
Seusai makan siang dengan Mira dan membeli tiket pesawat untuk kembali ke Jakarta, Mira ikut pulang ke tempat tinggal Dipa.
"Woow ... design rumah lo bagus juga, Dip! unik dan menarik. Semuanya kamu yang design sendiri?" tanya Mira yang takjub dengan design rumah Dipa yang minimalis dan unik.
"Iyalah, masa anak DKV gak bisa design rumah sendiri. Tapi masih kurang puas sih, gak ada taman yang luas jadi gak bisa bikin acara di rumah. Lahan sudah habis, kanan kiri sudah mentok semua," tutur Dipa.
Mira yang tadinya bersedih merasa lebih baik saat berkunjung ke rumah Dipa. Sebab, tempat tinggal Dipa beda dari rumah kebanyakan. Ada sedikit ruang terbuka di bagian dalamnya yang bernuansa alam, tidak berasa terpenjara di dalam rumah meski rumahnya tidak besar.
"Numpang ke toilet dong, Dip. Gue mau wudhu juga!" ujar Mira.
"Sebelah dapur ada kamar mandi, terus sampingnya lagi ada ruangan khusus buat salat. Lo tinggal lurus aja nih ke belakang," ujar Dipa sembari menunjukkan arah.
"Oke makasih!" Mira kemudian beranjak pergi menuju belakang.
Saat hendak menuju toilet, Mira dibuat takjub dengan dapurnya yang menyatu dengan taman kecil di sampingnya dengan suasana alam terbuka.
"Wuihh ... keren!" pekiknya.
"Beruntung banget yang bakalan jadi istrinya nanti!" gumam Mira sesaat sebelum masuk ke toilet.
"Kenapa?" tanya Dipa yang tiba-tiba muncul dari arah belakang hendak mengambil minum di kulkas.
"Dapur lo keren, Dip. Bisa punya ide gitu ya dapurnya menyatu dengan taman!" ujar Mira.
"Oh, itu ... jadi biar suasana memasak itu nyaman. Ntar kalau gue udah punya istri supaya pas lagi masak, si ibu bisa sekalian mengawasi anak juga yang lagi bermain!" tutur Dipa sembari menuang air putih ke dalam gelas.
"Wuihh cowok lajang tapi bikin rumah udah terkonsep begini ya, sampai berpikir kedepannya kalau udah ada istri dan anak segala ... hebaatt!" ujar Mira sembari mengacungkan jempol.
"Ya jelas lah, Mir. Kita itu hidup musti berpikir ke depan. Jangan mikirin yang di belakang, mantan terus-menerus, apa lagi sampai mewek-mewek begitu!" sindir Dipa mengejek.
"Ishh, mulai deh ngeledek lagi! kabu....r." Mira bergegas masuk ke dalam toilet dan meninggalkan Dipa yang terkekeh sendirian.
Dipa kemudian beranjak ke depan, duduk di sofa ruang tengah sembari membuka handphonenya, ada notifikasi chat dari Laluna. Dipa terdiam bingung antara ingin membuka atau tidak chat tersebut.
Sedari kemarin Dipa menghindari grup chat dan mengabaikan notifikasi apa pun dan hanya fokus untuk mengupdate karyanya sendiri. Termasuk berhenti memberi dukungan untuk karya novel milik Laluna. Namun, pikirannya kacau dan tidak bisa fokus memikirkan jika hari ini adalah hari pernikahan Reyna.
Akhirnya Dipa kembali mengabaikan akun yang bernama Laluna tersebut. Dipa bertekad untuk melupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan Reyna. Dan, akun yang bernama Laluna tersebut membuatnya selalu mengingat Reyna.
Dipa mengubah tanda follow menjadi unfollow dengan akun Laluna. Sehingga untuk kedepannya dia dan Laluna tidak bisa bertukar chat lagi.
__ADS_1
Dipa kemudian menaruh handphonenya di atas nakas dan menghidupkan televisi. Tepat pada saat itu terputar videoklip lagu dari Afgan.
🎵🎶
Andai engkau tahu
Betapa ku mencinta
Kupasrahkan hatiku
Takdir kan menjawabnya
Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku 'kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu
Degg.
Lagu yang tepat untuk menggambarkan situasi yang sedang terjadi padanya. Dipa terdiam mencerna bait demi bait dari lirik tersebut yang maknanya cukup dalam dan mengena hingga relung jiwanya.
Dipa akan berusaha move on dari Reyna dan lebih fokus kepada kariernya saat ini. Masalah jodoh, dia akan memasrahkan nya kepada Yang Maha Kuasa. Dippa percaya, jika jodohnya nanti akan tiba di saat yang tepat dan dengan orang yang tepat juga.
Tanpa Dipa sadari Mira sudah kembali dari belakang. Namun, Mira menghentikan langkahnya tatkala mendengar lagu dari Afgan tersebut terputar. Mira pun terdiam di depan pintu, kemudian terpikirkan untuk ikut serta mendengarkan lagu tersebut hingga habis bait terakhirnya.
Lirik lagu tersebut sungguh dalam dan mengena ke dalam benak mereka, seoalah seperti sedang memberi nasehat atas permasalahan yang serupa yang saat ini mereka alami.
***
Reyna merasa tidak nyaman berada di kamar Abiyu. Ada rasa sungkan meskipun sudah mengenal laki-laki itu cukup lama sebelumnya. Reyna mencoba berulangkali untuk menghubungi Mira namun tidak bisa sepertinya Mira telah memblokir nomornya handphonenya.
Reyna menjadi sedih akan hal itu. Dia merasa seperti dighosting oleh Mira. Di jauhi tanpa ada penjelasan dan sebab yang pasti. Perasaan itu cukup mengganggu pikirannya dan menyiksa batinnya. Baginya Mira adalah saudara yang ia miliki sebagai saksi hidupnya selama ini.
Reyna mengenal Mira bahkan sedari dirinya masih sebagai gadis dari keluarga yang biasa saja. Yang mencoba peruntungan nasib dengan membuat bisnis online bersama sedari nol. Dan banyak yang telah mereka lewati bersama. Hingga kini produk mereka cukup dikenal di market place dan berbagai aplikasi online shop, dengan perolehan cukup besar.
__ADS_1
Sudah tujuh bulan lamanya mereka tidak bertemu dan komunikasi yang terjalin pun terbatas. Lebih seringnya yang mereka bicarakan adalah permasalahan yang terjadi dengan kondisi bisnis online yang mereka kerjakan. Itu pun lebih seringnya dengan Gina, sebagai yang bertugas untuk mengerjakan laporannya.
Sehingga keduanya tidak saling membicarakan masalah pribadi yang selama ini terlewati. Saat ini Reyna merasa cemas dan hawatir dengan keberadaan Mira yang hanya sendirian di kota ini.
Tiba-tiba saja pintu kamar terbuka. Seketika Reyna menoleh ke arah pintu. Nampaklah Abiyu dari balik pintu.
"Kak, kenapa tidak mengetuk pintu dulu sih!" ujar Reyna menggerutu.
Abiyu hanya bengong mendengar kata-kata dari Reyna.
Bukankah ini kamarku, dan kamu sekarang adalah istriku yang sah. Lantas mengapa aku harus meminta ijin terlebih dahulu untuk mendatangi kamarku?! gumam Abiyu di dalam hati.
Namun, meskipun begitu akhirnya Abiyu yang mengalah. menuruti keinginan dari istri barunya tersebut yang baru beberapa jam ia nikahi. Dia harus bersabar untuk saat ini demi meluluhkan hati Reyna.
"Baiklah Reyn, aku akan melakukannya setiap aku hendak masuk ke dalam kamarku!" Abiyu mengucapkan kata 'kamarku' dengan penuh penekanan.
Reyna merasa bersalah akan hal itu. Namun ia enggan untuk meminta maaf kepada suaminya.
"Kak, tolong jelaskan apa yang sesungguhnya terjadi antara Kak Abi dan Mira. Entah mengapa aku merasa Mira sangat marah padaku. Tolong kasih tahu aku Kak!" ujar Reyna memohon.
Dengan langkah gontai Abiyu mendekati Reyna dan duduk di sofa di samping Reyna berada.
"Baiklah aku akan menceritakan semuanya. Tapi sebelum itu ijinkan aku mencium keningmu sekali ini saja, Reyna?!" ujar Abiyu mengiba.
Reyna sedikit kaget mendengar permintaan Abiyu. Namun, sesaat kemudian ia mengangguk.
Dengan perlahan Abiyu mencondongkan badannya ke depan dan mendaratkan bibirnya di kening Reyna dengan takzim sembari berdo'a di dalam hati, "Ya Allah ... lembutkanlah hati istriku ..., jangan pisahkan kami kecuali maut yang memisahkan!"
Setitik air mata mengembun di kelopak matanya, merasa terharu dan bersyukur. Sebab, Allah memberikan seorang istri, yang namanya selalu ia sematkan dalam do'anya.
____________________Ney-nna_________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...Give a gift & vote 🌹...
...Tank you! 🙏...
__ADS_1