
Sudah setengah jam Abiyu dan Reza mengintai dari kejauhan rumah Lala. Namun, teman Abiyu tak kunjung datang juga.
"Bagaimana ini, Bi? hari semakin larut, sampai kapan kita akan terus menunggu di sini?" tanya Reza mulai jengah hanya berdiam diri dan menunggu sesuatu yang tak kunjung datang.
"Om mau kita nekat ke sana sekarang?" Abiyu balik bertanya.
"Kamu bisa silat gak?" tanya Reza lagi ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu.
"Saya dulu pernah berlatih taekwondo, Om. Kalau Om berani saya tidak keberatan untuk ke sana sekarang juga!" ujar Abiyu menjelaskan.
"Oke, kita ke sana sekarang!" Reza dengan gentle bersiap untuk turun dari dalam mobil.
Reza melepaskan jaketnya, lengan bajunya ia lipat hingga ke siku, kemudian membuka kancing teratas kemejanya. Terakhir Reza membuka pintu mobil dan berdiri gagah di samping pintu mobil itu, dengan kedua tangannya berada di saku celananya.
"Wahh Om keren sekali ya, jangan-jangan sewaktu muda banyak pacarnya, ya?" canda Abiyu.
"Enak saja banyak penggemarnya tapi Om bukan gampangan jadi pilih-pilih kalau cari pasangan!" kilah Reza.
"Oke deh, Om. Saya percaya kok Om Reza pasti keren banget waktu mudanya," ujar Abiyu mengiyakan agar Reza senang hatinya.
"Yok kita ke sana sekarang!" ajak Reza dan Abiyu mengiyakan.
Mereka pun melangkah maju beriringan menuju kediaman orang tua Lala.
Dua orang yang bermuka preman itu bangkit dari duduknya saat menyadari kedatangan Abiyu dan Reza.
"Permisi, Lalanya ada?" tanya Abiyu.
"Kalian ada urusan apa mencari Lala?" tanya preman itu.
"Saya majikannya, Lala. Saya hanya ingin bertanya saja mengapa hari ini Lala tidak pulang dan memberi kabar apapun kepada kami. Bolehkah kami bertemu dengan Lala sebentar?" tanya Abiyu mencoba seramah mungkin untuk bernegosiasi.
"Sebaiknya kalian pulang, untuk kedepannya Lala tidak akan kembali bekerja. Cari saja pembantu yang baru!" jawab salah satu penjaga yang berada di rumah Lala.
"Tolong pertemukan sebentar saja dengan Lala. Setelah itu kami akan pulang," bujuk Abiyu lagi.
__ADS_1
"Argh ... banyak omong kamu, dibilangin pergi ya pergi, berisik saja dari tadi!" gertak penjaga yang satunya sembari berdiri dan melotot ke arah Abiyu menakut-nakuti.
"Kami hanya ingin memastikan Lala baik-baik saja setelah itu kami akan pergi!" ujar Reza.
"Banyak bac*t kamu, ya!" ujar preman yang sedari tadi emosi dan nyolot.
Preman itu kemuadian maju ke depan dan hendak melayangkan b*gem mentah ke muka Reza. Namun secepat kilat ditangkis oleh Reza. Dan perkelahian pun akhirnya tak bisa di elakkan. Sedangkan Abiyu melawan preman yang satunya. Pertarungan sengit pun terjadi dan baku hantam antara keduanya semakin heboh saja.
Saat mendengar keributan yang terjadi di teras rumahnya. Lala dan ibunya ke luar dari dalam rumah.
"Astaghfirullah, hentikan semua ini!" seru Lala mencoba untuk menghentikan perkelahian.
Namun, hal itu tidak lah mudah untuk menghentikan singa yang sedang lapar. Pukulan demi pukulan kembali di layangkan oleh kedua preman itu. Namun, Reza yang pernah mengikuti bela diri dan memperoleh sabuk hitam pun dengan mudah menghalau pukulan dan tendangan yang dilayangkan oleh preman tersebut. Kekuatan kedua kubu itu sama imbangnya.
Beruntung pada waktu itu teman Abiyu tiba di Kediaman Lala. "Heiii... hentikan!" suara bariton itu mengagetkan mereka dan akhirnya perkelahian terhenti.
Melihat seragam yang dikenakan seorang TNI itu, membuat nyali kedua preman itu menciut. Preman itu kabur begitu saja meninggalkan kediaman Lala. Teman Abiyu membantu mereka untuk bangkit.
"Mas Abi ..., Tuan ..., kalian terluka!" ujar Lala yang melihat wajah mereka terdapat beberapa luka.
"Abaikan luka ini, La. Cepat katakan alasan mengapa kamu bisa berada di sini dan ada preman-preman itu yang berjaga di depan rumahmu!" ujar Abiyu.
Akhirnya Lala menceritakan semua yang terjadi. Bahwa sepulang sekolah Lala dipaksa untuk masuk ke dalam mobil dan di bawa pulang ke desanya. Lebih tepatnya di bawa ke kediaman tuan Baskoro. Beliau lah orang tersohor di desanya yang memiliki harta kekayaan melimpah, memiliki istri lebih dari satu dan terkenal kejam.
Almarhum ayah Lala yang mempunyai hutang hingga 250 juta kepada tuan Baskoro. Akhirnya membuat Lala dan ibunya harus bekerja keras untuk membayar hutang tersebut. Namun, tetap saja Minah, Ibunya Lala tidak sanggup membayar cicilannya yang cukup besar. Setiap bulannya ia hanya mampu membayar bunganya saja yang juga cukup tinggi.
Ketika Lala beranjak remaja tuan Baskoro melihat Lala yang tumbuh menjadi gadis yang cantik pun berniat ingin menikahinya sebagai ganti untuk melunasi hutang ayahnya. Namun, hal itu di tentang Parlan. Dengan alasan Lala masih terlalu muda dan meminta menunggu hingga Lala berusia 20 tahun. Tuan Baskoro pun menurutinya.
Parlan yang merupakan anak buah kepercayaannya yang bertangan dingin dan mempunyai kemampuan lebih di banding anak buahnya yang lain pun, membuat tuan Baskoro mengindahkan permintaannya. Kini ketika tuan Baskoro tahu Parlan ditangkap di kantor polisi, Tuan Baskoro memanfaatkan moment ini untuk segera menikah dengan Lala.
"Mas, sebaiknya anda segera pergi. Aku yakin anak buah mereka akan kembali lagi nanti!" ujar Lala khawatir dengan keselamatan Abiyu dan Reza.
Benar saja. Baru di bicarakan tiba-tiba mereka muncul beserta biangnya.
"Heii .... siapa kalian beraninya mengacau di daerah kekuasaanku!" ujar tuan Baskoro yang baru datang.
__ADS_1
"Saya majikannya Lala, berapa hutang Lala pada anda? saya yang akan melunasinya dan tolong bebaskan dia!" ujar Abiyu sembari menunjuk ke arah Lala saat nama itu di sebutkan.
"Hhahahhh ... sombong sekali kamu!" ujar Baskoro.
"Sebutkan berapa hutang yang harus dibayar, Tuan! Jika tidak saya akan melaporkan anda dengan tuduhan memaksa anak di bawah umur untuk menikah dengan anda!" ujar teman Abiyu yang menjadi TNI.
"Sial!" umpat tuan Baskoro kemudian ia kembali berucap, "Bawakan padaku 300 juta Paling lambat besok pagi pukul 10.00! jika kamu gagal maka Lala harus mau menikah denganku!" ujar tuan Baskoro mengancam.
"Baiklah saya pastikan akan membawakan uang itu besok kehadapan anda!" ujar Abiyu menyepakati.
Selepas itu tuan Baskoro meninggalkan kediaman orang tua Lala. Abiyu dan Reza kembali pulang. Sedangakan teman Abiyu dimintai tolong untuk berjaga di rumah Lala bersama satu orang temannya yang lain.
Sesampainya di rumah Reyna untuk mengantar Reza, Abiyu bergegas pulang kembali ke rumahnya. Kemudian, Reza menceritakan semuanya kepada Reyna. Reyna nampak shock dengan jumlah nominal hutang yang harus di bayarkan besok.
"Bagaimana Reyna harus membayarnya, Pi? aku tak punya uang sebanyak itu!" tutur Reyna kepada Reza yang merasa bingung.
"Abiyu menyanggupinya, Reyn!" ujar Reza.
"Kak Abi yang akan membayarnya, Pi?" Reyna kembali mengulang perkataan Reza seolah tak percaya.
"Iya ... demi kamu!"
Degg.
Reyna seketika membulatkan mata dan mulutnya sedikit terbuka saking terkejutnya.
___________________Ney-nna__________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...Give a gift & vote 🌹...
...Tank you! 🙏💕💕💕...
__ADS_1