Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Lembur


__ADS_3

Pagi harinya Raka memastikan bahwa keadaan kakek baik-baik saja. Setelah sarapan pagi akhirnya Raka dan Fely pulang ke rumah bunda.


Sesampainya di rumah, Raka segera mengganti bajunya dengan baju yang sesuai untuk dipakainya ke kantor. Dikenakannya kemeja berwarna biru muda dengan dasi berwarna navy dan celana panjang berwarna hitam. Semua itu adalah pilihan dari Fely. Untuk pertama kalinya dia ingin menyiapkan semua kebutuhan suaminya itu.


Usai bersiap-siap Raka dan Fely ke luar dari kamar untuk berpamitan kepada bunda dan yang lain. Raka merangkul istrinya menuju ruang tengah. Terlihat bunda yang sedang melihat televisi.


"Nanti jadi balik ke Jakarta, Bun?" sapa Raka kepada bunda Maya.


"Iya, Raka. Jadwal keberangkatannya masih nanti sore kok, kamu jam 17.00 sudah pulang kantor kan?" tanya bunda.


"Harusnya sih udah, Bun. Biasanya kalau jam 16.00 kantor udah pada beberes mau pulang. Jadi setengah lima udah nyampe rumah," jawab Raka.


"Alhamdulillah, kalau begitu berarti masih sempat buat ikut mengantar," tutur bunda.


"Insyaa Allah, Bun. Raka akan usahakan cepat pulang."


"Semalam kalian ke mana nggak pulang?" tanya Abiyu yang baru muncul usai sarapan sembari menggandeng tangan Alesha untuk bergabung ke ruang tengah.


"Oh, semalam kita jalan-jalan aja kok, Mas. Habisnya nggak bisa ngajakin Felly honeymoon, kasihan sama dia karena ke depannya aku sudah mulai sibuk kerja," tutur Raka menjelaskan.


"Oh, jadi begitu!" ujar Abiyu dengan singkat.


"Saya pamit untuk berangkat kerja dulu ya Mas, Bun?"


"Iya, Raka. Hati-hati ya!" jawab Bunda.


Sedangkan Abiyu cukup menganggukkan kepalanya sekali sebagai jawaban.


Fely membuntuti suaminya hingga ke teras rumah.


"Diajeng, aku berangkat ya!" pamit Raka kepada istrinya


"Iya Kangmas, hati-hati di jalan ya?" ujar Fely seraya mencium punggung tangan suaminya.


Sebelum berlalu Raka menyempatkan untuk mengusap pipi Fely dengan ibu jarinya, kemudian mengecup singkat kening istrinya.


Saat Raka berbalik hendak ke parkiran Fely memanggilnya, "Mas, ini kuncinya!"


"Aku bawa motor aja, Sayang. Biar nggak macet!" ujar Raka beralasan.


Akhirnya Fely menyerah saja. Dia tidak ingin membuat suaminya tersinggung dengan terus memaksakan untuk memberinya bantuan. Dia mencoba mengerti seorang laki-laki pasti akan mempertahankan harga dirinya dan tidak ingin terlihat lemah di hadapan perempuan. Laki-laki akan lebih suka jika dianggap sebagai pelindung dan penjaga. Dan, Fely pun mencoba mengerti.


Fely melambaikan tangan sembari tersenyum mengiringi kepergian suaminya. Setelah Raka sudah tidak terlihat lagi dia kembali masuk ke dalam rumah.


****

__ADS_1


Perusahaan BW grup.


Raka telah tiba di ruangan kerjanya yang ditunjukkan oleh Agung. Agung adalah asisten direktur almarhum pak Bagaskara, papanya Yasmine.


Raka seketika protes, dia tidak mau jika satu ruangan dengan Yasmine saja. Takutnya hal itu akan mendatangkan fitnah ketika satu ruang kantor hanya diisi oleh dua orang saja, yang berlawanan jenis. Setelah sedikit berdebat, akhirnya ditemukannya satu solusi.


Agung akan ikut bergabung ke ruangan itu sehingga satu ruangan itu terisi oleh tiga orang.


"Astaga! ini udah mendekati akhir bulan dan segala laporan kerja belum kelar?" ujar Raka pada Agung.


"Maaf Mas, tapi saya benar-benar kewalahan mengerjakan semuanya sendiri. Bu Ratih tidak ada waktu untuk mengerjakan tugasnya jadi tugasnya dilimpahkan kepada saya semuanya, Mas," tutur Agung Menjelaskan.


Sedangkan Agung sendiri termasuk karyawan baru. Agung berkerja di perusahaan ini kurang lebih enam bulan. Dia belum paham betul tugas yang harusnya hanya dikerjakan oleh seorang direktur, sehingga banyak yang dia lewatkan pengerjaannya.


"Baiklah, jalan satu-satunya adalah kita harus lembur!" ujar Raka memberi solusi. "Dan, kamu Yasmine, harus belajar dengan cepat karena kita sudah tidak punya waktu lagi. Jika tim audit datang dan menemukan kesalahan ini, maka bisa diartikan SDM perusahaan ini buruk!" tambahnya.


Akhirnya malam itu mereka mulai lembur demi menuntaskan pekerjaan yang terbengkalai.


✉️ Raka


Sayang, maaf aku hari ini pulang telat karena banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan sebelum awal bulan ini. Tolong sampaikan maaf ku kepada bunda dan yang lainnya, karena tidak bisa menemani untuk mengantar ke bandara🙏


Pesan dikirim.


Raka kembali melanjutkan pekerjaannya. Sesaat berlalu kemudian ada balasan dari Fely. Dengan segera Raka membukanya.


✉️ My Wife.


✉️ Raka.


Baik, Sayang. Terima kasih sudah diingatkan. I 💕 U, Fe.


✉️ My Wife.


Iya, ❣️ you too, my hubby.


*****


Pukul 22.00 WIB, Raka baru pulang. Diketuknya pintu berulang-ulang hingga cukup lama dia berdiri menunggu istrinya membukakan pintu. Setelah ditelepon berulang kali, akhirnya barulah pintu dibukakan olehistrinya.


"Kangmas, udah lama ya? maaf-maaf aku ketiduran," ujar Fely dengan rasa bersalahnya.


"Iya, nggak apa-apa. Maaf aku pulang terlalu larut," ujar Raka.


Fely mengangguk sembari menguap.

__ADS_1


Raka menyadari bahwa istrinya pasti ketiduran saat lama menunggu kedatangannya. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar. Fely dengan sigap membukakan dasi yang dikenakan suaminya dan membantu melepaskan kancing kemejanya.


"Diajeng, tidurlah duluan. Aku akan membersihkan badan terlebih dahulu, setelah itu aku akan menyusul mu tidur!" pinta Raka agar Fely tidak lagi menunggunya.


"Iya, Mas. Ya udah, sana buruan mandi!" ujar Fely sembari mendorong pelan punggung suaminya menuju ke kamar mandi.


Raka bergegas membersihkan dirinya. Seharian berkutat di depan layar monitor demi mengerjakan tugas-tugas, membuat badannya terasa sangat letih.


Setelah beberapa saat berlalu, Raka telah menyelesaikan mandinya. Dia ke luar dengan mengenakan handuk yang masih terlilit di bagian pinggangnya. Dilihatnya sang istri sudah terlelap dalam tidurnya. Namun, dia malah tersenyum tatkala melihat satu set baju rumahan yang sudah disiapkan oleh istrinya sebagai baju ganti untuknya.


Raka segera memakainya, kemudian beranjak menuju ranjangnya dan merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Disempatkan nya mengecup pucuk kepala istrinya dengan penuh sayang. Kemudian mulai menutup mata.


Keesokannya, usai melaksanakan salat subuh di masjid ternyata istrinya sudah sibuk di dapur. Fely tengah menyiapkan sarapan perdananya untuk sang suami.


"Diajeng, perlu bantuan nggak?" tanya Raka saat menghampiri Fely ke dapur.


"Nggak usah, Mas. Semalam kan udah lembur, pasti masih ngantuk, kan? kamu istirahat lagi aja, Mas. Nanti aku bangunin jika sudah waktunya.


"Baiklah!" ujar Raka kemudian berlalu pergi


Seusai memasak Fely hendak membangunkan suaminya. Di carinya Raka ke dalam kamar, namun ternyata kosong. Begitupun dengan di kamar mandi juga tidak ada.


Saat dia menuruni tangga dilihatnya sang suami duduk di sofa ruang tengah sudah lengkap dengan seragam kerjanya. Namun matanya terkatup.


Fely perlahan duduk di samping suaminya, kemudian membelai lembut wajah sang suami. "Mas, bangun. Ayo sarapan dulu!"


Tanpa aba-aba Raka seketika mendekap tubuh sang istri ke dalam pelukannya dan mengecup singkat bibirnya.


Grepp!


"Astaga mengagetkan saja sih, Mas. Kenapa malah bersiap-siap, Mas? tadi bukannya aku suruh tidur dulu," ujar Fely.


"Nggak mau bobo sendirian!"


"Ishh, manja kamu, Mas!"


"Hehehe, ada rapat pagi ini, Sayang. Aku harus berangkat pagi-pagi ke kantor. Dan, malamnya aku harus lembur. Maaf, ya?" ujar Raka dengan sedih karena harus sibuk bekerja dan membuat istrinya melalui hari sendirian.


Sebenarnya Fely sangat sedih mendengarnya, namun dia berusaha tersenyum agar suaminya tidak patah semangat.


"Aku nggak apa-apa, Mas. Aku akan mendukungmu!" ujar Fely.


"Terima kasih, Diajeng!"


Dan selama tiga hari berturut-turut, Raka selalu pulang malam. Namun, di hari keempat Fely benar-benar cemas saat jam sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi dan suaminya belum pulang.

__ADS_1


...________Ney-nna________...


__ADS_2