
Setelah berbaikan dengan Mira, Abiyu membawa Reyna untuk pulang ke rumah bunda. Reyna beristirahat sejenak saat sampai di kamar Abiyu. Kepalanya masih terasa pusing. Abiyu menyuruh Reyna tidur terlebih dulu untuk beristirahat, sedangkan Abiyu dengan telaten menjaga Reynand, dibantu oleh Bunda dan Fely. Fely sudah meminta maaf kepada Reyna sesaat setelah Reyna siuman. Akhirnya hubungan kakak dan adik ipar kembali membaik.
Saat menjaga Reynand, Fely membuatkan cup cake dan pudding yang lucu-lucu untuk menarik perhatian Reynand. Saat diberi umpan cap cake yang berada di tangan Fely, tiba-tiba saja Reynand berdiri kemudian melangkah perlahan menuju Fely. Rupanya Reynand mulai bisa melangkahkan kaki tanpa berpegangan. Hal itu adalah pertama kalinya Reynand bisa berjalan diusianya yang belum genap satu tahun.
Menjaga Reynand menjadi kebahagian tersendiri bagi bunda Maya. Allah telah menghadirkan seorang anak kecil di tengah-tengah keluarganya. Seorang anak memang mampu menghidupkan suasana rumah dengan keseruan dan kehebohan tawa dan candanya.
Meskipun Reynand bukan cucu kandungnya, tapi bunda merasa sayang kepada Reynand meski hanya beberapa kali bertemu. Bunda Maya pun merasa bersyukur Abiyu turut menganggap Reynand seperti anaknya sendiri. Bunda Maya berharap semoga kelak ketika mereka mempunyai anak lagi hal itu tidak menjadi masalah bagi rumah tangga mereka kedepannya.
Ketika adzan maghrib berkumandang Abiyu membangunkan Reyna untuk salat maghrib bersama. Seusai menjalankan salat bersama Reyna bangkit menuju meja rias untuk sekedar menyisir rambutnya. Saat menyisir rambutnya di bagian belakang Reyna masih merasakan sakit di bagian kepalanya yang tadi terbentur oleh kaki meja saat insiden dengan Mira terjadi.
“Aww!” pekiknya saat ujung sisir mengenai permukaan kepala.
“Kenapa Reyn?” tanya Abiyu yang berpaling dari layar handphone, saat mendengar suara istrinya yang seperti mengaduh.
“Ini Kak, kepala aku kok sakit ya kena sisir?” ujar Reyna sembari mengusap kepalanya yang sakit sambil berjalan mendekati Abiyu.
“Coba aku lihat!” ujar Abiyu sembari menarik pinggang Reyna agar mendekat ke arahnya.
“Eh … ehh, apaan sih, Kak. Gimana posisinya kalau kayak gini? yang benar dong masa aku menghadap ke Kak Abi sih, yang sakit kan kepala bagian belakang …,” ujar Reyna mengoreksi tindakan Abiyu. Tangan Reyna berada di kedua sisi bahu Abiyu dan tangan Abiyu melingkari pinggang istrinya yang sedang berdiri merapat tepat di depannya.
“Hhahahaha … tau aja kalau mau di modusin!” ujar Abiyu sembari tertawa karena gagal modus ke Reyna. “Ayo cepat berbalik!” titahnya.
Reyna kemudian segera berbalik dan duduk di tepian ranjang di depan Abiyu. Abiyu menyibak rambut di kepala bagian belakang istrinya. Ternyata ada memar dan benjolan di sana.
“Reyn, ini sih memar kepalamu, musti di kasih salep ini …,” ujar Abiyu.
__ADS_1
“Yang benar, Kak? Pantesan kerasa sakit barusan waktu di sentuh.”
“Tunggu bentar, aku ambilkan salepnya,” Abiyu beranjak berdiri kemudian mencari salep khusus luka memar bagian luar, di dalam laci mejanya. Kemudian dengan telaten Abiyu mengoleskan tipis salep tersebut ke bagian kepala Reyna yang sakit.
“Sakit banget gak sih, Reyn? Kalau sakit banget kita cek saja biar kedetect ada indikasi pendarahan atau retak nggak di bagian dalamnya,” ujar Abiyu yang merasa khawatir.
“Gak akh, Kak. Insyaallah gak kenapa-kenapa. Besok pasti juga sembuh!”
“Kamu yakin?” tanya Abiyu memastikan kemudian Reyna terlihat mengangguk. “Mira kelewatan sih tadi… maaf ya? aku tadi harusnya ikut kamu masuk ke ruangan. Aku pikir ngebiarin kalian di dalam berdua supaya bisa lebih nyaman berbicara. Eh, malah bar-bar begitu si Mira. Untung kamu baik-baik aja, kalau sampai kamu kenapa-kenapa aku gak tau akan seperti apa aku …,” ujar Abiyu yang merasa takut jika terjadi sesuatu pada istrinya.
“Ciyee, Kak Abi segitu khawatirnya sih sama, aku!” goda Reyna saat menangkap kekhawatiran di mata Abiyu yang menandakan cintanya yang begitu besar kepadanya. “Terima kasih ya, Kak!” tambahnya.
“Terima kasih untuk apa?” tanya Abiyu menelisik kata-kata Reyna.
“Terima kasih Kak, karena Kak Abi begitu sabar dalam mencintai aku. Aku akan berusaha untuk mencintai Kak Abi lebih dan lebih lagi dari saat ini. Maafkan aku yang baru menyadari jika Kak Abi begitu tulus mencintai aku."
Abiyu mengusap lembut pucuk kepala istrinya dengan penuh rasa sayang. Dia merasa sangat bahagia sekali mendengar perkataan dari istrinya. Dia yakin bahwa usahanya akan membuahkan hasil.
Love you, Kak! ungkapan hati Reyna saat suasana hening dan hanya hati yang berbicara.
Love you so much, Reyna! gumam Abiyu juga di dalam hatinya.
Abiyu merengkuh Reyna ke dalam pelukannya, dan Reyna membalas pelukan itu.
Dalam pelukan Abiyu, Reyna merasa bersyukur memiliki suami yang begitu tulus mencintainya, meski dia sudah menolaknya dan melukai hatinya berkali-kali. Namun, ketulusan Cinta Abiyu akhirnya mengalahkan segalanya dan telah melemahkan keras hatinya yang semula beku.
__ADS_1
Baginya saat ini, dia tidak perlu bersusah payah untuk melupakan Rangga, dan tidak perlu memaksakan diri untuk mencintai Abiyu sepenuh hatinya. Yang perlu di lakukannya saat ini hanyalah menempatkan cintanya pada Rangga di salah satu sudut hatinya dan rasa cinta yang mulai tumbuh terhadap Abiyu di sisi yang lain.
****
Malam itu Mira berjalan kaki menuju mini market yang tidak terlalu jauh dari kompleks perumahan tempat tinggalnya. Saat memilih-milih barang-barang belanjaan yang berada di daftar belanjaan yang sudah tercatat oleh mamanya, tanpa sengaja mira menangkap sosok seorang laki, yang tak lain laki-laki itu adalah Jonathan, yang berdiri di samping gondola minimarket yang berjarak dua meter darinya.
Sejenak keduanya hanya berpandangan dalam diam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Kata Dhewi Jona masih mencintai gue, lantas kenapa dia diam saja saat kini bertemu! apa gue juga yang harus nyamperin dia duluan? ogah ah, emang gue cewek apaan! mendingan gur pergi! tapi kasihan juga kalau tidak di sapa ...! batin Mira.
Dhewi bilang Mira sudah punya pacar baru, apa itu benar? mengapa aku tidak yakin! sesungguhnya aku ingin bertanya kabarnya, tapi Dhewi bilang Mira tidak mau bertemu denganku lagi, aku harus bagaimana? mending aku pergi dari pada membuatnya tidak nyaman karena kehadiaranku! batin Jonathan.
Sejenak keduanya tetap pada egonya masing-masing. Hingga berubah pikiran. Saat Mira hendak berjalan maju ke depan tepat saat itu Jona berpaling ke belakang dan melangkah pergi.
Mira begitu shock dengan Jonathan yang malah meninggalkannya lebih dulu. " Huhh ... tahu gitu gue tadi uda bener mending gue gak nyamperin dia lagi!" ucapnya kesal sembari berbalik dan melangkah pergi berlawanan arah.
Sedangkan tepat saat itu Jona tiba-tiba saja berbalik ingin memastikan jika Mira sudah pergi, dan ternyata Mira benar-benar pergi.
Kesalahpahaman pun membuat keduanya tidak jadi bertemu karena berlawanan arah, meskipun sebenarnya keduanya sama-sama punya niatan ingin bertemu.
____________________Ney-nna_________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
__ADS_1
...Give a gift & vote 🌹...
...Tank you!🙏💕💕...