
"Mama cucu ... Mama cucu ...!" rengek baby Reynand saat meminta susu kepada Reyna.
"Iya, Sayang. Tunggu bentar Mama buatin dulu ya?" ujar Reyna sembari mendudukkan putranya pada high chair baby kemudian mengusap lembut pipi putranya.
Baby Reynand terlihat patuh dengan menganggukkan kepalanya dua kali dan menunggu dengan tenang.
Rena kemudian beranjak menuju dapur untuk membuatkan susu buat anaknya
saat dibuka kaleng susu bubuk milik Reynand ternyata hanya tersisa sedikit. Beruntungnya susu bubuk yang tersisa masih cukup untuk membuatkan segelas susu untuk Reynand.
Seusai membuatkan susu, Reyna bergegas memberikan sippy cup (gelas hisap dengan dilengkapi tutupnya agar tidak mudah tumpah dan memiliki pegangan) milik Reynand yang lucu untuk segera diminum oleh putranya yang sudah setia menunggu.
Meskipun baru berusia satu setengah tahun tapi Reynand tidak mau minum susu dengan botol bayi, mungkin karena sejak bayi Reynand tidak meminum susu pada botol melainkan langsung dari payudara mamanya, sehingga Reynand merasa tidak nyaman dengan nipplee silicon bawaan botol.
Namun, dengan membiasakan anak minum susu melalui gelas, merupakan hal yang bagus untuk mengajarkan anak agar lebih mandiri dengan memegangi sendiri gelasnya dan tidak membuatnya tersedak, sebab, minumnya dengan duduk sempurna.
"Kak, Fely mau belanja kebutuhan pribadi ke mini market, Kak Reyna mau ikut nggak?" tanya Fely yang baru saja muncul dari balik pintu.
"Wah pas banget, Fe. Ini susu formula Reynand juga hampir habis. Kakak ambil dompet dulu ya, titip Reynand sebentar!" tutur Reyna kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil dompet, sweater, dan topi untuk putranya serta tak ketinggalan stroller milik Reynand.
Sebelum berangkat Reyna mampir ke resto untuk berpamitan kepada suaminya.
Tok tok tok.
"Assalamu'alaikum, Papa!" ucap Reyna sembari membuka pintu kemudian mendorong Reynand masuk ke dalam kantor suaminya.
"Wa'alaikumussalam, hey jagoan Papa, pakai topi mau kemana?" tanya Abiyu sembari berjongkok di depan stroller Reynand.
"Kak, aku pergi ke mini market dulu ya? persediaan susu Reynand hampir habis, sekalian aku mau belanja kebutuhan harian yang lainnya," tutur Reyna meminta ijin kepada suaminya.
"Berdua saja dengan Reynand?" tanya Abiyu yang merasa heran karena Reyna tidak berkata ingin diantar.
"Enggak dong, Kak. Aku sama Fely tuh udah nunggu di mobil!" tutur Reyna kepada suaminya.
"Oh, ya sudah kalau sama Fely aku ijinkan, jika sendiri aku tidak akan mengijinkan!" ujar Abiyu sembari mendekat ke arah Reyna melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
"Kalau nggak sama Fely, pasti aku minta dianter Kak Abi lah, kan aku tahu Kak Abi nggak pernah izinkan aku pergi sendirian lagi," tutur Reyna yang paham dengan kekhawatiran suaminya.
Semenjak kembali ke Yogya, Abiyu tidak mengijinkan Reyna untuk pergi sendirian. Kemanapun Reyna pergi, Abiyu akan senantiasa mengantarkan istrinya.
"Aku hanya tidak mau kehilanganmu lagi, Sayang! terlebih kamu sedang hamil dan membawa Reynand yang masih kecil," tutur Abiyu sembari membelai lembut pipi istrinya.
"Iya, Kak. Aku tidak akan membuat Kak Abi khawatir lagi, aku tahu Kak Abi sangat menyayangiku, juga Reynand. Terima kasih karena Kak Abi selalu perhatian dan menjagaku dengan baik!" tutur Reyna sembari memeluk suaminya.
__ADS_1
"Sama-sama, Sayang!" ucap Abiyu seraya membalas pelukan istrinya.
"Ya sudah, segera pulanglah sebelum maghrib, hati-hati di jalan, ya!" tutur Abiyu sembari mengurai pelukannya kemudian mengecup kening Reyna singkat.
"Iya Kak, kita pergi dulu ya? assalamu'alaikum," tutur Reyna seraya membenarkan niqobnya, kemudian mendorong stroller Reynand ke luar dari ruangan kantor Abiyu, setelah suaminya mencium pipi putranya juga.
"Wa'alaikumussalam, dadah Reynand!" ucap Abiyu sembari berdada-dadah ke arah Reynand.
"Dadah, Papa!" jawab Reyna mengajari anaknya yang masih tertatih-tatih dalam berbicara sembari menuju ke luar dari restoran.
Setelah berpamitan, mereka berangkat dengan menaiki mobil menuju ke minimarket terdekat.
****
Sesampainya di minimarket Fely memasuki tempat belanja itu dengan mendorong stroller baby Reynand, dan Reyna mengikutinya dari belakang sembari mendorong keranjang belanjaan.
Mereka menuju lorong yang menampilkan deretan kebutuhan sehari-hari. Saat Reyna dan Fely sibuk memilih-milih barang belanjaannya tanpa mereka sadari Reynand mainan yang dipegang oleh renan terjatuh di lantai
Seorang perempuan paruh baya yang sedang berbelanja melihat nya kemudian perempuan itu mengambilkannya.
"Ini mainannya ganteng, jangan di jatuhkan lagi ya?" ujar wanita itu sembari berjongkok di depan stroller Reynand.
Fely yang saat itu melihat ibu-ibu itu berbicara kepada Reynand, lantas mendekat ke arah mereka.
"Ini putranya, Mbak?" tanya ibu itu.
"Bukan Bu, ini keponakan saya," jawab Fely.
"Oh, barusan mainnya terjatuh, saya hanya mengambilkan nya saja," tutur ibu itu.
"Oh, terima kasih Bu," ujar Feli dengan tersenyum ramah.
"Ma, susunya mau yang vanila, apa yang coklat?" tanya seseorang laki-laki yang baru datang dari arah belakang Feli.
Wanita itu kemudian menoleh ke arah sumber suara, begitu juga dengan Fely.
"Untuk Mama yang vanila, Nak!" jawab wanita itu kepada anaknya.
"Jerry!" pekik Fely setelah berbalik melihat seseorang yang baru datang dari belakangnya.
Di saat yang sama Raka juga melihat ke arah Fely.
"Fely ...!" ucapnya lirih.
__ADS_1
"Kalian saling kenal?" tanya ibu tadi.
"Emm, Ma kenalkan ini Fely dan Fely ini adalah mamaku!" ujar Raka mengenalkan mamanya kepada Fely.
"Fely, Tante," ucap Fely sembari mencium punggung tangan perempuan di depannya takzim.
Mama Raka tersentuh dengan sikap Fely yang sangat sopan.
Begitupun dengan Raka yang merasa terkesima dengan tindakan Fely yang menghargai orang tua, meskipun baru saja dikenalnya, terlebih orang tua dari bekas pegawainya.
"Fely, manis sekali!" puji mama Raka. "Teman kuliah dulu, ya?" tanya mama Raka.
"Bukan, Ma. Fely atasan aku saat magang di resto!" tutur Raka.
"Magang di resto?" tanya mama Raka dengan terkejut.
Raka magang di resto? kapan dan untuk apa? kok aku gak pernah tahu tentang hal itu! gumam mama dalam hati.
"Itu Mah, waktu aku ke Jakarta. Restoran keluarga Fely juga ada di Yogya kok, Ma. Dessert box yang kemarin itu buatan Fely sendiri," tutur Raka menjelaskan pada mamanya sembari mengedipkan mata ke arah mamanya saat Fely tidak melihat ke arahnya.
Mama yang paham jika anaknya sedang menyembunyikan sesuatu dari Fely, akhirnya tidak bertanya lagi tentang apa yang dikatakan putranya.
"Dessertnya enak sekali lhoh, Nak Fely, pasti Nak Fely ini pintar memasak, ya?" tutur mama Raka.
"Ah Tante, biasa saja kok, Tan. Terima kasih jika menyukainya," tutur Fely dengan tersenyum ramah.
"Mama ... mama ...," ucap Reynand dengan menggerak-gerakkan kakinya yang terjulur, dan mukanya terlihat cemberut, merasa bosan terus-menerus duduk diam di strollernya.
"Iya, Reynand ... kamu pengen jalan-jalan, ya?" ujar Fely sembari melihat ke arah Reynand.
"Maaf Tante, saya permisi dulu, sepertinya dia ingin bertemu mamanya," ujar Fely kepada mama Raka.
"Oh, iya silakan, Nak Fely. Kapan-kapan mampir ya ke rumah saya. Tepat berada di seberang jalan minimarket ini kok, Nak Fely," tutur mama Raka mencoba mengakrabkan diri dengan gadis yang mencuri perhatian putranya itu.
"Insyaallah, Bu. Assalamu'alaikum," ujar Fely kemudian pergi mencari Reyna sembari mendorong stroller Reynand.
"Wa'alaikumussalam," jawab mama dan Raka hampir berbarengan.
"Kamu berhutang banyak penjelasan sama, Mama!" tutur mama Raka sepeninggal Fely.
"Iya, Ma. Terima kasih karena Mama tidak mengatakan yang sesungguhnya tentang aku," ujar Raka kepada mamanya.
...__________Ney-nna__________...
__ADS_1