Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Melihatmu Tersenyum


__ADS_3

"Selama ini aku mencintai kamu, Mas. Aku selalu menunggumu. Kenapa kamu lebih memilih untuk menikah dengan wanita itu?" ungkap Mega.


Bugg.


Tas bekal yang Reyna bawa terlepas begitu saja dari genggamannya.


"Hahh ... gawat!" pekik Reyna tanpa suara.


Reyna segera memungut tas bekalnya dan segera beranjak pergi.


Mega beranjak keluar untuk melihat siapa yang datang. Namun orang tersebut sudah berbelok sehingga Mega tidak sempat melihat wajahnya.


Sedangkan Abiyu segera mengecek CCTV yang terhubung pada handphonenya.


Reyna! pekiknya dalam hati.


Abiyu bergegas berlari ke luar dan diikuti oleh Mega di belakangnya. Beruntung Reyna bertabrakan dengan seorang waiterss di depan sehingga langkahnya terhenti.


"Maaf, Mbak!" ucap Reyna pada pelayan wanita itu.


"Iya, Bu. Saya tidak apa-apa!" ujar pelayan wanita itu.


"Reyna!" seru Abiyu saat melihat istrinya berada di restorannya.


Reyna menoleh sebentar kemudian hendak beranjak pergi lagi, namun langkahnya terhenti saat Abiyu berhasil menarik lengan tangannya.


"Tunggu, Reyn!" ujar Abiyu sembari memegangi kedua lengan Reyna.


"Kak Abi, lepaskan!" seru Reyna sembari berontak meminta untuk dilepaskan


"Enggak, kita perlu bicara!" kekeuh Abiyu. "Ikut aku!" Abiyu menggenggam jemari Reyna untuk mengikutinya ke kamarnya yang berada di bagian belakang Resto.


Sementara Mega, menatap tajam melihat kepergian mereka.


Seorang pelayan laki-laki datang membawa sejumlah alat kebersihan untuk membersihkan pecahan gelas dan minuman yang tumpah.


"Bersihkan yang benar! jangan sampai ada yang tertinggal!" ujar Mega dengan ketus kepada pelayan laki-laki yang sedang membersihkan bekas pecahan gelas. Mega kemudian beranjak menuju ruangan kantornya.


"Baik, Mbak!" ujar pelayan laki-laki itu.


Sepeninggal Mega waiter itu menggerutu. "Huh dasar nenek lampir. Gayanya seperti bos besar saja. Pasti ketahuan sama istrinya Pak Abi jika sedang menggoda Pak Abi!"


"Ehh, hati-hati kalau ngomong, nanti kalau orangnya dengar kita bisa dipecat!" ujar temannya.


****


Abiyu menarik Reyna masuk ke dalam kamarnya yang kemarin sempat mereka tempati. Dan mendudukkan diri di sofa yang berada di sana.


"Kenapa malah pulang sudah jauh-jauh kemari?" tanya Abiyu memulai percakapan.

__ADS_1


"Seharusnya memang aku tidak usah datang!" jawab Reyna ketus.


"Kenapa? padahal aku senang kamu datang...."


"Aku cuma mau mengantar makanan saja, tadi kak Abi berangkat tanpa sarapan. Lala yang meminta untuk membekalnya buat Kakak!" ujar Reyna tanpa melihat ke arah Abiyu.


Huhh ... masih jutek begitu jawabannya!


"Maaf, tadi tidak sempat pamit karena ada masalah yang urgent di dapur resto!" ujar Abiyu jujur. "Jadi Lala yang menyuruh ya? kalau begitu tolong sampaikan terima kasihku padanya," ujar Abiyu selembut mungkin.


Reyna tidak menjawabnya, melihat ke arah Abiyu sebentar lalu berpaling.


Padahal aku yang memasak dan mengantarnya, kenapa berterima kasih hanya kepada Lala!


"Sini kemarikan makanannya! aku akan memakannya," Abiyu mengulurkan satu tangannya ke depan untuk meminta bekalnya.


"Tapi tadi jatuh, pasti berantakan! tidak usah di makan saja!" tutur Reyna sembari membekap tas bekal yang di bawanya.


"Coba aku lihat dulu, ayo kemarikan!" desak Abiyu dan meraih tas bekal itu dari Reyna. Akhirnya Reyna melepasnya.


Abiyu membuka perlahan tas bekalnya dan mengeluarkan isinya. Ada ayam teriaki+nasi putih dan salad sayur yang terpisah.




Wow ... banyak sekali padahal baru satu jam yang lalu aku makan, tapi ini masakan buatan Reyna. Pasti dia akan marah dan kecewa jika aku tidak memakannya.


"Emm ... enak. Terima kasih ya!" ujar Abiyu sembari tersenyum ke arah Reyna.


Reyna menoleh ke arah Abiyu mengangguk dan balas tersenyum, kemudian kembali menunduk.


Senang sekali melihatnya tersenyum seperti itu kepadaku!


Reyna yang merasa jika Abiyu masih memandanginya mencoba melirik sebentar ke arah Abiyu. Dan, benar saja Abiyu masih menatap ke arahnya dengan senyum dibibirnya. Seketika hal itu membuat Reyna merasa malu, kemudian berpaling menghindari tatapan mata Abiyu. Dan, pipinya pun bersemu merah karena hal itu.


Aku harap bisa terus melihatmu seperti ini Reyna! sungguh senyummu begitu indah dan aku ingin selalu melihatmu tersenyum ke arahku!


Keduanya sama-sama terdiam yang membuat Reyna semakin salah tingkah.


Kenapa kak Abi terus memandangiku! aku merasa udaranya semakin panas saja di ruangan ini.


"Cepat habiskan, aku harus pulang!" Akhirnya Reyna membuka suara untuk mengurangi kecanggungan.


"Kamu juga belum makan siang kan? kita makan bersama saja," ujar Abiyu sembari menyuap satu sendok makanannya ke hadapan Reyna.


"Emh ...enggak, Kak Abi saja yang makan. Aku makan di rumah saja!" tolak Reyna sembari menahan tangan Abiyu untuk menghentikannya menyuap ke arahnya.


"Kamu yang harus banyak makan. Sebab, Reynand masih membutuhkan ASI darimu. Cepat buka mulutnya!" paksa Abiyu.

__ADS_1


Akhirnya Reyna membuka mulutnya juga, dan satu suap nasi berhasil masuk ke dalam mulutnya. Saat Abiyu hendak menyuap untuk yang kedua kalinya, Reyna mengambil alih sendoknya dan menyuap dengan tangannya sendiri.


"Kalau begitu kamu yang suapi aku!" titah Abiyu yang seketika membuat Reyna membulatkan mata. "Ayo aku sudah lapar!"


Mau tidak mau Reyna menurutinya. Suapan demi supaan berlanjut hingga membuat Reyna merasa salah tingkah karena Abiyu makan sembari terus memandanginya. Reyna merasa ada yang tidak beres dengan hatinya, seperti ada desiran yang bergejolak dan tak menentu.


Dan lagi-lagi ia melupakan untuk membahas tentang masalahnya dengan Mira.


Setelah makanan habis Reyna membereskan kotak bekalnya dan memasukkan kembali ke dalam tas bekal.


"Kak aku pulang ya? aku sudah terlalu lama meninggalkan Reynand," ujar Reyna.


"Oh, iya. Siapa yang menjaga Reynand?" tanya Abiyu.


"Tadi Bi Lastri dan Dina datang ke rumah. Aku menitipkan Reynand kepada mereka," tutur Reyna kemudian beranjak berdiri.


Abiyu mengikutinya berdiri. "Mau aku antar?" tanyanya.


"Tidak usah, kan aku bawa motor!" tolak Reyna.


"Baiklah hati-hati ya, dijalan. Kirim pesan jika sudah sampai di rumah!" ujar Abiyu dengan perasaan yang tidak rela untuk berpisah dengan Reyna.


"Iya. Assalamu'alaikum!" ujar Reyna sembari mengulurkan tangan hendak salim.


Abiyu sedikit tercengang dengan hal itu, akhirnya dia ikut mengulurkan tangan dan di sambut oleh Reyna dengan mencium punggung tangannya.


Saat Reyna hendak menarik tangannya Abiyu menahannya. "Bolehkah aku memelukmu sebentar saja?" tanya Abiyu.


Reyna hanya diam tanpa menjawabnya. Abiyu perlahan menariknya ke dalam pelukannya dan Reyna tidak menolaknya. Sejenak keduanya hanya diam saat tubuh keduanya tak berjarak.


Aku mencintaimu Reyna, tetaplah bersamaku selamanya!


Reyna merasakan debaran jantung di dada Abiyu yang membuatnya merasa dicintai oleh laki-laki di depannya.


Abiyu kemudian melepaskan pelukannya setelah beberapa saat berlalu.


"Ayo aku antar ke depan!" ujarnya sembari menggenggam jari-jemari Reyna menuju motornya berada.


Abiyu melihat ke arah Reyna pergi hingga tak terlihat lagi. Dia kemudian kembali masuk ke dalam resto dengan terus mengumbar senyum di wajahnya. Karyawan yang melihatnya menduga jika bosnya sedang merasa senang dengan kehadiran istrinya. Mereka bersyukur bukan Mega yang menjadi istri bosnya.


Sementara Mega, saat melewati ruang kantor Abiyu yang pintunya tidak di tutup menjadi semakin geram, ketika melihat Abiyu senyum-senyum sendiri di depan mejanya. Dia bisa menduga jika hal itu pasti karena kedatangan Reyna barusan.


Sebenarnya apa yang dilakukan wanita itu hingga Rangga dan mas Abi tergoda olehnya! dasar wanita penggoda kau Reyna! aku akan memberi kejutan untukmu nanti! ujar Mega di dalam hati dengan penuh emosi.


____________________Ney-nna_________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...

__ADS_1


...Give a gift & vote 🌹...


...Tank you! 🙏...


__ADS_2