
Dengan penuh emosi Rangga masuk ke dalam rumah. Reyna mengikutinya dari belakang.
"Mi, jadi selama ini Mami hanya berpura-pura baik kepada Reyna?" tanya Rangga dengan tegas menahan emosi.
Lena terkejut melihat putranya datang dengan tatapan marah dan langsung menghakiminya.
"Rangga, ada apa ini? Kenapa tiba-tiba bilang seperti itu sama Mami?" Lena yang sedang santai melihat ke televisi menjadi kaget dan bingung.
"Mi, apa kurang cukup bagi Mami untuk memahami ketulusan Reyna. Saat Mami lebih memperhatikan Putri dari pada istriku, aku diam. Saat aku tau Mami meminta Reyna meminum pil KB, aku masih diam. Namun, aku benar-benar kecewa saat seorang ibu tega mengusir menantunya yang sedang hamil, apakah aku sebagai suaminya harus tetap diam? Apa Mami tidak bisa melihat kebaikan Reyna? Akibat perbuatan Mami yang tega mengusir Reyna, menciptakan kesalahpahaman yang berkepanjangan antara aku dan Reyna, dan membuat Reyna celaka. Bisa saja saat itu aku kehilangan Reyna dan calon anakku."
"Tapi apa yang dilakukan Reyna, ia justru berbesar hati untuk tak mengatakan keburukan Mami, memaafkan perbuatan Mami kepadanya, bahkan Reyna rela berjauhan dengan suaminya demi merawat Mami yang sedang sakit. Apa Mami masih ingin memisahkan Rangga dengan Reyna setelah ini?" Rangga benar-benar marah.
Lena memandang pada Reyna. Reyna menggeleng kemudian memegangi tangan Rangga, mengusap lengan tangan suaminya.
"By, sabar dulu By. Tenanglah, By. Kita bicarakan baik-baik sama Mami," ujar Reyna lembut.
"Ada apa ini?" Papi yang datang dari kantor kala itu bertanya-tanya saat mendengar keributan di rumahnya.
"Tanyakan pada Mami, Pih. Apa yang telah dilakukan Mami pada Reyna!" ujar Rangga jengah melihat Mami menangis kemudian mejatuhkan dirinya di sofa.
Lena menangis tersedu-sedu di sofa. Reza menduga istrinya pasti melakukan kesalahan hingga ia tidak bisa menyangkalnya.
"Sudah, sekarang kita duduk dulu, kita bicarakan baik-baik," Reza mengendurkan dasinya kemudian duduk di tengah-tengah antara istri dan anaknya. Sedangkan Reyna berada di samping Rangga.
Lena menyusut air matanya dengan tisue yang ada di meja. Ia atur napasnya kemudian dilihatnya anak laki-lakinya yang membuang muka.
"Rangga, Mami akan jelaskan semuanya. Pertama Mami akui sejak awal kalian menikah Mami memang tidak setuju dan Mami kerap berkata kasar sama Reyna. Yang kedua, aku meminta Reyna untuk meminum pil KB agar Reyna tidak hamil terlebih dulu," ucapnya terhenti dengan pandangan terkejut dari suaminya.
__ADS_1
"Mami, kenapa Mami sampai begitu?" ujar Papi heran dengan kelakuan istrinya.
"Maafkan Mami, Pi. Mami dulu merasa kasihan pada Putri. Bertahun-tahun lamanya mereka pacaran dan kami sudah sangat dekat, wajar kan jika Mami merasa pernikahan itu tidak adil bagi Putri. Lagi pula Mami rasa mereka masih terlalu muda, merencanakan untuk menunda momongan itu wajar-wajar saja kan, Pi!" ujar Lena.
"Tapi Mami tidak berhak memperlakukan Reyna seperti itu. Lagi pula untuk masalah menunda momongan itu adalah hak mereka yang menjalani pernikahan. Mereka sudah cukup dewasa untuk mengambil keputusan tentang hal itu. Mami jangan terlalu ikut campur dengan rumah tangga mereka!" Reza berpendapat.
"Papi benar, kesalahan Mami adalah memaksa Reyna untuk meminumnya. Bahkan tanpa mendiskusikannya pada Rangga terlebih dulu. Padahal saat itu Rangga berharap Reyna agar cepat hamil!" timpal Rangga.
"Pi, By tenang dulu. Reyna kan tidak pernah meminumnya dan Reyna sekarang kan hamil. Kita tidak perlu memperdebatkannya lagi," ujar Reyna.
"Mami akui Mami telah salah karena terlalu memaksakan itu, maafkan Mami?" ujar Lena.
Reyna mengangguk. Rangga berpaling jengah.
"Hhmm, oke. Sekarang lanjutkan apa lagi yang Mami lakukan pada Reyna?" tanya Reza.
"Waktu itu...saat Rangga sedang sakit, sebenarnya Reyna datang ke rumah ini, dan Mami telah mengusirnya. Mami benar-benar minta maaf Reyna, Mami bersalah kepadamu, Mami sudah berkata-kata kasar tentang dirimu dan melukai hatimu dengan menuduhmu yang bukan-bukan. Mami juga mengancammu agar tidak kembali ke keluarga ini dan mendorongmu ke lantai. Reyna Mami telah banyak menyakitimu, Mami sangat merasa bersalah Reyna, tolong maafkan Mami!" Lena bersimpuh di depan Reyna dengan derai air matanya, "Saat itu Mami tersulut emosi karena melihat foto yang di tunjukkan Putri. Di foto itu kamu dengan laki-laki lain sedang berdua, bertepatan kamu yang sedang berselisih dengan Rangga, sehingga Mami berpikir kamu telah mengkhianati Rangga. Tolong ampuni Mami, Reyna!"
Meskipun sudah memafkan ibu mertuanya, tapi kejadian itu sangat menyedihkan dan sulit untuk dilupakan. Kala mengingat betapa ia difitnah berselingkuh dengan laki-laki lain padahal saat itu ia sedang dalam kondisi lemah, dihina dan di caci maki karena ia hanya berasal dari keluarga miskin yang tak punya apa-apa, di tuduh ingin menguasai harta milik kakek yang telah membiayai hidupnya setelah ia menjadi yatim piatu. Ia berpikir apa salahnya lahir di keluarga miskin dan menjadi yatim piatu, bolehkah seseorang memilih darimana ia dilahirkan. Tentu tidak bukan, lantas mengapa orang miskin begitu hina dimata kebanyakan orang.
Dan saat ia memohon belas kasih namun malah di dorong hingga tersungkur ke lantai bagai kucing liar yang dibuang karena meminta makan, ia merasa menjadi menantu yang tak diinginkan oleh ibu mertuanya itu.
Sampai ia hanya sebatang kara di kota yang asing baginya, tak punya siapapun untuknya berbagi cerita tentang kesedihannya, hingga ia celaka. Betapa sedihnya ia dipisahkan dengan suaminya, bahkan saat ia sedang mengandung anaknya. Beruntung Allah masih menjaganya dan mempertemukan kembali dengan suaminya.
"Mami benar-benar keterlaluan, Papi tidak menyangka Mami bisa berbuat sekejam itu terhadap Reyna! Papi merasa menjadi suami yang gagal yang tidak bisa mendidik istrinya dengan baik!" ujar Reza dengan sangat kecewa.
"Hati Rangga sakit mendengarnya, Mi. Bagaimana Mami bisa setega itu kepada perempuan yang aku cintai, Mami juga seorang perempuan, kenapa Mami melakukan itu. Rangga pikir selama ini Mami ibu yang baik, lantas apa yang terjadi sehingga Mami berbuat seperti itu pada istriku. Aku sangat mencintainya seperti aku sangat mencintai Mami. Namun, Mami telah membuat Rangga kecewa! Apa Mami juga bersekongkol dengan Putri untuk mencelakai Reyna di stasiun saat itu?" tanya Rangga dengan penuh amarah.
__ADS_1
"Nggak Ga, Mami bersumpah Mami nggak pernah bersekongkol dengan Putri untuk mencelakai Reyna. Mami tau Mami salah, dan Mami telah berjanji untuk berubah dan menyayangi Reyna, tolong maafkan Mami Rangga, tolong maafkan Mami, Pi!" Lena berlutut di hadapan suaminya.
"Asal Mami tahu saat Mami mengusir Reyna dari rumah, Putri sudah meminta Ferdy mengawasi Reyna di luar untuk kemudian mencelakai Reyna di stasiun, apa Mami turut dalam rencana jahat mereka?" hardik Rangga.
"Enggak, Ga. Sungguh Mami tidak tahu menahu soal itu. Meski Mami tidak suka pada seseorang Mami tidak pernah berpikir untuk mencelakai orang apalagi itu Reyna. Tolong percaya sama Mami Rangga. Mami sudah mengatakan semuanya sejujur-jujurnya!" ujar Lena dengan isaknya.
"Mulai sekarang jauhi Putri dan jangan pernah berhubungan dengannya lagi. Putri sekarang sudah berubah bukan Putri yang kita kenal dulu, Mi. Rangga nggak akan membiarkan Putri mendekati Reyna lagi. Dan Rangga nggak akan pernah meninggalkan Reyna di Solo tanpa aku. Aku akan secepatnya kembali ke Jakarta bersama Reyna, malam ini juga!" ujar Rangga dengan tegas, kemudian berlalu meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya.
Reza menggelengkan kepala, kemudian berlalu naik ke atas menuju kamarnya juga. Saat letih pulang kerja di tambah saat berada di rumah mendapati perdebatan tadi membuatnya semakin pusing.
Siti yang melihat kejadian itu dari pintu ruang makan ikut menangis sebab ia juga turut menyaksikan kejadian kala itu. Ia menyesal karena waktu itu tidak bisa menolong Reyna.
Lena terus menerus tersedu di lantai. Reyna akhirnya mendekat pada Lena.
"Reyna tolong percaya pada Mami, Mami sudah berubah, tolong maafkan Mami, Reyn?" ujar Lena.
"Iya, Mi, Reyna sudah memaafkan Mami. Hal ini juga bukan Reyna yang mengatakannya. Tapi Ferdy lah yang mengatakannya pada Rangga. Mami tenang dulu ya, Reyna akan membujuk Rangga agar berbaikan dengan Mami," Mami menggangguk dengan sesenggukan. Reyna berlalu menyusul Rangga.
Malam itu juga Rangga dan Reyna kembali ke Jakarta.
___________________Neyna_________________
Jangan lupa tinggalkan jejak Like dan Vote di karya ini.
Mohon untuk menuliskan saran dan kritiknya untuk karya ini.
Terimakasih yang selalu setia mendukung author dari awal hingga sekarang 🙏 😘💞
__ADS_1
Tinggal beberapa bab lagi untuk menuju season 2,, yang nantinya akan saya bikinkan judul tersendiri dengan beberapa tokoh yang masih sama.
Terus ikuti kisah selanjutnya ya 😘