Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Welcome Reynand


__ADS_3

Tepat di hari ketujuh, Reyna dan Rangga melaksanakan aqiqah untuk anak laki-laki mereka. Rangga menyiapkan dua ekor kambing yang cukup besar dan cukup umur untuk di sembelih. Setelahnya daging itu di masak dan di bagikan kepada tetangga dekat, kerabat, dan juga untuk diberikan kepada anak panti asuhan yang tak jauh dari rumah orangtua Rangga.


Rangga mencukur rambut anaknya yg lebat, kemudian memberi minyak wangi. Tak lupa ia sematkan do'a terbaik untuk anak pertamanya.


Pada dinding kamarnya di gantung hiasan balon yang berbentuk huruf yang tersusun indah di dinding. Susunan balon itu terbaca "Welcome Reynand Arkha Sanjaya"


Bayi Reynand terlihat sangat tampan dengan kepalanya yang telah gundul. Bayi dengan berat 3,6 kg itu terlihat menggemaskan dengan pipi bulatnya. Jika mulutnya bergerak terlihat ada lesung pipit di kanan dan kirinya.


"Aunty, Chaca mau gendong baby Reynand!" ujar anak itu dengan antusias.


"Memangnya Chaca kuat gendongnya?" Reyna menanggapi.


"Kuat dong Aunty, kan kata Mommy, Chaca uda gede. Chaca udah bisa mandi sendiri, bisa makan sendiri, dan bobonya uda berani gak di temenin," celoteh anak ini yang membuat Reyna gemas.


"Iya, Sayang. Pinter deh kamu!" ujar Reyna sembari menjawil dagu si anak gemas.


"Assalamu'alaikum!" nampak Qila dan Cindy yang baru datang dari balik pintu yang sudah terbuka setengahnya.


"Wa'alaikumussalam. Eh, ada tamu. Ayo sini masuk, Qila, Cin!" ujar Reyna ramah, "Sama dr.Dimas kan?"


"Iya, mas Dimas ngobrol di bawah tuh sama Rangga. Ini ada bingkisan buat debaynya ya Reyn," ujar Cindy sembari meletakkan bingkisan besar di samping ranjang.


"Ehh, dapat oleh-oleh dari tante Cindy dan kak Qila, Dek. Terima kasih banyak ya Cin," ujar Reyna


"Masama, Reyn. Selamat ya udah jadi seorang ibu. Aihh gembul sekali ya, Reyn," ujar Cindy sembari duduk di depan Reyna memperhatikan bayinya.


"Iya, Cin. Beratnya 3,6kg," ungkap Reyna.


"Wow, cukup gede juga ya, Reyn. Pantes pipinya chubby begini!" Cindy antusias.


"Hai, Qila!" sapa Chaca.


"Hai, Cha. Kamu tinggal di sini?" tanya Qila senang bertemu dengan Chaca.


"Aku udah dari kemaren dong nginep di sini. Aku kan mau bantuin tante Reyna jaga babynya," ujar Chaca.


"Ummaku juga mau punya adek bayi. Iya kan Umma?" tanyanya pada Cindy untuk meyakinkan.


"Iya, Sayang. Tapi masih lama lahirannya!" ujar Cindy sembari meraba perutnya yang masih rata.


"Kamu hamil Cin? Alhamdulillah. Sudah berapa bulan?" tanya Reyna antusias.


"Ini baru berjalan 8 minggu kok, Reyn!" jawab Cindy.


"Selamat juga ya, atas kehamilannya. Semoga sehat dan lancar hingga lahirannya nanti."


"Aamiin. Terima kasih Reyn, doanya. Eh, namanya Reynand ya, wajahnya mirip sekali ya sama Rangga," ujar Cindy sembari sesekali memegangi baby Reynand.


"Iya, Nih. Cenderung ke Rangga. Ehh, Abimu udah sembuh Cin?" tanya Reyna.


"Alhamdulillah, sudah boleh baikan. Kemaren di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Ini nanti dari sini, aku mau lanjut le rumah Abi," tutur Cindy.


"Alhamdulillah, semoga sehat selalu!" ujar Reyna.

__ADS_1


"Aunty, aku ajak Qila main dulu ya di bawah?" tanya Chaca.


"Iya, Sayang. Kalian main dulu ya berdua," ujar Reyna.


"Ayo, Qila!" Qila mengangguk kemudian mereka berjalan keluar kamar dengan bergandengan tangan.


"Kamu rencana mau terus tinggal di sini atau mau balik ke Jakarta, Reyn?" tanya Cindy.


"Mungkin untuk sementara tinggal dulu di sini Cin, sampai Reynand berusia beberapa bulan gitu. Kan kasian kalau mau di ajak naik pesawat masih terlalu dini," tutur Reyna.


"Iya, sih. Malah ntar aku bisa sering mampir nih kalau masih di sini," ujar Cindy.


"Beneran ya, pintu rumah ini akan selalu terbuka lebar untuk kalian."


"Insyaallah, nanti aku bakalan sering mampir ke sini. Lagian kan cukup deket dari rumah Ummi. Jadi pas ke rumah Ummi, insyaallah sempetin dulu mampir ke sini," ujar Cindy.


"Oeek....oeek...!" baby Reynand yang tadinya tidur terbangun dan menangis.


Reyna membawanya kepangkuan kemudian menyusuinya, "Uhh, Sayang. Dek Nand haus ya!"


"Aihh, kuat banget ya, Reyn. Setiap dua jam sekali harus di kasih ASI kan?" tanta Cindy.


"Iya, Cin. Kadang susah banget di banguninnya."


"Kalau malam, minta begadang gak?"


"Ya begitulah, tapi aku bersyukur terkadang Rangga bantuin gendong kalau pas dia bangun. Jadi aku di suruh bobo dulu, ntar kalau pas waktunya menyusu baru deh aku dibangunin,. Jadi gantian gitu berjaganya," tutur Reyna.


"Alhamdulillah, untung Rangga ayah siaga ya Reyn."


"Iya, Cin. Sampai kalau di kantor suka ngantuk tuh. Padahal dulu sebelum baby lahiran juga udah sering terjaga kalau malem sama Mamanya. Ternyata lebih terasa ngantuknya kalau si baby ngajak ngeronda," Rangga yang tiba-tiba datang langsung nimbrung, sembari membawa nampan berisi makanan untuk istrinya.


"Ishh, si Papa nyamber aja ya, Dek!" ujar Reyna menimpali.


"Hhahhaha...!" Cindy tertawa melihat keharmonisan keluarga ini.


"Nih, kamu makan siang dulu, Sayang. Reynand biar aku yang gendong. Cindy kamu juga di suruh mami makan tuh di bawah sama suami dan anakmu udah di meja makan," ujar Rangga.


"Ehh, malah jadi ngrepotin nih kita, kok malah makan di sini!" jawab Cindy sembari beranjak.


"Kan mumpung daging kambingnya udah mateng tuh. Buruan makan dulu, Cin. Pokoknya belum boleh pulang kalau belum makan daging aqiqahnya Reynand!" tutur Rangga sembari menggendong baby Reynand yang sudah kenyang menyusu.


"Ya udah deh aku turun dulu ya, Reyn," ujar Cindy.


"Iya, Cin. Makasih ya udah di tengokin."


"Iya, Reyn. Sama-sama," ujar Cindy kemudian berlalu meninggalkan kamar Reyna.


Sepeninggal Cindy, Reyna makan dengan lahap di temani Rangga.


"By, masa aku makan kamu enggak? Aku suapin ya?" Reyna menyodorkan sesuap nasi dari piringnya.


"Gak ahh, aku kan lagi puasa!" tolak Rangga.

__ADS_1


"Hmm, puasa apa?" tanya Reyna tidak mengerti sebab tadi pagi Rangga juga sarapan.


"Kata Mami kamu musti habisin semua makannya, biar asinya banyak. Aku sih pengennya memakan yang lagi makan. Tapi di suruh puasa dulu 40 hari!" tutur Rangga.


"Ishh, mulai ngaco nih! Sabar ya, By. Cuma sebulan ini kan," ujar Reyna sembari tersenyum.


"Okey yang bawah puasa dulu gak apa-apa. Tapi nowel-nowel dikit yang atas nggak masalah kan? Hhahaa...!" goda Rangga.


"Ishhh, tambah ngaco nih Dek, Papamu!" Reyna mencubit pinggang suaminya.


"Aww..., aku lagi gendong Reynand, Sayang. Gimana kalau jatoh? Mamanya bar-bar gitu, Dek!" Rangga berbicara pada bayinya yang belum mengerti dan beranjak berdiri menjauh dari istrinya.


"Awas ya, By. Ntar kalau aku udah bisa lancar gerak aku bales deh!" ujar Reyna.


____________________Ney-nna_________________


Terimakasih bagi yang sudah mendukung dan berpartisipasi menjawab ya reader's.


Yang berhasil menjawab dan mendapatkan gift:



Mami Ifa


Nurfazila Zila




Yang berhasil memberi dukungan terbanyak dalam periode umum dan periode minggu lalu.




Ranking Umum


1.Nurfazila Zila


2.Fun


3.Rina Zahra


Ranking Minggu lalu


1.Nurfazila Zila


2.Faqirasid


3.Raffa Zacky Khalid


Selamat ya bagi kalian yang author sebutkan di atas, silahkan chat ke author untuk di proses hadiahnya.

__ADS_1


Buat yang belum beruntung jangan berkecil hati ya, semoga Allah membalas kebaikan kalian.


Salam hangat dari author 🙏😘💕💕💕


__ADS_2