Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Operasi Cindy


__ADS_3

Malam itu Cindy merasa gundah gulana dan sulit tidur karena memikirkan perkataan dokter. Dan ia juga merasakan nyeri di perutnya yang tak kunjung hilang. Ia merasa stres dan takut menerima kenyataan atas diagnosa yang dokter ungkapkan saat memeriksakan diri di dokter kandungan.


Siang tadi seusai meminum obat anti nyeri yang di berikan oleh dr.Nita, tidak sedikitpun membuat rasa nyeri di perut Cindy hilang. Akhirnya menjelang usai pergantian sift Cindy diantar oleh Sari untuk periksa ke rumah sakit dengan menaiki taxi.


Sesampainya di rumah sakit Cindy mengantre untuk pemeriksaan di Poly Obgyn. Setelah menunggu kurang lebih setengah jam akhirnya Cindy di periksa. Atas keluhan yang Cindy rasakan dokter meminta Cindy untuk melakukan USG. Dari hasil USG tersebut dokter mengatakan bahwa Cindy mengidap Kista Endometriosis, dengan size yang cukup besar yakni Ovarium kiri sebesar 11cm dan 5cm di Ovarium kanan. Hal itu seketika membuat Cindy menjadi panik dan cemas.


Karena ukurannya yang sudah cukup besar dokter menyarankan Cindy untuk segera melakukan operasi, sebab di khawatirkan kista tersebut akan beresiko semakin bertambah besar dan bisa pecah. Dokter juga mengatakan hal itu dapat mempengaruhi kesuburannya.


Awalnya Cindy terbengong antara percaya dan tidak percaya mengetahui hal itu. Apa penyebabnya hingga ia bisa mengalami penyakit seperti itu. Dokter mengatakan banyak hal yang dapat memicu tumbuhnya kista bagi seorang perempuan. Dan kekhawatiran pun mulai bermunculan di benaknya. Bagaimana jika ia akan mengalami kesulitan untuk memberikan keturunan. Padahal ia tahu ummi Aini sudah sangat menginginkan adanya keturunan, mengingat anak pertamanya yang belum juga dikaruniai momongan.


Namun, Cindy segera menepis kekhawatirannya tersebut. Jika memang ini adalah ujian dari Allah yang memang harus ia jalani, maka ia akan mencoba untuk pasrah, bersabar dan ikhlas untuk menjalani cobaan tersebut. Meski hal itu tak akan mudah untuk dijalani, sebagaimana saat mengucapkannya. Kenyataannya di depan mata saat ini adalah ia tengah mengidap penyakit tersebut dan harus segera ditangani agar tidak terjadi hal-hal buruk yang bisa saja membahayakan hidupnya.


Ummi dan Abinya Cindy pun saat pertama di beritahu, ikut shock mendengar hal itu. Namun, mereka akhirnya berlapang dada untuk menerima kenyataan pahit yang terjadi pada anak perempuan satu-satunya itu. Ummi dan Abi mencoba untuk memberi kekuatan agar Cindy bisa survive dalam berikhtiar melawan penyakitnya. Mereka berpikir positif bahwa saat ini Cindy sedang diuji keimanannya oleh Allah, dan mereka percaya Cindy adalah wanita yang mampu untuk melewati ujian tersebut dengan baik.


"Kamu yang sabar ya, Nduk. Semua yang terjadi saat ini adalah kuasa Allah. Jangan pernah mengeluh atas cobaan yang kamu alami. Allah tidak suka orang yang terlalu banyak mengeluh. Banyaklah beristighfar ya, Nduk. Semoga Allah menghapuskan dosa-dosa kita. Dan penyakitmu bisa segera sembuh," ujar Ummi di sela-sela tangisnya sembari memberikan pelukan hangat untuk anak perempuannya.


"Aamiin..., terima kasih Ummi, Abi, Cindy akan berusaha sebaik mungkin dan berlapang dada untuk menjalaninya," ujar Cindy juga dengan air mata yang terus meluncur membasahi pipinya.

__ADS_1


Kata-kata Ummi menyadarkannya bahwa ia harus tetap bertawakal untuk bisa sembuh. Allah maha berkehendak atas segala yang telah terjadi maka Allah pula tempat kita meminta pertolongan.


Malam itu Cindy mencoba mencari tau perihal tentang Kista Ovarium di internet. Namun yang ada ia bertambah bingung dan cemas. Beragamnya artikel yang menyatakan jika hal itu tak perlu di takutkan sebab banyak yang mengalaminya dan akhirnya dapat sembuh dan bisa memiliki momongan. Namun, beberapa artikel juga menyatakan bahwa kista dapat juga berindikasi menjadi tumor ganas apabila di temukannya sel-sel kanker pada ovarium sehingga mengakibatkan penanganan diangkatnya rahim perempuan. Seketika hal itu membuat Cindy menjadi lemas dan semakin stres.


Cindy segera mematikan handphonenya, kemudian beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Ia tidak boleh terbebani dengan pemikiran-pemikiran buruk yang justru memicu stres. Sebaiknya ia mendirikan sholat tahajud untuk menenangkan jiwa dan raganya. Seusai menjalankan sholat, ia bersimpuh di atas sajadah untuk berdo'a kepada Allah.


'Astaghfirullahal'adzim... astaghfirullahal'adzim... astaghfirullahal'adzim...! Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hamba, berikanlah hamba petunjukmu agar hamba dapat menjalani cobaan yang telah engkau berikan dengan sabar dan ikhlas. Ya Allah permudahkanlah hamba untuk mencari solusi dari setiap permasalahan yang hamba hadapi, berikanlah kesembuhan bagi penyakit yang hamba derita ya Allah. Kabulkanlah do'a-do'a hamba ini ya Allah. Aamiin!' gumam Cindy dalam do'a yang ia panjatkan usai mendirikan sholat di sepertiga malam.


Usai menjalankan sholat tahajud Cindy segera membaringkan tubuhnya di ranjang. Ia kemudian tertidur dan untuk sesaat ia bisa melupakan rasa sakit yang ia rasakan sebelumnya.


****


Selang satu pekan akhirnya, Dokter telah menjadwalkan operasi pengangkatan kista. Rasa gugup menyelimutinya, namun ummi selalu menguatkan Cindy agar positif thinking. Karena sesuatu yang kita pikirkan bisa jadi itulah yang akan terjadi. Prasangka Allah adalah prasangka hamba-Nya.


Sejak pagi Cindy sudah diminta untuk berpuasa. Setengah jam sebelum jadwal operasi Cindy sudah di bawa ke ruang transit operasi. Setelah di lakukan pembiusan oleh dokter Anestesi. Beberapa saat setelah pembiusan Cindy mulai tak sadarkan diri.


Dua jam berlalu, Cindy di bawa keluar dari ruang operasi dan dinyatakan operasinya berhasil. Orang tua Cindy merasa bersyukur atas keberhasilan operasi anaknya tersebut. Cindy kemudian dipindahkan dari ruang operasi menuju ruangan rawat inap.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Cindy sudah bisa sadar dan tersenyum. Samar-samar ia bisa melihat kedua orang tuanya dan juga dua laki-laki yang tak jelas mukanya sebab berada di ujung ruangan dekat pintu.


Kepalanya masih terasa pusing dan ia merasa mual. Ia memilih untuk kembali memejamkan mata. waktu terus bergulir, lama kelamaan ia dapat benar-benar sadar. Namun tidak ada siapapun selain dirinya dan kedua orang tuanya. Dan perlahan-lahan ia mulai merasakan sakit yang luar biasa di bagian perutnya setelah obat biusnya habis. Yaitu bekas sayatan pada saat operasi. Pasca operasi Cindy masih diharuskan untuk menjalani perawatan selama dua hari di rumah sakit.


Tanggal pernikahan yang telah ditetapkan pun semakin dekat, namun mengingat apa yang terjadi pada Cindy, akhirnya Abi menemui keluarga Fadhil untuk membicarakan perihal Cindy yang tengah menjalani operasi kista.


Keluarga Fadhil pun ikut prihatin akan apa yang telah dialami Cindy. Tak terkecuali ummi Aini yang terlihat paling kecewa dan shock mendengar kabar buruk tersebut. Ia benar-benar merasa sedih. Harapannya untuk segera menimang cucu pupus sudah.


Tentu saja ia tahu akan perihal kista yang bisa saja kembali menyerang dan menghambat kesuburan organ reproduksi seorang wanita, bagi perempuan yang pernah mempunyai riwayat penyakit kista tentu lebih mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk kambuh kembali.


Abi Cindy memberikan pilihan mau di mundurkan atau di batalkan. Namun, Fadhil bersikukuh tetap melanjutkan rencananya untuk menikahi Cindy. Jika dalam waktu dekat tidak memungkinkan, maka Fadhil memberi usulan untuk memundurkan jadwal pernikahan hingga Cindy pulih dari pasca operasi.


___________________Ney-nna_________________


Mohon maaf, Bab ini sangat lama sekali prosesnya, dikarenakan saya harus melakukan reset dan mencari banyak referensi mengenai bab ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak untuk mendukung author.

__ADS_1


Terimakasih banyak buat reader's yang selalu setia mendukung karya ini 💕💕💕


__ADS_2