Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Khitbah Nabil


__ADS_3

"Mama ...!" Reynand berlari menghambur ke arah Reyna sembari menangis.


Sudah dua malam Reynand tidur dengan ditemani Fely. Sehingga ketika melihat mamanya datang Reynand langsung berlari menuju mamanya yang baru pulang dari rumah sakit. Reynand menarik-narik gamis mamanya meminta di gendong.


Bi Lastri yang paham dengan situasi tersebut segera mendekat dan mengambil alih bayi Reyna dari gendongannya. "Biar Bibi yang gendong, Reyn. Dari kemarin Reynand sangat rewel mencari kamu."


"Iya, Bi. Terima kasih sudah menjaga Reynand," tutur Reyna sembari menyerahkan bayinya kepada bibinya.


"Iya, kamu urus dulu Reynand, kasihan dia sangat merindukanmu!" tutur bi Lastri.


Reyna mengangguk, kemudian duduk di kursi teras depan rumah sembari memangku anak sulungnya. Ada rasa haru saat melihat Reynand menangis karena mmerindukan nya. Reynand menautkan tangannya melingkari leher mamanya dengan erat. Reyna memberikan kecupan bertubi-tubi di wajah anaknya.


"Maafkan Mama ya, Mas? Mama nggak akan meninggalkan Mas Reynand lagi, kok!" bujuknya dengan mata berkaca-kaca menahan air mata.


"Nand mau ikut, Mama! Nand nggak mau cama, Nenek! hiks ... hiks ...!" ujar Reynand dengan kesal sembari terisak.


"Iya, Mama janji nggak akan meninggalkan Mas Reynand lagi," tutur Reyna sembari merengkuh erat tubuh putranya.


Sepulangnya Reyna dari rumah sakit, rupanya Reynand sangat posesif dengan adiknya. Reynand tidak ingin mamanya terlalu lama menggendong adiknya. Bahkan seolah tahu jika perhatian mamanya telah terbagi, dia tidak mau dipisahkan dengan mamanya. Reynand lebih manja dari biasanya.


Reyna dan Abiyu memaklumi hal itu karena memang Reynand masih cukup kecil untuk mengerti arti seorang adik. Umurnya baru dua puluh bulan, belum genap dua tahun. Sehingga wajar jika Reynand belum mengerti akan arti seorang adik. Akhirnya ketika mengurus Reynand, Abiyu akan mengambil alih untuk menjaga babynya.


"Ma, Nand mo bobo dipeyuk Mama ...!" rengek Reynand saat Reyna memunggunginya ketika sedang menidurkan babynya yang baru ditaruhnya pada box bayi yang disatukan dengan ranjang tempat tidurnya.


"Iya, Sayang. Sebentar ya!" ujar Reyna dengan lembut.


Saat ini yang paling penting adalah mendahulukan kakaknya agar tidak merasa terabaikan dengan kehadiran adiknya. Dan, benar saja setelah beberapa hari terbiasa dengan sang adik, Reynand mulai menyayangi adiknya dan dengan senang hati menjaga adiknya seolah mendapat mainan baru.


"Mama gendong adek dulu boleh ya, Mas? adeknya haus pengen minum susu. Seperti Mas Reynand kalau haus minta dibuatkan susu juga kan?" ujar Reyna bernegosiasi saat Reynand sedang bermain di pangkuannya sedangkan Alesha terbangun dari tidurnya.


Beberapa hari berlalu dan kemarin tepat di hari ketujuh, Reyna dan Abiyu telah melaksanakan Aqiqahan untuk bayi perempuan mereka. Abiyu memberinya nama Alesha Shaqueena.


Reynand belum menjawab dan masih diam sembari melihat ke arah box bayi, memperhatikan adiknya yang mulai menangis.


"Boyeh!" ucapnya kemudian seraya turun dari pangkuan Reyna.

__ADS_1


Reyna bersyukur Reynand tidak terlalu rewel seperti di awal mula saat adanya Alesha. Meski terkadang Reynand masih saja posesif jika moodnya sedang tidak baik.


Reyna segera menggendong Alesha dan menyusuinya. Reynand mendekat memperhatikan adiknya yang sedang menyusu.


"Ma, kok adek minum cucunya gitu?" tanya Reynand saat melihat Reyna menyusui adiknya.


Reyna sedikit merasa bersalah. Harusnya saat ini Reynand masih di susui olehnya, karena umurnya belum genap dua tahun. Tapi karena hal buruk yang sempat menimpanya sehingga Reynand hanya sempat dia susui hingga berumur satu tahun saja kala itu.


"Iya, Sayang. Adeknya belum bisa minum di gelas kaya Mas Reynand. Nanti kalau sudah besar minum cucunya juga di gelas kaya Mas Reynand," tutur Reyna sembari membelai lembut pipi putranya.


Maafkan Mama, Reynand. Maafkan Mama! gumam Reyna di dalam hati sembari menahan air mata yang hendak jatuh.


By, maafkan aku yang sempat membuatmu kecewa karena sempat jauh dari Reynand! aku janji akan menjaga anak kita dengan baik kedepannya! semoga kamu tenang di surga, By!" gumam Reyna ketika mengingat Rangga.


Wajah Reynand yang sangat mirip dengan Rangga membuatnya selalu ingat akan suami pertamanya, saat memandangi wajah putranya dengan lekat.


"Reyn, jam berapa keluarganya Nabil mau datang?"


Reyna seketika tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara bunda yang sudah duduk di sampingnya. Sudah semenjak tiga hari yang lalu bunda Maya datang ke Yogya untuk melihat cucunya. Dan, hari ini rencananya Nabil akan datang bersama keluarganya untuk mengkhitbah Fely. Saat yang tepat ketika seluruh anggota keluarga sedang berada di Yogyakarta.


"Semoga kali ini jodohnya ya, Reyn. Bunda akan merasa lega ketika Fely sudah ada yanag menjaga," tutur bunda dengan sendu.


"Aamiin, sebentar lagi, Bun. Reyna yakin Nabil jodoh yang baik untuk Fely," tutur Reyna berharap agar Fely mendapatkan jodohnya kali ini.


"Bunda juga berharap begitu, Reyn. Bunda akan tenang jika Fely sudah menikah," ujar bunda.


"Iya, Bun. Sudah saatnya Fely mendapatkan kebahagiaannya."


"Tidak terasa anak-anak Bunda sudah akan berkeluarga semua? Bunda bahkan sudah jadi nenek-nenek, sudah saatnya Bunda untuk beristirahat, Reyn. Nanti kalau Fely sudah menikah, kamu dan Abiyu pindah ke Jakarta ya? biar Abiyu yang mengurus restoran di Jakarta," tutur bunda sembari mengelus kepala Alesha yang sedang menyusu.


"Iya, Bun. Reyna setuju saja. Di mana pun Kak Abi tinggal Reyna akan selalu mendampinginya," ujar Reyna sembari tersenyum ke arah mertuanya.


****


Pukul 20.00 keluarga dari Nabil telah tiba. Nabil datang bersama kedua orang tuanya dan juga adik laki-lakinya yang hanya terpaut dua tahun dengan Nabil dan kakak perempuannya beserta suami, dan seorang anaknya. Bunda, Abiyu dan Fely menyambutnya dengan ramah.

__ADS_1


Fely sempat beberapa kali bertelepon dengan ibunya Nabil dan saat bertemu ternyata sama ramahnya.


"MasyaAllah, calon mantuku cantik sekali ... lebih cantik daripada di foto lhoh," ujar ibunya Nabil sembari cipika-cipiki dengan Fely.


"Ah, Ibu bisa saja. Mari, Bu silakan duduk," ujar Fely menyambut ibu Nabil dengan ramah, kemudian mempersilakan untuk duduk.


Fely sempat mencuri pandang sebentar ke arah Nabil yang ternyata juga sedang memandang ke arahnya. Entah mengapa jantungnya mulai berdebar-debar dan mendadak sangat malu saat pandangan mereka bertemu. Setelahnya semua tamu dipersilakan untuk duduk. Siapa sangka justru Nabil duduk tepat berhadapan dengan tempat duduknya saat ini.


Fely tidak berani melihat ke arah depan, dia lebih memilih menunduk atau sesekali melihat ke arah ayah dan ibu Nabil yang sedang mengobrol berbasa-basi dengan bunda dan kakaknya. Meskipun dia bisa merasakan sesekali Nabil melihat ke arahnya.


"Baiklah Mas Abiyu dan Ibu Maya, saya selaku kepala keluarga ingin menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami ke mari, selain untuk bersilaturahmi, kedatangan kami juga mempunyai maksud lain, yaitu ingin menjadikan Nak Felycia untuk menjadi menantu dikeluarga kami, sebagai pendamping hidup bagi anak kedua kami, yaitu Muhammad Nabil," tutur ayah Nabil menggiring ke dalam acara inti kedatangan mereka.


"Saya sebagai kakak dari Fely mewakili keluarga sangat berterima kasih sekali atas kunjungannya ke rumah kami, semoga silaturahmi ini terjalin baik kedepannya. Mengenai permintaan anda atas adik saya, saya serahkan keputusannya kepada Fely untuk menjawabnya sendiri." Abiyu menjeda kata-katanya seraya melirik ke arah Nabil dan bergantian pada adiknya. "Tapi, tenang saja, Bil. Saya rasa jawabannya sudah bisa dipastikan tidak akan mengecewakan Bapak, Ibu dan juga Nabil," jawab Abiyu dengan sedikit bercanda menggoda Nabil dan Fely yang nampak tegang.


Semuanya pun tertawa dan suasana yang tadinya sedikit tegang menjadi lebih santai karenanya.


Fely merasa sangat gugup ketika banyak pasang mata kini melihat ke arahnya, tak terkecuali Nabil.


Astaga kakak nih bikin nervous aja, malah nyuruh aku yang jawab, padahal tadi uda dibahas juga sebelum mereka datang! gumam Fely di dalam hati merutuki ke jahilan kakaknya.


"Ayo, Fe. Buruan dijawab, mau menerima khitbah dari Nabil apa tidak?" ujar Abiyu melempar pertanyaan kepada adiknya.


Fely mengambil napasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya perlahan.


Bismillah ya Allah! meski di hatiku masih menyimpan perasaan kepada Raka, tapi aku akan berusaha untuk mencintai Pak Nabil! batinnya.


"Bapak, Ibu, saya bersedia untuk menjadi pendamping hidup bagi ...," Fely sejenak menjeda kata-katanya saat bimbang mau menyebut apa kepada dosennya itu saat berada di hadapan orang tuanya. "Em, Mas Nabil," jawab Fely pada akhirnya.


"Alhamdulillah!"


Semua pun tersenyum lega. Begitu pun dengan Nabil yang terlihat sangat bahagia karena Fely pada akhirnya menyetujui khitbahnya.


Kemudian, acara dilanjutkan dengan makan malam dan setelahnya membahas pelaksanaan pernikahan untuk Fely dan Nabil.


Kedua keluarga akhirnya sepakat untuk melaksanakan pernikahan mereka satu bulan dari sekarang atas permintaan dari Nabil, karena tidak ingin menunda-nunda hal baik terlalu lama.

__ADS_1


...__________Ney-nna_________...


__ADS_2