Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Kronologis Kejadian


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan hamparan sawah yang hijau, dan pepohonan rindang di sepanjang jalanan membuat pasangan yang tak muda lagi itu serasa berjiwa muda. Bangun dari tidur, lantas menjalankan sholat subuh, dan bergegas untuk mandi. Seusai bersiap sepasang suami istri itu kemudian mengayuh sepeda berdua, menelusuri jalanan menuju pedesaan yang jauh dari polusi dan lalu lalang kendaraan. Meski di terpa sinar mentari pagi namun terbayar menikmati suasana tenang dan nyaman di pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Menyaksikan hamparan sungai yang begitu luas mata seolah menjadi segar.


Ini adalah kali pertama bagi Lena untuk menerima ajakan suaminya bersepeda berdua. Lena awalnya ragu, namun Reza berhasil membujuknya setelah berulang kali meminta. Reza berniat agar istrinya dapat merefresh diri. Ia tahu istrinya yang selalu berdiam diri di rumah dan jarang berinteraksi dengan dunia luar akan membuat istrinya jenuh dan mudah marah.


Karena ini weekend, maka waktunya pas sekali untuk melakukan bersepeda bersama keluarga atau teman, setelah sehari-hari berkutat dengan rutinitas pekerjaan. Terbukti jalanan cukup ramai didominasi oleh komunitas bersepeda, mau pun kelompok tertentu yang melakukan kegiatan gowes bersama. Dan ada juga beberapa orang yang berjalan santai maupun lari pagi.


Lena cukup menikmati acara bersepedanya. Ia merasa hal ini sangat menyenangkan. Setelah cukup puas bersepeda di kawasan pedesaan, sebelum pulang mereka sempatkan untuk mencari sarapan demi mengisi perut yang sudah mulai keroncongan. Cape mengayuh akhirnya mereka sampai di warung soto ayam yang cukup terkenal di wilayah kota Solo.


Warung soto ayam yang terletak di Jl. Veteran kota Surakarta ini ternyata adalah langganan Reza jika sedang bersepeda dengan rekan-rekannya. Kali ini ia ingin mengajak sang istri untuk ikut merasakan soto ayam di warung soto favoritnya. Ternyata memang masakannya cukup enak. Terbukti ramai pengunjung yang silih berganti untuk sekedar menyantap soto ayam dengan kuah hangat, bukan makanan mewah namun cukup banyak di gemari oleh semua kalangan. Tempat duduknya selalu penuh akan pengunjung, namun pelayanannya pun cepat sehingga tak perlu menunggu lama.


Puas menyantap semangkuk soto, mereka melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah. Baru sepuluh menit mengayuh saat akan belok di pertigaan jalan tiba-tiba dari arah belakang ada sepeda motor yang melaju, tak mengindahkan tanda-tanda yang sudah di buat untuk mengisyaratkan bahwa mereka akan menyeberang. Pengendara motor itu akhirnya menabrak bagian belakang sepeda Lena. Pengendara motor tersebut di perkirakan hendak mendahului ketika Reza dan Lena sedang menyeberang.


"Aghhhhhh......!" teriak Lena. Ia terpental ke jalan dengan posisi hampir tiduran, badan miring ke kanan.


"Mami....!" teriak Reza saat melihat istrinya terjatuh.


Reza menjatuhkan sepedanya dan buru-buru berlari mendatangi tempat di mana istrinya jatuh, "Ayo, Mi. Bangun dulu, kita menepi ke pinggir."

__ADS_1


Lena kemudian duduk dengan terisak merasai perih di beberapa bagian di tubuhnya dan saking kagetnya dengan peristiwa barusan.


"Aduuhh, Mas. Hiks...hiks...tanganku, hiks...hiks.. kenapa kaya nyeri dan kaku begini," ungkap Lena dengan masih terisak.


Terlihat beberapa orang mulai mendatangi tempat kejadian. Ada yang membantu mengamankan sepeda yang penyok dan terdapat kerusakan di beberapa bagian akibat tabrakan. Dan juga melihat kondisi Lena yang menjadi korban kecelakaan barusan. Sedangkan sang pengemudi masih termangu di atas motor dengan ketakutan karena ternyata masih anak-anak.


"Iya, Mi. Tenang ya, kita menepi dulu biar bisa di cek luka-lukanya. Semua akan baik-baik saja!" ujar Reza mencoba menenangkan istrinya meskipun ia juga sangat cemas.


"Aduuhh...Mbak, ini di bagian lengan tangannya ada banyak darah," ungkap seorang warga yang ikut menolong saat mereka sudah berada di teras sebuah ruko di pinggir jalan. Seorang warga itu melihat ada rembesan kemerahan di lengan baju Lena yang berwarna fanta. Darah rembesannya lumayan banyak dan terus keluar.


Seorang ibu-ibu membantu mengoles obat merah di bagian lecet-lecet di jari tangan Lena. Sedangkan Reza berdiri sejenak mendekat ke arah warga saat sedang menanyai anak yang menabrak istrinya. Anak laki-laki itu ternyata baru kelas VII SMP. Ia terburu-buru karena ingin ke rumah temannya. Ia mengaku salah karena kurang memperhatikan tanda yang mengisyaratkan Reza dan Lena akan menyeberang. Karena ia memang baru pemula dan masih belajar mengendarai sepeda motor, sehingga sering kali gegabah saat mengendarai sepeda motor milik orang tuanya.


Entah bagaimana ada yang memanggilkan orang tua anak itu agar datang. Terungkap rumah anak itu tak jauh dari tempat kejadian. Paman anak itu sempat memarahi anak itu karena dalam keseharian anak itu cukup bandel. Sedangkan Ibunya terus meminta maaf atas kejadian yang diakibatkan oleh anaknya sehingga mengakibatkan kecelakan pada Lena. Reza akhirnya berdamai dengan orang tua si anak dengan catatan untuk lebih mengawasi si anak agar tidak mudah memberi akses untuk mengendarai sepeda motor terutama di jalan raya karena bisa membahayakan pengendara lain. Reza kemudian menghubungi Doni agar mengerahkan anak buah untuk datang membereskan sepedanya. Sedangkan ia segera meminta bantuan agar dapat membawa istrinya ke rumah sakit.


"Pak, mau di bawa ke rumah sakit mana? Kalau menurut saya, itu sepertinya tulangnya entah retak atau patah. Bagaimana kalau di bawa ke RSKU atau Ortopedi saja?" tanya pemilik motor.


"Ohh, begitu ya. Ya sudah kalau begitu kita langsung ke RSKU saja, Mas!" Ucap Reza.

__ADS_1


Begitu sampai di rumah sakit khusus bedah, mereka langsung menuju UGD. Setelah di periksa oleh seorang dokter jaga, mereka kemudian di rujuk untuk membawa Lena ke ruang rontgen. Reza pun segera menyetujui tindakan untuk istrinya. Menunggu kurang lebih lima belas menit, akhirnya selesai. Dan benar saja, dari hasil rontgen dapat di ketahui jika jari manis dan siku tangan istrinya sebelah kanan mengalami patah tulang dan harus di lakukan operasi untuk bisa sembuh seperti sedia kala.


Karena harus berpuasa dulu sebelum operasi, maka dokter menyarankan sebaiknya operasi dilakukan besok saja, sebab schedule untuk operasi malam ini sudah penuh. Untuk sementara istrinya bisa di tempatkan di ruangan VIP sesuai keingin Reza. Reza kemudian segera mengabari ke dua anaknya agar segera datang menjenguk maminya.


Tak berapa lama Rangga dan Reyna datang menuju ruang kamar di mana Lena di rawat.


Tok...tok...tok...!


Rangga membuka pintu setelah mengetuk pintu. Ia bergegas mendekat ke arah ibunya untuk memastikan kondisi ibunya. Reyna hanya mematung berdiri agak jauh di belakang Rangga menyaksikan keadaan ibu mertuanya. Lena belum menyadari keberadaan Reyna, sehingga Reyna masih menahan diri untuk mengetahui reaksi yang akan di tunjukkan oleh ibu mertuanya saat mengetahui bahwa ia juga datang.


🍁🍁🍁


Mohon tinggalkan jejak like, Comment dan follow author, untuk mendukung kelanjutan kisah ini.


Sedikit bocoran Season 1 akan segera tamat dan akan dilanjut pada Season 2.


Nantikan selalu kelanjutan dari kisah ini ya 😘

__ADS_1


__ADS_2