Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Siapa dia?


__ADS_3

Dua hari setelah menggelar walimatul ursy, Abiyu dan Reyna kembali ke Yogyakarta bersama Reynand dan Fely. Sudah seminggu ini berada di Yogyakarta semua berjalan dengan baik dan tenang.


Seminggu di Yogya Fely mulai memahami tugas-tugasnya. Sebab, apa yang dia kerjakan di sini hampir sama dengan apa yang dikerjakannya selama di Jakarta saat membantu bunda. Selama dibantu oleh Fely, Abiyu lebih fokus untuk pengobatan Reyna.


Reyna mulai menulis apa saja yang diingatnya, setelah menghubungkan dari album foto, pertemanan di sosial media seperti facebook dan instagram yang dimiliki Reyna sebelum dia hilang. Semua itu atas bantuan dari Abiyu. Kemudian, Reyna mulai mengingat-ingat nama-nama orang yang dikenalnya dalam foto dan mulai menghubungkan potongan-potongan peristiwa yang diingatnya dengan nama orang yang ditulisnya.


Perlahan-lahan potongan-potongan peristiwa dimasa lalu mulai bermunculan satu persatu, meskipun banyak yang tidak bisa Abiyu jelaskan kepada istrinya, seperti peristiwa selama Reyna masih menjadi istri dari Rangga, yang tentunya Abiyu juga tidak tahu menahu tentang peristiwa itu terjadi.


Pada suatu malam sebelum tidur Reyna menanyakan suatu hal kepada Abiyu saat baru saja mengingat sesuatu.


"Yang ini namanya siapa, Kak?" tanya Reyna pada Abiyu sembari menunjukkan foto seorang laki-laki pada layar handphonenya.


"Mana ... oh, Dipa!" jawab Abiyu dengan malas.


"Oh, jadi ini yang namanya Dipa!" tutur Reyna.


"Kata Mira dia sahabatmu sejak SMA," ujar Abiyu menjawab pertanyaan istrinya.


"Benarkah selama itu?" tanya Reyna sembari berpikir.


"Selama itu? apa maksudmu?" tanya Abiyu yang tidak mengerti dengan ucapan Reyna.


"Aku seperti mengingat sesuatu, aku seperti sedang berada di taman, ada seorang preman yang mencengkeram kerah bajunya dan aku yang sedang menggendong Reynand turut menyaksikannya bersama Lala juga. Itu berarti kejadiannya belum terlalu lama, artinya aku sahabatan sama dia dari semenjak SMA hingga sekarang ya?" ungkap Reyna menceritakan yang diingatnya.


Ah... harusnya Reyna tidak perlu mengingatnya juga! gumam Abiyu di dalam hati.


"Setahu ku kamu bertemu lagi dengannya setelah pindah ke Yogya, " tutur Abiyu menjawab dengan malas.


"Mengapa Kak Abi bertengkar dengannya?" tanya Reyna.


"Bertengkar?" Abiyu terperangah saat Reyna menanyakan hal itu juga.


"Aku melihat Kak Abi dan dia berdiri di teras kemudian kalian beradu mulut, namun aku tidak terlalu mengerti apa yang kalian bicarakan, " tutur Reyna.

__ADS_1


Ya ampun kenapa Reyna musti mengingat hal itu juga sih! batin Abiyu.


"Kenapa, Kak?" tanya Reyna sembari mendekatkan wajahnya kepada Abiyu.


"Karena dia juga menyukaimu dan tidak terima jika kamu menikah denganku," tutur Abiyu kemudian mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang dan mulai memejamkan mata.


Apa Kak Abi cemburu ya? kenapa mukanya seperti kesal begitu?! batin Reyna.


Reyna tidak melanjutkan obrolan mereka saat mengetahui perubahan pada raut muka suaminya. Reyna meletakkan handphonenya di atas nakas, kemudian menghidupkan lampu tidur yang temaram menggantikan lampu kamar yang terang benderang.


Seusai mematikan lampu, Reyna kembali membaringkan diri di atas ranjang kemudian melingkarkan tangannya di atas perut suaminya. Merasakan pelukan dari istrinya. Diam-diam Abiyu membuka matanya sembari menahan tawa, kemudian kembali berpura-pura memejamkan mata.


Lebih baik pura-pura tidur daripada membahas tentang laki-laki itu lagi! gumam Abiyu di dalam hati.


Menit-menit berikutnya, akhirnya keduanya benar-benar terlelap dalam tidurnya.


****


Pada jam makan siang, restoran terlihat penuh. Fely mengontrol bagian dapur nampak kondusif, tempat duduk terlihat penuh, dan semua karyawan nampak sibuk. Kemudian, Fely beralih untuk berdiskusi dengan Tantin yang juga sedang mengontrol kinerja karyawan.


Laki-laki itu terlihat masih muda, dan cukup tampan, penampilannya rapi dengan setelan jas berwarna hitam lengkap dengan dasinya. Mungkin usianya tidak terlalu jauh di atasnya. Dari ciri-ciri itu kemungkinan dia adalah orang yang cukup berkompeten di bidangnya.


Fely mencoba mengingat-ingat, namun tidak menemukan jawabannya. Saat Fely memperhatikan wajahnya dengan lekat tiba-tiba laki-laki itu melihat ke arah yang sama. Laki-laki itu melihat ke arah di mana Fely sedang berdiri memperhatikannya.


Kepergok sedang melihat dengan intens pada laki-laki tersebut, Fely segera membuang muka ke samping, kemudian berbicara dengan Tantin. Fely mengatakan kepada Tantin jika dia akan kembali ke ruangan kantornya.


"Tin, aku balik ke ruanganku dulu ya? kalau ada apa-apa segera beritahu aku!" perintah Fely.


"Baik, Bu!" jawab Tantin.


Seusai itu Fely tidak lagi melihat ke arah laki-laki itu lagi dan segera melangkah menuju ruangan kantornya.


Sesampainya di kantor ternyata ada Abiyu yang sedang menekuni laptop di depannya. Tanpa menyapa kakaknya, Fely langsung duduk di sofa sembari membuang napas beratnya.

__ADS_1


"Ada apa, Dek? mukamu kelihatan suntuk begitu?" tanya Abiyu kepada adiknya.


"Hah, enggak Kak. Sepertinya aku melihat seseorang yang aku kenal di depan, tapi entah siapa aku lupa namanya dan aku juga lupa pernah bertemu dia di mana," tutur Fely menceritakan apa yang dilihatnya barusan.


"Kenapa tidak kamu tanyakan langsung saja kepada orangnya?" tanya Abiyu.


"Sepertinya dia sedang berbicara serius dengan seseorang di depannya, Kak. Mungkin sedang meeting dengan klien," tutur Fely sembari mengingat-ingat hal yang dilihatnya tadi.


"Oh, mungkin salah seorang teman kamu saat kuliah mungkin!" tebak Abiyu.


"Masa iya, sih teman kampus! rasanya bukan, deh!" tutur Fely.


Sedangkan di resto, seusai meeting dengan klien laki-laki itu kemudian mendekat kepada Tantin hendak menanyakan sesuatu.


"Mbak, kalau boleh tahu wanita yang tadi berdiri bersama dengan Mbak di sini tadi, itu siapa?" tanya Raka kepada wanita yang di bagian name tag'nya tertulis supervisor itu.


"Oh, itu salah satu anak dari pemilik restoran, Pak," jawab Tantin dengan hormat.


"Jika boleh saya tahu pemiliknya juga memiliki restoran di Jakarta, bukan?" tanya Raka penasaran dengan wanita yang tadi menatapnya dengan intens.


"Iya Benar, Pak! Bapak pernah mengunjungi restoran kami yang berada di Jakarta?" ujar Tantin.


"Namanya, Fely?" tanyanya lagi tanpa menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.


"Iya benar, Pak. Bapak mengenal Bu Fely?" tanya Tantin yang ikut bergembira melihat raut wajah laki-laki itu terlihat bahagia seolah menemukan mutiara dalam lautan.


"Tentu saja aku mengenalnya, dan dia pasti juga mengenalku, tolong sampaikan salamku kepadanya!" perintah Raka.


"Baiklah, nama anda siapa?" tanya Tantin.


"Bilang saja yang tadi duduk di meja paling ujung. Maaf saya harus pergi sekarang, karena masih ada pekerjaan. Lain waktu saya akan kembali ke sini dan menemuinya. Waktunya sangat singkat untuk mengobrol dengannya karena saya harus segera kembali ke kantor! permisi ...," ucapnya kemudian berlalu meninggalkan restoran.


...____________Ney-nna____________...

__ADS_1


.


__ADS_2