Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Mencintaimu apa adanya.


__ADS_3

...❣️❣️❣️...


...Jangan berlebihan dalam mencari cinta,...


...apalagi meratapinya yang pergi....


...jodoh itu terkadang menjauh,...


...dan terkadang berada sangat dekat...


...Dia mendengar, Dia mengetahui...


...sandarkan hati kepada Ilahi...


...dan teruslah melangkah di jalan-Nya....


...biarlah cinta datang perlahan...


...dan menemukanmu....


...🍀🍀🍀...


"Masyaallah ... jadi pemuda itu, kak Abi!" pekikku dengan terkejut.


"Alhamdulillah, ya Allah. Akhirnya aku menemukannya," ucapnya lagi dengan mata berbinar dan mengulas senyum bahagia.


Reyna kembali menyimpan foto itu di laci nakas, dan mulai merebahkan dirinya di samping suaminya. Reyna memiringkan badannya ke samping menghadap ke arah Abiyu.


"Pantas saja saat di ponpes aku merasa tidak asing dengan wajahmu, Kak. Ternyata kamu adalah pemuda itu. Aku dulu sempat berdo'a, agar suatu saat bisa dipertemukan dengan pemuda itu, untuk berterima kasih kepadanya. Kini Allah mengabulkannya, aku menemukanmu, kak. Bahkan Allah telah mempermudah jalanku untuk membalas kebaikanmu dengan cara yang tepat," gumam Reyna sembari menatap ke arah Abiyu.


Tiba-tiba saja, Abiyu merubah posisi tidurnya menjadi miring ke samping, dengan wajahnya yang menghadap tepat di depan muka Reyna.


Reyna terkejut dengan pergerakan Abiyu yang tak terduga. Reyna membelalakkan mata tatkala tangan kekar Abiyu berada di atas pinggangnya memeluk tubuhnya, seolah sedang memeluk guling.


Sejenak Reyna terdiam sembari memandang lekat ke arah Abiyu. Menikmati setiap inchi dari wajah suaminya yang mempesona dan meneduhkan. Satu tangannya terulur menelusuri lekuk wajah suaminya, mulai dari hidung, pipinya hingga berhenti di bibirnya. Ibu jari tangannya mulai menyapu perlahan di bagian itu. Reyna merasakan sesuatu yang menarik perhatiannya.


Dia menatap lekat pada bibir Abiyu dan mulai memajukan bibirnya. Reyna mengecup singkat bibir Abiyu, tepat disaat Abiyu membuka mata. Reyna terkejut, dan seketika membulatkan mata, tatkala tangan Abiyu menahan tengkuk lehernya, dan memutus jarak di antara mereka, agar tak ada ruang bagi Reyna untuk mengurai ciumannya.

__ADS_1


Abiyu melanjutkan apa yang dimulai oleh istrinya. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Abiyu meluapkan segala kerinduannya yang tersimpan sejak lama pada sang istri.


Reyna memasrahkan diri dan mulai menikmatinya. Lama kelamaan nalurinya menuntun untuk membalas tautan kenikmatan yang semakin lama semakin dalam dan menuntut. Dan, hasrat keduanya semakin menggebu.


"Bolehkah aku melakukannya sekarang?" tanya Abiyu sembari memandang lekat ke arah istrinya.


Reyna tersipu mendapat pertanyaan itu. Kemudian dengan perlahan dia menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan yang dilontarkan sang suami.


Abiyu melantunkan do'a sembari memegang pucuk kepala istrinya yang tertutup hijab. Setelah itu Abiyu memegang hijab yang Reyna kenakan dibagian ujungnya dan hendak membukanya, namun langkahnya terhenti tatkala reyna menahannya.


"Tunggu, Kak!" ucap Reyna dengan guratan kegelisahan di wajah cantiknya.


"Kenapa, Reyn?" tanya Abiyu yang heran melihat istrinya gelisah.


"Bagaimana jika ada yang berubah dariku, Kak? Jika aku tidak semenarik dahulu?" tanya Reyna dengan sendu.


"Aku tetap mecintaimu, dengan apa adanya dirimu. Karena kamulah menempati ruang di dalam hatiku, bukan karena cantikmu saja, bukan karena apa yang kamu punya saja, dan bukan karena kesempurnaanmu saja, tetapi segalanya ... termasuk kekurangannmu!" jawab Abiyu dengan mantap. "Apa itu cukup meyakinkan, bahwa aku tidak akan mempermasalahkan perubahan yang terjadi pada dirimu, terlebih karena kamulah yang aku cintai," tambahnya tanpa mengalihkan pandangannya dari netra istrinya.


Reyna tersenyum lega mendengar penuturan dari suaminya. "Terima kasih atas cinta yang tulus darimu, Kak!"


"Sama-sama, Sayang. Jadi bolehkah aku meminta hakku sekarang?" Abiyu mengulangi pertanyaannya.


Perlahan Abiyu membuka penutup kepala yang saat ini di kenakan istrinya. Sejenak Abiyu terdiam sembari memandang sedih kepada sang istri.


Rambut istrinya hanya setengah jengkal dari kulit kepalanya.


"Aku gundul seusai dilakukan operasi di kepalaku, dan saat ini aku bersyukur rambutku mulai tumbuh. Tetapi akan ada banyak bekas luka di kepala maupun di sekujur tubuhku. Apa Kak Abi masih tetap menginginkanku?" tanya Reyna seusai mengungkapkan kekurangannya pada Abiyu.


"Kamu baru mengungkapkan kekuranganmu saja, seharusnya kamu juga menuturkan segala kelebihan yang ada pada dirimu agar aku dapat menilai seberapa beruntungnya dirimu dibandingkan orang lain yang fisiknya tidak sesempurna dirimu," tutur Abiyu yang membuat Reyna terpana dengan kata-kata suaminya.


"Aku mencintaimu, Kak. Dan, semakin bertambah rasa cintaku di setiap detik aku bersamamu ...," tutur Reyna yang semakin jatuh hati kepada Abiyu.


"Aku juga sangat mencintaimu, Reyna!" tutur Abiyu, kemudian kembali mendekatkan wajahnya pada sang istri.


Keduanya kembali menuntaskan niatan yang sempat tertunda, dan terjadilah apa yang seharusnya terjadi.


Malam itu menjadi malam yang panjang, setelah sekian lama meredam kerinduan yang mendalam untuk istrinya.

__ADS_1


Setelah capek bergelung di dalam selimut, Abiyu menyudahi aktivitasnya dengan mengecup kening istrinya, kemudian menjatuhkan diri di samping Reyna.


****


Seusai melaksanakan sholat subuh bersama Reyna mencium punggung tangan Abiyu, dan Abiyu mencium kening istrinya. Reyna menahan Abiyu saat suaminya hendak bangkit dari atas sajadahnya.


"Tunggu, Kak. Sedari semalam ada yang mengganjal di hatiku yang ingin aku tanyakan padamu," ujar Reyna pada Abiyu sembari menahan tangan suaminya yang hendak bangkit.


"Apa itu, Sayang? Katakan!" perintahnya Abiyu.


"Apa Reyna cinta pertama Kak Abi?" tanya Reyna.


"Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu, Sayang?" tanya Abiyu yang merasa heran dengan pertanyaan istrinya.


"Jawab saja, Kak, aku hanya ingin tahu!" tutur Reyna.


"Bukan, Reyn ...," jawab Abiyu.


"Oh, jadi Kak Abi juga pernah mencintai orang lain selain aku, ya?" ucap Reyna dengan sendu. "Apa wanita itu pacar pertama kak Abi?" tanya Reyna lagi.


"Bukan juga ... justru aku tidak mencintai pacar pertamaku, bahkan tidak ada kata jadian juga,


" tutur Abiyu.


"Kok bisa! Bagaimana ceritanya?" tanya Reyna penasaran.


"Karena sebenarnya dia itu sahabatku, awalnya kita menjadi pacar pura-pura agar aku terhindar dari penggemarku, namun lambat laun dia memiliki perasaan lebih terhadapku dan bertingkah seolah dia itu pacarku. Dia meminta aku memberinya satu kesempatan untuk mencoba menjalin hubungan, namun saat itu kami harus menjalani LDR. Awalnya dia bilang tidak masalah, karena Aku harus tinggal bersama bunda di Jakarta dan dia berada di Yogya. Saat aku mendapat kepercayaan bunda untuk mengelola resto di Yogya dan pindah ke Yogya, justru saat itu aku mendapat kabar jika dia menkah dengan salah seorang temanku. Meskipun aku tidak memiliki perasaan cinta padanya, namun aku sempat merasakan kecewa karena merasa dibohongi oleh mereka yang menjalin hubungan di belakangku," tutur Abiyu panjang lebar.


"Ya ampun, jahat sekali perempuan itu, Kak. Meminta sendiri tapi malah menghianati. Apa setelah itu Kakak punya pacar lagi?" tanya Reyna yang masih penasaran dengan masa lalu suaminya.


"Tidak, setelah itu bunda mengenalkan aku pada seorang wanita yang saat ini berada di hadapanku," ujar Abiyu ambigu.


"Siapa ? Aku?" tanya Reyna sembari menunjuk pada dirinya sendiri.


"Siapa lagi ... di sini hanya ada kita berdua!" tutur Abiyu sembari menekan pucuk hidung istrinya.


Reyna tersenyum senang.

__ADS_1


"Lalu, siapa cinta pertama, Kak Abi?" tanya Reyna lagi.


..._________________Ney-nna________________...


__ADS_2