
Malam ini Reyna terlihat anggun dengan balutan gaun malam berwarna silver dan khimar berwarna hitam. Saat ini Rangga tengah mempersiapkan makan malam romantis mewah. Khusus untuk berdua saja. Ini adalah saat yang sudah lama di rencanakan nya, dan baru bisa terwujud hari ini setelah musibah berlalu.
Reyna dan Rangga telah sampai di sebuah restoran mewah yang cukup terkenal di kota ini. Pelayan restoran menyambut ramah kedatangan mereka. Pelayan restoran membawa mereka ke tempat yang sebelumnya sudah di booking oleh Rangga. Yaitu dinner romantis di bagian rooftop dengan view yang indah, makan malam sambil memandang bulan dan bintang di atas langit.
"Just for you, Hanania!" Reyna yang awalnya melihat pemandangan sekitar restoran kemudian berpaling ke arah Rangga yang membawakan bucket bunga untuknya. Ia merasa tersanjung saat Rangga memberikan bucket bunga mawar beraneka warna yang nampak cantik.
"Terima kasih, By!" ujarnya sambil tersenyum menerima buket bunga dari suaminya. Dia merasa beruntung mendapat perlakuan manis dari Rangga.
"Sama-sama, Sayang!" ujar Rangga kemudian mengecup kening istrinya.
Rangga memundurkan kursi untuk Reyna duduk. Kemudian beralih ke tempatnya duduk.
"Ayo kita makan, Sayang!" ajak Rangga. Mereka pun kemudian menyuap makanannya.
Hidangan telah tersaji di atas meja dengan menu western favorit Reyna, yang terdiri dari spaghetti salmon carbonara, pesto chicken baked , choco lava, cheese cake, dengan minuman jus jeruk kesukaan Reyna. Karena kebanyakan minuman segar ditambahkan soda sehingga Rangga harus jeli untuk memilih menu sehat yang baik untuk ibu hamil.
"Gimana Sayang, kamu suka nggak dinnernya?" tanya Rangga.
"Suka, kenapa nggak ngajakin Mami sama Papi aja, By?" Reyna balik bertanya. Menurutnya kenapa hanya makan berdua saja, jika bersama keluarga pasti suasana jadi lebih rame.
"No, ini khusus buat kamu, Sayang," ujar Rangga.
Lagi-lagi Reyna dibuat senang dengan perlakuan suaminya. Kurang dari dua puluh menit Reyna telah menyelesaikan makannya.
Tak berapa lama terlihat Rangga mengeluarkan sebuah kotak dari sakunya dan membukanya tepat di depan Reyna. Satu tangannya memegang cincin, satunya memegang tangan Reyna.
"Sayang, Reyna Hanania istriku ... waktu itu mungkin kamu terpaksa menikah dengan aku, bahkan aku tak sempat melamarmu dengan cara yang special, tidak memilihkan khusus cincin pernikahan buat kamu dan hanya memberikan seadanya saja waktu itu."
"Untuk itu aku ingin memberikan kenangan yang indah tanda bukti cintaku sama kamu. Cincin berlian ini untukmu, yang aku pesan dengan design khusus hanya buat kamu dan satu-satunya dan tidak ada yang menyamainya. Namun, ada yang lebih special daripada cincin ini, yaitu kamulah wanita yang sangat special di hatiku."
"Sayang, terima kasih telah menjadi istriku, terima kasih telah mengandung buah cinta kita, aku sangat mencintaimu Reyna Hanania ...," ungkap Rangga dengan lembut.
__ADS_1
Mendengar hal itu Reyna merasa sangat terharu dengan ucapan Rangga. Matanya mulai berkaca-kaca, tidak mampu berkata-kata dan hanya bisa tersenyum sambil mengangguk sangking bahagianya. Dia membungkam mulutnya dengan tangannya, karena speechless dengan perlakuan manis suaminya.
Perlahan Rangga berdiri dan menghampiri istrinya. Kemudian berjongkok di depan Reyna. Ia membawa jari-jemari tangan Reyna dalam genggaman tangannya. Di selipkannya cincin berlian bermata biru itu di jari manisnya. Terlihat Reyna meneteskan air mata bahagia di pipinya. Kemudian, dengan segera Rangga menyeka air mata Reyna yang sempat jatuh dan mengecup kening istrinya dengan penuh rasa sayang.
"I love you so much, Reyna!" ucapnya sembari mencakup kedua pipi Reyna dengan kedua tangannya.
Dengan cepat, Reyna memeluk Rangga erat sembari berbisik di telinganya, "I love you too, Rangga!"
Saat sepasang suami istri itu tengah berbunga-bunga, tanpa mereka sadari ada yang ikut menyaksikan kebahagiaan mereka dari tempat duduk lain yang tak jauh dari mereka.
Orang itu adalah Abiyu, Putri, dan, Mega yang sedang mengadakan makan malam untuk merayakan ulang tahun Mega bersama teman-teman Mega yang lain.
Malam itu Abiyu tengah memenuhi undangan dari Mega, atas dorongan dari bunda Maya. Namun, siapa sangka justru di restoran ini dia melihat pemandangan romantis dari pasangan suami istri itu.
Putri merasa sangat panas dan dadanya terasa sesak melihat pemandangan itu. Tidak bisa dipungkiri bahwa dia belum bisa melupakan Rangga. Bertahun-tahun berpacaran dengan Rangga telah memupuk rasa cinta yang begitu besar. Dia belum sanggup untuk merelakan Rangga menjadi milik orang lain. Lantas dia memutuskan untuk pergi ke toilet karena air matanya sudah tak terbendung lagi.
Mega yang mengetahui sahabatnya tengah terluka akhirnya mengikuti Putri ke toilet. Terdengar perbincangan antara teman Mega yang lain yang membicarakan Rangga dan menjelek-jelekannya telah berkhianat kepada Putri membuat Abiyu mengerutkan dahi tak mengerti.
"Putri dan Rangga berpacaran sejak masih SMA. Namun, sungguh sayang tiba-tiba saja Rangga memutuskan Putri dan menikah dengan perempuan itu. Sungguh perempuan yang nggak tau malu telah merebut pacar orang," ujar salah satu teman Mega.
Abiyu sungguh terkejut dengan penuturan temannya Mega. Abiyu tidak langsung percaya dengan kata-kata mereka, dia cukup tahu bahwa Reyna adalah perempuan yang baik selama ini. Abiyu menjadi tidak berselera lagi dan merasa tidak nyaman berada satu meja dengan mereka.
"Maaf sebaiknya jangan berasumsi jika tidak tau kebenarannya. Saya cukup kenal wanita itu seperti apa. Dan dia bukan tipe perempuan perebut pacar orang. Kalian pasti telah salah paham kepadanya. Tolong sampaikan permohonan maaf saya kepada Mega, saya masih ada janji di tempat lain. Saya permisi!" ujar Abiyu membantah tuduhan untuk Reyna, kemudian berdiri dan pergi dari tempat itu.
Di toilet Putri menangis sejadi-jadinya. Ia merasa sangat cemburu dengan perlakuan manis Rangga terhadap Reyna.
"Gue, benci banget Meg, sama cewek itu! andaikan cewek itu nggak ada ... gue pasti yang jadi istri Rangga!"
"Rangga cinta pertama gue Meg, gue nggak rela Rangga menjadi milik orang lain!" ujar Putri sambil menangis tersedu-sedu. Matanya terlihat memerah dan sembab.
"Lo tenang dulu ya, Put! gue pasti akan bantu lo buat ngedapetin Rangga kembali!" ujar Mega.
__ADS_1
"Gimana caranya Meg? yang kemaren aja kita gagal memisahkan mereka. Mereka sangat sulit untuk di pisahkan!"
Putri semakin kesel mengingat usaha memisahkan Rangga dengan Reyna yang gagal.
"Nanti kita pikirkan lagi, sekarang hapus air mata lo! ini hari ulang tahun gue, Put. Lo harus happy dan lupakan dia sejenak! mending lo ikut gue happy-happy!" bujuk Mega.
Putri mengangguk kemudian membersihkan mukanya dan melakukan touch up agar wajahnya kembali segar.
Saat mereka kembali, Rangga dan Reyna sudah tidak terlihat, begitupun dengan Abiyu.
"Ehh, ke mana mas Abiku?" tanya Mega yang kebingungan saat menyadari Abiyu tidak ada.
"Sett dah, lo tingggal-tinggal sih. Makanya dia kabur!" ujar teman Mega.
"Yahh kabur deh, gebetan gue! dasar gara-gara Rangga nih, gue jadi kehilangan mas Abi. Padahal doi dah mau dateng jauh-jauh dari Jogja nyempetin waktu buat ke Solo. Hahhh....!" Mega menghempaskan tubuhnya di kursi dengan kecewa.
"Udah nggak usah BT deh lo pada, mendingan kita clubbing, nih barusan Gery ngabarin kalau lagi di club," ujar Anji salah seorang teman Mega.
"Boleh juga, yuk kita ke sana, Put. Gue yakin ntar lo bakalan lupa sama masalah lo," ujar Mega.
"Emm ... ya udah, aku ngikut aja!" ujar Putri.
Akhirnya semua berangkat ke club yang disebutkan oleh Anji.
__________to be continue_______
InsyaAllah nanti aku up lagi ya,,
Jangan lupa like setelah membaca, kasih vote dan hadiahnya agar author up lagi hari ini 😘
Salam hangat,
__ADS_1
Neyna