
Reyna segara menaiki tangga dengan tergesa-gesa. Hatinya berdebar-debar saat hendak menemui sang sahabat yang telah lama dirindukan. Namun, perseteruan ini membuatnya seolah canggung tidak seperti biasanya yang saling melepas rindu. Kini kedatangannya di depan pintu langsung mendapat sorotan tajam dari Mira.
Reyna! mau apa dia kemari! dan itu ada kak Abi dan Fely juga rupanya. Sungguh menyebalkan mengganggu saja! batin Mira.
Pintu kaca yang memisahkan ruang antara keduanya. Menjadi saksi oleh tajamnya sorot mata antara keduanya, seolah mampu menembus hingga ke relung jiwa yang diliputi rasa amarah. Dengan cepat Mira memutus pandangannya ke bawah, kemudian berpura-pura sedang sibuk merapihkan file-file yang berada di atas meja.
Melihat Mira mengacuhkannya dan berpaling, Reyna kemudian bergegas masuk tanpa mengetuk pintu. Dirinya sadar jika nanti Mira pasti akan kembali mengabaikannya saat berada di dalam. Hingga dia harus menyiapkan diri dengan segala kemungkinan yang datang.
"Assalamu'alaikum, Mir!" Reyna memulainya dengan mengucapkan salam.
Mira terlihat menghela napas kasarnya, kemudian menjawab dengan lirih,
"wa'alaikumsalam!" jawabnya pendek dan ketus. Kemudian kembali menekuni kegiatannya.
Aku tahu kamu hanya berpura-pura, Mir. Aku pasti akan meruntuhkan tembo**k yang kamu bangun diantara kita, Mira. Aku akan tegar menghadapi cemoohanmu, lihat saja!
"Mir, kamu sudah selesai mengerjakan laporan. jadi jangan beralasan. Aku tahu kamu melakukan itu hanya ingin menghindariku bukan? tutur Reyna kepada Mira.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Silakan tinggalkan ruangan saya. Kita tidak saling mengenal! jadi pergilah!" usir Mira seolah-olah berbicara dengan orang asing.
Reyna terkesiap mencerna jawaban Mira.
Apa dia bilang? tidak saling mengenal? sungguh terlalu kamu, Mir! batin Reyna merasa kecewa. Namun, ia tetap menahan amarahnya. Jika marah dibalas dengan marah maka masalah tidak kan terselesaikan.
Abiyu yang menyaksikan dari kaca pintu dengan Fely ikut menegang dan harap-harap cemas.
"Tidak, kita sangat perlu berbicara. Sebab, itu aku jauh-jauh ke mari demi ingin berbicara dan menyelesaikan masalah denganmu. Bagaimana mungkin aku menyerah dan pergi begitu saja, sebelum masalah kita menemukan titik temu! sebenarnya kenapa tiba-tiba kamu marah sama aku, memangnya apa salahku sama kamu?!" tanya Reyna tak mengerti.
"Aku gak menyangka wanita sepertimu ternyata penuh dengan tipu muslihat. Kamu berpura-pura baik, padahal di belakang kamu berkhianat! dasar perempuan munafik!" umpat Mira tepat di depan muka Reyna.
Astaghfirullah beri aku kesabaran ya Allah
mulutnya pedas sekali kalau saat marah begitu! batin Reyna sembari memegangi dadanya yang perih mendengar umpatan dari Mira.
"Tolong jelaskan seperti apa contoh dari perilaku ku yang membuat kamu tertipu?" ujar Reyna dengan nada menegaskan.
"Kamu selama ini ke mana, ha? kamu bilang ke Solo. Kenapa tiba-tiba ada di Yogya dan menikah dengan kak Abi?" tanya Mira sembari duduk bersandar di kursi empuknya sembari memainkan pulpen di tangannya tanpa memandang ke arah Reyna.
__ADS_1
"Selama ini aku memang tinggal di Yogya, Mir. Tapi aku ada alasan khusus mengapa aku harus berbohong pada kamu!" tutur Reyna sembari berjalan mendekat ke arah Mira.
"Alasan apa, Hah?! supaya kamu berada dekat dengan kak Abi. Dan aku bagaikan punguk merindukan bulan ... selama hampir tujuh bulan menanti cinta seorang laki-laki yang menjalin hubungan dengan perempuan lain? tega kamu Reyn!" tiba-tiba saja Mira berdiri dan mendorong Reyna agar menjauh darinya, saat Reyna hendak meraih tangan Mira untuk memandang ke arahnya. "Pergi sana! jangan dekati aku!"
Brukk.
Dukk.
Tanpa Mira ketahui dorongan Mira begitu kuat hingga Reyna terhuyung ke belakang dan tubuhnya jatuh ke lantai. Reyna kehilangan keseimbangan, karena hal itu tiba-tiba terjadi tanpa persiapannya. Saat jatuh ke lantai, kepala Reyna bagian belakang langsung membentur kaki meja, yang membuat Reyna seketika pingsan.
Mira terkejut seketika membulatkan mata dan dengan reflek menutup mulutnya yang menganga saking kagetnya. Dia tidak menyadari jika tindakannya akan membuat Reyna jatuh tersungkur, apalagi kepalanya sampai membentur kaki meja.
Abiyu yang menyaksikan istrinya tumbang, dia bergegas menerobos pintu masuk dan mendekat ke arah Reyna berada. Fely mengikutinya dari belakang.
"Reyn ..., Reyna ...!" Abiyu mencoba menepuk pelan pipi istrinya namun Reyna belum juga bangun.
"Kamu apakan dia, Mir?!" tanya Abiyu dengan nada meninggi.
"A-aku gak bermaksud untuk mencelakainya, Kak! a-aku tadi hanya ingin Reyna menjauh dariku, Kak ... sungguh!" ujar Mira dengan suara bergetar karena gugup dan takut, dia kemudian bersimpuh di lantai di samping Reyna menyadari kecerobohannya.
Ya Allah apa yang terjadi sama Reyna? aku tidak bermaksud untuk mencelakainya! batin Mira yang merasa cemas dan bersalah.
"Ada minyak angin gak, Mir?" tanya Abiyu.
"Ada sebentar aku ambilkan di kotak P3K," ujar Mira dan bergegas keluar dan menuruni tangga.
"Fe, cepat telepon dr.Mila untuk segera datang ke mari!" ujar Abiyu pada adiknya untuk menghubungi dokter keluarga mereka.
Melihat Mira seperti yang terburu-buru mendatangi kotak P3K, Gina dan Sesha pun curiga dan menduga, jika terjadi sesuatu di lantai atas.
Untuk apa mbak Mira mendatangi kotak P3K? jangan-jangan terjadi sesuatu sama mbak Reyna! gumam Gina di dalam hati.
Saat Mira kembali ke atas Gina dan Sesha saling berpandangan seolah berbicara dalam sorot mata yang bertemu. Tanpa aba-aba keduanya mengikuti Mira dan naik ke atas untuk memastikan apa yang terjadi di lantai atas.
"Ini, Kak!" ujar Mira sambil memberikan minyak angin kepada Abiyu.
"Kalau sampai terjadi sesuatu sama Reyna kamu yang harus bertanggung jawab, Mir!" ujar Abiyu memperingatkan.
__ADS_1
"Kak aku benar-benar gak sengaja! aku gak bermaksud mencelakai Reyna, Kak!" Lalu Mira mendekati Reyna, "Maafkan aku Reyn, aku gak bermaksud untuk mencelakaimu, Reyn!" ujar Mira dengan terisak merasa bersalah.
Abiyu mengoleskan minyak angin di jarinya kemudian mendekatkan ke hidung Reyna. Namun, bau menyengat dari minyak angin itu tidak membuatnya tersadar dari pingsannya.
Abiyu dengan telaten membaluri Reyna dengan minyak angin di bagian-bagian tertentu untuk membuat suhu badan Reyna tetap hangat.
Beberapa saat dr.Mila datang untuk memeriksa keadaan Reyna. Sembari menunggu, Abiyu menjelaskan kepada Mira soal kesalahpahaman yang terjadi. Mira merasa bersalah karena tidak mendengarkan Reyna saat dia hendak menjelaskan kepadanya tadi. Mira justru terus mengatakan hal-hal buruk tentang Reyna.
Fely yang ikut mendengar hal itu ikut merasa bersalah karena ternyata anggapannya terhadap Reyna keliru. Fely merasa bersalah telah menunjukkan sikap yang tidak baik sejak kedatangan Reyna di Jakarta.
Dr.Mila nampak keluar dari dalam ruangan kantor Mira. Abiyu segera mendekat dan bertanya tentang keadaan Reyna.
"Dok Bagaimana keadaan istri saya?" tanya Abiyu.
"Tidak apa-apa Mas Abiyu, keadaannya baik-baik saja. Pingsannya hanya karena efek benturan di kepalanya. Jika dalam sepuluh menit kedepan tidak siuman tolong bawa istri anda ke rumah sakit. Jika sudah siuman tolong berikan obat ini, untuk segera diminumkan pada istri anda. Saya permisi dulu ya, Mas Abiyu!" ujar dr. Mila.
"Baik Dok, terima kasih!" ujar Abiyu kemudian mendatangi Reyna.
Dalam beberapa saat beruntung Reyna segera siuaman. Abiyu segera meminumkan obat yang tadi diberikan dr.Mila.
"Reyn, tolong maafkan aku? aku telah salah paham terhadapmu! Kak Abi sudah menjelaskan semuanya, aku salah telah menuduhmu Reyn, tolong maafkan aku Reyna!"
Reyna menoleh ke suaminya seolah meminta jawaban.
Abiyu kemudian menceritakan semuanya yang terjadi. Kesalahpahaman itu sebenarnya bermula karena kesalahan Abiyu yang tidak jujur kepada Mira dan bunda Maya soal pesan terakhir dari Rangga yang meminta Abiyu menjaga Reyna, dan Abiyu berniat untuk menikahi Reyna setelah masa idahnya telah selesai yaitu enam bulan setelah meninggalnya Rangga.
Abiyu juga menjelaskan jika Mira salah paham dengan alasan Reyna berada di Yogya bukan di Solo. Mira akhirnya tahu jika Reyna berada di sana karena permintaan papi Reza untuk bersembunyi sementara dan merahasiakannya dari siapapun tentang keberadaan Reyna di Yogya.
Akhirnya Mira dan Reyna berbaikan dan saling memaafkan.
____________________Ney-nna_________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...Give a gift & vote 🌹...
__ADS_1
...Tank you!🙏💕💕...