Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Indahnya Berbagi


__ADS_3

Mira dan Dipa sudah berada di dalam mobil, sedang di perjalanan menuju tempat tujuan. Mira masih belum tahu ke mana tujuannya, sebab Dipa tidak memberitahukannya. Namun, perasaan Mira tidak baik.


Apa Dipa akan membuangnya di suatu tempat? membakarnya? atau dibalikin ke rumah Jona? tapi rasanya ini bukan arah menuju rumah Jona! ya Allah sayang banget kalau mau dibuang atau dibakar. Koleksi aku kan banyak banget! God, help me please! batin Mira cemas sembari meremass tangannya.


Setelah beberapa saat melaju di jalanan hingga ke pelosok daerah kemudian mobil Dipa memasuki sebuah pekarangan yang cukup luas, dengan hamparan tanah lapang dan perkebunan, kemudian Mobil pun berhenti tepat di depan sebuah gerbang yang di bagian depannya terdapat sebuah papan nama yang bertuliskan Panti Asuhan Harapan Bangsa.


"Tunggu! kita mau ke panti asuhan buat apa?" tanya Mira yang merasa heran sembari menerka-nerka apa yang sedang di rencanakan oleh suaminya itu. "Jangan bilang kalau kamu mau menyumbangkan koleksi aku ke panti asuhan ini?!" ujar Mira menebak arah jalan pikiran Dipa sembari menatap tajam ke arah suaminya.


"Aku kan cuma mengajak kamu beramal, coba kamu pikir, boneka-boneka sebanyak itu ketika di rumah kamu, palingan cuma kamu jadikan pajangan di kamar, yang bener-bener kamu pakai paling cuma beberapa, kan? apa coba manfaatnya? tapi, jika kamu kasihkan ke mereka, paling-paling mereka cuma bakalan kebagian setiap orang satu barang saja, itu pun mereka akan sangat bersyukur sekali, sebab jarang-jarang lhoh mereka dapat mainan, atau barang-barang kayak gitu, apalagi sebagus itu," tutur Dipa panjang lebar menasehati Mira.


"Tapi, ada beberapa yang sangat aku sukai!" tutur Mira sembari menunduk dan cemberut merasa belum rela.


"Kan barusan sudah kita pilah-pilah yang satu kantong masih ada di rumah pemberian temen-temen kamu, yang aku bawa kan cuma yang kasih mantan kamu lhoh ini. Sekarang kamu udah punya suami, kamu masih mau simpan barang-barang dari mantan?" tanya Dipa kepada istrinya yang terlihat enggan untuk merelakan barang-barang dari mantannya.


"Emm, tapi aku masih menyimpan barang itu bukan karena itu pemberian dari, Jona. Tapi, karena aku suka sama barang itu!" ujar Mira memberi pembelaan.


"Yang mana yang paling kamu sukai?" tanya Dipa menelisik.


"Em, boneka dholpin yang besar, yang biasanya aku pakai bantal, itu dulu dia pesan langsung jadi gak ada yang menyamai! dan bla, bla, bla ...," tutur Mira menjabarkan satu persatu barang-barang dari Jonatan lengkap mulai dari kapan dan momen apa benda itu dikasih yang penuh akan nilai historisnya.


"Tuh, kan kamu sampai hapal banget menjabarkannya satu-persatu. Jika kamu tetap menyimpannya kamu bakalan inget-inget lagi saat-saat bersama dengan dia. Jika kamu belum bisa move on dengan yang lama jangan mulai dengan yang baru!" tutur Dipa yang entah mengapa tiba-tiba kesal saat mendengar Mira yang antusias bercerita tentang momen ketika pernak-pernik itu diberikan oleh Jonathan kepadanya.


Dipa kembali menghidupkan mesin mobilnya dan hendak kembali pulang, namun seketika Mira menghentikannya.

__ADS_1


"Tunggu!" ujar Mira mengehentikan Dipa dengan memegangi lengan tangan suaminya.


"Maaf ...! aku bukannya gak mau, tapi cuma merasa sayang saja dengan benda itu karena aku menyukainya pure sebagai benda yang bermanfaat buat aku. Namun, jika itu membuatmu tidak nyaman, oke aku ikhlas kok memberikannya kepada orang lain."


"Sebab, ketika aku sudah memutuskan untuk memilih kamu menjadi pendamping hidupku, itu artinya kamu adalah prioritas ku, seseorang yang ingin aku genggam tangannya ketika menyusuri kehidupan, tempatku bersandar, tempat ku berbagi cinta."


"Bagiku masa laluku cukup aku jadikan pelajaran hidup. Saat ini aku sedang berusaha untuk mencuri perhatianmu, membuatmu nyaman bersamaku, agar aku bisa masuk ke dalam hatimu seperti aku yang berusaha menempatkan dirimu sebagai satu-satunya laki-laki yang aku cintai, yaitu imam ku, yang halal bagiku, yang akan membawaku ke surga, dan semoga hingga ke jannah-Nya. Aamiin," tutur Mira mencoba meyakinkan suaminya yang terlihat sedang cemburu dan kesal.


Tiba-tiba saja Dipa menarik tubuh Mira dan menenggelamkannya di dalam pelukannya, yang membuat Mira sejenak merasa terkejut akan perlakuan tiba-tiba oleh suaminya.


"Aku suka bawel mu yang seperti ini!" tutur Dipa sembari mencium pucuk kepala istrinya yang tertutup hijab. Mira pun menyambut pelukan hangat dari suaminya.


Mendengar hal itu, Mira pun merasa lega dan merasa senang. Seolah merasakan dicintai dan diinginkan oleh Dipa. Dan, hal itu berkat kata-katanya yang spontan meluncur begitu saja. Meskipun Mira sendiri bingung entah darimana kata-kata itu bisa keluar dari mulutnya.


Dipa melerai pelukannya, kemudian memandang ke arah Mira yang terlihat sibuk membenahi kerudungnya.


"Masih rapih kan? ayo kita ke sana!" tutur Mira dengan semangat.


"Kamu yakin ikhlas memberikannya buat anak-anak panti?" tanya Dipa yang melihat perubahan pada diri Mira dari yang pertama datang nampak tidak rela, dengan sekarang yang tiba-tiba sangat bersemangat.


"Tentu saja, saat ini mood ku sedang sangat baik, lagi pula aku tidak ingin membuat suamiku cemburu karena hal itu," tutur Mira dengan menyindir Dipa sembari tersenyum.


"Eh, siapa yang bilang aku cemburu! aku hanya tidak ingin melihat barang-barang darinya saja di rumahmu!" kilah Dipa sembari memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan kebenaran bahwa dia sempat cemburu karena barang-barang dari mantan yang hampir setahun berlalu tapi masih di simpan juga oleh Mira.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Mira memastikan sembari tersenyum meragukannya.


"Heh, tentu saja! sudah ayo buruan turun dan kita bagikan barang-barang ini," jawab Dipa mengalihkan pembicaraan sembari melepas seat belt yang melingkar di tubuhnya.


Cup!


Tiba-tiba saja Mira mengecup pipi Dipa, kemudian segera turun dari mobil itu.


Dipa terkejut hingga sejenak mematung atas tindakan Mira yang tiba-tiba.


Hahh, Mira benar-benar tak terduga! bisa-bisanya dia mencuri start untuk mengecup pipiku lebih dulu, padahal aku saja sudah mencoba menahannya!


Dipa kemudian ikut keluar sembari membawa bungkusan koleksi pernak-pernik dholpin milik Mira itu dan mengutarakan maksudnya kepada kepala panti jika mereka ingin menghibahkan koleksi pernak-pernik Mira kepada anak-anak yatim piatu di panti asuhan Harapan Bangsa tersebut.


Pemilik panti dan anak-anak menyambut baik kedatangan mereka.


"Ayo, anak-anak ambil satu-satu yang kalian sukai, jangan berebut, ya! insyaallah semua bakalan dapat kok!" tutur Mira sembari membagikan boneka dan pernak-pernik lainnnya agar semua terbagi rata sesuai dengan umur mereka dan kegunaan barang itu.


Seusai membagikan barang-barang miliknya itu, Mira merasa senang saat melihat anak-anak panti itu tersenyum bahagia menerima pemberian darinya. Tidak ada lagi baginya perasaan tidak rela, ketika ucapan terima kasih mereka yang disertai doa dengan tulus diberikan kepada Mira dan Dipa agar rumah tangga mereka penuh keberkahan dan segera mendapatkan keturunan.


"Aamiin, terima kasih buat kalian semuanya! semoga kelak menjadi anak-anak yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa!" tutur Mira mendoakan kebaikan bagi anak-anak yatim piatu itu.


Setelah itu, Dipa juga menitipkan sejumlah uang untuk kebutuhan sehari-hari anak-anak panti kepada pengurus panti asuhan Harapan Bangsa. Keduanya pun pulang kembali ke rumah dengan perasaan senang dan bahagia bisa berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

__ADS_1


...___________Ney-nna___________...


__ADS_2