Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Kesedihan Bertubi-tubi


__ADS_3

Keesokannya Reza mendapatkan info dari pihak kepolisian bahwa kecelakaan yang mengakibatkan kematian Rangga memang betul direncanakan, sebab polisi menemukan kejanggalan pada mesin mobilnya yang diduga telah disabotase oleh seseorang. Begitu juga keterangan dari saksi yang mengatakan, Rangga mengungkapkan jika ada yang mensabotase mobilnya. Hal itu diungkapkan pada saat detik-detik terakhir sebelum ia kehilangan kesadarannya. Abiyu dan satu orang saksi lainnya dimintai keterangan terkait kecelakaan Rangga.


Reza juga membayar seorang detektif untuk menyelidiki kematian putranya. Ia bertanya-tanya siapa yang telah tega melakukan ini pada putranya. Sungguh disayangkan Rangga harus pergi secepat ini.


"Saya rasa ini sudah di rencanakan sejak beberapa minggu ini. Sebab pembantu rumah tuan Hadi dan sopir baru yang bernama Jono ikut terlibat dalam persekongkolan. Ani kabur saat menjelang diadakannya pemakaman. Jono pergi dan tak kembali seusai mengantar menantu dan ibu anda ke rumah sakit. Bukankah Jono bekerja sebagai sopir untuk menggantikan Bejo. Pasti ada yang sengaja membuat Bejo keracunan makanan hingga memungkinkan peluang Jono masuk menggantikan Bejo. Menurut penjaga warung yang ada di depan rumah. Dua minggu sebelumnya, ada orang yang mencurigakan yang berhari-hari datang untuk sekedar minum kopi dan hanya diam berjam-jam sembari memperhatikan rumah orangtua anda. Satu lagi, salah satu dari saksi yang ada di TKP yaitu yang bernama Abiyu. Kebetulan sekali dia juga mengenal putra anda dan juga istrtrinya. Dia adalah anak dari pemilik restoran di samping ruko tempat usaha menantu anda."


Detektif itu melaporkan hasil temuannya kepada Reza.


"Tunggu! Abiyu... ? Anak pemilik restoran di samping ruko? Saya seperti tidak asing dengan hal itu," Reza masuk ke dalam rumah untuk mencari Reyna.


"Reyn, kamu sedang apa?" tanya Reza saat melihat Reyna mengeluarkan baju-baju dari mesin cuci.


"Habis nyuci baju, Pi. Mumpung Reynand sudah tidur," jawab Reyna.


Reza baru menyadari jika sedari tadi menantunya melakukan semua pekerjaan rumah sendiri. Windy dan Chaca ke rumah sakit untuk menemani nenek menjaga kakek. Sementara istrinya tidur karena kelelahan setelah semalaman ikut berjaga di rumah sakit. Badannya kurang sehat karena terus-menerus memikirkan kematian Rangga.


"Istri Bejo tidak datang untuk membantu beres-beres?" tanya Reza.


Sebelumnya Reza meminta kepada yayasan penyedia ART untuk mencarikan pembantu. Karena belum datang, sementara sambil menunggu Bejo menawarkan istrinya untuk membantu. Namun, hingga pukul 10.00 belum datang juga.


"Kata pak Bejo, istrinya tidak jadi datang, Pi. Ada tetangganya yang meninggal sehingga harus pergi melayat."


Reza memandang iba kepada menantunya. Betapa repotnya menjaga anaknya yang masih bayi sendirian, ditambah mengurus pekerjaan rumah sendiri, di saat dirinya sedang berduka ditinggalkan oleh suaminya.


"Oh ya, Reyna. Siapa Abiyu?" tanya Reza.


"Kak Abi...? Anaknya pemilik restoran di samping ruko, Pi. Memangnya ada apa?" tanya Reyna.


"Papi merasa tidak asing, apakah kamu pernah mengatakan sesuatu tentangnya kepada Papi?"


Reyna berpikir mencoba mengingat-ingat, "Ohh, itu Pi, yang dulu aku ceritakan melamar Reyna tapi keburu Kakek sakit. Ada lagi, waktu itu saat Mami mengusir Reyna dari rumah, Mami salah paham dan berpikir Reyna berselingkuh dengan kak Abi karena melihat foto Reyna dengan kak Abi. Padahal kak Abi hanya menolong Reyna waktu di Jogja."


"Ohh, jadi yang itu. Apa dia pernah bersikap tidak baik selama kamu menikah dengan Rangga?" Reza menyelidik.


"Enggak, Pi. Selama ini kak Abi, baik-baik saja," ujar Reyna.


"Ya sudah, kamu lanjutkan lagi mencucinya. Kalau kamu lelah beristirahat lah. Biar nanti pekerjaan rumah dilanjutkan oleh pembantu baru," ujar Reza.


"Baik, Pi!" jawab Reyna.


Reza kembali ke teras untuk berbicara dengan detektif suruhannya. Ia menceritakan apa yang diketahuinya dari Reyna.


"Kita perlu mencurigainya juga, Tuan. Bisa jadi musuh dalam selimut. Mungkin saja laki-laki itu masih menginginkan menantu anda," ujar seorang detektif.


"Benar juga coba kamu selidiki laki-laki bernama Abiyu itu!" perintah Reza.


"Baik, Tuan!" ujar seorang detektif itu.


Ketika siang hari Reyna sedang tertidur di meja makan seusai memasak untuk makan siang dan membereskan piring-piring dan gelas kotor bekas sedari tadi pagi. Ia duduk dengan badannya yang condong ke depan. Kemudian kepala bertumpu pada tangannya yang bersedekap di atas bangku.


"Reyn, bangun Reyn!"


Seperti mendengar ada seseorang yang memanggil namanya, Reyna pun buru-buru membuka mata dan kembali duduk dengan benar.


"Mami...!" ujar Reyna saat melihat Lena yang telah membangunkannya sembari membawa Reynand dalam gendongannya.


"Nih, Reynand bangun. Mami terbangun barusan mendengar Reynand terus menangis," ujar Lena.


"Oh, maaf-maaf, Mi. Reyna ketiduran di sini!"

__ADS_1


Reyna mengambil alih Reynand dari tangan mertuanya.


"Tidak, apa. Kamu pasti kelelahan menjaga Reynand sendirian sedari kemarin. Papi bilang kamu mengerjakan semua pekerjaan rumah sendirian. Maafkan Mami ya, sedari tadi kepala Mami puaing sekali. Mami belum bisa menerima kenyataan Rangga pergi secepat ini!"


Mami terduduk lesu di kursi sembari terisak. Seolah diingiatkan akan kematian suaminya, mata Reyna pun kembali berkaca-kaca. Tak dipungkiri ia pun merasa berat untuk menguatkan hatinya sendiri saat ini. Namun, ia tak bisa mengabaikan tanggung jawabnya untuk tetap mengasuh anaknya, menyiapkan kebutuhan makan untuk seluruh anggota keluarga, dan juga membereskan rumah ini.


Reyna mengusap belakang punggung mertuanya untuk menguatkan meski dirinya sendiri pun sedang rapuh.


"Sabar ya, Mi. Reyna masuk ke kamar dulu untuk menyusui Reynand. Masakan sudah Reyna siapkan. Mami harus tetap makan demi kesehatan Mami juga," Reyna kemudian beranjak meninggalkan mertuanya menuju kamarnya.


"Adek pintar sekali ditinggal Mama beres-beres tadi bobo sendiri ya!"' ujar Reyna saat sudah sampai di kamarnya.


Reyna kemudian menyusui Reynand di sofa yang berada di samping box bayi Reynand. Saat menyusu, baby Reynand gusar dan kembali rewel. Rupannya ASI yang keluar berkurang sehingga Reynand kurang puas menyusu. Padahal biasanya ASI Reyna melimpah hingga bisa menampung kelebihan ASI'nya dibeberapa botol penampung ASI.


Rupanya karena kurang istirahat dan kelelahan membuat produksi ASI-nya berkurang. Reyna kemudian mengganti dengan payudara yang satunya untuk Reynand menyusu. Setelah Reynand puas menyusu. Reyna buru-buru mengambil makan dan mengkonsumsi air putih yang banyak, kemudiaan beristirahat bersama putranya dengan menghubungkan box bayi dengan ranjangnya.


Ketika malamnya Reynand kembali rewel dan susah sekali untuk ditidurkan.


Reyna merasa stres dan ikut menangis di samping bayinya. Ia terisak merasa beban di kepalanya sungguh berat. Rasa pusing mendera. Dan letih karena terus menggendong bayinya sendirian.


Windy yang mendengar suara tangisan bayi di kamar Reyna pun akhirnya mendekat ke pintu kamar Reyna.


"Reyn, Kakak masuk ya?" tanya Windy.


Karena tidak mendapat jawaban ia langsung membuka pintu. Windy terkejut melihat Reyna duduk di lantai di depan box bayinya sembari terisak. Baby Reynand yang berada di atas tempat tidurnya pun menangis.


"Ya Allah Reyna, kamu kenapa?"


Windy langsung membawa Reynand ke dalam gendongannya dan menimang-nimang baby Reynand. Reyna tidak menjawab dan terus tertunduk dan menangis.


Windi menyentuh kening Reyna dengan punggung tangannya.


Windy kemudian keluar kamar mencari suaminya.


"Mas, tolong jaga Reynand sebentar!" Windy menyerahkan Reynand pada suaminya, "Cha ini adeknya diajak main ya, Sayang!" ujar Windy pada anaknya.


"Iya Mommy!" jawab Chaca yang dengan senang hati menjaga baby Reynand.


Windy mengambil obat dan segelas air untuk minum kemudian kembali ke kamar Reyna.


"Reyn, ayo minum paracetamol dulu. Badan kamu panas sekali!" ujar Windy sembari meletakkan gelas dan obat di atas nakas.


Windy membantu Reyna bangkit dari lantai menuju tempat tidurnya.


"Ini minum dulu obatnya!" ujar Windy. Reyna menurut dengan perlakuan kakak iparnya.


"Kamu sekarang istirahat ya, Reyn!" ujar Windy sembari membantu Reyna berbaring dan menyelimutinya.


"Maafkan Kakak karena terlalu sibuk, hingga kurang memperhatikanmu. Sekarang kamu istirahat, Reynand biar sama Kakak ya. Di freezer masih ada tampungan ASI kan?"


Reyna mengangguk, "Terima kasih, Kak!"


"Iya. Sekarang tidurlah, dan jangan khawatirkan apa pun!"


Windy kemudian pergi meninggalkan kamar Reyna. Ia beranjak ke dapur untuk mengambilkan Reynand ASI. Diambilnya beberapa botol ASI untuk di pindahkan ke kulkas. Kemudian satu botol ASI ia rendam dengan air hangat yang di tampung di dalam mangkuk.


"Mi, makan dulu Windy ambilkan ya?" ujar Windy saat melihat Ibunya masuk ke dapur.


"Boleh, sedikit saja Mami tidak berselera makan!" ujar Lena.

__ADS_1


"Mi, Windy tau Mami sangat sedih, begitupun Windy dan juga yang lainnya. Tolong kita saling menguatkan. Ikhlaskan adek, Mi. Mami juga harus menjaga kesehatan dan jangan berlarut-larut dalam kesedihan. Supaya adek juga tenang di atas sana!" ujar Windy sembari meletakkan sepiring nasi di hadapan ibunya.


Lena hanya diam saja. Ia merasa perkataan anaknya memang benar. Ia terlalu berlarut-larut dalam kesedihan hingga tak mempedulikan yang lainnya.


Windy mengganti tutup botol penampung ASI dengan tutup botol yang ada ******nya di bagian atas.


"Itu, susu untuk Reynand?" tanya Mami saat memperhatikan apa yang dilakukan anaknya.


"Iya, Mi. Reyna demam. Sedangkan Reynand sepertinya dari tadi rewel. Aku menyuruh Reyna istirahat setelah meminum obat dan mengambil alih Reynand. Kasihan dia pasti kelelahan dari kemarin menjaga Reynand sendirian dan juga mengurus pekerjaan rumah," tutur Windy.


"Astaghfirullahal'adzim, Mami sampai melupakan hal itu. Reyna pasti kelelahan!" ujar Mami kemudian menghentikan makannya.


"Iya, Mi. Tadi Windy menemukannya sedang menangis tanpa bisa berucap apa-apa. Reyna mengalami postpartum depression sepertinya. Windy juga salah dari kemarin tidak membantu menjaga karena sudah leleh mengurus tamu yang berdatangan. Windy ke Reynand dulu ya, Mi. Takutnya keburu rewel tadi nitip sama mas Dino dan Chaca," tutur Windy kemudian meninggalkan ibunya di meja makan.


Lena merasa bersalah karena terlalu egois memikirkan dirinya sendiri dan mengabaikan yang lainnya. Rangga pasti akan sedih jika melihat istri dan anaknya terabaikan karena semua orang sibuk sendiri. Malamnya Lena tidur di kamar Reyna untuk menemani dan membantunya menjaga Reynand.


Cobaan ternyata belum cukup bagi keluarga ini. Keesokannya Reza mengabari jika kakek menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit. Pemakaman di lakukan di hari yang sama siang itu juga.


Keluarga ini kembali berduka atas meninggalnya kakek. Kesedihan yang bertubi-tubi Reyna rasakan. Reyna lemas seketika saat harus menelan kenyataan pahit untuk kesekian kalinya. Lagi-lagi ia ditinggalkan oleh orang-orang terdekatnya yang ia sayangi dan cintai. Mengapa takdir terus-menerus memberikan cobaan tanpa henti. Belum juga kering luka di hatinya seteleh kepergian suaminya. Kini ia harus kehilangan kembali orang yang sangat berjasa di hidupnya. Kakek yang ia sayangi selayaknya kakeknya sendiri, telah pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.


Setelah pemakaman usai, Reyna terus terisak di dalam kamarnya. Di dekapnya putranya yang sedang tertidur di dalam gendongannya.


"Reynand, kuatkan Mama, Nak. Reynand harus tumbuh hingga besar dan dewasa demi Mama. Mama tidak ingin sendirian di dunia ini!" tangis Reyna pecah tanpa bisa di cegah.


****


Seminggu berlalu detektif suruhan Reza tidak menemukan kejanggalan dari perilaku Abiyu. Sehingga ia yakin bukan Abiyu lah orang yang berniat mencelakai Rangga. Namun, saat ia hendak meninggalkan restoran bunda Maya untuk menyudahi kegiatannya. Abiyu menghentikannya.


"Apa yang anda inginkan dengan mengikuti saya berhari-hari!" tanya Abiyu yang mendatangi meja di mana detektif itu duduk.


Rupanya Abiyu menyadari keberadaannya yang beberapa hari ini terus mengikutinya.


"Anda cukup cerdik, Tuan!" ucap detektif itu sembari tersenyum sinis kepada Abiyu.


"Apa maumu?" tanya Abiyu dengan ketus.


"Saya hanya ingin bertanya sedikit, Tuan. Saat kecelakaan yang menimpa Tuan Rangga, anda hendak ke mana?" tanya seorang detektif.


"Pertemukan saya dengan orang yang menyuruh anda memata-matai saya, maka saya akan mengatakan semuanya!" ujar Abiyu dengan tegas.


Detektif itu kemudian menghubungi Reza dan mengajak bertemu dengan Abiyu. Saat bertemu dengan Reza Abiyu menyambut baik karena iya tahu Reza adalah ayahnya Rangga. Ia kemudian menceritakan semua yang di katakan Rangga kepadanya sebelum Rangga hilang kesadaran.


"Jika anda meragukan kebenaran dari apa yang saya utarakan, anda bisa tanyakan hal itu kepada saksi mata lain yang saat itu berada di TKP. Karena orang itu juga mendengar apa yang dikatakan Rangga kepada saya!" ujar Abiyu meyakinkan Reza dan sang detektif.


"Baik kami percaya. Mohon maaf telah mencurigai anda. Terima kasih atas bantuan anda saat itu kepada putra saya," ujar Reza tulus.


"Tuan, itu artinya pelakunya masih berkeliaran di luar sana. Saya akan mencari bukti-bukti yang lain untuk mengungkap hal ini. Anak buah saya berhasil menemukan Ani baru saja. Saya akan mengorek informasi dari Ani tentang siapa Jono. Sebaiknya istri dari tuan Rangga di sembunyikan di suatu tempat bersama anaknya selagi kita belum menemukan pelakunya," ujar seorang detektif.


"Disembunyikan?" pekik Reza terkejut.


"Benar, jika sasaran awalnya adalah putra anda, mereka tidak perlu memasukkan orangnya hingga kedalam rumah. Hal itu bisa di lakukan saat di luaran maupun di kantor, tidak harus di rumah. Di sini yang sering berada di rumah adalah istrinya dan juga orangtua anda. Apalagi orang itu diperkerjakan untuk sopir pribadi yang putra anda sendiri sebenarnya tidak membutuhkannya."


Abiyu dan Reza tercengang mendengar penuturan dari detektif tersebut. Itu artinya Reyna maupun cucunya dalam bahaya.


____________________Ney-nna_________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya reader's 🐾🐾


Terima kasih atas dukungannya, tetap setia menanti kelanjutannya ya πŸ˜‰ πŸ˜˜πŸ™πŸ’•πŸ’•πŸ’•

__ADS_1


__ADS_2