Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Bad Mood


__ADS_3

Seorang wanita cantik duduk seorang diri di sudut ruang sebuah cafe. Kedua tangannya menghadap ke atas terlipat, bertumpu pada kedua siku tangannya. Sedangkan kepalanya menunduk ke bawah, bagian keningnya bertumpu pada punggung tangannya dengan mata terpejam. Iya merasa hari-hari yang ia lalui terasa berat dan menguras hati. Waktu tidurnya terganggu pun dengan jam makannya.


Orang-orang mulai tahu tentang kabar pernikahannya yang batal. Setiap berpapasan dengan tetangga di area kompleks perumahan, tidak jarang ada yang berbisik-bisik, menggunjing membicarakannya. Ada pula yang terang-terangan bertanya di tempat orang berkumpul sehingga membuatnya seakan di permalukan di muka umum. Begitu pula teman-temannya di kantor, mereka diam-diam membicarakan Mira di belakang.


Apa salahnya, hingga hal itu berimbas besar padanya. Dalam kasus ini ia bukan tersangka maupun korbannya. Namun pandangan mereka seolah mencibir, menghakimi, dan membully nasib pahit yang sedang menimpanya. Rasa perih dan sakit bertubi-tubi ia rasakan. Malu dan tak nyaman ketika harus berada di hadapan orang.


Tak seperti biasanya, Mira yang ceria dan apa adanya seolah musnah bak di telan bumi. Karena ia lebih sering terlihat diam, murung dan menyendiri. Bahkan Jona seringkali ketahuan sedang memantau Mira dari jauh. Mira pun tahu itu. Namun, ia berpura-pura tidak tahu karena tak ingin ada interaksi lagi dengan laki-laki yang pernah memberi warna dalam hidupnya sekaligus menggoreskan luka di hatinya.


"Mir, kalau ngantuk itu tidur bukannya malah nongkrong di cafe!"


"Aku perhatikan kamu sendirian ya di sini?"


"Udah kelar kan masalah kamu yang kemaren?"


"Atau dia masih ngejar-ngejar kamu?" tiba-tiba Abiyu sudah duduk di depannya dengan pertanyaan bertubi-tubi.


Mira mendongak sembari menurunkan tangannya.


"Kak Abi nggak salah minum obat kan?" tanya Mira.


"Kenapa? Aku gak sakit kenapa harus minum obat!" ungkap Abiyu.


"Dateng-dateng langsung nyerocos dan kasih pertanyaan bertubi-tubi. Biasanya juga pelit ngomong, kenapa barusan banyak ngomong!" tutur Mira.


"Hhahhhaha, emang aku gitu?" tanya Abiyu.


"Hhhhhh....!" Mira menghela napas beratnya sembari membuang muka ke samping.


"Kak Abi ngapain di sini?" tanya Mira.


"Aku janjian ketemu sama temen di sini. Mau bahas tentang kerjaan!"


"Gak apa-apa kan, aku duduk di sini. Daripada kamu sendirian ntar dikira cewek aneh!" ujar Abiyu.


Mira menatap tajam pada Abiyu. Belum sempat ia menanggapi, ada seorang perempuan mendekat dan ikut bergabung ke meja mereka.


"Hai, Bi. Uda lama nunggunya?" tanya wanita itu.


"Nggak kok, baru aja! Oh ya Sheil, kenalkan temen aku, kebetulan tadi ketemu di sini," tutur Abiyu.

__ADS_1


"Sheila!" ujar Sheila memperkenalkan diri sembari menjulurkan tangannya untuk berjabatan tangan.


"Mira!" jawab Mira singkat.


Pelayan cafe datang menyodorkan buku menu kehadapan meraka. Mereka berdua dengan asik memesan makanannya.


Mira mengaduk-aduk sedotan di dalam gelasnya. Dan, hanya sesekali melirik menyaksikan interaksi keduanya.


Mira seperti melihat sisi lain dari Abiyu. Sebab, dia yang biasanya irit dalam berbicara tiba-tiba saja terlihat banyak bicara saat mengobrol tanpa henti bersama dengan temannya itu. Bahkan mereka berdua terlalu asyik, tanpa menghiraukan keberadaan Mira di sana.


Namun, hal itu tidak lah penting bagi Mira. Ia tidak mempedulikannya. Sebab, saat ini yang ia pikirkan hanyalah kapan masalahnya lekas selesai. Begitu minumnya habis Mira berniat untuk pulang terlebih dulu. Sebab sabentar lagi ia harus mengantarkan opa dan omanya ke Bandara.


Karena pernikahannya dengan Jona di batalkan opa dan omanya akhirnya kembali pulang ke kampung halamannya.


Ada chat dari mamanya yang meminta Mira untuk segera pulang. Akhirnya ia pun pamit undur diri kepada Abiyu.


"Kak, aku pamit pulang ya. Barusan sudah di WA sama, Mama. Assalamu'alaikum!" pamit Mira singkat, jelas dan padat.


"Oh, iya. Hati-hati!"


"Wa'alaikumussalam," jawab Abiyu.


*****


Hari silih berganti, Mira mulai tegar dan cuek dengan kata-kata orang. Lama-lama orang-orang yang sering menggunjingnya pun cape sendiri. Tapi tidak di pungkiri bahwa moodnya belum juga kembali. Ia seolah lupa caranya tersenyum dan bercanda.


Beberapa kali Abiyu menyapa Mira jika ia datang untuk makan di resto milik bunda Maya. Ia menyapa sekedar untuk memberi penghiburan. Bagaimanapun ia pernah berada di posisi, Mira. Sehingga ia sangat tau yang namanya patah hati itu seperti apa.


Namun, hal itu justru membuat bunda Maya salah paham. Bunda Maya mengira jika putranya dan Mira sedang dekat. Dan, berniat untuk menjodohkan mereka. Padahal mereka hanya mengobrol biasa.


****


"Kak, duduk sini bentar, Bunda mau bicara sama kamu," ucap bunda Maya.


Abiyu yang hendak pergi mengurungkan niatnya dan menurut untuk duduk di samping bundanya.


"Ada apa, Bun?" tanya Abiyu setelah berhasil mendudukkan dirinya di sofa di sebelah bunda Maya.


"Mau pergi ke mana?" tanya bunda.

__ADS_1


"Biasa Bun, ketemu sama temen. Kebetulan teman Abi mengajak kerjasama untuk mendirikan sebuah cafe. Dan ia ingin berkolaborasi menggunakan beberapa menu restoran kita untuk di jadikan menu di cafe itu," tutur Abiyu.


"Alhamdulillah, anak bunda semakin succes dan di mudahkan rezekinya. Tapi, ada satu kekurangannya, kamu terlalu sibuk berkarir hingga melupakan untuk mencari istri."


"Kak, ayo menikah lah, bunda sudah ingin sekali melihat kakak menikah dan berkeluarga," ujar bunda Maya pada anak sulungnya.


"Hhh...! Bun, Abi pasti akan menikah tapi tidak sekarang. Abi belum menemukan yang tepat untuk di jadikan istri," tolak Abiyu.


"Bukannya kamu dekat dengan Mira? Bunda pikir akhir-akhir ini kalian sering mengobrol berdua," terka bunda.


"Aku dan Mira tidak ada apa-apa, Bun. Aku hanya bersimpati padanya, itu saja tidak lebih."


"Itu karena kamu tidak pernah membuka hati kamu. Cobalah lebih peka terhadap wanita di sekitarmu. Lihat mereka dengan kasih sayang. Bagaimana dulu kamu bisa semudah itu menyukai Reyna dan sekarang tidak bisa. Itu karena kamu terus menerus mengunci rapat-rapat hatimu. Sehingga percuma saja jika ada wanita yang mendekat dan mengetuk namun kamu tidak mau membukanya.


"Lantas aku harus apa, Bun. Tidak ada yang menarik perhatianku."


"Cinta bisa tumbuh karena terbiasa, Bi. Bunda akan merekomendasikan beberapa nama. Menikahlah dengan wanita yang kamu pilih dari yang Bunda rekomendasikan. Dan dengan seiring berjalannya waktu, bunda yakin akan tumbuh rasa cinta jika kamu mau berusaha untuk menumbuhkan rasa cinta itu!" bujuk Bunda Maya.


"Kedengarannya hampir sama dengan perjodohan," tutur Abiyu yang meragu untuk mengiyakan usulan bundanya.


"Itu kan hampir sama dengan ta'aruf, Bi. Dan itu lebih baik daripada kencan buta. Bagaimana jika salah satunya psikopat atau punya maksud lain untuk menipu. Lebih baik memlih beberapa yang kita kenali orangnya," ujar Bunda.


"Niat hati orang siapa yang tahu, Bun. Lagi pula bisa saja dari luar terlihat baik, tapi ternyata menyimpan banyak misteri di kehidupannya yang ia sembunyikan," kilah Abiyu.


"Ahh kamu itu sudah suudzon begitu sama orang lain. Susah dong kalau kamu tidak bisa mempercayai orang lain begitu," bunda mulai merasa kesal dengan anaknya itu.


"Memangnya siapa yang ibu rekomendasikan buat Abi?" Abiyu menelisik.


"Mega dan Mira. Ayahnya Mega sudah berulangkali bertanya pada Bunda, untuk menjodohkan kalian. Mega sendiri Bunda tau kalau dia sering memperhatikan kamu dan membahas tentang kamu jika bertemu Bunda di Jogja."


"Kalau Mira, Bunda lihat ia anak yang baik dan setia. Kamu banyak diem dan Mira anak yang periang sehingga Bunda rasa kalian akan seimbang. Bagaimana?" tanya Bunda.


Abiyu terdiam menimang-nimang perkataan bundanya. Ia ragu dengan ide bundanya itu. Seperti tidak ada dorongan yang kuat untuk mengiyakan. Tapi ia belum mencobanya bukan.


Haruskah aku melakukan yang bunda inginkan? Mengapa seperti tidak yakin untuk memilih salah satu diantaranya. Mega rekan kerja yang baik dan kami sepemikiran untuk mengelola restoran. Tapi aku tidak yakin dengan kepribadiannya. Lingkungan pergaulan Mega yang penuh dengan hingar bingar, membuat aku ragu. Sedangkan Mira....


____________________Ney-nna_______________


Jangan lupa untuk mendukung author 😄😘

__ADS_1


Semangat untuk menjalani hari agar harimu di berkahi 💪💕💕


__ADS_2