
Derrt derrt derrt.
Getaran dari handphone di atas nakas membuat Reyna mengerjap terbangun dari tidurnya. Reyna mulai menyadari jika dia masih terbaring di atas ranjang dengan tubuh polosnya yang hanya tertutup dengan selembar kain yang menyelimutinya.
Ketika hendak bergerak dia merasakan badannya terasa pegal-pegal dan ada rasa tidak nyaman pada bagian intinya. Ada sebuah tangan kekar melingkar di perutnya. Dia menoleh ke samping dan mendapati Abiyu yang masih tertidur dengan lelap di sampingnya. Dia mulai mengingat semua yang telah terjadi antara dia dan Abiyu beberapa saat yang lalu.
Huuhhh, jadi ini benar-benar nyata! aku dan kak Abi sudah melakukannya ...
Sebaiknya aku segera bangkit sebelum Kak Abi bangun! batin Reyna malu melihat keadaannya saat ini meski Abiyu sudah melihat semuanya tadi.
Dengan perlahan Reyna memindahkan tangan Abiyu yang melingkar di perutnya, setelah itu mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan baju-bajunya yang di kenakan sebelumnya. Rupanya pakaian yang dia kenakan sebelumnya, terlempar terlalu jauh dari tempat tidur, namun ada selembar kain yang bisa ia kenakan berada di bawah ranjang.
Reyna mencoba untuk menjangkau handuk kimono yang semalam di kenakan oleh Abiyu. Tangannya mulai terulur ke bawah dan mendapatkannya. Kemudian dengan segera dia mengenakan handuk kimono tersebut untuk menutupi tubuh polosnya.
Reyna beranjak berdiri dengan langkah yang sedikit tertahan, menuju sofa. Diambilnya handphonnya yang berada di atas nakas sembari mendudukkan diri di atas sofa. Reyna membuka layar pada handphonnya ada lima panggilan tidak terjawab dari Lala dan dua pesan yang juga dari pengirim yang sama. Reyna terkejut saat melihat jam yang tertera pada layar handphone, terpampang waktu menunjukkan pukul 22.00.
“Astaghfirullah!! sudah dua jam lebih aku di sini!” ujarnya sembari membulatkan mata dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
Reyna kemudian menghubungi Lala.
“Halo, Mbak. Mbak Reyna nggak kenapa-kenapa kan , Mbak? Kenapa belum pulang juga?” ujar Lala. Ada nada kecemasan dari suaranya.
“Mbak, baik-baik saja, La. Maaf mbak tadi ketiduran, tunggu ya … bentar lagi Mbak pulang!” ujar Reyna memberi alasan.
“Oke, Mbak. Hati-hati. Assalamu’alaikum!”
__ADS_1
“Wa’alaikumussalam!” Reyna menutup teleponnya.
“Haduh, apa yang akan dipikirkan Lala dengan alasan ku yang ketiduran hingga dua jam begini di resto kak Abi!” gumam Reyna sembari menepuk jidatnya dengan jawabannya yang terlalu jujur.
Reyna kemudian memungut semua pakaiannya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah melafazkan niatnya untuk mandi junub ia basuh kedua tangannya, kemudian membasuh bagian intinya dan mencuci kembali kedua tangannya dengan sabun mandi.
Selanjutnya dia berwudhu, mengguyur seluruh tubuhnya dari atas kepala sebanyak tiga kali dan melanjutkannya dengan mengguyur seluruh tubuh hingga ke ujung kaki dari kanan hingga ke yang kiri. Dipakainya shampoo dan melumuri badannya dengan sabun mandi. Kemudian ia bilas busanya hingga bersih. Terakhir membasuh kakinya sebanyak tiga kali. Reyna mengeringkan badannya dengan handuk yang masih bersih dan kembali mengenakan pakaiannya yang semula ia kenakan saat datang
Seusai mandi Reyna keluar dari kamar mandi. Reyna diam terpaku saat mendapati Abiyu sudah bangun dan duduk dipinggiran tempat tidur dengan mengenakan celana pendek tanpa memakai baju.
Astaga Kak Abi sudah bangun! pekiknya dalam hati.
Keduanya nampak canggung sebab ini adalah pertama kalinya mereka melakukan hubungan suami istri. Reyna mengalihkan pandangannya dan beranjak berjalan menuju Sofa.
“Di laci ada hair dryer, kamu bisa menggunakannya untuk mengeringkan rambutmu. Aku mandi dulu!” ujar Abiyu kemudian masuk ke dalam kamar mandi.
Reyna hanya mengangguk mengiyakan.
“Huhhhh …!” Reyna menghembuskan napas beratnya saat Abiyu sudah masuk ke dalam kamar mandi. Rasanya malu sekali mengingat aktivitasnya dengan Abiyu beberapa waktu yang lalu. Iya bertanya-tanya dalam hati, apa yang di pikirkan Abiyu tentang dirinya saat ini.
Reyna menuju meja rias dan mengambil hair dryer dari dalam laci untuk mengeringkan rambutnya. Setelah itu, dengan cepat dia menyisir rambut dan mengenakan kembali hijabnya yang tadi dipakainya. Saat kemarin menginap di sini Reyna tidak meninggalkan pakaian ganti satu helai pun, sehingga mau tidak mau dia harus mengenakan kembali bajunya tadi.
Saat teringat Abiyu yang belum membawa baju ganti saat masuk ke dalam kamar mandi, Reyna buru-buru membuka almari dan mengambil satu set baju dan celana untuk dikenakan Abiyu. Bertepatan dengan itu Abiyu keluar dari dalam kamar mandi. Reyna reflek memandang ke arah pintu kamar mandi. Saat melihat Abiyu yang hanya mengenakan handuk sepinggang, Reyna segera berpaling dan meletakkan baju ganti untuk Abiyu di atas tempat tidur.
“Ini Kak bajunya, aku tunggu di luar!” ujar Reyna yang kemudian mengambil handphone dan sling bag yang berada di atas nakas, kemudian ke luar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Abiyu hanya diam menyaksikan hal itu. Dia tahu jika Reyna pasti masih merasa canggung dengannya. Dan, dia merasa bersyukur karena Reyna datang mencarinya, di saat dia terlambat pulang. Terlebih Reyna bersedia melakukan hubungan suami istri meskipun dalam keadaannya yang sedang diliputi oleh hawa nafsu akibat obat perangsang.
Namun, dalam benaknya menyimpan banyak tanya. Apa Reyna merelakan tubuhnya untuk dijamah olehku hanya karena situasi darurat ini, atau karena Reyna juga memiliki perasaan yang lebih terhadapku? tanyanya dalam hati.
Dua hari ini Abiyu memang sengaja mengabaikan Reyna agar Reyna menyadari keberadaannya sebagai suaminya. Meskipun sesungguhnya ia tidak tega kala melihat istrinya bangun tidur dengan mata yang sembab. Namun saat mengingat kata-kata Reyna saat meminta cerai dan memintanya menikah dengan wanita lain membuatnya merasa tidak berarti sama sekali di hadapannya. Abiyu merasa tidak dianggap sebagai seorang suami dan hal itu membuatnya sakit hati.
Selama ini Abiyu sudah berusaha bersabar untuk mengerti keadaan Reyna yang terpaksa menikah dengannya. Namun kata-kata Reyna malam itu sungguh di luar batas sebagai seorang perempuan muslimah. Hingga membuatnya harus berpura-pura mengabaikannya.
Padahal tanpa Reyna ketahui, Abiyu selalu mengecek keberadaan Reyna lewat Lala. Dan, terbukti hari ini Reyna mencarinya saat dia terlambat pulang tanpa kabar. Ada rasa bahagia saat melihat Reyna tiba-tiba muncul di kamarnya tadi. Namun, ada satu hal yang masih diragukan oleh Abiyu. Dia belum tahu tentang perasaan Reyna yang sesungguhnya kepadanya.
Setelah berpakaian Abiyu bergegas menuju ruangan kantornya untuk mengambil kunci mobil dan handphonnya yang sedang ia charge. Restoran sudah tutup sehingga pintu depan sudah terkunci. Semua karyawan juga sudah pulang. Abiyu akan mencari tahu besok, tentang siapa yang telah mencampurkan obat perangsang ke dalam minumannya. Abiyu kembali melewati pintu belakang untuk ke luar menuju parkiran. Terlihat Reyna duduk di kursi samping tempat parkir.
“Maaf membuatmu menunggu lama. Ayo kita pulang!” ujar Abiyu kepada Reyna. Reyna mengangguk mengiyakan, kemudian berjalan masuk ke dalam mobil.
Keduanya nampak diam dengan pikirannya masing-masing. Abiyu fokus ke jalanan sedangkan Reyna melihat ke luar jendela.
____________________Ney-nna________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...GTive a gift & vote 🌹...
...Tank you! 🙏💕💕...
__ADS_1