
Lala duduk terdiam di depan meja belajarnya. Dia merasa sedih dan tidak nyaman ketika didiamkan oleh orang yang dianggapnya cukup dekat. Selama di sini Reyna sangat baik padanya, bahkan menganggapnya seperti adiknya sendiri. Lala terisak menyesali kata-kata yang terlontar dari mulutnya sehingga Reyna menjadi salah paham.
Saat ini dia sedang mencoba membuka draft untuk mengetik lanjutan cerita novelnya. Namun pikirannya buntu seolah ide yang tadinya sudah dirancang di dalam isi kepalanya menguap begitu saja hingga tak mampu dia tuangkan ke dalam sebuah cerita. Stuck di 500 kata sedari pagi. Akhirnya dia keluar dari mengetik mencoba mencoba untuk masuk ke grup chat untuk menyapa teman-temannya sesama author.
Beberapa saat mengikuti obrolan di grup chat membuat suasana hatinya sedikit mereda. Lala kemuadian membuka notifikasi. Tiba-tiba saja ada yang boom like dengan akun baru memberinya vote dan beberapa tangkai mawar. Lala merasa ada yang aneh, namun ia berpikir mungkin saja itu adalah bentuk dukungan dari salah seorang reader'snya yang memberi dukungan karena menyukai karyanya.
Hal itu ternyata cukup memotivasinya untuk kembali mengetik. Dengan anggapan ada readernya yang sedang menunggunya untuk meng-upload chapter selanjutnya. Sebab sudah sebulan ini ia mendapatkan dukungan yang serupa dari reader'snya dengan akun yang berbeda-beda setiap harinya.
Sebulan yang lalu ia mendapatkan notifikasi dari salah satu author yang mengirim private chat padanya. Nama penanya Birendra_D. Lala tahu jika dia adalah salah satu member di grup chat author yang ia kenal. Lala yang masih pemula jarang ikut nimbrung, tapi dia sering menyimak jika author dengan nama Birendra_D cukup terkenal di kalangan para author. Bahkan levelnya sudah Diamond.
Bermula dari private chat tersebut Lala mulai mengenal Birendra_D. Sosoknya ramah dan menyenangkan. Banyak memberi masukan dan berbagi pengalamannya cara agar bisa naik level dengan mudah. Dalam dunia halu Lala dikenal dengan nama pena Laluna. Lala menggunakan foto Reynand di Avanya. Sedangkan Birendra menggunakan foto Animasi komik di Avanya.
Birendra pernah menanyakan perihal foto yang digunakan Lala, dan saat itu Lala mengaku jika itu foto anaknya. Lala juga mengaku jika anaknya tidak memiliki papa. Dan hal itu menyebabkan Birendra menyangka jika kisah novel yang dibuat oleh Laluna adalah kisah nyata hidupnya sendiri. Dan kisah itu hampir serupa dengan kisah salah seseorang sahabatnya, yang menjadi sigle mother untuk putranya yang masih balita.
Sewaktu masih SMA sahabatnya itu sangat suka membuat cerpen untuk dikirim ke majalah remaja yang mengadakan lomba menulis cerpen. Sehingga besar kemungkinan jika sahabatnya kini menjadi penulis novel. Dan sahabatnya itu adalah sosok yang dicintainya hingga saat ini. Birendra mengira, Laluna adalah nama pena sahabatnya itu. Sehingga Birendra terus mengikuti kisah yang ditulis Laluna.
Keduanya mulai akrab saling dukung karya satu sama lain. Belakangan Lala mengetahui jika yang sering memberinya dukungan adalah Birendra. Lala mulai mengagumi sosok Birendra berkat perhatiannya selama bertukar chat. Akhirnya tumbuh rasa suka yang berawal dari dunia halu tersebut.
Dan saat Lala meng-upload chapter tentang tokohnya yang sedang mempersiapkan pernikahan. Birendra terkejut saat membaca chapter tersebut dan buru-buru mengirim chat kepada Laluna untuk menanyakan perihal itu. Lala yang sedang sibuk di dapur memasak untuk makan malam tidak menggubris handphonenya. Birendra menjadi kacau, ia tidak ingin kehilangan kesempatan keduanya untuk menikahi sahabatnya.
Disabetnya kunci mobil di atas nakas dan berlari menuju garasi rumahnya. Setelah mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi Birendra segera menyalakan mobilnya menuju tempat sahabatnya tinggal.
****
__ADS_1
Abiyu menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya. Ia merasa lelah dengan aktivitasnya minggu ini. Pertama tentang persiapan untuk peresmian cafe barunya yang belum juga selesai dirampungkan, kemudian masalah di restoran, masalah persiapan pernikahan yang semuanya di urusnya sendiri, dan terakhir dia belum memberitahukan kepada bundanya tentang pernikahannya dengan Reyna.
Bahkan ia belum memberi tahu kepada Mira untuk menyudahi masa penjajakan yang di tentukan oleh bundanya. Abiyu merasa berat untuk mengatakan kepada Mira dan Bundanya jika wanita yang akan dia nikahi adalah Reyna.
Begitu pun dengan sebaliknya. Dia tidak bisa membayangkan jika Reyna tahu tentang kesepakatan penjajakan antara dirinya dengan Mira. Dapat dipastikan hal itu akan berakibat, Reyna membatalkan pernikahan dengan dirinya.
Tepat disaat dia memikirkan hal itu, bunda meneleponnya. Abiyu memijit pelipisnya yang terasa pusing. Sebab ia tahu bunda pasti akan menagih janjinya untuk menikah bulan ini dengan wanita pilihan bundanya jika dia belum menemukan calon istri yang dipilihnya sendiri.
Mau tidak mau, pada dering ketiga Abiyu mengangkat panggilan dari bundanya.
"Hallo. Assalamu'alaikum, Bun!" ucap Abiyu dengan lemas.
"Wa'alaikumussalam. Sedang apa, Kak?" tanya bunda Maya.
"Jaga kesehatan, Kak. Jangan terlalu di forsir, coba kalau kamu sudah punya istri pasti berbeda, Bi. Ada yang akan mengurusmu, melayanimu dan membahagiakan mu. Ayolah Kak menikahlah, Bunda sudah tidak sabar untuk menimang cucu!" bujuk bunda Maya kepada putranya.
"Emm ... Minggu ini Abiyu akan melaksanakan akad nikah, Bun. Bunda datang ya?" ujar Abiyu to the point.
"Apa, Kak? Hhhahaha ... kamu paling garing deh kalau bercanda sama Bunda, Kak!" bunda Maya menertawakan perkataan puteranya.
"Bunda, nih. Abiyu tidak sedang bercanda, Bun. Abiyu serius. Tadi Abi habis dari KUA untuk mendaftar nikah. Sabtu pagi jam 10.00 di masjid Baiturrahman tempat di selenggarakan Ijab Qobulnya, Bun," ujar Abiyu menjelaskan.
"Hah ... yang benar, Kak? kamu gak lagi prank Bunda, kan? kamu akan menikah dengan siapa? mengapa tiba-tiba begitu sih, Kak? kamu gak menghamili anak orang, kan?" Bunda memberondong Abiyu dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. Bunda Maya antara percaya dan tidak percaya dengan perkataan anak sulungnya itu.
__ADS_1
"Nggak dong, Bun. Abi gak mungkin bercanda soal pernikahan. Abi minta tolong sampaikan permintaan maaf ku kepada Mira ya, Bun? Maaf jika Abi mengecewakan Bunda dan juga Mira selama masa penjajakan kemarin!" ujar Abiyu dengan sungguh-sungguh.
"Aduh Kak, jadi ini serius? Ya Allah Kak, Bunda harus gimana kasih tahu nya sama Mira! Gimana kalau dia sudah terlalu berharap sama kamu, Kak! Bunda merasa sangat bersalah sama Mira!" terdengar nada kekhawatiran dan kekecewaan dari perkataan bunda Maya. Abiyu paham akan hal itu. Pasti bunda akan lebih terkejut lagi jika tahu wanita itu adalah Reyna.
"Maafkan Abi, Bun?! Abiyu sudah berusaha untuk dekat dengan Mira, namun tetap saja Abi tidak bisa memberi rasa yang lebih dari seorang teman. Aku berharap Mira akan mendapatkan pria yang jauh lebih baik dari aku!" tutur Abiyu menjelaskan.
"Bunda mendadak jadi pusing ini, Kak. Sekalinya kamu mau menikah mengapa secepat ini? memangnya siapa perempuan itu?" tanya bunda penasaran.
"Besok Bunda juga akan tahu siapa yang Abi nikahi, Bun! Hehehe ...!" Abiyu mencoba mencairkan suasana.
"Kamu itu, Kak. Bisa-bisanya bercanda sama Bunda dengan situasi seperti ini! Ini hari kamis lhoh, mepet banget kasih taunya ... Bunda besok harus datang ke resto karena ada janji dengan klien penting. Bunda dateng mepet ya di hari Sabtu! Semoga acaranya dimudahkan ya, Kak? Bunda sudahi dulu ya! Assalamu'alaikum!" ujar bunda Maya menyelipkan do'a terbaik untuk putra sulungnya.
"Aamiin, terima kasih, Bun. Bunda sehat-sehat, ya. Abi menunggu kedatangan, Bunda! Wa'alaikumsalam!" telepon dimatikan.
Abiyu hanya bisa berharap Bunda akan menerima pernikahannya nanti dengan Reyna.
___________________Ney-nna__________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...Give a gift & vote 🌹...
__ADS_1
...Tank you! 🙏💕💕...