Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Kegundahan Raka


__ADS_3

Setelah mendengar penjelasan dari Maura, Raka terdiam cukup lama untuk mencerna apa yang telah di ceritakan oleh Maura. Jelas ini keadaan yang sangat buruk bagi keluarga Maura.


Jika perjodohan ini tidak terjadi maka kakek aken merasa terhina dan menyudutkan keluarga Maura. Kakek tidak akan mau menjalin kerjasama dengan keluarga Maura. Dan itu artinya perusahaan papa Maura akan benar-benar kolaps.


"Maura, aku tidak bisa mengambil keputusan secepat ini. Sebaiknya aku antar kamu pulang, dan aku akan mencoba mencari jalan ke luar dari masalah ini!" ujar Raka yang cukup pusing memikirkan masalah yang sedang dihadapi oleh Maura.


Maura mengangguk kemudian mereka beranjak pergi meninggalkan cafe.


Setelah mengantarkan Maura kembali ke rumahnya, Raka segera menghubungi seorang mata-matanya untuk menyelidiki lebih lanjut tentang apa yang dia dengar dari Maura. Raka merasa perlu untuk meyakinkan dirinya bahwa apa yang dikatakan Maura itu benar adanya.


"Selidiki dengan detail pengusaha tersohor yang bernama Elvan itu di dunia bisnis, dan cari tahu seperti apa kehidupan rumah tangganya!" tutur Raka via telepon dengan orang suruhannya.


Setelah itu Raka kembali pulang ke kediaman kakeknya.


****


Malam itu Raka benar-benar tidak bisa tidur. Besok adalah hari di mana kakek telah merencanakan sebagai hari pertunangannya dengan Maura. Raka belum menemukan solusinya. Mau tidak mau Raka harus tetap melaksanakan acara pertunangan itu.


Kini yang ada dipikirannya hanya Fely. Gadis yang menjadi cinta pertamanya. Raka tahu betul bahwa saat ini Fely pasti sangat membenci dirinya atas kesalahpahaman yang terjadi. Dan jika Fely tahu tentang pertunangannya dengan Maura pasti akan menjadi lebih terluka lagi.


Namun, saat ini Maura sangat membutuhkan pertolongan darinya. Tidak mungkin baginya menutup mata dengan penderitaan orang lain di depan matanya.


Bayangan dua orang perempuan yang menangis di depan matanya terus menghantuinya hingga terus terbangun dari tidurnya. Raka beranjak bangun di sepertiga malam kemudian mengambil wudhu dan melaksanakan salat istakharah agar mendapatkan petunjuk dari Allah.


Keesokannya kakek sudah menunggunya untuk sarapan bersama.


"Raka, malam ini adalah pesta pertunanganmu dengan Maura. Jangan sampai kau terlambat pulang!" tutur kakek mengingatkan.


"Baik, Kek!" jawab Raga dengan malas tanpa senyum diwajahnya, selanjutnya Raka hanya diam dan menghabiskan sarapannya tanpa selerera.

__ADS_1


Sebelum berangkat bekerja Raka menjumpai neneknya di kamarnya.


"Nek, Raka berangkat, ya?" pamit Raka pada neneknya.


"Raka, semua yang terjadi adalah kehendak Yang Maha Kuasa. Selama yang kamu lakukan adalah kebaikan, kamu tidak perlu takut akan kehilangan apa yang harusnya kamu dapatkan. Allah pasti mempunyai maksud tersendiri mengapa kamu harus melalui hal ini sebelum memperoleh apa yang kamu inginkan," tutur nenek kepada Raka.


Raka masih tidak bisa mencerna kata-kata neneknya. Rasanya masih tidak rela jika harus melukai hati Fely. Dia tidak rela melepaskan Fely karena Raka sangat mencintainya.


Akhirnya Raka hanya mengangguk saja. Kemudian mengecup kening neneknya dan pergi setelah salim.


****


Selama di kantor Raka pun kembali tidak fokus. Bayangan ingin bertemu dengan Fely dan menjelaskan apa yang terjadi masih saja menghantui. Ingin rasanya dia pergi ke Jakarta untuk mengunjungi Fely dan menceritakan segalanya agar dia mengerti apa yang saat ini dihadapi olehnya. Dia membutuhkan Fely untuk bertukar pikiran atau hanya sekedar ingin melihat sekadar melihat senyumnya untuk memberi ketenangan.


Namun, sayang waktunya telah habis. Karena malam ini juga mau tidak mau dia harus menuruti kakeknya untuk melaksanakan pertunangan atau kakeknya akan merasa malu didepan para koleganya yang datang jika sampai Raka tidak hadir dalam pesta yang dibuat khusus untuk dirinya dan Maura.


"Tunggu Mas! Mas Raka tidak lupa kan jika nanti malam adalah pesta pertunangan anda?" tanya Bagus khawatir jika bosnya akan melarikan diri dari acara sehingga dia juga yang akan kena imbasnya oleh hukuman dari kakeknya Raka.


"Kamu takut jika aku akan melarikan diri?" tanya Raka yang sudah bisa menebak pemikiran asistennya yang terlihat gelisah melepasnya pergi. "Aku hanya ingin pulang ke rumah mama untuk istirahat sejenak sebelum acara, aku tidak akan ke mana-mana."


Mendengar hal itu membuat Bagus lega. Setidaknya dia tidak ingin berurusan dengan kakeknya Raka yang akan sesuka hatinya memecat karyawannya ketika murka saat suasana hatinya sedang tidak baik.


"Baik, Mas. Perlu diantar, Mas?" tanya Bagus.


"Tidak perlu, saya bawa mobil sendiri saja!" ujar Raka kemudian mengambil kunci mobilnya yang di ulurkan oleh Bagus ke hadapannya.


"Hati-hati, Mas!" ujar Bagus sembari menunduk hormat kepada atasannya.


Raka segera bergegas menuju rumah Mamanya.

__ADS_1


****


Sesampainya di rumah mamanya Raka langsung tidur di pangkuan mamanya yang sedang melihat televisi di ruang tengah.


"Raka, kamu kalau seperti ini nggak ada bedanya dari saat pertama kali kamu datang setelah tinggal di rumah kakekmu pertama kali!" ujar Rahma yang tiba-tiba mengingat betapa sedih wajah putranya yang saat itu mengeluh tidak ingin kembali tinggal di rumah kakeknya.


"Anak mana yang mau dipisahkan dari ibunya, Ma. Raka sungguh kesal pada papa dan juga kakek saat mengingat hal itu!" ujar Raka dengan kesal.


"Sudah-sudah, jangan bahas masa lalu lagi, sekarang jelaskan pada Mama, apa yang membuatmu datang ke mari di jam segini?" tanya Rahma seraya melirik ke arah jam di dinding yang menunjukkan pukul 13.00. "Kamu pasti belum makan siang, kan?" tanya Rahma.


"Belum, Ma," ujar Raka sembari bangkit untuk duduk.


"Ya sudah sekarang Mama temani kamu makan, setelah itu ceritakan apa yang membuat wajahmu sesedih ini!" ujar Rahma kemudian berdiri sembari menarik tangan putranya menuju eja makan.


Setelah menghabiskan makannya, Raka mulai menceritakan tentang permasalahan yang terjadi pada Maura dan juga acara pertunangan yang akan dilaksanakan malam ini. Rahma cukup shock dengan apa yang terjadi dengan Maura. Bukankah nasibnya sungguh tragis, diperkosa, hamil dan mendapati perusahaan papanya yang hampir saja bangkrut.


"Raka ... kisah Maura mengingatkan pada kisah masa lalu Mama ketika hendak dinikahkan dengan papamu. Mama yang waktu itu terdesak karena harus mendapatkan banyak uang demi melunasi hutang ayah Mama yang cukup banyak pada seorang rentenir, sehingga Mama terpaksa menerima untuk menjadi istri siri papamu," tutur Rahma menanggapi cerita dari Raka.


"Lantas Raka harus bagaimana, Ma? Raka sangat mencintai Fely, Ma!" tanya Raka yang sangat bimbang.


"Raka, Mama tahu menikahi Maura bukan tanggung jawabmu, tapi jika kamu bersedia menikahi Maura sungguh mulia sekali hatimu, Nak. Seusai acara pertunangan ini, temui Fely dan selesaikan masalah kalian dahulu, katakan jika saat itu pernikahan kalian tidak sah karena harusnya yang menjadi wali adalah kakanya karena Fely masih mempunyai kakak laki-laki, setelah itu katakan apa yang sesungguhnya terjadi tentang perjodohan ini," ujar Rahma memberi nasehat kepada anaknya.


"Lantas apa aku harus menikahi Maura, Ma?" tanya Raka yang masih bingung.


Sejenak Rahma diam sembari memandang lekat ke arah netra putranya. "Keputusan ada di kalian Raka. Tapi, misalkan iya, perlakukan Maura dengan baik meskipun kamu tidak mencintainya," ujar Rahma.


Raka terdiam mencerna perkataan mamanya. Kepalanya sungguh pusing karena hal ini.


...__________Ney-nna__________...

__ADS_1


__ADS_2