Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Meredam Cemburu


__ADS_3

Tok tok tok.


"Reyna ...!" seru nenek dari luar.


Reyna seketika bangkit duduk sembari mengusap air matanya.


"Iya, Nek!" jawabnya.


Nenek berjalan masuk mendekat ke tempat tidur Reyna. Nenek merasa sedih melihat mata Reyna yang sembab. Nenek sudah bisa menduga jika Reyna pasti kembali mengingat Rangga.


Kata Minah tadi suami Reyna datang kembali, apa Reyna tau kedatangan Abiyu?


"Reyna, sudah ikhlaskan Rangga ya? nanti biar Minah menurunkan foto-foto itu ya, Nenek lupa untuk membereskan barang-barang yang berhubungan dengan Rangga!" ujar nenek sembari mengusap bahu Reyna.


Apa? kenapa **dibere**skan? enggak!


"Mengapa harus dibereskan, Nek?" Reyna terkesiap dengan ide nenek untuk membereskan kamarnya. Dia keberatan jika kamarnya diubah.


"Reyna ... kamu harus mengikhlaskan, Rangga. Sudah saatnya kamu berpikir ke depan. Ada Abiyu di sampingmu saat ini dan untuk ke depannya. Tumbuhkanlah cinta kasih antara kamu dan nak Abi. Hiduplah dengan bahagia dengan keluarga barumu. Jangan sampai kamu melupakan keberadaan nak Abi, Reyn!" nenek menasehati.


"Iya, Nek. Tapi tidak harus dengan mengubah kamar ini kan, Nek. Tolong biarkan kamar ini tetap seperti ini, Nek. Reyna mohon, Nek!" bujuk Reyna pada nenek.


"Reyna, jika tetap seperti ini kamu akan terus-menerus mengingat Rangga dan memikirkannya. Kamu tidak akan bisa move on dari Rangga!" Nenek menjeda kata-katanya kemudian berkata lagi, "Jika kamu tidak bisa melepas yang sudah pergi, kamu akan kehilangan yang menggenggam tanganmu saat ini! apa kamu tahu tadi Abiyu kembali ke sini mengantarkan tas perlengkapan Reynand?" tutur Nenek yang membuat Reyna terkesiap.


Deg.


Reyna merasa terkejut dengan kata-kata nenek barusan. Nenek benar, dia hampir saja melupakan Abiyu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan penuh kesabaran.


Astaghfirullahal'adzim, ampuni hamba yang telah lalai dengan keberadaan suami kedua hamba ya Allah! aku hanya merindukan Rangga, aku tidak bermaksud untuk menyakiti kak Abi! bukan untuk mengabaikan kak Abi!


"Maafkan Reyna, nek. Reyna tidak bermaksud untuk mengabaikan kak Abi ... Reyna hanya sedang merindukan Rangga ...."


Sesungguhnya aku tahu apa yang kamu rasakan saat ini, Reyna. Kamu begitu setia dengan cintamu kepada Rangga, dan takdir cinta kalian terhenti begitu saja. Dan, disaat kamu belum sepenuhnya merelakan kepergiannya kamu harus mencoba mencintai pria lain yang tiba-tiba menjadi suamimu. Hal itu pasti cukup berat untukmu, karena cinta tak serta merta datang dan pergi begitu saja. Pasti akan ada bekasnya.


"Nenek sangat mengerti apa yang kamu rasakan, Reyna. Berusahalah mencintai nak Abi secara perlahan, tanpa merasa terpaksa dan terbebani. Biarkan semua mengalir!" ujar nenek, kemudian memeluk Reyna.


Beberapa saat kemudian Reyna menyaksikan, Minah dan Bejo mengeluarkan barang-barang yang berhubungan dengan Rangga dan menyimpannya ke dalam tas besar. Derai air matanya masih mengalir tanpa henti. Namun, Reyna hanya diam menyaksikan hal itu terjadi. Meskipun dalam hati dia masih tidak rela, namun dia mencoba untuk perlahan mengikhlaskan.

__ADS_1


Ketika pukul tiga sore, Abiyu datang untuk menjemput Reyna. Saat itu Reyna sedang memandikan Reynand. Akhirnya Abiyu harus menunggu beberapa saat hingga Reyna selesai bersiap-siap untuk menemui Mira.


Abiyu duduk di gazebo sembari menunggu Reyna. Saat itu nenek datang menemani Abiyu.


"Nak Abi, ini diminum dulu tehnya!" ujar nenek sembari menaruh satu gelas teh hangat di samping Abiyu mendudukkan diri. Nenek ikut duduk di samping Abiyu.


"Terima kasih, Nek!" ujar Abiyu kemudian dengan perlahan mengambil tehnya dan meneguknya. Nenek mengangguk mengiyakan.


"Nak Abi, Nenek minta tolong nak Abi bersabar dulu ya menghadapi Reyna? nenek sangat yakin suatu saat akan tiba saatnya Reyna mencintai nak Abi sepenuhnya. Reyna hanya perlu waktu untuk itu!" ujar nenek menasehati.


Abiyu menghentikan minumnya saat nenek mengutarakan hal itu. Abiyu merasa hanya nenek yang mengerti perasaannya saat ini. Tidak dipungkiri, Abiyu tengah diliputi rasa cemburu kepada orang yang telah tiada. Yaitu cemburu pada cinta Reyna yang begitu besar terhadap Rangga.


"Iya, Nek. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menunggu hingga saat itu tiba," jawab Abiyu kepada nenek.


"Entah apa nak Abi akan percaya atau tidak, sejak awal nenek bertemu dengan nak Abi saat di rumah sakit waktu itu, Nenek mempunyai firasat tentang nak Abi dan Reyna. Ternyata hal itu, benar-benar terjawab saat ini. Diusia Nenek yang sudah tidak muda lagi, Nenek masih diberi kesempatan untuk menyaksikan kalian dipersatukan dalam suatu ikatan suci pernikahan."


"Jodoh orang memang tak disangka-sangka ya, Nak Abi. Meskipun saat itu Nak Abi harus kecewa lamarannya dibatalkan karena Reyna menikah dengan Rangga, toh jika sudah jodoh tak akan lari kemana!" ujar nenek sembari menerawang pada masa lampau, saat Abiyu dengan sabarnya menerima takdir jika saat itu belum berjodoh.


"Nenek masih ingat saat itu? wah saya merasa senang dengan kata-kata anda. Terima kasih telah membantu saya selama ini. Dukungan. anda begitu berarti!"


"Semangat ya, Allah pasti akan memberikan imbalan yang setimpal suatu saat nanti atas kesabaranmu!" tutur nenek menyemangati.


Tepat saat itu Reyna telah selesai bersiap-siap. Akhirnya Abiyu dan Reyna berpamitan kepada nenek untuk pergi ke rumah Mira.


"Hati-hati di jalan ya. Sebelum balik ke Yogya main dulu ke rumah Nenek. Nenek masih rindu sama Reynand," ujar nenek melepas kepergian mereka.


"Baik, Nek. Kami pamit ya, Nek? assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumussalam!"


Sesampainya di dalam mobil, Reyna melihat ke arah Abiyu yang hanya diam saja. Reyna bisa menduga jika Abiyu pasti melihatnya menangisi Rangga tadi pagi.


Apa kak Abi marah sama aku? jika sedang mengabaikan aku pasti kak Abi marah sama aku nih kayak waktu itu! rasanya nyesek banget sih, didiamkan sama kamu, Kak! gumam Reyna dalam hati merasa sangat sedih saat diabaikan lagi oleh Abiyu.


****


Beberapa saat berlalu akhirnya mereka sampai di rumah Mira. Namun, ternyata mobil Mira tidak terlihat ada di sana. Reyna akhirnya mencoba menelepon Gina untuk mencari tahu.

__ADS_1


Saat di telepon Gina mengatakan jika dia dan Mira sedang lembur untuk menyelesaikan laporan akhir bulan sehingga mengakibatkan mereka harus lembur.


Akhirnya Reyna dan Abiyu pergi menuju ruko. Sesampainya di ruko Reyna menahan lengan tangan Abiyu yang hendak ke luar dari mobil.


"Tunggu Kak! sebelum kita menyelesaikan masalah dengan Mira, kita perlu bicara dan menyelesaikan masalah kita!" ujar Reyna.


Abiyu mengeryitkan dahi tanda tidak mengerti.


"Masalah kita?" tanya Abiyu tak mengerti.


"Kak Abi marah kan sama aku? aku udah membuat kak Abi kecewa kan tadi pagi? tapi sungguh, aku tidak bermaksud untuk mengabaikan kak Abi. Aku hanya terhanyut oleh kenangan. Kak Abi boleh marahin aku jika itu bisa membuat kak Abi tidak lagi mendiamkan ku. Ayo cepat marahi aku!" desak Reyna dengan mata berkaca-kaca, tidak ingin diabaikan.


"Aku tidak bermaksud mendiamkanmu, Reyna. Aku hanya berusaha meredam rasa cemburuku dengan tidak membahasnya!" tutur Abiyu jujur.


"Kak Abi cemburu sama siapa?" tanya Reyna tak mengerti.


"Sudah aku bilang, aku tidak mau membahasnya!" ujar Abiyu menolak untuk mengungkit tentang Rangga.


Reyna tampak cemberut dan mengerucutkan bibirnya.


Namun, hal itu malah membuat Abiyu menjadi gemas. Abiyu dengan cepat mencuri ciuman di bibir Reyna yang sedang mengerucut, membuat Reyna seketika kaget dibuatnya.


Cup!


"Sudah dicium kan, jangan cemberut lagi!" ujar Abiyu dengan terkekeh.


Reyna tidak menjawab, namun pipinya seketika merona karena malu.


____________________Ney-nna_________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...


...GTive a gift & vote 🌹...


...Tank you! 🙏💕💕...

__ADS_1


__ADS_2