Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Firasat


__ADS_3

Di restoran Mega yang melihat Abiyu terus murung dan menyibukkan diri dengan pekerjaan, justru merasa senang.


"Mas, nih makan siang dulu! Mas Abi harus tetap makan meski banyak kerjaan!" ujar Mega sembari menaruh nampan yang berisi sop buntut di atas nakas.


"Kamu aja yang makan, Meg. Aku lagi gak nafsu makan," tolak Abiyu.


"Nih aku bawa dua porsi, buat Mas Abi satu dan aku satu. Eemang bisa fokus kerja kalau perut lapar? ayo makan siang dulu, Mas!" ujar Mega sembari duduk di sofa yang berada di dalam ruangan kantor Abiyu.


Mau tidak mau Abiyu membereskan pekerjaannya dan berpindah duduk di sofa di samping Mega.


"Kamu harusnya gak perlu melakukan ini. Aku bisa suruh Tantin nganter makanan jika nanti aku ingin makan!" ujar Abiyu kepada Mega.


"Gak apa-apa, Mas. Habisnya kalau aku perhatikan Mas Abi kaya sedang ada masalah. Kalau Mas Abi banyak kerja hingga melupakan waktu makan terus nanti jatuh sakit bagaimana? aku juga kan yang bakalan repot musti mengerjakan semua sendirian?" ujar Mega.


"Makasih deh kalau gitu!" ujar Abiyu kemudaian menyuap makanannya.


"Sama-sama, Mas!" jawab Mega dengan senyum manis yang dibuat-buat semanis mungkin.


"Oiya, Mas. Nanti malam kita ada pertemuan dengan klien yang akan mengadakan acara besar di sini. Pertemuannya jam tujuh malam jadi kemungkinan Mas Abi akan pulang terlambat!" ujar Mega sembari menjelaskan schedule meeting nanti malam.


"Baiklah atur saja!" jawab Abiyu.


Mega tersenyum senang itu artinya Abiyu akan pulang malam hari ini dan dia akan memanfaatkan hal itu untuk menyusun rencana malam nanti.


****


Sudah dua hari semenjak pertengkaran malam itu, akhirnya Abiyu dan Reyna saling diam tanpa bertegur sapa. Reyna beberapa kali mencoba untuk menegur tapi Abiyu mengabaikan. Reyna merasa kecewa dan sakit hati, padahal ia berniat ingin berbaikan dan meminta maaf. Namun, Abiyu selalu menghindarinya.


Reyna mencoba untuk introspeksi diri, dan dia mengaku salah. Reyna tidak suka disudutkan, dibentak atau dimarahi. Ketika hal itu terjadi dia akan semakin emosi. Namun, sifatnya yang pemaaf membuatnya tidak mendendam dan mudah luluh.


Setiap hari Reyna tetap menyiapkan kopi, menyiapkan sarapan untuk sang suami. Menyiapkan baju ganti, namun setiap malam Abiyu akan keluar dan tidur di kamar lain, yaitu kamar bekas nenek. Rupanya Abiyu jika sedang marah dia akan memilih untuk diam dan menghindar.

__ADS_1


Dua hari didiamkan Reyna menjadi tidak fokus, selalu murung dan dibenaknya selalu memikirkan masalahnya dengan Abiyu. Dan saat malam hari, setiap Abiyu keluar dari kamar Reyna akan menangis sendirian di kamarnya. Hatinya terasa perih saat Abiyu terus mengabaikannya.


Jam di dinding menunjukkan pukul 19.00, tapi Abiyu belum pulang juga. Biasanya Abiyu selalu pulang tepat waktu, yaitu pukul lima sore. Reyna menjadi resah dan khawatir. Beberapa kali ditengoknya ke luar, namun tak nampak tanda-tanda kepulangan Abiyu.


"Kenapa, Mbak?" tanya Lala yang merasa heran, saat melihat Reyna terus mondar-mandir mengintip ke luar dari kaca jendela ruang tamu.


"Emm ... kak Abi kenapa belum pulang juga ya, La?" ujar Reyna sembari netranya tak lepas mengawasi pemandangan yang berada di luar kaca jendela.


Nampak guratan kegelisahan di wajah cantiknya. Terlihat sekali jika dia sedang resah. Reyna merasa hal ini mengingatkan saat hari di mana Rangga mengalami kecelakaan. Saat itu pikirannya tidak tenang dan resah. Reyna menjadi khawatir jika sesuatu hal yang buruk akan terulang lagi pada suami keduanya.


"Ehh iya, ya Mbak. Coba ditelepon dulu ke nomor handphone mas Abi, Mbak!" ujar Lala memberi saran. Siapa tahu Abiyu sedang ada keperluan mendadak hingga terlambat pulang.


"Oh, iya. Sampai lupa, La!" ujar Reyna kemudian mendial nama Abiyu di layar handphone.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif ... atau sedang berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi!" terdengar peringatan dari operator di balik telepon.


Reyna mencoba mengulanginya dan jawabannya tetap sama. "Gak aktif, La! gimana ini, La? gimana ini? kak Abi kamu kemana, kak? apa yang terjadi padamu, kak?!" racaunya sembari terisak.


Menyaksikan Reyna yang meracau sedikit berlebihan, membuat Lala sempat terkejut dengan reaksi yang ditunjukkan oleh Reyna.


"Mbak tenang dulu, Mbak! tenang!" ujar Lala sembari memegangi lengan tangan Reyna dan mengguncangnya beberapa kali untuk menyadarkan Reyna yang terus menangis.


"Aku takut, La. Gimana kalau kak Abi mengalami kecelakaan seperti Rangga, La! kak Abi ke mana, La!" racaunya kembali.


Lala mulai paham dengan keadaan Reyna. Dia menuntun Reyna duduk di kursi kemudian mengambilkan minum untuk Reyna. Setelah meminum air putih, Lala memeluk Reyna dan mengusap-usap bahunya untuk menenangkan.


"Mbak Reyna sabar dulu, ya? ayo istighfar, Mbak! astaghfirullah ... astaghfirullah ... astaghfirullah," ucap Lala lembut agar Reyna kembali tenang. Dan, perlahan Reyna ikut menyerukannya.


Saat dirasa Reyna sudah agak tenang, perlahan Lala mengurai pelukannya. Kemudian, dia berkata, "Ambil napas dalam-dalam, Mbak! kemudian buang perlahan!" ujar Lala dan Reyna menurut. Keadaan Reyna nampak lebih baik.


"Mas Abi tidak apa-apa, Mbak. Mas Abi pasti baik-baik saja!" ujar Lala menggiring Reyna agar berpikir positif.

__ADS_1


Reyna menganggukkan kepala beberapa kali tanda setuju.


"Terima kasih ya, La! tapi aku belum merasa puas jika tidak memastikannya terlebih dulu. Apa aku susul saja ke restoran ya, La?" ujar Reyna kepada Lala.


"Jangan Mbak, aku malah lebih khawatir kalau mbak Reyna ke sana malam-malam begini!" ujar Lala.


"Aku gak akan kenapa-napa, La. Aku akan segera mengabari kamu jika sudah sampai!" ujar Reyna kekeuh ingin tetap datang ke restoran Abiyu. Firasatnya mengatakan untuk pergi mencari Abiyu.


"Tunggu sebentar lagi, Mbak. Siapa tahu mas Abi masih di jalan dan akan segera pulang!" bujuk Lala saat Reyna tetap memaksa ingin ke sana.


"Baiklah kita tunggu sebentar lagi ...," ujar Reyna yang masih nampak cemas.


Sepuluh menit berlalu dan Abiyu belum datang juga. Reyna tak sabar hanya menunggu saja di rumah. Akhirnya ia nekad ingin pergi.


"Oke, mbak Reyna boleh ke sana. Tapi jangan naik motor. Pesan ojol aja, Mbak," saran Lala.


"Kelamaan nunggu ojolnya datang, La!"


****


Sedangkan di tempat lain seorang wanita sedang mencampurkan sesuatu pada sebuah minuman, kemudian mengaduknya secara cepat agar tercampur rata. Kemudian membawa minuman itu kepada tamu yang datang. Dan, dia mendapatkan bayaran yang cukup menggiurkan atas tindakannya itu. Seseorang telah membayar mahal kepadanya.


Jamuan itu berjalan dengan lancar, namun ada seorang pria yang tidak merasa nyaman dalam duduknya. Hawa panas meliputinya dan pikirannya mulai kacau.


____________________Ney-nna_________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...


...Give a gift & vote 🌹...

__ADS_1


...Tank you! 🙏...


__ADS_2