
Keesokannya sesuai membeli cincin, Mira menjadi bulan-bulanan Gina dan Sesha. Betapa tidak, sebab Mira telah menyembunyikan kabar gembiranya kepada mereka. Gina sangat terkejut saat Sesha memberitahu jika ada laki-laki yang datang mengaku menjadi calon suami Mira. Tentu saja hal itu sangat mengejutkan, sebab yang mereka ketahui akhir-akhir ini yang datang menemui Mira adalah Jonathan. Sehingga mereka tidak menyangka jika ternyata diam-diam Mira telah dikhitbah oleh laki-laki lain yang asing bagi mereka.
"Mbak, kok kita sampai nggak pernah tahu masnya yang kemarin jemput atau datang ke sini sih sebelumnya? Mbak Mira paling hebat nih menyembunyikan rahasia!" tutur Sesha.
"Iya nih, Mbak Mir, aku pikir kemarin mau CLBK sama mas Jona kok bisa tiba-tiba nemu cowok lain di mana nyarinya sih, Mbak. Aku juga mau dong nemu cowok ganteng, tajir, dan baik hati gitu ...," oceh Gina dengan melebih-lebihkan.
"Yang ini bukan kekasih gelap kan, Mbk Mira? soalnya baru juga seminggu yang lalu kita lihat Mbak Mira ketemu sama mas Jona, lhoh!" Sesha menimpali obrolan sehingga semakin gencar membicarakan tentang calon suami Mira yang sangat mengejutkan.
"Oke-oke aku klarifikasi ya. Jadi sebenarnya aku menjalani ta'aruf dengan cowok yang kemarin itu. Namanya, Dipa. Kita sebenarnya sudah lama kenal tapi udah lama juga nggak ketemu. Pas dipertemukan untuk berta'aruf gak taunya dia adalah orang yang sudah aku kenal. Alhamdulillah ta'arufnya berjalan dengan lancar, kami sepakat untuk menerima ajakan berta'aruf. Niat kita sama, yaitu menikah karena Allah. Meskipun di antara kami belum ada rasa cinta. Kami percaya cinta akan datang nantinya di saat yang tepat ketika Allah mentakdirkan dia lah jodohku."
"Keesokannya, dia datang bersama orang tuanya dan mengkhitbah ku atau melamar ku. Kemudian tak berapa lama kedua orang tua kita sudah menentukan tanggal pernikahan, memang ketika berta'aruf dianjurkan untuk segera menikah untuk menghindari zina. Banyak kan dijaman ini yang pacaran akhirnya hamil duluan? nah dengan berta'aruf ini di sarankan tidak sering-sering bertemu dan dianjurkan untuk segera menikah, bukankah berpacaran sebelum menikah itu lebih sweet, mau ngapa-ngapain aja boleh, dapat pahala malah kalau sama pasangan halal gitu," tutur Mira panjang lebar.
"Nanti kalau ternyata nggak cocok gimana, Mbak?" tanya Sesha.
"Itu adalah tergantung ikhtiar kita, semua pasti menjumpai cobaan, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Jika kita memohon dengan benar kepada Allah, pasti Allah akan menunjukkan kebenaran kepada kita. Yang aku yakini adalah laki-laki baik untuk perempuan baik dan sebaliknya, dan laki-laki keji untuk perempuan keji dan sebaliknya. Jika kita ingin mendapatkan yang baik maka kita juga harus memantaskan diri agar dipertemukan dengan baik, jika kita banyak maksiat ya jangan salahkan Allah jika jodohnya psikopat mungkin. Tapi tidak menutup kemungkinan jika Allah ingin menguji kita, dan Allah itu sesungguhnya melihat kita itu mampu untuk mengatasinya, makanya jangan buru-buru bercerai, siapa tahu suatu saat akan datang hidayah kepada pasangan kita yang berlaku keji. Yang jelas jodoh itu adalah ikhtiar kita," tutur Mira menjelaskan tentang apa yang di diketahuinya dari ustadzah Hani.
"Aduh Mbak Mira sweet banget sih. Semoga dilancarkan sampai hari-H nya ya, Mbak. Aku ikut senang lhoh ketika mendengar kabar gembira ini, akhirnya Allah menukar kesedihan mbak Mira waktu itu dengan pernikahan yang akan segera terlaksana," ujar Gina.
"Aamiin, terima kasih ya, atas do'anya. Semoga kalian segera menyusul juga," tutur Mira mendoakan kebaikan buat teman-temannya itu.
"Aamiin," jawab Sesha berbarengan.
__ADS_1
****
Waktu berjalan dengan cepat. Menjelang hari pernikahannya, Mira sangat sibuk. Sejak pertemuan di saat membeli cincin waktu itu Mira tidak lagi bertemu dengan Dipa, sebab Dipa harus kembali ke Yogya untuk merampungkan pekerjaannya.
Untuk mempersiapkan acara pernikahannya Mira dibantu oleh orang tua Dipa dan mamanya. Rencananya acara akad nikahnya akan dilaksanakan di sebuah masjid yang megah di daerah Jakarta Pusat, kemudian malamnya dilanjutkan dengan walimatul ursy di sebuah gedung pernikahan.
Persiapan pernikahan yang terbilang cukup singkat membuat mereka kewalahan mencari tempat untuk menyelenggarakan acara walimahnya. Beruntung mereka dibantu dengan sejumlah kerabat dekat dan kolega yang dikenal oleh Shinta. Mulai dari WO, catering, dan dokumentasi, semuanya berjalan dengan lancar.
Untuk gaun pengantinnya Shinta masih menyimpan gaun yang dulu dipesan oleh Mira di butik Shinta saat akan menikah dengan Jonathan, sehingga Mira bisa mengenakan gaun itu untuk pernikahannya nanti dan Shinta hanya cukup mengubah sedikit dibagian lengannya menjadi gaun pengantin muslimah yang sangat cantik.
Untuk bridesmaids keluarga besar dan teman dekat, Shinta membagikan koleksi gaun-gaun pesta yang ada di butiknya dengan mencocokkan warna yang senada. Sehingga semua persiapan yang dibutuhkan untuk acara pernikahan rampung sesuai dengan waktu yang telah disepakati kedua belah pihak.
Ini adalah minggu terakhir detik-detik menuju pernikahan semua undangan sudah disebar dan segala persiapan sudah berjalan sembilan puluh persen. Esok adalah hari yang dinantikan Mira, pernikahan akan dilangsungkan besok pagi pukul 08.00 untuk akad nikahnya.
Entah mengapa semkin mendekati hari pernikahan Mira semakin gugup mendekati hari pernikahannya. Meskipun jarang berkomunikasi dengan Dipa, namun hatinya seolah terikat kepada Dipa. Tidak jarang berkomunikasi hanya untuk menanyakan hal-hal sepele, namun hal itu membuatnya merasakan rindu kepada laki-laki yang sebentar lagi akan menikahinya.
Keesokannya Mira sudah di dandani oleh MUA dan telah siap dengan mengenakan gaun pengantin berwarna putih lengkap dengan kerudung dan mahkota di atas kepalanya. Mama terlihat berkaca-kaca menyaksikan putrinya itu yang akhirnya benar-benar akan menikah sebentar lagi.
Saat ini Mira duduk di sebuah ruang tunggu, sedangkan Dipa tengah bersiap-siap untuk mengucapkan ijab qobul untuknya. Semua hening ketika penghulu memulai acara ijab qobulnya.
Bismillahirrahmanirrahim,
__ADS_1
Saudara Dipa Birendra bin Bayu Bagaskara. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan saudari Almira Pramudita dengan maskawinnya berupa uang senilai Lima puluh juta rupiah dan seperangkat alat salat dibayar tunai," ucap pak penghulu.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Almira Pradipta binti Almarhum Agus Pramono dengan maskawinnya tersebut tunai," qobul oleh Dipa dengan satu tarikan napas.
Penghulu kemudian bertanya pada saksi.
"Bagaimana saksi, sah?"
"Sah!" seru para saksi yang telah menyaksikan ijab qobul berlangsung.
"Alhamdulillah!"
Akhirnya Mira dan Dipa sah menjadi suami istri detik itu juga.
...__________Ney-nna__________...
Author sudah menikahkan pasangan berapa kali ya di novel ini 😍
Jangan lupa ya kasih like, gift, vote biar author semangat Up.
Terima kasih 🙏😘💕💕
__ADS_1
Semoga diberikan rezeki yang berkah dan barokah bagi yang sll mendukung karya neyna 🙏😘