Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Perpisahan Ibu dan Anak


__ADS_3

POV Reyna.


Aku terdiam sembari membuka lembar demi lembar buku yang berada di tangan.


Saat aku membacanya aku bagaikan larut dan terbawa suasana. Kisah yang manis, ketika seseorang mulai mengenal ketertarikan dengan lawan jenis. Ketika kamu mulai merasakan, untuk pertama kalinya jantungmu berdebar-debar, hanya karena melihat seseorang yang kamu kagumi hadir dan mengisi hari-harimu.


Dia membuatmu gelisah dan pikiranmu dipenuhi oleh bayang-bayang tentangnya. Saat dia menatapmu dan pandangan kalian bertemu, jantungmu serasa bagai gederang yang bertalu-talu. Lalu, tanpa sengaja kalian berpapasan, badanmu serasa panas dingin, dan saat itu pipimu mulai bersemu, malu-malu.


Inilah yang aku rasakan saat membaca buku ini. Aku bagaikan melihat kisah romantis dari seorang gadis yang bercerita tentang cinta pertamanya. Dan bukan aku yang berada di sana. Sebab, dalam bayanganku, aku membayangkan dalam situasi yang sama, seperti pertama kalinya aku merasakan getaran di hatiku. Yaitu ketika aku mulai menyukai seorang laki-laki yang sekarang menjadi imamku, kak Abi.


Dari kisah yang aku baca dari buku ini, akhirnya aku tahu bagaimana kisahku dengan Rangga bermula, namun perasaanku tidak berada di situasi itu. Meskipun aku mulai mengingat potongan demi potongan peristiwa kenangan saat merayakan ulang tahun Rangga, aku belum menemukan rasaku untuk Rangga. Hanya Kak Abi yang saat ini mengisi relung hatiku.


Hal ini mengingatkan aku kepada Kak Abi.


"Dimana Kak Abi berada?" gumamku sembari menutup buku diaryku ini dan menaruhnya di meja.


****


Pov Author.


Reyna beranjak ke luar kamar mencari Abiyu. Saat dia membuka pintu kamar dia melihat suaminya. Abiyu tengah bermain puzzle dengan Reynand.


Melihat tawa mereka di sela-sela bermain Reyna pun tersenyum. Reyna menyadari satu hal dari suaminya.


Kak Abi terlihat sangat menyayangi Reynand! gumam Reyna


Reyna berjalan mendekat ke arah mereka. Sebelum Reyna sampai mereka sudah menyadari ke hadirannya. Kak Abi dan Reynand menoleh ke arahnya sembari tersenyum.


"Hai, Reynand!" sapa Reyna kepada bayi lucu itu.


"Kamu sudah baikan, Reyn?" tanya Abiyu.


Reyna juga duduk di sofa di samping Abiyu. "Iya, Kak. Sehabis tidur aku merasa lebih baik," ujar Reyna dengan tersenyum.


"Apa kamu mulai mengingat sesuatu?" tanya Abiyu.


"Iya, Kak. Aku mengingat sebuah peristiwa yang pernah terjadi di depan gazebo, seolah aku sedang menyaksikan orang lain yang berada dalam peristiwa itu dan aku adalah sebagai penontonnya ...," tutur Reyna mengungkapkan perasaannya saat itu,


"Jadi kamu merasa itu bukan dirimu, begitu?" tanya Abiyu kepada istrinya.


Reyna mengangguk membenarkan. "Benar, Kak. Aku rasa aku hanya melihat kisah orang lain."


"Mama ...!" tiba-tiba saja Reynand mendekat ke arah Reyna dan menghambur ke pelukan Reyna.


"Reyna tersenyum dan membalas pelukan sang anak. Reyna merasa gemas dengan anak tampan yang berada di dekapannya.

__ADS_1


"Anak tampan, siapa namanya?" tanya Reyna mencoba berkomunikasi dengan sang anak, sembari mengangkat tubuhnya dan meletakkannya di pangkuan.


"Nand," jawab anak itu singkat sembari menarik-narik cadar yang dikenakan oleh Reyna hingga cadarnya melorot.


"Aduh, Sayang. Kenapa ditarik-tarik?" tanya Reyna kepada si anak yang memandangi wajahnya.


Tiba-tiba sang anak mencondongkan tubuhnya ke depan, dan dengan cepat mengecup pipi Reyna. "Mmuuach ...!"


Reyna terkejut mendapat perlakuan tiba-tiba dari sang anak, namun hatinya menghangat dan bahagia.


"Eh, jadi Reynand menarik niqob Mama karena ingin mencium, Mama, ya? Anak pintar!" ujar Reyna sembari memandang ke arah anaknya.


"Em ...em ...!" jawab si anak gemas dengan menganggukkan kepala dua kali.


"Terima kasih, Sayangnya Mama!" tutur Reyna sembari merengkuh Reynand ke dalam pelukannya kemudian mengecup pucuk kepala sang anak beberapa kali.


Meskipun tidak mengingat sang anak, namun Reyna langsung menyukai Reynand. Sebab Reynand sangat menggemaskan dan selalu menempel saat melihatnya. Reyna bisa merasakan kasih sayang sang anak untuknya.


"Sepertinya Reynand sangat merindukanmu, Reyn. Sama dengan apa yang aku rasakan saat bertemu denganmu di pesantren saat itu," ucap Abiyu sembari mengusap pucuk kepala istrinya.


"Yang benar, Kak? Saat di kantor waktu Kak Abi memelukku, ya?" tanya Reyna sembari mengingat-ingat kejadian saat itu.


"Bukan, Reyn. Tapi seusai kamu periksa di klinik kesehatan waktu itu," tutur Abiyu.


Reyna mengernyit mengingat-ingat saat itu. "Memangnya Kak Abi sudah tahu jika itu aku?" tanyanya.


"Saat mendengar kamu berbicara, aku langsung merasa tidak asing dengan suara itu yang seketika membuatku ingin membuntuti mu masuk ke dalam klinik. Aku bersyukur sekali saat itu bisa menemukanmu sejak sekian lama mencarimu , Sayang!" tutur Abiyu kemudian merengkuh bahu istrinya agar mendekat dan mencium pucuk kepala istrinya.


Krucuk! Krucuk!


Tiba-tiba bunyi suara dari perut Reyna membuyarkan suasana, dan membuatnya malu saat itu kepada suaminya.


"Eh ... Maaf, Kak. Kelepasan!" tutur Reyna.


"Kamu laper ya, Sayang?" tanya Abiyu.


"Iya, Kak. Aku dari tadi menahan lapar!" tutur Reyna jujur.


"Ya ampun, kenapa di tahan, Sayang. Seharusnya kamu bilang dari tadi. Ayo ke dapur aku temani makan," ucap Abiyu sembari beranjak berdiri.


Reyna beranjak berdiri sambil menggendong Reynand di pinggangnya.


"Eh, Reynand biar aku saja yang gendong, Reyn!" ujar Abiyu kemudian mengambil alih Reynand dari tubuh istrinya dengan perhatian.


"Baiklah, Kak!" ujar Reyna pasrah.

__ADS_1


Reyna akhirnya makan dengan ditemani Abiyu dan Reynand. Abiyu mengajak Reynand bermain sembari Reyna menghabiskan makanannya. Sedangkan nenek dan Lena sedang beristirahat di kamar mereka masing-masing.


Seusai makan Reyna dan Abiyu kembali ke kamar. Abiyu bermaksud ingin menunjukkan barang-barang yang tadi diambilnya di gudang bersama nenek. Dengan tujuan untuk memunculkan kembali ingatan Reyna.


"Reyn, ini adalah foto-foto pernikahanmu dengan Rangga. Dan ini buku diary milikmu," ujar Abiyu dengan sabar menunjukkan barang-barang milik Reyna.


Kebanyakan pasangan pasti akan meminta kepada pasangannya untuk membuang barang-barang kenangan milik mantan. Sebab dikhawatirkan akan mengganggu hubungan pasangan tersebut. Namun, kali ini berbeda. Abiyu harus rela melakukan itu demi memunculkan kenangan bersama mantan yang telah hilang dari istrinya.


Reyna melihat-lihat foto-foto yang berada di dalam kardus. Reyna kembali merasa ada pergolakan di dalam otaknya. Samar-samar ada potongan peristiwa yang muncul dari melihat foto-foto itu.


"Kak aku tadi sudah melihat buku diarynya. Dan seperti yang aku bilang tadi, aku mulai melihat potongan peristiwa, namun aku tidak dapat merasakan emosi pada peristiwa itu!" tutur Reyna menjelaskan.


Reyna berhenti melihat barang-barang itu saat kepalanya terasa pusing kembali, Reyna menyerah untuk melihat-lihat foto-foto itu lagi. Reyna melempar foto itu ke dalam kardus.


"Sudah cukup, Kak. Aku tidak sanggup untuk memaksakan otakku untuk terus mengingat-ingat hal-hal yang berhubungan dengan Rangga. Aku merasa sangat lelah berpikir, Kak. Aku ingin pulang!" tutur Reyna sembari menunduk dan menyangga kepalanya yang berdenyut.


"Baiklah, maafkan aku, Sayang!" ujar Abiyu sembari merangkul tubuh istrinya sembari mengusap-usap lengan tangannya agar kembali tenang.


Seusai Reyna menenangkan pikirannya Abiyu mendatangi nenek dan juga Lena untuk berpamitan pulang.


"Nek, Reyna pulang dulu ya?" ujar Reyna berpamitan.


"Iya, Reyn. Kamu hati-hati ya. Jaga kesehatanmu baik-baik, semoga kandunganmu sehat hingga persalinannya nanti," tutur nenek sembari mengurai pelukannya.


"Aamiin, Nek. Terima kasih atas doanya. Nenek juga harus jaga kesehatan,ya?" tutur Reyna yang dibalas dengan anggukan oleh nenek.


Reyna kemudian berpamitan,kepada mami Lena. Seusai berpamitan, Abiyu menggenggam tangan istrinya dan beranjak menuju teras depan. Belum juga terlaksana pergi, Reyna menghentikan langkahnya.


"Tunggu, Kak! Kenapa kita meninggalkan Reynand?" tanya Reyna kepada Abiyu.


"Iya, Reyn. Mami yang memintanya kepada Abiyu," tutur Lena menjawab pertanyaan itu.


"Kenapa, Mi?" karena kamu sedang sakit. Kamu tidak akan sanggup menjaga Reynand nantinya, jadi biarkan Reynand di sini. Biarkan aku yang merawatnya!" tutur Lena menegaskan agar Reynand tetap tinggal dan di rawat olehnya


"Tapi, Mi. Reynand anakku, Mi. Reyna akan menjaga Reynand dengan baik. Tolong berikan Reynand kepadaku, Mi!" pinta Reyna yang di sambut uluran tangan dari Reynand.


"Mama ... Mama ...!" rengek anak itu sembari meronta-ronta di gendongan Lena.


"Tolong, Mi. Reynand ingin bersama Reyna, Mi. Reyna menyayangi Reynand, Mi!" mohon Reyna sembari menangis saat melihat Reynand terisak dan meronta-ronta ingin di turunkan.


Lena kewalahan antar melarang Reyna mendekati Reynand dan mempertahankan Reynand dalam gendongannya, kemudian dengan segera Lena membawa Reynand masuk ke dalam rumah.


"Mi, tolong berikan Reynand kepada Reyna, Mi!" seru Reyna meneriaki Lena dengan berlinang air mata.


Nenek ikut terharu melihat hal itu namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena Lena kekeuh tidak mau mendengarkan sarannya.

__ADS_1


Sedangkan Abiyu yang bingung hanya bisa mencoba untuk menenangkan Reyna.


...__________________Ney-nna__________________...


__ADS_2