Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Berumah tangga


__ADS_3

Siang itu Rangga kembali ke kantor. Papi merasa sedikit tidak enak badan. Papi meminta Rangga untuk menggantikannya menemui klien di Surabaya.


Selesai pemotretan, menjelang malam Putri mendatangi rumah Rangga. Ia berniat ingin menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi siang tadi. Namun ia harus kecewa karena Rangga sudah berangkat ke surabaya satu jam yang lalu, kata pembantu di rumah.


Mami dan Papi juga tidak ada karena sedang pergi makan malam bersama Windi anak pertamanya beserta suami, dan anaknya. Sedangkan handphone Rangga tidak aktif dari tadi siang. Dengan kecewa Putri kembali pulang.


****


Keesokannya ditempat yang berbeda Reyna beraktifitas seperti biasa. Hari ini Reyna berangkat kerja diantar kakek, sekalian berangkat ke kantor. Motornya masih berada di Ruko.


Siangnya Reyna pergi makan siang sendirian ke resto sebelah. Tidak nampak bunda ataupun Fely. Ia melihat Abiyu baru masuk dari pintu utama resto. Kemudian berbincang sebentar dengan karyawan resto. Saat berbalik Abiyu melihat kearah Reyna yang sedang duduk makan siang sendirian. Abiyu menghampiri Reyna kemejanya.


"Sendirian Reyn?" Sapa Abiyu.

__ADS_1


"Iya kak, Mira ijin pulang duluan tadi mau nganter Mamanya kontrol." Jawab Reyna.


"Ohh, aku duduk disini gannggu gak." Tanya Abiyu.


"Masa ganggu sih, sama yang punya restoran juga."


Reyna tersenyum menandakan tidak keberatan. Kemudian mereka berbincang-bincang dan semakin mengenal. Abiyu orangnya dewasa dan sangat sopan. Menyenangkan untuk bertukar pikiran.


Satu jam berlalu akhirnya Reyna pamit ingin kembali ke ruko. "Kak Abi, Reyna balik dulu ya ke ruko. Makasih uda ditemenin." Ucap Reyna sambil berdiri.


"Pak Abi, naksir ya sama mbak Reyna? Ngeliatinnya sampai gak putus-putus gitu. Celoteh Ricky karyawan resto yang paling lama dan paling kocak.


"Kamu nih sok tau, Rick." Abiyu hendak menyangkal meski kepergok.

__ADS_1


"Wajar aja sih Pak, mbak Reyna itu yang naksir banyak lho, selain manis juga ramah sama orang-orang disini, tapi gak pernah ngasih kesempatan buat dideketin." Tutur Ricky.


"Maksudnya gak mau dideketin gimana, Rick? Abiyu mulai penasaran.


"Bilangannya sih sudah dijodohkan. Eh tapi jangan putus asa dulu, pak. Siapa tau jodoh Pak Abi." Jawab Ricky.


"Kamu itu bisa saja Rick. Sana kerja." Usir Abiyu.


Pov. Abiyu


Sepeninggal Ricky, aku masuk ke dalam kantor. Aku duduk di kursi sambil memikirkan hal tadi. Awal berkenalan dengan Reyna dia anak nya manis dan ramah tapi tidak terlihat ada yang istimewa. Namun saat bunda dan Fely yang sepertinya asik membicarakan anak itu aku mulai penasaran. Ketika Fely meminta untuk mengantarkannya, aku setuju saja.


Awalnya dia diam saja seperti yang canggung satu mobil denganku. Akhirnya aku bertanya tentang dia. Aku meliriknya saat ia menjawab. Aku merasa seperti tertarik melihat gadis berhijab itu saat tersenyum menjawab pertanyaanku. Tatapannya lembut dan menenangkan.

__ADS_1


Saat melihatnya duduk sendirian di resto aku mendatangi nya. Lagi-lagi memandang gadis berhijab ini berbicara sambil tersenyum, membuat hatiku menghangat. "Astaghfirullah." Aku telah berdosa karena berlama-lama memandanginya. Ricky bilang gadis itu menolak untuk didekati. Aku rasa dia memang berbeda, aku jadi teringat perkataan temanku yang anak ustadz, kalau gadis sholehah itu tidak ingin pacaran, tapi dihalalkan saja.


Ya, aku rasa itulah yang Reyna mau. Diusiaku yang sudah mencapai dua puluh delapan tahun, menurutku bukan lagi waktuku untuk mencari pacar, tetapi sudah waktunya untuk berumah tangga. Sepulang dari sini nanti aku akan meminta pendapat bunda untuk segera melamarnya. Meskipun belum mencintainya aku percaya cinta akan tumbuh dengan sendirinya ketika kita terbiasa bersama.


__ADS_2