Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Bertemu Mantan


__ADS_3

Pagi yang cerah yang membawa langkah ringan Mira menuju ruko tempatnya bekerja. Mira terlihat sangat anggun dengan mengenakan gamis berwarna hijau mint dipadukan dengan hijab berwarna silver, membuatnya nampak segar dan ceria.


Saat hendak masuk ke dalam ruko ada seseorang yang memanggilnya dari arah belakang.


"Rara ...!" seru suara dari arah belakang membuatnya menghentikan langkahnya.


Seketika hal itu membuat Mira berbalik ke arah belakangnya. MIra sudah bisa menebak siapa yang memanggilnya dari suara maupun dari panggilan kesayangan yang di berikan oleh seseorang itu. Siapa lagi kalau bukan Jona, mantan pacarnya itu tengah berdiri tak jauh darinya sembari memandang ke arahnya.


"Jona ... kamu mau apa ke sini?" tanya Mira sembari melihat melihat ke arah Jona.


Jona berjalan mendekat ke arah Mira ."Ra, bisa kita ketemu sore ini? Aku ingin sebelum pergi semuanya jelas.


"Bukannya semua sudah jelas, kita sudah putus dan kita cukup menjalani hidup kita masing-masing. Apalagi yang musti di bicarakan!" ujar Mira yang jengah untuk membahas hal yang sudah berlalu.


"BTW aku suka dengan perubahan kamu, Ra. Kamu terlihat lebih anggun dan lebih adem dilihatnya," ujar Jona mengomentari penampilan Mira.


"Jona maaf aku tidak ada waktu untuk membahas hal-hal yang tidak penting. Jika tidak ada yang ingin kamu katakan lagi aku akan masuk, hari ini pekerjaanku banyak!" tutur Mira.


"Okey, tunggu. Jadi, Dhewi sempat bilang kamu sudah mempunyai pacar dan kamu nggak mau bertemu lagi sama aku, namun setelah bertemu kamu berulang kali aku tidak melihat siapapun, dan aku rasa kamu masih sendiri. Mungkinkah ada kesalahpahaman di antara kita? Karena aku merasa apa yang dikatakan Dhewi itu bertolak belakang dengan apa yang aku lihat," ujar Jona menjelaskan.


"Apa itu penting buat kamu? Aku rasa apapun keadaan aku saat ini gak akan merubah apapun diantara kita, Jona," ujar Mira yang merasa tidak penting lagi untuk membahas hal itu kembali, baginya sudah cukup jelas bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk berjodoh.


"Please Ra, tolong kasih aku waktu untuk berbicara dengan kamu satu kali ini saja sebelum aku pergi!" ujar Jona memohon agar diberi kesempatan untuk berbicara dan menyelesaikan kesalahpahaman di antara mereka.


Mira menghela napas beratnya. Sesungguhnya dia sudah malas untuk membahas lagi masa lalunya dengan Jona, karena semuanya tentang mereka memang sudah berakhir.Namun, melihat Jona terus memaksa akhirnya Mira mengiyakan ajakan Jona.


"Hhhh! Baiklah, nanti sore sepulang kerja kita bertemu di cafe dekat rumah aku saja," tutur Mira yang akhirnya menerima ajakan bertemu.


"Okey, thank's Ra. Aku pasti datang tepat waktu," ujar Jona merasa senang.


"Okey, sudah ya ... aku harus bekerja. Assalamu'alaikum!" ujar Mira menyudahi pertemuan ini, kemudian segera berbalik untuk melangkah pergi masuk ke dalam ruko tanpa menuggu jawaban dari Jona.

__ADS_1


Saat Mira membuka pintu ruko, ternyata sejak tadi ada yang sedang menonton dari dari dalam ruko. Sesha dan Gina berdiri di depan meja resepsionis sembari tersenyum menyambut kehadiran Mira.


"Pagi, Mbak!" sapa keduanya hampir berbarengan.


Mira sedikit kaget, namun akhirnya dia bersikap santai. Toh di antara dia dan Jona juga tidak ada apa-apanya lagi.


"Assalamu'alaikum," jawab Mira yang mengingatkan harusnya memberi salam terlebih dahulu.


"Oiya, wa'alaikumsalam, Mbak Mira," jawab Gina dengan tersenyum.


Mira mengangkat satu tangannya setinggi dada, untuk melihat jam berapa saat ini di arlojinya.


Rupanya waktu sudah menunjukkan pukul 08.10. Itu artinya sudah terlewat sepuluh menit dari jam masuk kerja.


"Kalian gak kerja? Sudah jam delapan lebih lhoh!" ucap Mira sembari melihat kedua karyawannya.


"Kerja dong Mbak, nih aku lagi ngasih jadwal hari ini nih buat Sesha," kilah Gina.


"Okey, udah, Kan? Yuk balik ke tempat asalmu!" ujar Mira sambil menggamit lengan Gina untuk menuju tangga dan segera kembali ke ruangannya sendiri.


"Makanya lari, hari ini padat dan harus selesai tepat waktu, Gin. Aku nggak bisa lembur hari ini, kalau sampai akhir bulan kerjaan numpuk, ntar aku suruh kamu yang lembur sama Sesha." tutur Mira yang mengancam Gina agar semangat kerja dan tidak keseringan ngrumpi di lobby.


"Yah, jangan dong, Mbak!" tutr Mira sembari mengerucutkan bibirnya maju ke depan. "BTW Mas Jona ngajak balikan ya, Mbak?" tanya Gina kepo.


Mira berhenti berjalan dan menatap tajam ke arah Gina. "Kerjaan kamu masih kurang banyak, Gin?"


Gina yang sadar diri langsung melipir berlari masuk ke dalam ruang kantornya. "Gak, Mbak. Kerja nih kerja!" serunya yang kemudian menghilang di balik pintu.


"Hhhh ...," Mira kembali menghembuskan napasnya. Dia merasa hari ini adalah hari di mana kesabarannya diuji. Terlebih bayangan janjinya bertemu Jona nanti sore, sudah pasti akan menguras emosi.


Sesampainya di ruangan kantornya, Mira melihat ke arah pelataran ruko yang sudah sepi tidak ada siapa pun di sana.

__ADS_1


Sesungguhnya dia selalu menghindari untuk bertemu kembali dengan Jona, sebab hal itu seolah menguak kembali kisah di masa lalu. Peristiwa pahit yang sudah membuatnya terpuruk dalam kesedihan. Adalah seperti mimpi buruk baginya. Padahal akhir-akhir ini dia sudah merasa tenang dengan hidupnya saat ini, meski sendiri tanpa siapa pun. Namun, sepertinya Allah sedang ingin mengujinya kembali dengan masa lalunya.


Drrtt drrtt drtt.


Tiba-tiba handpone Mira berbunyi membuyarkan lamunannya. Rupanya ada telepon masuk dari mamanya.


"Assalamu'alaikum, Ma. Ada apa?" tanya Mira saat menjawab telepon dari mamanya.


"Wa'alaikummussalam, Mir. Ini barusan Mama diberi tahu jika ada beberapa balasan CV ta'aruf untuk kamu. Nanti sore Mama di suruh datang ke majelis buat memilih mau ta'aruf dengan yang mana, kamu bisa datang nggak?" tanya mama.


"Duh, Mira nggak bisa, Ma. Mira sudah terlanjur janji mau ketemu sama temen. Mama saja yang pilihkan ya ... mira ngikut aja sama Mama, jika menurut Mama cocok buat Mira ya diterima aja salah satunya, lagi pula nanti masih ada tahap penentuan mau lanjut ta'aruf atau enggaknya, kan?" tanya Mira memastikan.


"Iya, Mir. Ya sudah nanti Mama lihat dulu deh. Semoga kali ini bisa berjodoh sama kamu sampai di pelaminan dan membina keluarga yang bahagia," tutur mama yang berharap kali ini Mira mendapatkan jodoh yang tepat.


"Aamiin. Semoga doa mama diijabah sama Allah," tutur Mira mengamini.


"Ya sudah mama mau belanja dulu, ya Mir. Kerja yang bener biar berkah ya, nak! Assalamu'alaikum," tutur mama mengakhiri telepon.


"Iya, Mama. Wa'alaikummusalam." Telepon ditutup.


Dalam hati Mira merasa senang dengan kabar itu, mungkin ini adalah jawaban dari setiap do'a-doa'anya. Akhirnya dia mendapat balasan dari CV ta'aruf yang dikirimkannya pada majelis. Dia berharap semoga kali ini adalah jodohnya.


Siapa yang tidak ingin menikah dengan orang yang tepat dan membina rumah tangga yang bahagia dengan memiliki putra-putri buah hati dari pernikahannya. Pastinya semua orang menginginkan hal demikian.


Mira sudah cukup mampu untuk membina rumah tangga diusianya kini yang sudah menuju ke 26 tahun. Dia berharap keberuntungan akan berpihak kepadanya kali ini. Dan ta'arufnya nanti dapat berjalan lancar hingga ke pernikahan.


...________________Ney-nna________________...


...Bismillahirrahmanirrahim,...


Assalammualaikum,

__ADS_1


Mohon dukungannya dari teman-teman agar Neyna semangat UP lagi ya. Bab berikutnya kembali ke Reyna & Abiyu.


Bagi yang selalu mendukung Neyna dan berbaik hati berbagi hadiah buat karya ini, saya ucapkan banyak terima kasih, semoga dimudahkan dalam mendapatkan rezeki di dunia nyata dan membawa keberkahan di akherat nanti. Aamiin 🙏 🥰😘


__ADS_2