Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Kecupan Dikening


__ADS_3

Sehabis mandi dengan air hangat badan terasa segar. Reyna kemudian duduk di meja rias untuk mengeringkan rambut. Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu kamarnya. Reyna kemudian buru-buru mengenakan hijabnya baru setelahnya membukakan pintu.


Saat pintu terbuka nampaklah Rangga berdiri di depan pintu. Dilihatnya dari atas sampai bawah masih mengenakan pakaian lengkap saat akad nikah tadi, dengan tangan kirinya memegang koper.


"Ada apa?" kalimat itulah yang berhasil keluar dari mulut Reyna saat melihat Rangga.


"Aku mau masuk, kamar aku ada yang pakai." Reyna masih terbengong di depan pintu.


"Sekarang aku suami kamu, kita harus berbagi kamar. Gak lucu kan suami istri tidur dikamar yang berbeda." ujar Rangga.


"Ohh...iyah." Reyna menggeser sedikit tubuhnya kesamping kemudian Rangga masuk melewati Reyna.


"Aku mau mandi dulu." ucap Rangga kemudian masuk ke dalam kamar mandi Reyna.


Reyna masih bingung tidak tau harus bagaimana memperlakukan Rangga. Kejadian tadi siang yang dilihatnya membuat ia masih merasa kesal.


Flashback On...


"Papiiiihh...!"


Terdengar suara perempuan yang baru saja tiba dengan langkah tergopoh-gopoh dan nafas yang menderu. Kemudian disusul seorang wanita cantik yang masih muda di belakangnya yang juga terengah-engah.


"Mamii...!"


"Maaf semuanya saya permisi keluar sebentar." ucap Papi Reza begitu mengetahui istrinyalah yang datang.


Reza kemudian membawa istrinya untuk pergi menjauh dari kamar Kakek. Disusul oleh Rangga yang berjalan keluar bersama wanita muda tadi.


"Mereka siapa sih Reyn?" tanya Mira berbicara disamping telinga Reyna.


Reyna yang juga tidak tau hanya menggeleng saja sambil melihat kepergian mereka sampai menghilang dari pandangan.


Nenek yang ikut mendengar akhirnya berbicara, "Itu tadi Maminya Rangga. Tenang saja Reyna, tidak akan terjadi apa-apa. Reza pasti bisa mengatasinya. Sekarang ayo kita nikmati makanan dan minumannya." Nenek mulai membimbing yang lain untuk kembali menikmati snack yang disajikan.


Kemudian dari arah pintu muncul ada anak gadis yang berlari masuk ke ruangan disusul seorang wanita muda dan seorang laki-laki di sampingnya.

__ADS_1


"Uyuuut..." teriak si gadis kecil itu kemudian menghampiri Kakek dan langsung mencium pipi Kakek.


"Kek Uyut sakit apa? Kata mommy Kek Uyut sakit." ujar anak itu. Kakek yang melihat kelucuan cicitnya pun tersenyum.


"Chaca, sini cium Nek Uyut juga. Kakek cuma kecapekan kok. Rindu pengen dijengukin sama Chaca." Nenek yang membantu menjawab kemudian mencium gemas gadis kecil itu.


Wanita muda dibelakangnya kemudian mendekat pada Kakek, kemudian memeluk Kakek dan Nenek bergantian.


"Kek...Nek..., maaf ya baru bisa jenguk kesini." disusul dengan suaminya yang ikut menyapa Kakek dan Nenek.


"Akad nikahnya sudah selesai ya? Maaf ya Nek tadi telat gara-gara penerbangan dipending setengah jam, pesawatnya terlambat datang." ucap wanita itu pada Nenek. kemudian melihat ke arah Reyna.


"Ehh ini istrinya Rangga? Kenalkan saya Windi kakaknya Rangga." ucapnya sambil mengulurkan tangan.


"Reyna, Kak." jawab Reyna sambil tersenyum.


"Cantik juga! Reyna musti sabar ya sama adek aku. Kakak doakan kedepannya pernikahan kalian bisa langgeng sakinah mawaddah warokhmah." ujarnya sambil menggenggam tanganku. Kelihatannya Winda orangnya ramah dan baik.


"Terimakasih, Kak." Reyna menjawab singkat.


Kemudian selanjutnya penghulu dan Kepala KUA mohon pamit karena harus menikahkan lagi ditempat lain. Nenek mewakili keluarga mengucapkan banyak terimakasih karena sudah dibantu menikahkan cucunya.


Setelah lama berbincang Paman dan Bibi memutuskan pamit karena berniat untuk mengunjungi makam Ayah dan Ibu Reyna. Kesempatan berada di Jakarta keinginan Paman adalah dapat menengok ke makam Kakaknya yang tidak bisa ia lihat saat jenazahnya dikebumikan. Reyna teringat bahwa sudah lama juga tidak berkunjung ke makam orangtuanya. Reyna akhirnya ikut mengantar ke makam bersama Mira.


Setelah berpamitan kepada Nenek dan semua yang masih ada diruangan, Paman dan Bibi kemudian berjalan keluar menuju teras depan rumah sakit, sedangkan Reyna dan Mira berjalan ke arah parkiran untuk mengambil mobil terlebih dahulu.


Saat melewati taman, betapa terkejutnya Reyna melihat wanita muda yang tadi datang bersama Maminya Rangga sedang memeluk Rangga sambil menangis sementara Rangga terlihat sedang berbicara pada wanita itu. Reyna kemudian menarik Mira untuk melanjutkan berjalan keparkiran. Namun ternyata Rangga melihatnya. Rangga melepaskan pelukan wanita itu kemudian setengah berlari mendekati Reyna.


"Reyna...tunggu Reyn!" panggil Rangga kemudian memegang tangan Reyna.


Reyna akhirnya terpaksa berhenti. Kemudian menghadap ke arah Rangga.


"Aku mau nganter Paman dan Bibi ke makam Ayah dan Ibu. Kamu selesaikan saja masalah kamu." setelah berucap Reyna kemudian berbalik dan pergi dengan diikuti Mira dibelakangnya.


Dalam perjalanan menuju mobil dada Reyna seakan bergemuruh melihat pemandangan barusan. Laki-laki yang baru saja menikahinya kini sedang berpelukan dengan perempuan lain. Entah seperti apa pernikahan yang akan dijalaninya nanti. Beruntung Paman dan Bibinya tidak ikut melihat kejadian barusan. Seperti mengerti Mira berjalan sambil mengelus-elus lengan Reyna.

__ADS_1


"Sabar ya Beb. Keterlaluan banget sih tu Rangga. Bisa-bisanya ngundang mantan. Untung terlambat datangnya." Mira terlihat ikut emosi.


"Nanti jangan bahas kejadian ini lagi Mir, didepan Paman dan Bibi. Aku gak mau mereka jadi kepikiran tentang aku." titah Reyna.


Mira mengangguk, sambil melihat ke arah Reyna yang nampak matanya berkaca-kaca. Lebih baik tidak membahasnya lagi agar sahabatnya tidak semakin sedih. Setelah masuk kedalam mobil Mira kemudian menyalakan mobilnya meninggalkan parkiran rumah sakit dan menjemput Paman dan Bibi di teras depan.


Flashback off


Reyna kemudian duduk di meja riasnya sambil memainkan handphone. Tak berapa lama Rangga keluar sambil bertelanjang dada. Reyna tidak melihatnya karena masih asyik bermain handphone.


"Kok pintunya gak ditutup sih, Reyn." Rangga berjalan kepintu kemudian menutupnya.


Mendengar namanya disebut Reyna pun menoleh ke sumber suara. Betapa kagetnya saat mengetahui Rangga yang masih bertelanjang dada. Reyna kemudian berpaling kembali melihat handphone.


"Kenapa kayak kaget gitu ngeliatnya. Kita ini suami istri Reyn, melihat yang lebih dari ini juga boleh." Blush pipi Reyna semakin merona mendengarnya. Yang tadinya kesal jadi canggung dibuatnya.


"Iiyhh ngomong apa sih kamu tuh." Reyna langsung berjalan masuk ke kamar mandi karena hendak mengambil wudhu.


Saat ia keluar rupanya Rangga sudah bersiap dengan koko dan sarungnya dan menggelar dua sajadah untuknya dan satu lagi disebelahnya agak kebelakang.


"Ayo Reyn, buruan." ajak Rangga.


Reyna yang terbengong kemudian tersadar dan segera memakai mukenanya tanpa melepas hijabnya. Lalu ia segera menempatkan diri menjadi makmum. Setelah sholat dan berdo'a Rangga menengok kebelakang dan mengulurkan tangannya.


Reyna yang hendak melepas mukena sedikit bingung namun ia menyadari maksud Rangga. Kemudian ia menyalami tangan Rangga dan mencium punggung tangannya. Rangga dengan cepat menahan tengkuk Reyna dengan tangan kirinya kemudian mencium kening Reyna lebih lama.


Reyna kaget dengan tindakan Rangga yang tiba-tiba. Namun kemudian ia menutup mata merasakan kehangatan kecupan dikeningnya. Merasakan getaran yang tidak biasa di dalam dadanya mendapat perlakuan manis dari laki-laki yang sekarang menjadi imamnya.


"Jangan salah paham ya dengan kejadian tadi, aku hanya berniat memberinya penjelasan agar tidak terjadi keributan di kamar Kakek. Yang tadi itu diluar dugaan, aku benar-benar minta maaf tidak menyadari tindakannya yang begitu tiba-tiba."


Rangga berucap dengan lembut sambil melerai kecupannya di kening, kemudian memegang pundak Reyna. Rasa kesal di hati Reyna seakan sirna begitu saja, kemudian ia mengangguk percaya dengan kata-kata Rangga. Sejenak mereka saling berpandangan dengan jarak yang sangat dekat. Seperti merasakan cinta lama bersemi kembali.


Ketukan di pintu secara tiba-tiba membuat pandangan mereka beralih menoleh ke pintu.


"Ga, ayo makan dulu sudah ditunggu Papi." Teriak mami dari luar.

__ADS_1


"Iya Mih." jawab Rangga.


Mereka berdua kemudian membereskan perlengkapan sholatnya dan bergegas keluar kamar untuk makan malam.


__ADS_2