Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Malam Pertama Mira.


__ADS_3

Seusai meminta maaf Dipa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Dia mempersiapkan diri dengan baik untuk sesuatu yang nantikan sejak tadi.


Sedangkan Mira membaringkan diri di tempat tidur untuk mengendurkan otot-ototnya yang menegang akibat terlalu lama berdiri menyambut tamu-tamu yang datang.


Mira sudah beberapa kali menguap saat menunggu suaminya mandi hingga terkantuk-kantuk. Rasanya ketika sudah membaringkan diri di tempat tidur ternyamannya, membuat dia merasa mendapatkan sambutan hangat dari peri tidur yang menaburkan serbuk mimpi.


Wush ...wush ... wush ... seperti ada angin berhembus yang menina bobokan dirinya.


Tak beray lama Mira pun akhirnya tertidur.


Klek!


Dipa ke luar dari kamar mandi, seusai menuntaskan ritual mandinya. Diap, kemudian mendekat ke arah tempat tidur. Di tengoknya wajah Mira dari dekat, ternyata istrinya sudah memejamkan mata. Terdengar dengkuran halus keluar dari saluran pernapasan istrinya. Mira terlihat sangat nyenyak dalam tidurnya. Dipa pun tidak tega untuk membangunkannya. Sebab, dia tahu jika isterinya pasti kelelahan. Hal yang sama juga dirasakan olehnya. Akhirnya Dipa ikut membaringkan diri di samping Mira.


Saat Mira bergerak dan merubah posisi tidurnya tanpa sadar baju tudurnya bagian bawah tersingkap. Dipa yang belum tidur kembali membuka mata merasakan kasurnya yang sedikit berguncang.


Dipa menelan salivanya saa melihat pemandangan dari tubuh istrinya, hingga menampakkan pahanya yang mulus terekspos tanpa penghalang. Hal itu membangkitkan naluri lelakinya. Gairahnya mulai bangkit. Namun, rasanya tidak mungkin untuk membangunkan Mira di saat istrinya itu tertidur dengan sangat nyenyak. Padahal dia sedang ingin berolahraga malam.


Terlebih ini adalah malam pertama mereka, seusai menikah. Tentunya masih ada rasa canggung di antara keduanya karena tidak ada rasa cinta sebelumnya. Akhirnya Dipa mengurungkan niatnya untuk membangunkan istrinya. Dipa kemudian memakaikan selimut di tubuh istrinya.


Setelah itu Dipa kembali memejamkan mata untuk tidur. Namun, lagi-lagi dia tidak bisa tidur. Sebab juniornya yang sudah terlanjur bangun, sulit untuk dijinakkan. Dipa gelisah dan terus bergerak untuk mencari posisi tidur yang nyaman. Hingga menutup mukanya dengan bantal. Namun, hal itu justru membangunkan Mira.


"Ehh ... sudah selesai yah mandinya? maaf aku ketiduran!" tutur Mira setelah membuka mata.


"E-enggak apa-apa, kamu sepertinya sangat letih istirahatlah!" tutur Dipa terbata-bata.


"Ya udah selamat malam!" ucap Mira sembari mengulas senyum manisnya, kemudian kembali memejamkan mata.


Hah kenapa aku malah menyuruhya tidur?! astaga aku bener-bener gak sanggup! gerutu Dipa di dalam hati.


Dipa kemudian bangkit dari tidurnya dan duduk di tepian kasur.


Merasakan ada guncangan Mira pun membuka matanya kembali. Dilihatnya suaminya yang duduk di tepian ranjang membuatnya ikut bangkit.


"Dip, kamu mau ke mana? kamu nggak bisa tidur ya?" tanya Mira seraya menepuk bahu Dipa.


"Eh, maaf jadi membanggakan kamu ya? iya nih aku nggak bisa tidur, Mir," jawab Dipa sembari berbalik melihat ke arah istrinya berharap Mira akan memberikan servis di malam pertama mereka.


"Biasa sih kalau pertama kali ke tempat asing pasti susah tidur," ujar Mira kepada Dipa. "Mau main nggak?" tawar Mira.

__ADS_1


Apa dia bilang barusan? dia bilang ngajakin main, kan? aku nggak salah denger kan dia ngajakin main duluan? gila ... Mira to the poin banget! bikin greget aja! Mira emang pengertian! gumam Dipa di dalam hati.


"Gimana? mau nggak? daripada nggak bisa tidur?" ujar Mira mengulangi pertanyaannya.


Dipa yang tadinya melongo kemudian tersadar dari lamunannya dan segera menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"I-iya aku mau! aku juga udah nungguin dari tadi sebenarnya, tapi nggak enak mau bangunin kamu," tutur Dipa dengan sedikit gugup.


"Oke deh, kita mainnya di sana aja, ya?" ujar Mira sembari menunjuk ke arah sofa yang ada di dalam kamarnya.


Astaga Mira mau ngajakin main di sofa? bener-bener luar biasa istri gue! dia lain dari yang lain! gumam Dipa di dalam hati.


"Oke, boleh-boleh! di sana juga bisa kok!" tutur Dipa semakin bersemangat.


"Ya udah yuk kita ke sana!" ajak Mira kepada suaminya.


Dipa pun segera bangkit dari duduknya dan bersemangat menuju sofa, mengikuti langkah Mira. Mereka pun mendudukkan diri di sana.


"Tunggu, Mir. Sebaiknya sebelum kita main kita berdo'a. Kamu tahu kan do'anya apa?" tanya Dipa kepada Mira.


Berdo'a? oh mungkin Dipa mau berdo'a supaya menang kali ya, selama ini aku kalau main gak pernah berdoa dulu, pantesan aku selalu kalah kalau main sama Gina di kantor! oke deh berdo'a dulu, emang anak saleh ya, mau apa-apa musti doa dulu, emang gak salah aku memilih kamu, Dip! gumam Mira di dalam hati.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Dipa berdo'a dengan kusyu'nya di dalam hati.


Seusai berdo'a, keduanya saling berpandangan.


Deg.


Jantung Dipa mulai berdebar-debar sedikit gugup hingga bingung untuk memulainya.


"Udah do'anya? kita mulai sekarang, ya?" tanya Dipa kepada istrinya.


"Ya ampun suamiku nggak sabaran banget ya? gimana mau mulai kan belum aku ambil! tunggu ya!" ujar Mira sembari menunduk mencari sesuatu di bawah meja.


Mira mau mengambil apa? apa mungkin dia mau aku pakai pengaman? batin Dipa menduga-duga.


"Nah ini dia! taraa ...!" seru Mira sembari memperlihatkan mainan uno stacko miliknya.


"Uno stacko!" pekik Dipa terkejut melihat benda yang ada ditangan istrinya.

__ADS_1


Uno stacko buat apa?! batin Dipa.


"Iya, ini kan permainan yang seru, daripada nggak bisa tidur mending kita main ini sampai nanti datang kantuknya!" tutur Mira sembari tersenyum lebar dan menggoyang-goyangkan kotak yang berisi sejumlah balok berwarna-warni itu.


Astaghfirullah, jadi dari tadi yang dia pikirkan mau ngajakin main uno stacko! terus gimana ini nasib junior aku! ya sudahlah mungkin dia belum siap untuk melakukan itu! aku akan bersabar hingga kamu siap Mira! gumam Dipa.


"Ya sudah kamu susun dulu deh baloknya!" ujar Dipa dengan sedikit lesu bersandar pada sandaran sofa.


"Oke ...!" ujar Mira dengan senang hati menyusun balok-balok itu di atas meja.


Beberapa saat kemudian keduanya pun larut dalam permainan.


"Awas pelan-pelan saja!"


"Aw ... hati-hati!"


"Ayo buruan, Mir!"


"Jangan cepet-cepet nanti roboh!"


Mama Mira yang kala itu sedang melewati depan pintu kamar Mira pun terkejut mendengar seruan-seruan dari dalam kamar pengantin baru itu.


"Astaghfirullah, Mira mendesahnya sampai teriak-teriak begitu di malam pertamanya! perasaan aku dulu nggak begitu deh! untung aja yang dengerin cuma aku, kalau di rumah jeng Shinta kan bikin malu!" tutur mama Mira sembari mengelus dadanya kemudian kembali pergi ke kamarnya.


Waktu pun berjalan cepat hingga larut malam. Kedua pengantin mulai kelelahan dan mengantuk. Akhirnya Dipa dan Mira menyudahi permainan uno stacko di malam pertama mereka.


"Dip ...!" panggil Mira saat merebahkan diri di samping suaminya.


"Iya?" jawab Dipa sambil menoleh ke arah istrinya.


"Besok lagi ya, seru banget main sama kamu!" ujar Mira sembari tersenyum.


"...."


Dipa melongo tanpa menjawabnya.


Yang benar saja, masa di malam ke dua masih harus main uno stacko lagi.


Dipa pun menelan salivanya dengan susah payah saat melihat bibir ranum milik istrinya yang tersenyum manis di depan matanya yang hanya berjarak beberapa centi. Secepat mungkin dia berpaling agar tidak tergoda untuk menyentuh Mira.

__ADS_1


..._________Ney-nna__________...


__ADS_2