Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Gadis Malang


__ADS_3

POV Mira.


Reyna! pekikku sembari membulatkan mata dan mulut yang terbuka.


Degg.


Seketika remuk jantungku. Tiba-tiba saja hatiku hancur. Perih hingga ke ulu hati. Tak pernah ku kira kau begitu tega. Mengapa harus kau orangnya. Orang yang selama ini aku pikir paling mengerti aku. Orang yang selama ini aku sayangi seperti saudara sendiri. Mengapa harus kau yang menjadi pilihannya.


Tanpa aku tahu, di belakangku kau menjalin cinta dengannya. Batinku terluka, miris saat aku tahu kaulah yang jadi pilihannya, sedangkan aku adalah sosok yang diabaikannya. Sungguh aku tertipu dengan kepolosanmu. Apa benar kau sahabatku?! batinku bergemuruh di dalam jiwaku yang nelangsa. Naluriku meragukannya.


"Mira ...!" serunya saat melihatku. Dia melemparkan senyumnya kepadaku seolah tidak ada masalah yang terjadi diantara kita. Atau kah dia ingin mengejekku, bahwa dialah pemenangnya, dan aku adalah pecundang baginya.


"Huh!" aku berpaling begitu saja tanpa menghiraukan sapaannya.


Dia beranjak berdiri dan datang padaku kemudian menggenggam tanganku. "Mira, apa kabar?" tanyanya, "Aku kangen banget Mira, sama kamu. Aku nggak nyangka kamu juga akan datang!" ucapnya lagi, dan kedua tangannya tiba-tiba saja terulur hendak memelukku.


Reflek aku menepis tangannya dan menolaknya. Batinku membara menyimpan kekesalan padanya yang tak bisa ku mengerti, akan sikapku sendiri. Pikiranku diliputi oleh emosi yang memuncak padanya.


"Lo tega bohongin gue, Reyn! lo bilang lo tinggal di Solo. Kenapa tiba-tiba lo bisa ada di sini dan hendak menikah dengannya. Bahkan kalian menjalin hubungan dibelakang gue! lantas apa lo benar-benar menganggap gue ini sahabat lo?!" ujarku dengan penuh penekanan. Reyna nampak bingung dan terkejut dengan kata-kataku.


Kak Abiyu terlihat ikut mendatangi kami dan berkata, "Jangan salah paham dulu, Mira. Aku yang salah ... Reyna tidak tahu menahu apa pun soal itu. Biar aku yang menjelaskan padanya nanti. Tolong maafkan semua kesalahanku, Mira!" tambahnya dengan membelanya di hadapanku.


Aku menyunggingkan senyum kecutku pada pada Kak Abi dan melihatnya dengan jengah.


"Gak perlu! kalian memang yang lebih pantas bersama dibandingkan dengan aku yang tak pernah memberi rasa kepadamu. Bukankah jiwamu terus mengabaikan ku dan berpaling kepadanya. Seperti hari ini, kau telah membuktikannya, bahwa dialah yang lebih pantas berada di sisimu untuk selalu mendampingimu. Dan bukan aku!"


Seolah-olah aku tak sanggup untuk berdekatan dengannya. Kakiku membawaku melangkah pergi, menjauh sejauh mungkin untuk meninggalkan semua yang ada di sana.


Aku terus berlari dan berlari meski mendengar teriakan dari mereka untuk menghentikan langkahku. Namun aku tidak mengindahkannya. Karena aku tak akan sudi untuk kembali dan berada di sana lagi yang hanya akan membuatku semakin terluka.

__ADS_1


Aku duduk di halte dan memesan taxi online. Aku menangis sejadi-jadinya di sana. Tak berapa lama aku menunggu, saat itu ada sebuah mobil yang berhenti di depanku, yang aku rasa adalah taxi online. Tanpa ba-bi-bu aku membuka pintu mobil tersebut dan naik ke dalam dari pintu tengah.


"Jalan, Pak!" perintahku kepada seseorang yang telah duduk di bagian depan kemudinya.


"Mau kemana?" tanyanya tanpa membalikkan badan.


"Pokoknya buruan, jalan dulu, Pak!" perintahku.


Dengan segera sopir itu menyalakan mesin kendaraannya dan melaju menuju ke jalan raya.


Air mataku pun pecah begitu saja ketika berada di dalam mobil. Aku menangis meluapkan kesedihanku. Sebelumnya aku masih baik-baik saja saat bunda memberi tahu kak Abi akan menikah dengan wanita lain. Namun, saat melihat pengantin wanitanya adalah Reyna, hal itu seketika membuat hatiku sangat sakit bagai tertancap sembilu. Dan tak tahu mengapa aku menjadi sangat marah dan emosi kepadanya. Aku merasa dicurangi oleh mereka.


Mungkinkah selama ini secara diam-diam mereka menjalin hubungan di belakangku? Lantas untuk apa kak Abi menerima untuk melakukan masa penjajakan denganku jika ia sudah memilih Reyna? pertanyaan itu terus saja berkecamuk di dalam benakku. Aku merasa di permainkan.


Tanpa menghiraukan sopir taxi yang mungkin saja sedang menghujatku di dalam hatinya saat aku memperlihatkan titik terendahku padanya. Entah sudah berapa lama kami hanya berputar-putar di jalanan.


"Aku sudah capek. Kita sudah lima kali memutari jalan ini. Sekarang katakan kau mau kemana, biar aku mengantarmu!?" ujar sang sopir.


"Dipa ... kok--" pekikku dan seketika lidahku menjadi kelu.


Aku terkesiap saat baru menyadari jika sedari tadi yang bersama denganku bukanlah sopir taxi online melainkan Dipa. Aku benar-benar malu hingga tak bisa melanjutkan kata-kataku.


Mengapa dia lagi yang selalu muncul disaat aku merasa terpuruk! batin Mira sendu.


"Iya gue ... kaget ya? hahahhha ...!" tawanya pun pecah seolah menertawakan kebodohanku.


"Lo ngapain dari tadi gak bilang kalau bukan sopir taxi, dasar!" umpat Mira kesal sembari mengusap air matanya dengan tissue yang diambilnya dari atas dashboard mobil Dipa.


"Ya tadi gue cuma memastikan, kaya mirip lo di halte bener gak gitu ... eh gak taunya beneran lo, dan tiba-tiba lo masuk begitu saja ke dalam mobil tanpa gue tawarin terlebih dulu! gue cuma nggak tega aja nurunin gadis malang kaya lo! hahahaha ...!" Dipa kembali menertawakan kebodohan ku tadi

__ADS_1


Ku lepas sling bag yang ku kalungkan di leherku dan ku timpukkan tas di genggamanku berulangkali di punggungnya.


Puk puk puk.


"Aduh ... sakit, Mir! kamu bar-bar gitu sih jadi cewek! pantesan pacar lo pada kabur!" ejek Dipa, dan seketika membuat Mira terdiam dan menatap tajam ke arah Dipa.


Sedangkan Dipa hanya menekuni jalanan di depannya, tanpa peduli dengan kata-kata terakhirnya yang menohok melukai perasaanku.


"Kenapa lo bisa ada di Yogya, Mir? pacar baru lo orang sini ya?" tanya Dipa padaku.


Pacar? aku baru menyadari jika hubungan yang selama ini aku jalani dengan kak Abi tak mempunyai status yang jelas. Tapi aku merasa diberi harapan palsu olehnya atas akses yang diberikan oleh bunda Maya.


Namun, yang membuat hatiku terasa sangat sakit adalah karena dia menyembunyikan hubungannya dengan Reyna dariku, sehingga aku terus menunggunya dan berharap suatu saat bisa mendapatkan cintanya. Terlebih aku dan Reyna bersahabat. Wajar jika aku menyalahkannya, sebab dia jelas tahu tentang hal itu.


"Mir ... Mira ..., malah bengong sih diajak bicara juga!"


Suara Dipa membuyarkan lamunanku. "Apa ... kamu tadi bilang apa?"


"Huhhh ...! ya sudah kita cari makan dulu aja. Lo pasti laper karena dari tadi mewek terus!" ujarnya


"Terserah ...!" ucapku pasrah menurut saja padanya. Aku sudah lelah untuk mendebatnya.


Dalam hati aku merasa beruntung karena di saat aku sedang terpuruk seperti ini di kota yang asing bagiku, aku tidak sendirian. Aku menemukan seseorang yang mengenalku, meskipun kata-katanya tidak ada manis-manisnya, tapi aku cukup tahu dia orang yang baik dan peduli kepadaku.


_____________________Ney-nna________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...

__ADS_1


...Give a gift & vote 🌹...


...Tank you! 🙏...


__ADS_2