Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Tanda Kemerahan


__ADS_3

...🍁🍁🍁...


...Kau tlah berjuang...


...Menaklukkan hari-harimu yang tak mudah...


...Biar ku menemanimu...


...Membasuh lelahmu...


...Izinkan ku lukis senja...


...Mengukir namamu di sana...


...Mendengar kamu bercerita...


...Menangis tertawa...


...Biar ku lukis malam...


...Bawa kamu bintang-bintang...


...Tuk temanimu yang terluka...


...Hingga kau bahagia...


...🍂🍂🍂...


Sesungguhnya dalam hati Abiyu ingin mengungkapkan rasa bahagianya saat ini. Mendapatkan perhatian kecil dari Reyna saja membuatnya senang. Namun, dia tidak tahu apakah Reyna bahagia bersamanya saat ini. Abiyu hanya ingin membuat hari-hari Reyna menjadi bahagia seperti dahulu kala. Reyna yang di kenalnya wanita yang ramah dan baik hati dan murah senyum.


Namun, Abiyu mengurungkan niatnya untuk berbicara saat ini. Karakternya dengan Reyna yang hampir sama, yaitu sama-sama pendiam, membuat suasana menjadi hening.


Tak berapa lama mereka telah sampai di pelataran rumah. Reyna segera turun dan hendak mengetuk pintu, namun Abiyu mencegahnya.


"Tunggu!" seru Abiyu menghentikan Reyna.


“Ada apa, Kak?” tanya Reyna bingung karena Abiyu mencegahnya untuk memanggil Lala.

__ADS_1


“Sepertinya Lala sudah tidur, tidak usah dibangunkan!” ujar Abiyu yang melihat rumah dalam keadaan sunyi. Terlebih waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 di handphonenya, sehingga kemungkinan Lala sudah tidur.


“Terus kita gimana masuknya? aku tadi gak bawa kunci rumah, Kak,” tanya Reyna yang merasa bingung dua kunci ada di dalam semua.


Abiyu merogoh sesuatu dari dalam saku celananya. Terlihat ada beberapa kunci yang terikat menjadi satu, dan dia memilih salah satu di antara sekian kunci, kemudian memasukkannya ke dalam lubang kunci yang berada di pintu. Dalam dua kali putaran kunci dan satu kali tarikan pada knop pintu, akhirnya terbukalah pintu rumah Reyna.


Reyna terbelalak melihatnya. “Mengapa Kak Abi punya kunci rumahku?” tanya Reyna yang merasa heran dengan tindakan Abiyu barusan. Dalam pikiran Reyna, baru juga beberapa hari menikah dengannya, tapi Abiyu seolah-olah bagaikan pemilik rumah. Hingga dia sempat-sempatnya menduplikat kunci rumah Reyna secara diam-diam.


Aduh gawat, aku harus kasih alasan apa sama Reyna soal kunci. Rumah ini kan aku yang beli tentu saja aku punya kunci rumah ini! gumam Abiyu dalam hati.


“Emm … itu waktu diminta oleh Om Reza membelikan rumah ini aku diberikan tiga kunci oleh pengelola, maaf aku menyimpan satu kunci cadangannya,” ujar Abiyu beralasan.


“Ohh …,” ucap Reyna kemudian masuk ke dalam rumah terlebih dahulu dan meninggalkan Abiyu di belakangnya.


"Huhhhh!" Abiyu menghela napas panjangnya kemudian menngikuti Reyna masuk ke dalam rumah. Saat Reyna berbelok menuju kamar Lala, Abiyu memilih melanjutkan untuk masuk ke dalam kamarnya sendiri untuk bersiap-siap tidur.


Reyna masuk ke dalam kamar Lala dengan mengendap-endap agar tidak menimbulkan suara saat melihat yang empunya kamar tidur dengan lelapnya. Kemudian, dia tersenyum menyaksikan Reynand sedang tidur di samping Lala. Reyna bersyukur ada Lala yang selalu bisa diandalkannya.


Lala memang bukan adik kandungnya tapi perlakuan Lala sudah melebihi saudara kandung baginya. Reyna menyelimuti Lala dengan selimut tebal di bawah kakinya, kemudian membawa Reynand keluar dari kamar Lala untuk di pindahkan menuju ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Abiyu ternyata sudah menukar bajunya dengan piama tidur dan sedang duduk bersandar di atas ranjang sembari memainkan handphone di tangannya. Reyna melanjutkan langkahnya dan meletakkan putranya yang masih terlelap di dalam box bayinya. Setelah itu Reyna menuju almari dan mengambil baju tidur untuk mengganti pakaian yang dikenakannya saat ini.


“Ya ampun sebanyak ini, Kak Abi sadar gak sih pas bikin!” gumam Reyna lirih. Dia merasa malu meskipun tanda itu terlihat oleh yang membuatnya sendiri. Reyna tidak mungkin mengenakan hijab lagi saat akan tidur, dia merasa tidak enak terhadap Abiyu yang pernah protes tentang hal itu.


Akhirnya Reyna segera mengenakan piama tidurnya dan menggerai rambutnya yang panjang. Kemudian, menata rambutnya sebagian di depan di kiri dan kanan agar tidak terlihat tanda kemerahan di lehernya. Setelah itu dia ke luar dari dalam kamar mandi.


Melihat Reyna keluar dari kamar mandi Abiyu segera meletakkan handphone ke atas nakas yang berada di sebelah tempat tidurnya. Saat dia berpaling ke arah Reyna dan melihat Reyna hendak merebahkan diri, dia mencegahnya.


“Reyn, tunggu!” ujar Abiyu yang membuat Reyna mengurungkan untuk tidur dan kembali duduk.


“Ada apa, Kak?” tanya Reyna sembari memandang ke arah Abiyu.


“Terima kasih, karena sudah datang dan menolongku tadi!” ucap Abiyu tulus.


Aduh kenapa Kak Abi membahas itu lagi, aku kan jadi malu! gumam Reyna di dalam hati.


“Emm … iya, sama-sama.” Jawabnya pada akhirnya. “Bagaimana jika aku tidak datang? Apa yang akan Kak Abi lakukan? Apa Kakak akan meminta orang lain untuk melakukannya juga?” tanya Reyna bertubi-tubi, dengan pertanyaan konyol yang tiba-tiba terlontar dari dalam benaknya.

__ADS_1


Abiyu tidak menjawab, namun dia malah tertawa. “Hahahahaha ….”


“Apa sih, Kak? Kak Abi ngetawain aku?” tanya Reyna yang merasa heran dengan Abiyu yang malah tertawa setelah mendengar pertanyaannya.


Kak Abi kenapa sih aneh banget! bagian mana dari pertanyaan aku yang lucu? gumam Reyna kesal merasa tidak suka di tertawakan begitu.


“Pertanyaanmu itu konyol sekali Reyna, mana mungkin aku meminta orang lain melakukan hal itu. Tentu saja aku akan segera pulang dan tetap meminta melakukan itu kepadamu ... atau jika perlu aku akan mendatangi rumah sakit dan meminta obat penenang atau semacamnya. Kenapa harus meminta kepada orang lain yang jelas-jelas tidak halal bagiku? jika yang halal saja sudah Allah sediakan untukku!” ujar Abiyu masih dengan menahan tawa.


Namun tidak bagi Reyna, dia justru tertegun mendengar jawaban Abiyu. Jawaban itu sudah menjawab kegundahan hatinya. Reyna merasa jawaban Abiyu begitu bijak dan tidak terduga. Reyna sempat berprasangka buruk jika di situ ada orang lain pasti Abiyu juga akan melakukannya pada orang lain untuk menyalurkan hasratnya yang menggemu.


Namun, ternyata dia salah. Abiyu masih menjaga etika dan aturan yang benar tentang menyalurkan hasratnya kepada yang halal yaitu istri sahnya. Rupanya sebagai seorang laki-laki Abiyu memegang teguh pada syariat islam.


“Ada apa, Reyn?” tanya Abiyu yang heran melihat Reyna diam saja sembari melihat ke arahnya.


“Ehh … enggak ada apa-apa!” ujar Reyna berbohong saat tersadar jika ia tadi sempat melamun memikirkan kata-kata Abiyu. Padahal sesungguhnya ia terkesima dengan jawabannya tadi. Reyna menjadi semakin jatuh hati pada sikap dan perilaku Abiyu kepadanya.


“Maaf ya, dua hari ini aku telah mengabaikanmu?” ujar Abiyu tulus meminta maaf atas tindakannya seusai malam pertengkaran waktu itu.


“Aku yang salah, aku yang harusnya minta maaf sama Kak Abi!” ujar Reyna kepada Abiyu yang teringat akan kesalahannya waktu itu. Tidak seharusnya Reyna berkata kasar dan mengatakan hal-hal yang membuat Abiyu marah. Abiyu begitu baik terhadapnya selama ini, bahkan menjaganya dengan cara yang benar, menikahinya di saat yang tepat. Namun, Reyna malah berpikir yang bukan-bukan tentang kebaikan Abiyu.


"Tapi aku nggak suka kalau Kak Abi mengabaikan aku kaya gitu! mendingan Kak Abi tegur aku saja jangan mendiamkan aku!!" ujar Reyna dengan terisak-isak.


"Iya, maaf. Lain kali aku gak akan lagi mengabaikanmu. Jangan menangis lagi kan sudah dikasih banyak stempel tadi!" ujar Abiyu menggoda.


"Hhah ... stempel? maksudnya?!" seketika Reyna terdiam tak mengerti.


"Iya stempel di sini ... di sini dan di sini ...!" ujar Abiyu sambil menunjuk ke bagian leher Reyna yang terdapat tanda kemerahan di sana sini.


"Ishh ... dasar itu kan ulah Kak Abi, mana banyak banget lagi!" ujar Reyna dan seketika mengambil guling di sampingnya dan memukulkan perlahan ke badan Abiyu bertubi-tubi.


____________________Ney-nna________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...


...GTive a gift & vote 🌹...

__ADS_1


...Tank you! 🙏💕💕...


__ADS_2