Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Rangga Kecelakaan


__ADS_3

Selepas subuh Reyna bergegas menyiapkan sarapan untuk seluruh anggota keluarga dengan dibantu mbak Ani. Rangga kurang cocok dengan masakan mbak Ani, sehingga Reyna harus turun tangan sendiri menyiapkan makanan untuk suaminya.


"Mbak, minta tolong potongkan sayurannya ya, saya bikin bumbunya dulu," ujar Reyna kepada Ani.


"Iya, Non," jawab Ani singkat. Ia kemudian segera melaksanakan perintah Reyna.


Non Reyna dan keluarga ini sebenarnya orang yang baik. Semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan keluarga ini! batin Ani.


Dua minggu yang lalu Ani ditodong oleh seseorang dengan muka yang tertutup dan membawa pisau lipat. Ia meminta Ani untuk mengusulkan Jono sebagai sopir pengganti Bejo yang sedang sakit. Ani diancam, jika tidak mau melakukannya ia akan menukar dengan nyawa Ani. Ani ketakutan dan menyetujuinya. Ia tidak mempunyai pilihan lain selain menyanggupinya. Setelah Jono berhasil menjadi sopir di rumah Kakek Rangga, ia tidak menimbulkan masalah. Sehingga Ani pun merasa sedikit lega.


Seusai memasak, Reyna segera memandikan Reynand dan mengurus kebutuhan suaminya yang akan segera berangkat kerja. Sedari pagi Rangga sangat manja, sampai-sampai ini dan itu minta dilayani. Padahal Reyna harus bersiap juga untuk mengantar Reynand imunisasi di rumah sakit.


Seusai sarapan Rangga berpamitan untuk berangkat kerja. Reyna mengantar suaminya dan mendorong stroller Reynand hingga ke depan teras rumah.


Sebelumnya Rangga menghampiri nenek dan kakek yang sedang berjemur sinar matahari di teras samping.


"Kek, Rangga berangkat ya. Maaf jika Rangga tidak bisa menjalankan perusahaan dengan baik!" ujar Rangga.


"Semua pengusaha pasti pernah menjumpai kendala dan itu sudah biasa, kamu harus segera bangkit dan meyakinkan pada pihak investor agar mereka tetap menanamkan modal pada perusahaan kita!" ujar kakek.


"Baik, kek!" ujar Rangga kemudian mencium punggung tangan kakeknya.


Rangga kemudaian beralih pada neneknya.


"Nek, selagi aku tidak ada tolong bantu Reyna untuk mengurus Reynand ya, kasian dia jika nanti sesuai imunisasi Reynand rewel. Maaf jika Rangga selalu menyusahkan, Nenek!" ujar Rangga.


"Nenek, pasti bantu. Kama jangan khawatirkan itu. Nenek juga tidak merasa direpotkan kok. Justru senang masih di beri kesempatan untuk membantu merawat cicit Nenek," ujar nenek dengan tersenyum.


"Baiklah Rangga berangkat dulu, Assalamu'alaikum!" ujar Rangga setelah salim pada nenek.


"Wa'alaikumussalam!" kakek dan nenek menjawab bersamaan.


Rangga menghampiri istrinya yang sudah menunggu.


"Aku berangkat ya, Sayang!"


Reyna mencium punggung tangan suaminya. Setelah itu Rangga merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukan dan mengecup pucuk kepala istrinya beberapa kali. Reyna mengeryitkan dahi merasa heran. Tidak biasanya Rangga semenempel ini.


"By...," ucap Reyna yang hendak bertanya.


"Biarkan seperti ini sebentar saja, Sayang!" Rangga masih belum mau melepas pelukannya. Reyna menurut saja keinginan suaminya.


Setelah beberapa saat, Rangga melepas pelukannya pada istrinya. Kemudian berjongkok di depan stroller putranya.


"Reynand, jangan rewel ya. Reynand harus jagain Mama ya nak. Jadilah anak yang sholih, Sayang!" ujar Rangga kemudian bangkit mencium pipi putranya.


Seolah tak ingin ditinggalkan papanya bekerja Reynand menarik-narik dasi papanya.

__ADS_1


"Kenapa, Reynand? Papa harus berangkat kerja agar tidak terlambat!" Rangga berusaha mengurai genggaman tangan Reynand pada dasinya.


"Aku berangkat, Sayang. Jaga diri baik-baik selagi aku tak ada. Assalamu'alaikum!" ujar Rangga mengecup kening istrinya sekali kemudian beranjak pergi.


Melihat papanya semakin menjauh, baby Reynand menangis melepas kepergian papanya.


Rangga menengok sekali dan tersenyum, kemudian melanjutkan langkahnya.


"Silahkan, Den. Mobilnya sudah siap!" ujar Jono.


Jono adalah sopir baru yang menggantikan pak Bejo. Ia adalah sopir yang di rekomendasikan oleh Ani. Sudah dua minggu ini Jono bekerja di rumah ini dan cukup baik kinerjanya, sehingga Rangga tetap mempertahankan dia untuk bekerja di rumah ini meskipun nanti pak Bejo sudah kembali bekerja.


"Nanti antar istri saya ke rumah sakit untuk imunisasi. Jangan sampai lupa," ujar Rangga.


"Baik, Den. Sudah saya siapkan mobilnya, Den."


"Bagus Jono. Saya berangkat dulu!" Rangga masuk ke dalam mobilnya kemudian menyalakan mesinnya. Perlahan mobil Rangga melaju meninggalkan pelataran rumah kediaman Hadi jaya.


Jono mengangkat teleponnya yang berdering.


"Halo, Non!" ucap Jono.


"Gimana, kamu sudah sabotase mobilnya kan? Pastikan Reyna dan anaknya itu mati. Kalau sampai gagal kamu yang akan mati!" ujar seorang wanita di balik telepon.


"Baik, Non. Saya pastikan kematiannya!" Jawab Jono.


"Siapa sopir yang akan mengantarkan mereka?" tanya wanita itu.


"Baik, bagus. Segera pergi dari sana jika semua sudah beres!"


"Baik, Non!" ujar Jono.


Telepon di matikan.


"Jon...!" panggil Ani.


Jono buru-buru memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya.


"Ada apa teriak-teriak hah?" jawab Jono yang berjalan mendekat.


"Siapkan mobilnya sekarang. Non Reyna, minta dianterin sekarang," ujar Ani.


"Iya, sudah siap tinggal tancep gas nih!" Jono menunjuk pada mobil di sebelahnya.


"Bagus deh, aku bilang sama non Reyna kalau begitu!" Ani beranjak kembali ke dalam rumah.


Reyna nampak sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit untuk imunisasi Reynand bersama oleh Nenek juga. Sebab Nenek berniat untuk sekalian melakukan check up di rumah sakit.

__ADS_1


"Ayo Nek, kita berangkat sekarang!" ujar Reyna.


Nenek mengangguk kemudian berjalan beriringan di samping Reyna. Mereka kemudian berangkat dengan diantar oleh Jono.


*****


Abiyu tersadar dari lamunannya tatkala mendapati handphonenya berdering tanda ada telepon masuk. Ia segera mengangkat telepon itu.


"Hallo, Sheil?" ucap Abiyu menyapa.


"Bi, kamu jadi datang kan? Aku sudah menunggu di lokasi!" ujar Sheila.


"Iya, Sheil. Tunggu ya, ini aq bentar lagi on the way!" jawab Abiyu.


"Okey, bye!" ucap Sheila.


Telepon di tutup.


"Bun, aku berangkat dulu ya. Ini temen aku sudah nungguin!"


"Soal obrolan yang tadi kita lanjutkan lagi lain kali," pamit Abiyu kepada mamanya.


"Ya udah, Kak. Hati-hati ya di jalan!" ujar bunda Maya.


"Iya, Bun. Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumussalam!" jawab bunda.


Abiyu kemudian bergegas menuju lokasi, tempat ia bertemu dengan temannya di sebuah cafe rintisan mereka.


****


Saat melintas di jalan raya, Rangga merasakan ada yang aneh dengan mobilnya. Remnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Padahal saat ini dia sedang melaju dengan kecepatan tinggi.


"Astaghfirullahal'adzim, kenapa bisa begini!" ujar Rangga yang mulai panik.


Ia mencoba menurunkan transmisinya namun tak juga menurun kecepatannya.


Dari arah depan ada persimpangan. Terlihat ada truck container 40 feet yang sedang memutar balik.


Rangga tidak bisa menguasai laju kendaraannya dan membanting setirnya ke kiri agar tidak terjadi tabrakan. Mobilnya menabrak pembatas jalan kemudian berputar dan terpelanting hingga ke tengah jalan.


Beruntung saja dari arah belakang jalanan tidak terlalu ramai. Sehingga mobil yang berada di belakangnya segera berhenti begitu melihat ada mobil yang tersungkur di tengah jalan. Beberapa saksi mata mulai berkerumun mendekati TKP.


****


Abiyu duduk terdiam menunggu di lorong rumah sakit. Ia tidak menyangka jika pengemudi mobil yang mengalami kecelakaan tunggal tersebut adalah Rangga. Terlihat jelas bahwa luka yang dialami Rangga cukup parah dan banyak darah yang keluar dari belakang kepalanya. Sesaat setelah kejadian Rangga sempat mengucapkan beberapa patah kata kepada Abiyu. Hingga akhirnya ia tak sadarkan diri karena pingsan. Saat ini Rangga sedang ditangani dokter di ruang operasi.

__ADS_1


Sedangkan Reyna yang saat itu juga sedang berada di rumah sakit yang sama segera mendatangi tempat Rangga dirawat. Setelah mendapat kabar tentang kecelakaan yang menimpa suaminya. Reyna pingsan setelah melihat Rangga yang terluka parah sesaat sebelum masuk ke dalam ruang operasi. Saat ini Reyna juga sedang di rawat di salah satu kamar rawat. Abiyu menyarankan agar Reynand dibawa pulang saja oleh Nenek karena terus menangis dan rewel. Abiyu sempat mengutarakan pesan terakhir Rangga sebelum Rangga tak sadarkan diri kepada neneknya. Nenek di jemput oleh Bejo karena Jono tidak bisa dihubungi. Abiyu kemudian meminta Mira untuk datang ke rumah sakit untuk menemani Reyna. Orang tua Rangga pun sudah dikabari agar segera datang ke Jakarta.


_____________________Ney-nna________________


__ADS_2