Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Marahan


__ADS_3

Sepeninggal Bunda dan Fely Reyna dan Abiyu pulang ke rumah Reyna. Siang ini nenek, papi Reza dan mami Lena juga akan kembali ke Jakarta. Pekerjaan Reza di kantor sudah menumpuk.


Terlebih saat ini ia harus berjuang sendirian karena papa dan putranya telah tiada. Hanya satu harapannya, semoga Reynand segera tumbuh menjadi pria dewasa dan membantunya untuk menjalankan perusahaan milik keluarga.


"Assalamu'alaikum, Nek?" ujar Reyna saat muncul dari pintu depan dan diikuti Abiyu di belakangnya.


Reyna salim kepada nenek kemudian memeluknya.


"Wa'alaikumussalam, Reyn. Padahal baru berpisah sehari, tapi aku sudah rindu berat sama Reynand. Bagaimana jika nanti aku sudah pulang ke Jakarta. Nenek pasti akan sangat rindu dengan pangeran kecilku ini!" ujar nenek saat melerai pelukannya, kemudian menciumi pipi baby Reynand.


"Jangan khawatir, Nek. Ketika saya ke Jakarta nanti, saya pasti akan mengajak serta Reyna dan Reynand," ujar Abiyu yang sudah berada di hadapan nenek dan mencium punggung tangan wanita yang sudah tak muda lagi itu.


"Terima kasih ya, Nak Abi. Nenek titipkan mereka berdua kepadamu. Tolong jaga mereka dengan baik!" ujar nenek pada Abiyu.


"Pasti, Nek. Nenek jangan khawatir!"


"Mana cucu, Oma ...?" seru Lena yang baru keluar dalam kamar.


"Hai, Oma!" jawab Reyna mewakili putranya.


"Duduk sini Reyn!" Lena menggiring tubuh Reyna untuk duduk di sofa ruang tengah. Nih, Mami kemarin ke supermarket lihat biskuit ini jadi inget Reynand dan langsung Mami beli!"


Lena membuka kotak biskuit bayi kemudian memberikan satu buah kepada cucunya.


"Terima kasih, Oma. Reynand suka sekali yang rasa itu, Mi!" ujar Reyna kepada sang mertua.


"Benarkah? berarti feeling Mami tepat, ya!" ujar Lena sembari tersenyum senang. "Reynand makin hari makin gembul saja ya, Reyn ...."


"Iya, Mi. Berat badannya naik terus, Mi. Antara satu kilo perbulannya!" ujar Reyna antusias bercerita tentang putranya.


"Mi, cepat kemari sebentar!" seru Reza dari dalam kamar memanggil istrinya.


"Sebentar ya, Sayang. Opa memanggil!" ujar Lena kepada cucunya kemudian segera beranjak menemui suaminya.

__ADS_1


Abiyu beranjak duduk di sofa sebelah Reyna namun agak jauh. Dia menyabet remot televisi yang berada di atas nakas, kemudian menghidupkannya untuk mengurangi kesunyian.


"Yah ... jatuh kan, Dek!" seru Reyna saat biskuit di tangan Reynand terjatuh.


Si anak menangis merasa kehilangan pegangannya.


Abiyu yang mendengar hal itu berpaling dari televisi kemudian hendak memungut biskuit Reynand yang jatuh ke lantai. Hal itu bertepatan dengan Reyna yang menunduk hendak memungutnya juga.


"Aww ...!" pekik Reyna sembari memegangi jidatnya yang tanpa sengaja terbentur dengan kepala Abiyu.


"Maaf, Reyn!" reflek, tangan Abiyu terulur untuk mengusap jidat Reyna yang sakit karenanya.


Reyna terkejut mendapatkan sentuhan tiba-tiba dari Abiyu. Begitupun Abiyu yang tertegun melihat ke arah Reyna sehingga pandangan mereka bertemu. Sejenak keduanya terdiam dan hanya mata yang berbicara lewat sorot mata itu.


Saat Reynand kembali merajuk, Reyna dengan cepat berpaling untuk memutus pandangannya. Dia kemudian mengambil kotak biskuit dan memberikan satu buah biskuit yang baru kepada putranya. Abiyu memungut yang terjatuh di lantai dan membuangnya.


Sore hari setelah mengantar nenek, papi dan mami ke bandara, Abiyu mengajak Reynand berjalan-jalan di sekitar kompleks. Sedangkan Reyna memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Reyna membasahi seluruh rambutnya dan mengusapkan shampo hingga berbusa. Saat berada di rumah Abiyu ia mengurungkan untuk mencuci rambutnya karena harus selalu menutup kepalanya dengan hijabnya.


Tanpa Reyna sadari Abiyu sudah kembali dari berjalan-jalan dan sedang menunggu untuk bergantian mandi.


Abiyu tertegun melihat penampilan Reyna yang hanya mengenakan handuk kimono dan rambut basah terurai. Abiyu segera memutus panggilan di handphonenya saat melihat sang istri berada di hadapannya.


Reyna yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sedang fokus mengeringkan rambut dengan handuk kecil di tangan, seketika membulatkan mata tatkala mendapati Abiyu yang berada tepat di hadapannya.


"K--kak Abi!" pekiknya dengan terbata-bata.


Reyna hendak berbalik ke kamar mandi, namun dengan cepat Abiyu menahannya. Abiyu memegangi lengan istrinya dan menatap wajah istrinya dengan penuh damba. Semerbak harum aroma sabun mandi dan shampo yang di kenakan oleh Reyna menyeruak membangkitkan gairahnya. Abiyu menyentuh dagu istrinya dan membuat wajah Reyna menatap ke arahnya.


Perlahan Abiyu menelusuri bibir bawah ranum milik Reyna dengan jarinya. Abiyu mencondongkan wajahnya ke depan dan dalam sepersekian detik bibir mereka bertemu. Dalam hati Reyna ingin menolaknya namun tidak dengan tubuhnya. Tiba-tiba bayangan Rangga muncul di pikirannya. Seketika Reyna mendorong tubuh Abiyu untuk menjauh darinya. Dan, dengan cepat Reyna berlari masuk kembali ke dalam kamar mandi.


Reyna mengunci pintu kamar mandi kemudian menghidupkan shower. Dalam guyuran air, ia mulai terisak. Reyna merutuki kebodohannya yang begitu mudah tergoda oleh sentuhan laki-laki yang tidak ia cintai. Tubuhnya merosot terduduk di lantai dengan kaki terlipat sembari mengusap bibirnya dengan kasar.


"Maafkan aku, By. Maafkan aku ...," gumamnya lirih tanpa suara.

__ADS_1


****


Saat makan malam bersama, suasana terasa hening. Lala melirik ke kanan dan ke kirinya di mana Abiyu dan Reyna berada. Dia merasa ada sesuatu yang terjadi antara Reyna dan Abiyu. Keduanya seolah mengunci mulutnya rapat-rapat, karena sama-sama diam tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dan hanya menekuni makanannya.


Apa mereka sedang marahan ya? rasanya aku tidak mendengar ada keributan apa pun sedari tadi. Pantas saja Mas Abi tadi mandi di kamar mandi dekat dapur! Lala menerka-nerka dalam hati.


Seusai makan Reyna membereskan piring kotor di meja makan dengan di bantu Lala dan mencucinya bersama-sama.


"La, masalah kamu sama Dipa sudah selesai?" tanya Reyna sembari membilas.


"Belum, Mbak. Mas Dipa gak balas chat dari aku mlah blokir akun Lala, Mbak!" tutur Lala dengan sendu.


"Lhoh, kenapa?" tanya Reyna dengan kaget.


"Gak tau, Mbak. Jadinya Lala juga belum sempat menjelaskan apa pun sama mas Dipa."


"Gimana kalau aku bantu buat ketemu sama Dipa, La. Kalau gak di bicarakan nanti lama-lama menjadi ganjalan di hati. Mbak pernah mengalami kaya gitu dan rasanya gak enak banget, La. Mbak sampai terus bermimpi kemasa itu karena ada yang belum terselesaikan di masa lalu," Reyna menatap kosong ke depan, namun pikirannya kembali menerawang ke masa lalu, di saat-saat terindah bersama Rangga ketika masih SMP.


"Cie ... inget mantan ya, Mbak. Sampai senyum-senyum begitu!" goda Lala saat melihat pipi Reyna yang bersemu.


Abiyu yang hendak mengambil air minum di kulkas, mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam dapur dan memilih pergi menuju ke kamar. Dia duduk menyandar ke tempat tidur sembari memikirkan yang barusan didengarnya.


Apa lagi yang harus aku lakukan agar aku bisa membuatmu memandang ke arahku, jika begitu banyak kenangan indahmu bersamanya!


____________________Ney-nna_________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...


...Give a gift & vote 🌹...


...Tank you! 🙏...

__ADS_1


__ADS_2