Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Hal yang tidak terduga lagi dan lagi


__ADS_3

Perlahan Fely membuka isi suratnya dan mulai membacanya.


Dear Felycia,


Assalamu'alaikum...


Beberapa kali bertemu, namun kita belum sempat berkenalan. Perkenalkan namaku Maura. Kamu mungkin sangat membenciku karena telah merebut Raka darimu. Ya, aku pun sadar diri memang aku layak untuk dibenci, namun aku mohon jangan kamu membenci Raka juga, sebab dia sangat mencintaimu.


Kamu pasti sangat kecewa kepadanya karena Raka lebih memilih menikahiku daripada menikah denganmu.


Untuk itulah akan aku ceritakan kisah yang sebenarnya terjadi di antara kita yang perlu kamu ketahui agar kamu tidak salah paham kepada Raka.


Aku yang kala itu sedang mengandung akibat pelecehan seksual yang dilakukan oleh rekan bisnisku, terpaksa meminta Raka untuk menikahiku. Semata-mata demi menutupi aibku sekaligus demi menyelamatkan satu-satunya aset keluargaku. Raka juga terpaksa menyetujui perjodohan itu karena desakan oleh kakeknya.


Selama menikah kami tinggal di kamar terpisah. Percayalah selama kita berumah tangga, tak sekali pun Raka "menyuntuh ku" selayaknya hubungan suami istri. Aku haram baginya dan Raka teramat sangat menjaga dirinya.


Percayalah meskipun menikah denganku, namun hatinya tak pernah berpaling darimu. Sekuat apa pun aku mencoba, namun cintanya hanya untukmu.


Sebentar lagi aku akan melahirkan, itu artinya waktuku hampir habis dengannya. Aku tahu kamu wanita salihah yang jauh lebih pantas untuk disandingkan dengan Raka. Karenanya aku rela jika kamu yang menjadi pendamping hidupnya.


Seusai melahirkan nanti aku akan meminta Raka untuk menceraikan aku. Aku sudah cukup mendapatkan kasih sayang dari Raka dan mama Rahma sebagai anggota keluarga selama tinggal bersama dengan mereka.


Atas kebaikan mereka aku ingin membalas budi dengan mengembalikan apa yang tidak seharusnya aku tempati. Sudah cukup aku meminjam posisi sebagai menantu dikeluarga mereka. Dan, kamulah yang seharusnya berada ditengah-tengah mereka.


Kumohon berikan satu kesempatan lagi untuk Raka. Karena hanya kamu, satu-satunya wanita yang dicintai olehnya. Aku akan turut bahagia melihat kalian bersama kembali.


Wassalamu'alaikum,


Maura

__ADS_1


Fely kembali menutup lembar kertas goresan tangan Maura tersebut dengan perlahan. Dia bisa merasakan ketulusan hati Maura dalam setiap kata-katanya. Dan, juga kepedihan disaat dia menuliskannya.


Fely sungguh terharu, bagaimana mungkin seorang istri rela menukar tempatnya dengan wanita lain. Namun, dari surat ini dia tahu jika Maura tengah mencoba untuk memperbaiki kesalahpahaman yang terjadi selama ini. Dan, Allah begitu baik dengan mengambil nyawa Maura di saat yang tepat. Tentunya agar Maura tidak lagi merasakan pahitnya hidup atas takdir yang pernah dialaminya.


Fely menyeka cairan bening yang sempat mengembun di sudut matanya dengan jari telunjuknya. Dia mulai menyadari suratan takdir yang menimpa Maura, Raka dan juga dirinya. Mungkinkah Allah tengah menunjukkan jalan hidupnya ke depan atas pertemuannya dengan Raka dan bu Rahma hari ini.


"Boleh Tante ikut membacanya, Fe?" tanya Rahma yang penasaran dengan apa yang ditulis Maura dalam suratnya.


"Silakan, Tante!" jawab Fely seraya menyerahkan lembar kertas tersebut ke hadapan Rahma.


Rahma segera menerimanya dan membacanya. Dia pun ikut terharu dengan isi surat Maura. Betapa dia cukup tahu keseharian yang dilakukan Maura demi mendapatkan perhatian dari Raka. Rahma adalah saksi hidup yang mengetahui tentang seperti apa rumah tangga Raka dengan Maura di saat itu.


Rahma juga menjadi saksi, betapa gigihnya Maura saat belajar agama demi memperbaiki diri atas taubatnya kepada Allah. Dan, dia cukup lega karena, Allah mengambil nyawa Maura dalam keadaan yang cukup baik sebagai seorang wanita muslimah dan seorang ibu yang telah berhasil menghadirkan anaknya ke dunia.


Maura selalu bersemangat dalam berjuang agar janin yang dikandungnya dapat tumbuh dan berkembang di rahimnya dengan baik, meski dia harus mempertaruhkan nyawanya.


Selama Maura tinggal di rumahnya, Rahma sudah menganggap Maura selayaknya anak perempuannya sendiri. Sehingga dia pun merasakan kehilangan semenjak Maura tiada.


"Tidak, Tante. Justru Fely merasa lega setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Fely sangat berterima kasih sekali dengan adanya surat ini. Jika tidak selamanya mungkin Fely akan tetap berprasangka buruk kepada Raka dan Maura," tutur Fely yang berkata jujur bahwa dengan membaca surat ini seolah meluruhkan rasa sakit yang sempat terpatri dihatinya.


"Alhamdulillah jika begitu. Tante do'akan, semoga rumah tanggamu dengan suamimu bahagia," ujar Rahma.


"Em ... suami Fely sudah meninggal beberapa hari setelah pernikahan kami, Tante," ungkap Fely yang sontak membuat Rahma terkejut.


Rahma tidak menyangka jika takdir pernikahan Fely pun tidak begitu baik. Dua tahun berlalu rupanya banyak yang telah terjadi di antara mereka yang tidak mereka ketahui.


"Innalillahi ... yang sabar ya, Nak! pasti akan ada hikmah dari takdir yang menimpamu," ujar Rahma sembari mengusap lembut pada bahu Fely dengan maksud ingin menguatkan hati perempuan muda di hadapannya tersebut.


"Iya, Tante terimakasih!" ucap Fely seraya tersenyum mencoba memperlihatkan bahwa dia cukup tegar atas takdir yang menimpanya meski dalam hatinya masih terasa perih ketika mengingat dia telah menjadi janda diusia pernikahannya yang sangat singkat.

__ADS_1


"Fe, sering-seringlah main ke rumah Tante ya, Tante sangat kesepian semenjak Maura tiada!" ujar Rahma.


"Insyaallah, Tan. Tapi bukannya ada anak Maura di sini, biasanya rumah akan terasa ramai dan lebih hidup ketika ada anak kecil," tutur Fely yang juga merasa jika kehadiran anak-anak Reyna di rumah mampu meramaikan suasana rumah dan menjadi penghibur ketika hatinya sedang sedih.


"Rama tidak tinggal di sini, Fe. Anak Maura di asuh oleh orang tuanya. Kebetulan saja mamanya Maura sedang mengantar suaminya berobat, makanya Rama dititipkan di sini," ungkap Rahma.


"Oh ... saya kira dirawat oleh Raka dan Tante," ujar Fely yang kemudian mengingat sesuatu, "Tante, maaf Fely baru ingat jika di rumah sedang ada tamu dan Fely sudah ditunggu dari tadi."


"Baiklah, kalau begitu, Fe. Hati-hati di jalan, ya!"


"Baik Tante, saya permisi. Assalamu'alaikum!"


Sesuai berpamitan Fely segera pulang ke rumah. Rupanya ada banyak pesan dan panggilan tidak terjawab dari Reyna saat di rumah Rahma tadi. Fely tidak mengetahui karena meninggalkannya di mobil.


****


Sesampainya di rumah ternyata Fely terlambat, orang tua dari Nabil dan adiknya sudah pulang beberapa saat lalu, hanya berselang sebentar dengan waktu kedatangan Fely.


"Yaampun, Fe ... kamu dari mana aja?" tanya Reyna.


"Maaf, Kak. Tadi ada kejadian yang tidak terduga di jalan. Tapi, semuanya sudah selesai," tutur Fely mencoba meyakinkan Reyna.


"Oh, ya sudah kalau begitu," tutur Reyna kembali bersabar.


"Ada perlu apa ibu dan bapak ke mari, Kak? apa mereka hendak berziarah ke makam mas Nabil?" tanya Fely kepada Reyna.


"Mungkin itu salah satunya juga. Tapi, ada hal lain yang lebih penting, yaitu mereka datang ke mari karena ingin melamar mu untuk adiknya Nabil," ujar Reyna dengan antusias menyampaikan maksud kedatangan orang tua Nabil.


Namun, hal itu seketika membuat Fely terkejut. Dia tidak menyangka banyak hal-hal yang tidak terduga di hari ini.

__ADS_1


..._________Ney-nna________...


__ADS_2