dia memang sudah selesai mengerjakan laporan dan hendak rehat sejenak untuk mengambil minum dan menjalankan makan siang yang tertunda sebelum pulang.
"Ya udah, brarti aku gak ganggu kalau ke atas sekarang kan?!" tutur Reyna kemudian menaiki tangga. Abiyu dan Fely mengikuti dari belakang.
Gina hanya melongo melihat kepergian mereka menuju kantor atas.
"Mbak, kok Mbak Gina memperbolehkan mereka naik ke atas? nanti kalau mbak Mira marah bagaimana?" tanya Sesha.
"Yaiyalah gue biarin mbak Reyna ke atas, mau ngobrak-abrik gedung ini pun terserah dia orang dia yang punya!" tutur Gina pada Sesha.
"Yang punya? maksudnya dia itu owner kita ya Mbak? astaghfirullah ...!" ujar Sesha sembari menepuk jidatnya dan seketika pucat. "Aku tadi gak tau, Mbak. Main cegat aja pas dia nekat mau naik ke atas. Gimana ntar kalau aku dipecat, Mbak?" tanya Sesha yang gelisah karena sudah beraninya melarang sang owner masuk ke kantornya.
"Hahhahahahaa ...! berani banget ya, Lo cari mati sama owner!" ujar Gina menimpali.
Asyik nih ngerjain Sesha! padahal mbak Reyna mah orangnya santui, mana pernah marah-marah sama karyawan. Yang ada mbak Mira yang kebanyakan bawelnya! gumam Gina di dalam hati sembari menahan tawa.
"Habisnya Mbak Mira suka ngomel kalau aku salah, Mbak. Aduh jadi serba salah ini!" ujar Sesha semakin cemas.
____________________Ney-nna_________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...GTive a gift & vote 🌹...
__ADS_1
...Tank you! 🙏💕💕...