Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Kehendak Takdir


__ADS_3

"Mas Nabil ... jangan pergi, Mas!" racau Fely sembari terisak.


Abiyu dan Reyna yang baru saja datang dari rumah sakit bergegas menuju kamar Fely memastikan keadaannya.


"Kak itu kan suara Fely, ayo kita lihat, Kak!" ujar Reyna pada Abiyu, setelah membaringkan Alesha dan Reynand di kamar.


"Iya, ayo ke sana!" ujar Abiyu menimpali.


Mereka bergegas menuju kamar Fely. Terlihat Fely tengah meracau dengan mata tertutup. Sepertinya Fely sedang mimpi buruk.


Reyna dan Abiyu mendekat dan mencoba untuk membangunkan Fely.


"Fe ... bangun, Fe!" ujar Reyna sembari menepuk pelan lengan tangan Fely.


Abiyu pun melakukan hal yang sama, hingga akhirnya Fely bangun dari tidurnya.


"Kak, Mas Nabil, Kak! hiks ... hiks ...!" tutur Fely sembari menghambur memeluk Reyna.


Reyna dan Abiyu saling berpandangan. Bingung dengan apa yang terjadi pada Fely. Reyna mengusap punggung Fely untuk menenangkan.


"Tenang, Fe. Kamu hanya sedang bermimpi!" ucap Reyna menenangkan.


Namun, Fely masih tidak tenang. Firasatnya mengatakan ada sesuatu yang tidak baik-baik saja.


Fely melihat jam di dinding sudah menunjukkan jam 13.00. Fely segera turun dari tempat tidur dengan tergesa-gesa. Dia beranjak mengambil handphone di atas nakas, kemudian melakukan panggilan pada handphonenya.


"Astaghfirullah, mas ... angkat dong, Mas!" racau Fely sembari mondar mandir ke sana ke mari.

__ADS_1


Air matanya mulai menggenang di pelupuk matanya yang hendak terjatuh. Dia benar-benar khawatir jika sesuatu terjadi pada suaminya. Namun, beberapa kali melakukan panggilan, handphone tidak diangkat.


Tiba-tiba ada panggilan masuk dari Mika. Fely segera menggulir tanda hijau pada layar handphonenya.


"Halo, Assalamu'alaikum, Mik," jawab Fely.


"Wa'alaikumsalam, Fe. Sudah lihat berita di televisi atau internet belum?" tanya Mika dengan nada kekhawatiran.


"Srruut ... belum, Mik. Aku lagi bangun tidur, memangnya ada apa, Mik?" tanya Fely sembari menyusut air matanya.


"Kamu jadi ke rumah kakakmu kan, Fe?" tanya Mika memastikan terlebih dahulu bahwa Fely tidak sedang sendirian.


"Iya, ini aku di rumah kakak. Ada apa sih, Mik? kamu bikin aku takut aja, Mik?" tanya Fely dengan curiga.


"Buruan kamu lihat tipi deh, Fe!" ujar Mika dengan ragu.


Hatinya semakin gelisah, matanya yang sayu mulai berkaca-kaca, dan jantungnya berdetak lebih kencang. Firasatnya ada sesuatu yang tidak baik telah terjadi.


Abiyu dan Reyna mengikutinya ke ruang tengah. Mereka ikut khawatir melihat tingkah Fely yang kacau.


Layar televisi menyala, Fely segera mengganti channelnya hingga menemukan sebuah saluran televisi yang sedang mengabarkan berita terkini.


"Diduga menerobos sinyal, Ka Argo Biromo jurusan Surabaya-Jakarta yang harusnya menyusul lewat jalur satu, menabrak dari belakang KA Taksasak jurusan Yogyakarta-Jakarta yang tengah berhenti di jalur dua stasiun Kejaksaan Cirebon. Tabrakan terjadi pada (Kamis, 12/2015) pada pukul 12.00 WIB. Kecelakaan mengakibatkan lokomotif KA Argo Biromo dan dua gerbong KA Taksasak rusak berat. Kecelakaan tersebut mengakibatkan sejumlah korban jiwa dari penumpang KA Taksasak. Dua puluh tujuh penumpang dikabarkan tewas di tempat dan 55 penumpang luka-luka. Korban kecelakaan kereta api tersebut segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat. Untuk penyebab pastinya belum bisa dipastikan apakah human error atau rem yang blong. Sekian berita yang bisa saya sampaikan, sampai jumpa."


Deg.


Tubuh Fely seketika lemas melihat kereta yang tadi pagi di tumpangi oleh suaminya mengalami kecelakaan. Fely semakin tak berdaya dengan serentetan peristiwa yang baru saja dia alami.

__ADS_1


Tubuhnya merosot ke bawah dan air matanya mengalir begitu saja dari sudut matanya.


Reyna dan Abiyu segera mendekat ke arah Fely dan memeganginya yang hendak rubuh.


"Tenang dulu, Fe! bisa jadi Nabil selamat. Sabar ya, Fe! kamu harus kuat!" bujuk Reyna agar Fely tenang.


"Mas Nabil, Kak! Mas Nabil ...!" seru Fely dengan derai air mata yang membasahi pipinya.


Fely sudah tidak mampu berkata-kata lagi. Namun, dia harus kuat untuk mencari kepastian keadaan suaminya saat ini. Sebab handphone Nabil masih tidak bisa dihubungi.


Dengan ditemani Abiyu, akhirnya Fely mendatangi Stasiun Tugu untuk mencari tahu informasi tentang data penumpang kereta yang menjadi korban dari kecelakaan tersebut.


Sesampainya di stasiun petugas mengumumkan nama-nama penumpang yang menjadi korban dari kecelakaan kereta api tersebut.


"Innalillahi wa innailaihi roji'un ... kenapa kamu pergi secepat ini, mas?! hiks ... hiks!" gumam Fely dengan deraian air mata yang tiada henti. "Kenapa kamu tinggalin aku, mas?!" racaunya lagi dengan menahan sesak di dalam dada.


Ya Allah kenapa engkau pisahkan aku dengan mas Nabil secepat ini! batin Fely yang sudah tak mampu bersuara lagi


Tubuh Fely mulai gemetaran, lemas tak bertenaga dipelukan Abiyu. Fely seketika rubuh tak sadarkan diri setelah mendengar nama suaminya disebut sebagai korban tewas di TKP.


****


Keesokannya setelah jenazah Nabil dipulangkan, acara pemakaman pun segera dilangsungkan. Pihak keluarga Nabil dari Surabaya turut serta mengurus pemakaman Nabil yang dikebumikan di Yogya di tempat pemakaman milik keluarga besar dari kakeknya.


Seusai pemakaman Fely beristirahat di kamarnya sembari memandangi tempat tidur kosong di sebelahnya. Fely diam saja sembari mengenang saat-saat indah yang pernah mereka lewatkan bersama. Air matanya pun kembali jatuh tak tertahankan.


..._________Ney-nna_________...

__ADS_1


__ADS_2