
Netra Fely tak putus-putusnya memandangi punggung suaminya yang berlalu pergi menuju ke dalam rumah. Laki-laki itu yang telah berhasil mencuri hatinya, membuatnya merasakan bahagia hanya dengan melihatnya di depan matanya dan tidak ingin berlama-lama berada jauh darinya.
Lihat punggungnya aja, kok aku jadi pengen meluk aja sih! Astaghfirullah efek semalam sepertinya belum hilang, batin Fely sembari menggigit bibir bawahnya.
"Ngapain bengong, Fe?" tanya nek Arum setelah berhasil menepuk pantat Fely kembali dengan koran yang sejak tadi dibawanya.
"Nenek, ihh ... bikin kaget aja!" ujar Fely dengan cemberut.
"Hahaha ..., lagian kamu baru ditinggal suami bentar aja nggak rela begitu. Ayo duduk, Fe!" perintah nenek.
"Ihh, Nenek sok tahu! Fely tuh cuma mastiin aja," kilah Fely sembari mendudukkan dirinya di bangku yang lain.
"Hmmm ... ngeles kamu!" tangkis nenek. "Sebenarnya Nenek senang sekali waktu tahu kamu menikahnya dengan Raka. Dengan begitu Nenek sudah bisa lega. Semoga kali ini pernikahan kalian membawa berkah dan kebaikan bagi masa depan keluarga ini," tutur nenek Arum dengan lirih.
"Aamiin, terima kasih, Nek!" ucap Fely senang mendapat dukungan dari nenek Arum. "Jadi, menurut Nenek pilihan Fely sudah tepat, kan?" tanyanya.
Rasanya senang sekali bagi Fely, saat keluarga besar merestui pernikahannya dengan Raka. Baginya tidak menyesal lagi saat pernikahan siri waktu itu gagal dan ternyata sebagai gantinya adalah pernikahannya dengan Raka kali ini direstui oleh semua orang dan sah dimata agama maupun negara.
Bukan pernikahan dengan keterpaksaan dan yang membawa aib seperti kala itu. Pernikahannya kali ini sangat berkesan baginya meski hanya sederhana, namun berasa istimewa ketika menikah dengan seseorang yang kita cintai bahkan cinta pertamanya.
__ADS_1
"Iya, semoga saja ini yang terakhir bagimu Fe. Oh ya, coba kamu panggil suamimu 'kangmas', orang-orang jawa jaman dahulu itu keluarga bangsawan kalau memanggil suaminya 'kangmas' dan suaminya memanggil istrinya 'diajeng'," tutur nenek Arum memberi ide.
"Pffftttt, hahaha ...!" Fely tertawa terbahak-bahak karenananya.
"Huuusssh!" seru nenek Arum.
Fely seketika menghentikan tawanya dan menutup mulutnya dengan segera saat nenek Arum memelototinya.
"Ya habis Nenek nih, masa Fely disuruh manggilnya kaya gitu, ini jaman apa panggilan suami istri masih kaya gitu!" protes Fely.
"Woo ... kamu belum ngerti dengan kekuatan panggilan itu, romantis dan bikin klepek-klepek sama pasangan kita. Lagian di jaman ini justru sudah langka panggilan itu, jadi nggak akan sama to dengan yang lainnya. Hayoo cobak dulu!" pinta nenek Arum.
"Kamu ini dari dulu pasti ngeyel kalau dibilangin. Pokoknya coba dulu, harus mau! awas kalau nanti tidak panggil itu ke suamimu Nenek pulang!" kekeuh nenek Arum memaksa, kemudian berdiri hendak masuk ke dalam rumah seolah sedang marah.
"Lhaahh nenek yang benar aja ihh, ambegan! kaya anak kecil deh!" ujar Fely.
"Pokoke!" seru nenek yang masih terdengar.
"Kangmas? pffftt ...!" gumam Fely sendirian sembari cekikikan.
__ADS_1
Hal itu memang sudah lumrah terjadi sejak kecil antara Fely dan nenek Arum yang suka bercanda. Sehingga membuatnya cukup dekat dengan adik dari neneknya itu.
Setelah kepergian nenek, Fely kemudian masuk ke dalam rumah untuk mencari keberadaan suaminya. Setelah beberapa saat mencari rupanya Raka berada di dalam kamar mereka.
"Di sini, yah? aku cari ke mana-mana, lhoh!" tutur Fely saat menemukan suaminya.
"Fe, aku musti pergi dulu sebentar, kamu nggak apa-apa kan aku tinggal?" ujar Raka yang sudah berpakaian rapi siap untuk bepergian.
"Pergi? ke mana? kan belum sarapan?" Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulutnya, Fely sungguh heran dengan suaminya yang tiba-tiba akan pergi.
"Aku belum bisa jelasin ke kamu karena ini sangat urgent, nanti sepulang dari sana aku pasti bakal cerita sama kamu, oke!" ujar Raka mencoba meyakinkan suaminya.
"Tapi---," ucapan Fely terpotong saat Raka dengan cepat mencium keningnya lalu bergegas mengambil jaket dan kunci motor.
"Aku pergi sekarang, Sayang. I love you, Fe!" ucap Raka tanpa memberitahu ke mana tujuannya akan pergi.
Raka segera melesat ke luar kamar dan setengah berlari menuju halaman untuk mengambil motornya.
Fely mengikutinya dari belakang, namun dia hanya bisa pasrah saat melihat suaminya pergi dengan terburu-buru begitu saja. Dia berharap tidak akan terjadi apa-apa pada suaminya.
__ADS_1
..._________Ney-nna__________...