Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Menepis Rasa


__ADS_3

Cup.


Reyna merasakan sesuatu yang hangat di keningnya, yang membuat pipinya seketika bersemu. Merasakan suatu kenyamanan yang telah lama tidak ia rasakan. Yaitu rasa dicintai dan diinginkan. Namun, dengan segera ia menepis perasaan itu.


Enggak ini bukan apa-apa. Aku nggak boleh hanyut dengan rayuannya. Ini hanya rasa nyaman sesaat. Aku hanya mencintai Rangga ... selamanya! gumam Reyna di dalam hati.


Reyna mendorong pelan kedua lengan tangan Abiyu untuk menggeser tubuh kekar di depannya yang hanya berjarak satu jengkal darinya. Bertepatan dengan hal itu Reynand terbangun dan menangis. Reyna merasa lega, sebab ia mempunyai alasan untuk menghindar dari kontak fisik dengan Abiyu dan mengurangi rasa canggung diantara keduanya.


Reyna beranjak berdiri menjumpai putranya yang berada di atas tempat tidur. Dan membawanya kedalam gendongan.


"Mama ... mama ... mama!" celoteh si anak sembari terisak.


Ketika terbangun dari tidurnya Reynand pasti akan menangis dan seketika diam saat menyusu. Namun, saat ini keadaannya berbeda. Dia sedang di kamar Abiyu dan pemilik kamar sedang berada di hadapannya.


Tidak mungkin bagi Reyna untuk menyusui Reynand di depan Abiyu. Sebab Reyna tidak mungkin menampakkan bagian dari tubuhnya di depan Abiyu, meskipun Abiyu adalah suami sahnya saat ini. Reyna bingung, bagaimana ia harus mengatakannya kepada Abiyu agar ia keluar dari kamar tanpa membuatnya tersinggung, sebab ia butuh privasi untuk menyusui anaknya.


"Cup, Sayang ... ini ada Mama, Sayang. Jangan menangis!" dengan lembut Reyna menimang-nimang putranya sambil berdiri. Berharap Reynand akan tenang berada dalam timangan nya tanpa menyusu.


Seolah sudah terbiasa mendapatkan asupan ASI dari sang mama ketika bangun tidur dan kali ini tidak, akhirnya Reynand merajuk. Anak itu menarik-narik bagian depan kerudung Reyna seolah memberi isyarat untuk meminta jatah ASI-nya. Sedangkan Abiyu yang tidak peka saat menyaksikan situasi di depannya justru malah diam saja dan berdiam diri di tempat karena bingung.


Aduh, Kak Abi kenapa gak keluar-keluar sih. Gimana aku bisa menyusui Reynand kalo dia tetap di sini! hhhh ...! sepertinya aku harus ngomong duluan ini, jika tidak Reynand bisa semakin rewel!


"Kak, bisakah Kak Abi keluar sebentar. Aku ingin menyusui Reynand?!" ujar Reyna pada akhirnya setelah lama menunggu Abiyu yang tidak berinisiatif untuk keluar tanpa diminta.


"Oh ... i--iya, aku akan keluar sekarang!" ujar Abiyu dengan kikuk.


Jadi karena itu Reynand tidak mau tenang. Dan, Reyna dari tadi canggung karena aku di sana? Mengapa aku tidak kepikiran tentang hal itu dari tadi! batin Abiyu merutuki diri sendiri.

__ADS_1


Abiyu berjalan keluar kemudian menutup pintu dengan rapat.


Reyna menghela napas beratnya, merasa lega. Akhirnya ia bisa dengan leluasa mengurus Reynand yang telanjur menangis meraung-raung.


Tanpa mereka sadari hingga malam tiba mereka telah melupakan persoalan yang sedari tadi siang ingin dibahas. Yaitu masalah yang menyebabkan Mira menjadi marah.


Ketika makan malam bersama dengan bunda Maya dan Fely. Abiyu melihat Reyna makan sembari menyuapi putranya. Hal itu menyebabkan makanan di piring Reyna tidak segera berkurang. Abiyu kemudian segera menyelesaikan makanannya dengan cepat. Kemudian, ketika melihat Reynand telah menghabiskan suapan terakhir dari Reyna, Abiyu menyentuh bahu Reyna.


"Reyn, biar Reynand sama aku. Selesaikan makanmu!" ujar Abiyu sembari beranjak berdiri dan membawa Reynand ke dalam gendongannya. Reynand pun nampak riang bisa terbebas dari kungkungan haigh chair'nya.


Bunda Maya tersenyum memandang ke arah putranya. Beliau salut dengan perhatian Abiyu kepada Reyna. Bahkan Abiyu bisa sedekat itu dengan putra istrinya.


Di sela-sela makan Reyna beberapa kali melirik kearah Abiyu dan Reynand. Reyna tersentuh dengan perhatian Abiyu kepadanya dan terharu menyaksikan kedekatan antara dua laki-laki di depannya yang nampak asyik bercanda tawa, seolah sudah cukup akrab. Ia merasa senang Abiyu bisa memberikan kasih sayang seorang ayah pada putranya.


Sebenarnya, tanpa sepengetahuan Reyna, Abiyu sering bertemu dengan Lala untuk sekedar memberi mainan kepada Reynand, memberi gaji atau mengorek informasi tentang Reyna. Lala selalu membawa serta Reynand bersamanya sebagai alasan agar bisa keluar membawa Reynand jalan-jalan di sekitar kompleks. Meskipun yang sebenarnya adalah bertemu dengan Abiyu. Sehingga Reynand sudah terbiasa dengan Abiyu.


Seusai makan Reyna bertukar cerita dengan bunda Maya dan Fely sembari menonton televisi. Sedangkan Reynand masih bermain bersama denagan Abiyu.


Tak berapa lama setelah asupan ASI-nya terpenuhi Reynand mulai terlelap dalam tidurnya. Reyna duduk terdiam memikirkan sikap Abiyu terhadapnya. Bodoh jika Reyna tidak tahu dengan kebaikan Abiyu. Reyna sebenarnya tahu dengan perhatian yang dicurahkan oleh Abiyu sedari tadi kepadanya. Hanya saja Reyna sengaja berpura-pura cuek dan menyembunyikan kekagumannya terhadap perlakuan Abiyu, sekaligus ingin memberi batasan agar Abi tidak semakin berharap padanya.


Reyna semakin mengantuk karena lelah dengan aktivitasnya seharian ini. Ia pun akhirnya tertidur masih dengan posisi setengah duduk dengan menyandar pada bantal di belakang punggungnya.


Di luar kamar, Abiyu mencoba berulang kali mengetuk pintu kamarnya sebelum masuk. Namun, tidak ada sahutan dari dalam. Akhirnya Abiyu menerobos masuk.


Saat berada di dalam kamarnya, Abiyu melihat Reyna yang ketiduran dengan posisi yang tidak nyaman. Kemudian Abiyu membenarkan posisi tidur istrinya agar lebih nyaman. Saat sedang merengkuh tubuh istrinya Abiyu tertegun melihat wajah cantik istrinya dari dekat.


"Reyna aku mencintaimu, sungguh mencintaimu. Tolong buka pintu hatimu untukku. Aku akan berusaha membuatmu bahagia, selalu!" ungkapnya dengan lirih.

__ADS_1


Abiyu mencuri kecupan di kening istrinya sekali, kemudian beringsut menegakkan tubuhnya dan duduk dengan tegak. Di rabanya beberapa kali pucuk kepala istrinya yang tertutup hijab. Sebab Reyna tidak sekalipun melepas hijabnya di hadapan Abiyu meski keduanya sudah resmi menikah.


Lantas Abiyu merebahkan tubuhnya di tepi ranjang yang lain dan Reynand berada di tengah menjadi pembatas antara keduanya.


****


Di tempat yang lain Dipa tengah mengantarkan Mira ke bandara.


"Dip, makasih banyak ya atas bantuannya? Maaf seharian ini gue banyak ngrepotin lo!" ujar Mira tulus.


Dipa mengangguk sambil berucap, "Sama-sama, Mir. Lo harus bangkit ya? jangan mewek di sembarang tempat lagi! karena gue gak bakalan bisa nolongin lho!" ujar Dipa mengejek.


"Ishh ... masih sempat-sempatnya ya Dip lo ngeledekin gue tentang hal itu!" ujar Mira dengan cemberut. "Awas ntar kena kutuk jatoh cinta sama gue lo! hhhahaha ...!" canda Mira.


"Ehh ... jangan dong mata gue masih awas buat bedain yang mana cewek cantik dan yang mana kuntilanak!"


"Huwaa tega lo, Dip. Mulut lo tajam banget sih jadi cowok!" Mira memukuli bahu Dipa dengan sling bag di tangannya beberapa kali.


"Ihh, sakiit tauk, Mir! dah sana tuh pesawat lo keburu berangkat!" ujar Dipa yang membuat Mira melepaskannya, dan kemudian bergegas masuk.


Dan akhirnya Mira pulang ke Jakarta dengan membawa luka dihatinya.


____________________Ney-nna_________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...

__ADS_1


...Give a gift & vote 🌹...


...Tank you! 🙏...


__ADS_2