Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Mulai Menyukaimu


__ADS_3

Ting tong... tinggal tong!


Bunyi bel di pintu membuyarkan suasana syahdu sore itu.


"Arghh...!" pekik Abiyu saat usahanya untuk mengambil hati istrinya gagal.


Abiyu membenarkan posisinya sembari menghembuskan napasnya. Dia merasa kesal, kenapa harus ada yang datang membunyikan bel di saat yang tidak tepat. Namun, perasaannya kembali menghangat ketika melihat istrinya tersenyum kecil menertawakannya.


"Tunggu sebentar aku akan melihat siapa yang datang, " tutur Abiyu sembari beranjak berdiri dan melangkah pergi menuju ruang tamu.


Dari kaca jendela Abiyu sudah bisa melihat jika tamu yang datang adalah Dina dan Bi Lastri.


"Oh iya... tadi kan aku yang menyuruh mereka untuk datang! Senjata makan tuan ini sih!" gumam Abiyu sembari mengusap-usap tengkuk lehernya.


Dengan segera Abiyu membukakan pintu untuk tamunya.


"Assalamu'alaikum, Nak Abi! " tutur Bi Lastri saat pintu terbuka dan menampakkan Abiyu dari balik pintu.


"Wa'alaikumussalam, Bi. Mari silakan masuk! " ujar Abiyu mempersilakan tamunya untuk masuk ke dalam rumah.


"Mana Reyna, Nak? " tanya Bi Lastri sembari celingukan melihat ke dalam rumah.


"Ada, Bik. Masuk saja ke dalam! Reyna ada di ruang tengah," ujar Abiyu kepada Bi Lastri.


Dina dan Bi Lastri kemudian masuk ke dalam rumah, dan melihat Reyna yang sedang menonton televisi.


"Alhamdulillah, akhirnya kamu ketemu, Reyn! " seru Bi Lastri seraya mendekat ke arah Reyna dan memeluknya.


"Iya, Bi. Bibi sehat, Kan?" tanya Reyna kepada Bi Lastri.


"Alhamdulillah sehat, Reyn. Bibi bersyukur sekali kamu kembali dengan selamat," Lastri melerai pelukannya.


"Oh, ya, Ini Dina, kan? Ya ampun, Din. Kakak nggak nyangka lhoh kamu sudah sebesar ini dan semakin cantik," tutur Reyna yang membuat Dina dan Lastri saling berpandangan bingung.


"Iya, Mbak ...," jawab Dina sekenanya.


"Oh ya, Bi. Paman dan Dino tidak ikut?" tanya Reyna lagi.

__ADS_1


Dina dan Lastri semakin bingung mendapati pertanyaan itu.


Abiyu yang baru bergabung setelah dari dapur akhirnya ambil suara, "Reyna mengalami hilang ingatan, Bi," ungkap Abiyu.


"Innalillahi!" pekik Bi Lastri saat mengetahui keadaan Reyna.


Abiyu kemudian menceritakan kejadian yang dialami Reyna selama tiga bulan kebelakang. Mereka berdua merasa shock dan iba dengan kondisi Reyna saat ini.


"Bi, apa ayah dan ibu Reyna, sehat?" tanya Reyna kepada bibinya.


Dengan berat hati Lastri menggeleng. "Ayah dan Ibumu meninggal dunia saat mengalami kecelakaan, Reyn. Begitu juga dengan pamanmu sudah tiada selang waktu sebulan seusai menikahkan mu dengan Rangga," tutur Lastri.


"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un! Jadi aku ini yatim piatu?" ucap Reyna kemudian menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan air mata mulai menggenangi pelupuk mataya.


"Kamu yang sabar ya, Reyn," ujar Lastri sembari memeluk kembali tubuh keponakannya itu.


"Sebenarnya seperti apa masa lalu, Reyna, Bi. Mengapa semua orang terdekat Reyna pergi meninggalkan aku!" tutur Reyna sembari memegangi kepalanya yang terasa berdenyut.


Dalam hati Abiyu, Dina dan Bi Lastri merasa iba melihat Reyna kembali bersedih.


Abiyu memeluk Reyna dan menenggelamkan kepala istrinya di dalam pelukannya. Dia ikut merasa getir dengan apa yang telah dialami istrinya. Namun, ada yang membuat Abiyu merasa aneh, bukankah Reyna barusan mengenali Bi Lastri dan Dina? Bahkan Reyna ingat akan orang tuanya, namun tidak ingat jika orang tanya sudah meninggal.


"Besok aku harus segera membawanya periksa ke dokter agar aku tahu keadaan Reyna yang sesungguhnya," gumam Abiyu sendiri.


Abiyu kemudian beranjak untuk membersihkan diri. Seusai mandi dan berganti baju, Abiyu ke luar dari kamar dan menemui Bi Lastri.


"Nak Abi, ini tadi ada yang mengantar makanan, katanya Nak Abi yang suruh ...," ujar Lastri sembari menunjuk beberapa makanan yang tersedia di atas meja.


"Oh iya, Bi. Di rumah tidak ada bahan makanan, jadi tadi aku meminta asistenku untuk mengirimi beberapa menu makanan untuk makan malam kita," ujar Abiyu.


"Walah, Nak Abi pakai repot-repot segala, lhohh! Ya sudah kalau begitu makanannya aku pindahkan ke piring, ya?" tutur Lastri sembari mengambil beberapa piring dari rak.


Dari ke kejauhan, lamat-lamat terdengar adzan maghrib berkumandang. Abiyu segera bersiap untuk ke masjid.


"Bi Lastri, saya titip Reyna terlebih dahulu, ya?" ujar Abiyu berpamitan untuk berangkat ke masjid.


"Iya, Nak Abi."

__ADS_1


Beberapa saat berlalu Abiyu telah kembali dari masjid. Namun istrinya belum bangun juga. Abiyu membiarkan reyna tidur. Kemudian, Abiyu kembali ke luar kamar menuju ruang makan. Mereka pun makan malam bertiga.


Seusai makan Abiyu mengobrol dengan Bi Lastri dan Dina. Abiyu meminta bantuan bibinya untuk dicarikan pembantu. Abiyu kasihan jika Reyna harus mengurus rumah sendirian, namun Abiyu menginginkan pembantu yang datang ketika pagi hari saja dan kembali pulang di sore hari. Sehingga mereka mempunyai privasi untuk berdua saja di dalam rumah mereka. Abiyu juga menceritakan rencana kepergian mereka ke Jakarta untuk menjemput Reynand.


Ketika larut malam Reyna terbangun dan mencari bibinya. Bi Lastri dan Dina sudah pulang setelah makan malam. Reyna kemudian menunaikan sholat dengan menjamaknya, maghrib dan isya'. Seusai sholat Abiyu meminta Reyna untuk tidur kembali, namun Reyna merasa lapar. Akhirnya malam itu Abiyu begadang untuk menemani istrinya makan malam yang sangat terlambat.


Abiyu menghangatkan kembali makanan yang tadi masih tersisa di microwave. Abiyu juga membuatkan Reyna susu ibu hamil yang tadi dibelinya selepas dari masjid. Meski mengantuk dengan setia Abiyu menemani istrinya makan.


Reyna menyantap makanan yang disajikan Abiyu dengan sesekali tersenyum memandang ke arah suaminya itu. Sebab, Abiyu beberapa kali terkantuk-kantuk, namun masih berusaha untuk tetap berada di hadapannya, untuk menemani hingga Reyna selesai makan.


"Kak!" panggil Reyna saat Abiyu tertidur di bangku ruang makan.


"Emhh... ya, Apa sudah selesai?" tanya Abiyu sembari mengucek kedua matanya.


"Iya, sudah. Ayo ke kamar," ujar Reyna sembari beranjak berdiri.


Abiyu mengikuti Reyna berdiri dan melangkah meninggalkan dapur.


Namun, saat Reyna hendak masuk ke dalam kamar Abiyu tidak ada di belakangnya. Reyna bingung ke mana suaminya pergi. Akhirnya Reyna kembali mencari Abiyu di ruang makan, namun Abiyu juga tidak ada di sana.


Saat Reyna menuju ruang tengah ternyata Abiyu sudah tertidur di atas sofa. Reyna mencoba membangunkannya, namun Abiyu tidak kunjung bangun. Reyna akhirnya mengambil selimut dan menyelimutinya.


"Terima kasih atas segala perhatian dan kasih sayangmu, Kak. Meski aku tidak tahu seperti apa dulu perasaanku kepadamu, tapi untuk saat ini aku akui aku menyukaimu, Kak. Dalam ingatanku saat ini, kamu adalah cinta pertamaku dan satu-satunya di dalam hatiku. Semoga mimpi indah, Kak ...," ungkap Reyna kemudian mencondongkan badannya ke depan dan mengecup pipi Abiyu.


Setelah itu Reyna meninggalkan Abiyu dan pergi tidur ke kamarnya.


****


Keesokannya Abiyu membawa Reyna untuk berobat ke rumah sakit. Setelah cukup lama mengantre akhirnya tiba giliran Reyna. Abiyu ikut masuk untuk ke dalam menemani.


Dari hasil pemeriksaan Abiyu mengetahui jika Reyna ternyata masih mempunyai ingatan di masa kecil. Namun, untuk ingatan di masa lalunya, Dokter mengatakan jika akan butuh waktu yang cukup lama untuk memunculkan kembali ingatannya yang telah hilang.


Dokter menyarankan kepada Abiyu untuk kembali memulai hubungan mereka dari awal, dan menyarankan untuk mengunjungi tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi untuk merangsang ingatan istrinya.


Seusai dari rumah sakit mereka bersiap-siap untuk berangkat ke Jakarta. Abiyu sudah memesan tiket untuk penerbangan malam itu juga.


Abiyu berharap dengan mengunjungi rumah kediaman Hadi Jaya turut berperan penting untuk mengembalikan ingatan istrinya, meski mungkin saja itu adalah ingatan Reyna bersama dengan Rangga. Yang terpenting baginya adalah Reyna dapat berkumpul kembali dengan putranya.

__ADS_1


..._________________Ney-nna_________________...


__ADS_2