Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Barisan Para Penggemar


__ADS_3

"Eh kalian ngapain berduaan di dalam kamar?"


"Astaghfirullah Rangga, Reyna kalau kalian saling suka jangan seperti ini caranya. Nenek dan kakek bisa kok menikahkan kalian secepatnya. Kalau berduan begini sebelum nikah jadinya dosa."


Reyna langsung mendelik mendengar perkataan nenek, malah jadi panjangkan urusannya.


"Tunggu nek, kek, ini ada apa sih pada ribut di kamar aku. Aku gak ngerti siapa yang suka siapa, kok bahas nikah segala."


"Eh ga, coba deh lihat yang bener ini kan kamar aku, ngapain kamu tidur dikamar aku? Jadi salah paham semua kan." Reyna jadi kesal sendiri.


"Lhoohhh..."


Rangga mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Benar saja ada foto-foto Reyna tertempel di dinding, terdapat pernak-pernik khas perempuan disana-sini. Rangga mulai sadar ada kesalahpahaman disini.


"Gini kek, nek, aku bisa jelasin. Aku tadi ngantuk banget, aku langsung masuk kamar dan langsung tidur. Nenek tau kan, ini kamar aku setiap aku nginep disini. Aku gak perhatiin kalo kamar ini sudah berubah menjadi kamar Reyna."


"Terus kenapa bisa jadi kamu pelukan dikasur sama Reyna?" Selidik kakek.


"Ehh siapa yang pelukkan sama Reyna kek? Tadi seinget aku lagi tidur digangguin Chaca, terus aku tarik aku ajak tidur."


"Makanya kalau tidur jangan suka ngelindur Ga, aku bukan Chaca! Sana cepetan keluar dari kamar aku." Usir Reyna masih kesal.


"Sudah-sudah, kalian malah ribut begini sih. Ayo keluar Ga, nanti Kakek atur buat pernikahan kalian." Seketika semua menoleh ke arah kakek sambil melongo.


"Ehh kok jadi nikah sih kek. Kan sudah dijelaskan kalau cuma salah paham."


Rangga mengacak rambutnya tanda frustasi.


Kakek dan Nenek meninggalkan kamar. Kemudian Reyna mendorong Rangga keluar pintu kemudian menutup dan menguncinya.

__ADS_1


Mengingat kejadian tadi membuat Reyna jadi lelah, ingin tidur tapi masih kepikiran yang tadi. Akhirnya ia tidur telungkup sambil menutup kepalanya dengan bantal.


****


Sore menjelang.


Dengan sedikit paksaan dari nenek, akhirnya Rangga mau mengantarkan Reyna. Rangga masih belum menyalakan mesin mobilnya ketika Reyna sudah duduk manis di jok belakang.


"Neng, emang kuat bayar taxi eksekutif dengan sopir seganteng ini." Rangga usil menggoda Reyna yang duduk dibelakang sambil senyum-senyum menampakkan matanya yang menyipit jika saat tersenyum.


"Apaan sih, pede banget jadi orang."


Jawab Reyna ketus menyembunyikan kecanggungannya.


"Pindah depan gih, gue ogah nih nganter kalau duduknya dibelakang, sangkanya gue supir kamu."


"Ihh...ribet banget sih Ga, jadi orang!"


"Oke meluncur, dimana nih rumahnya."


"Udah buruan nanti gue tunjukkin belok-belok nya."


Mobil pun meluncur meninggalkan kediaman Hadi Jaya.


Setelah beberapa menit akhirnya sampailah dirumah Mira. Rupanya anaknya sudah duduk manis diteras rumah. Mira langsung masuk ke mobil ketika Reyna memanggilnya.


"Eh ini yang katanya cucunya nenek Reyn? Gateng juga nih, Jona mah lewat."


Mira anaknya bocor langsung deh komentar. Begitu lihat cowok ganteng langsung deh matanya ijo.

__ADS_1


"Ih kamu nih Mir, aku bilangin Jona baru tau rasa ntar." ancam Reyna.


"Oya kenalin, gue Rangga. Cowok ganteng, batik hati dan tidak sombong."


Rangga mulai lebai.


"Miraaa.., temen kuliah sampai kerja juga barengan sama Reyna." Mira dengan semangatnya menjabat tangan Rangga.


"Udah yuk buruan berangkatnya."


Reyna mulai gak sabaran.


****


Setelah lama muter-muter di mall mencari kado, akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk istirahat dulu di food court.


Reyna berdiri memesan minuman dan makanan ringan. Ia memperhatikan dari kejauhan Mira nampak berbicara akrab dengan Rangga.


"Ih dasar yah gak pernah berubah, deket sama cewek langsung deh playboynya keluar." Reyna mulai sewot sendiri.


Dari dulu Reyna suka jutek sama cowok. Apalagi kalau ada yang deketin pasti langsung jaga jarak. Trauma, takut jatuh cinta sama playboy.


flashback on...


Sewaktu SMP Rangga dan temannya Ferdi suka gangguin Reyna dan Dina. Dina adalah teman sebangku Reyna. Duo cowok itu suka usil menjahili mereka. Sampai suatu ketika Mona teman sekelas Reyna mengajak Reyna duduk dibangku taman sambil menunggu kegiatan extrakurikuler sebelum dimulai. Disana Mona curhat kalau Rangga suka SMSan sama dia. Besoknya lagi waktu main kerumah Andin sama temen-temennya sepulang sekolah, Andin cerita kalau dia juga SMSan sama Rangga. Begitu juga dengan Retta, Rahma dan Indah dilain hari juga curhat yang sama ke Reyna. Rupanya playboy juga si Rangga suka tebar pesona sama temen-temennya. Reyna tidak habis pikir, kok temen-temen nya curhatnya sama Reyna semua.


Reyna curhat ke Dina soal itu. Dina bilang, "Mungkin mereka cemburu Reyn sama kamu. Kalau aku perhatiin Rangga suka gangguin kamu karena dia pengen caper sama kamu deh."


"Lo nggak ngrasa ya Reyn, aku beberapakali lihat Rangga diem-diem ngeliatin kamu. Kamunya aja yang gak ngeh."

__ADS_1


Degg, Reyna kaya disambar petir.


Slama ini Reyna gak perhatiin soal itu. Dipikirannya yang masih anak remaja cuma senang bercanda tawa sama teman-teman dan belajar supaya pinter. Dia belum ngrasain puber kayaknya. Teringat perkataan Dina, seringkali Reyna jadi jaga jarak sama Rangga. Takut di musuhi sama barisan para penggemar Rangga.


__ADS_2