Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Raka Pulang


__ADS_3

Hujan turun dengan lebatnya, petir menyambar dan angin kencang. Setelah berpikir sejenak akhirnya Fely menerima tawaran dari mamanya Jerry untuk menginap di rumahnya.


"Baik, Tante. Terima kasih karena sudah mengizinkan saya untuk berteduh di sini," ujar Fely sembari tersenyum kepada Rahma.


"Iya Fe, jangan sungkan ya? jika membutuhkan sesuatu bilang saja sama, Tante. Sebaiknya kamu segera beristirahat, semoga esok ketika bangun tidur, flunya sudah reda," tutur Rahma perhatian.


"Baik, Tante," jawab Fely sembari merebahkan diri di sofa ruang tengah rumah Rahma.


"Ya ampun, Fely! kenapa tidurnya di sini? tidurnya di kamar anak Tante saja! kalau di sini dingin, kamu bisa tambah masuk angin nanti," tutur Rahma ketika melihat Fely merebahkan diri di sofa.


"Tidak apa-apa, Tante. Di sini saja Fely sudah sangat bersyukur kok, Tante. Lebih nyaman daripada Fely tidur di mobil," ujar Fely yang merasa sungkan menerima kebaikan dari Rahma.


"Sudah, ayo aku antar ke kamar anak Tante! kamarnya ada di atas, di dalam sudah ada kamar mandinya jika kamu ingin ke toilet kan lebih dekat," tutur Rahma kemudian beranjak berdiri menuju tangga.


"Baiklah, Tante. Terima kasih banyak atas kebaikan Tante, tapi Fely mau salat isya' dulu sebelum tidur ya, Tante. Hampir saja saya lupa ... jika sudah tidur takutnya nanti kebablasan hingga pagi. Nanti biar Fely naik ke atas sendiri saja, Tante!" tutur Fely yang tidak ingin terus-menerus merepotkan Rahma.


"Baiklah kalau begitu Tante mau ke depan dulu untuk mengunci pintu," tutur Rahma kemudian mengambil kunci rumah, lalu menuju ruang tamu untuk mengunci pintu utama.


Fely mengangguk kemudian pergi ke kamar mandi di samping dapur dan salat di musala.


Seusai salat, Fely sudah tidak melihat Rahma. Fely menduga mungkin tante Rahma sudah pergi tidur ke kamarnya. Lantas Fely menaiki tangga dan naik ke atas menuju kamar Jerry yang tadi disebutkan oleh Rahma.


Sesampainya di atas ternyata hanya ada satu ruangan saja, sehingga Fely tidak perlu bersusah payah untuk mencari kamar Jerry.


Fely membuka pintu, kemudian menghidupkan saklar lampu yang berada di dekat pintu. Fely masuk ke dalam kamar dan melihat-lihat sejenak kondisi di dalam kamar. Netranya mengitari seluruh sudut ruangan. Kamarnya berukuran sedang, terbilang rapi dan bersih.


Tidak banyak perabotan di kamar ini, hanya ada satu tempat tidur, sebuah almari dan satu set meja rias yang hanya ada beberapa tempat parfum, lotion, dan minyak rambut yang bertengger di atasnya.


Tempat tidurnya cukup empuk dan berukuran sedang tertata dengan rapi pula. Ada kamar mandi di dalam kamar yang lengkap dengan shower dan walk in closet, hampir mirip seperti kamar yang ada di hotel bintang tiga.

__ADS_1


Sedikit ada rasa penasaran, seorang seperti Jerry mempunyai kamar selengkap ini di rumahnya. Meskipun, tidak terbilang mewah, namun jika di lihat dari pekerjaannya yang masih baru sebagai sopir seorang direktur, kamar ini nampak cukup bagus.


Fely tidak mengambil pusing dengan hal itu, sebab dia sudah sangat mengantuk. Fely kemudian segera merebahkan diri di tempat tidur milik Jerry. Karena, badannya demam dan terasa panas dingin. Akhirnya Fely tidur sembari menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.


Begitupun dengan Rahma, seusai mengunci pintu dan salat dia tidur di kamarnya. Padahal jam baru menunjukkan pukul 20.00 WIB. Ketika cuaca buruk kebanyakan orang memang lebih memilih untuk tidur dibandingkan pergi ke luar rumah.


Tak berapa lama, tiba-tiba listrik padam. Hujan turun dengan lebat dan disertai angin kencang. Tidak jarang hal itu mengakibatkan kabel PLN putus. Seringkali hal itu terjadi hingga berjam-jam lamanya, sebab harus menunggu petugas PLN memperbaikinya kembali. Di saat itu Rahma dan Fely tidak menyadarinya, karena mereka sudah terlelap di dalam tidurnya.


****


Bandara Internasional Yogyakarta.


Pesawat Raka baru saja landing setelah selama dua 2 jam 15 menit mengudara dari Changi Singapura. Seusai melakukan perjalan bisnisnya selama dua minggu. Raka bermaksud ingin langsung pulang ke rumah mamanya. Asisten Raka sudah menjemputnya di pintu masuk bandara.


"Maaf Mas, saya sedikit terlambat karena hujan turun sangat deras!" tutur asisten Raka yang terlambat datang menjemput.


"Baik, Mas," jawab asisten Raka patuh.


Mobil pun segera melaju menuju rumah mama Raka.


Setelah lima belas menit berkendara akhirnya mereka sampai. Mobil pun menepi di pinggir jalan.


"Anda yakin mau bermalam di sini? sepertinya listriknya mati, Mas," ujar asisten Raka yang melihat suasana gelap di sekitar rumah warga.


"Iya, tidak apa-apa, Pak. Lagipula aku tidak akan melakukan aktivitas lagi di waktu malam begini. Aku ingin langsung beristirahat, jadi tidak masalah meskipun tidak ada listrik. Besok pagi pasti sudah diperbaiki kembali!" tutur Raka.


"Baiklah, Mas. Saya akan menurunkan koper anda!" tutur asisten Raka yang hendak turun dari mobil.


"Tidak, perlu!" ujar Raka menghentikan niatan asisten Raka untuk membuka pintu mobil. "Besok bawa saja pakaian kotornya ke tempat laundry, untuk dokumen-dokumen penting dan barang-barang berharga besok bawa saja ke kantor!" titah Raka mempercayakan hal itu kepada asistennya.

__ADS_1


"Baik, Mas!" ujar asisten Raka menurut seraya mengambil payung yang ada di atas dashboard.


"Biar, saya turun sendiri saja! Pak Bagus segera pulang dan beristirahat saja. Hati-hati bawa mobilnya ya, Pak! jangan katakan kepada kakek jika aku sudah pulang!" tutur Raka kepada asistennya.


"Baik, Mas. Saya akan merahasiakan hal ini dari tuan besar!" ujar asisten Raka patuh.


Sebelumnya Pak Bagus adalah asisten papanya, setelah papanya meninggal beliau juga yang mendampingi Raka.


Raka kemudian membuka payungnya dan segera turun dari mobil menuju teras rumah mamanya.


Seusai Raka turun dari mobil, Bagus menyalakan mobilnya dan mulai melajukan mobilnya menuju ke tengah jalan.


Raka kemudian merogoh handphone dan kunci cadangan rumah mamanya. Dengan, menyalakan lampu center pada handphone, Raka kemudian membuka kuncinya.


Pintu terbuka dan Raka segera masuk ke dalam rumah, kemudian menutup pintunya kembali dan menguncinya.


Raka berjalan masuk menuju kamar mamanya. Setelah membuka pintu, di sorotnya lampu handphone ke arah tempat tidur mamanya. Rupanya mama sudah terlelap dalam tidurnya. Akhirnya Raka tidak membangunkan mamanya.


Raka lantas menuju kamar mandi yang ada di dapur untuk membersihkan diri dan melaksanakan salat di musala. Seusai salat, Raka kembali ke dapur untuk mengambil minum, sebab dia merasakan sangat haus.


Suasana malam yang hening membuatnya ingin segera merebahkan diri untuk melepas penatnya seusai perjalanan yang melelahkan. Raka beranjak berdiri menuju kamarnya yang berada di lantai atas.


Langkah kakinya perlahan-lahan menghantarkannya hingga sampai di depan pintu kamarnya. Raka segera membuka pintu kamar dan masuk ke dalam. Ditaruhnya handphone dan dompet di atas nakas. Tanpa mengganti bajunya, Raka langsung merebahkan diri di ranjangnya.


Tak butuh waktu yang lama, Raka mulai terlelap dalam tidurnya menuju alam mimpi. Tanpa sadar Raka mengubah posisinya ke samping dan memeluk seseorang yang berada di sampingnya itu seolah guling yang selalu setia menemani tidurnya di malam-malam sebelumnya. Tanpa tahu jika yang sedang dipeluknya itu bukanlah guling, melainkan Fely yang tengah berbaring di ranjangnya.


Sedangkan Fely yang kala itu sudah terlelap dalam tidurnya tidak menyadari jika ada tangan kekar yang tengah memeluknya. Fely hanya merasakan kehangatan yang membuatnya semakin terlelap, seolah sedang diselimuti selimut tebal dari bulu domba yang sangat nyaman.


...____________Ney-nna___________...

__ADS_1


__ADS_2