Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Reyna Hilang


__ADS_3

Sepulang kerja Mira segera masuk ke dalam kamar, kemudian membersihkan diri. Diguyurnya seluruh badan dibawah kucuran air shower tepat di atas kepalanya, sehingga segala kepenatannya seolah ikut hanyut bersama aliran air menuju lubang pembuangan.


Beberapa saat kemudian Mira ke luar dari kamar masih dengan mengenakan handuk kimononya dan handuk kecil yang melilit di atas kepalanya. Mira duduk di depan meja riasnya, lantas mengoleskan cream di wajahnya. Setelah itu dibukanya handuk yang berada di kepalanya, dan mengusap-usap lembut handuk tersebut dari pangkal rambut hingga ke ujungnya.


Tok tok tok.


"Mir, sedang apa? boleh Mama masuk?" ucap mama Mira dari balik pintu kamarnya.


"Masuk aja, Ma. Nggak dikunci, kok!" seru Mira dari dalam kamar.


Terlihat mama membuka pintu kemudian berjalan masuk ke dalam kamar. Mama mendudukkan diri di tepi kasur sebelah meja rias, sehingga posisi mama tepat berada di belakang Mira.


Mira mnghidupkan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya. "Ada apa, Ma?"


"Em ... gini, Mir. Temen arisan mama punya anak cowok lagi nyari calon istri, mau ya Mama kenalkan sama anak teman Mama? sapa tahu jodoh, Mir!" tutur mama sembari mencondongkan badannya kedepan.


"Ih, Mama apa-apaan sih? emang ini masih jamannya Siti Nurbaya pakai dijodoh-jodohkan segala?" jawab Mira dengan ketus.


"Eh, itu temen kamu si Reyna dulu juga dijodohkan sama kakeknya, 'kan? buktinya, Reyna juga bahagia sampai punya anak sama suaminya, ya ... walau akhirnya takdir cinta mereka begitu singkat. Tapi setidaknya membuktikan perjodohan tidak selamanya buruk. Oh, ya, gimana kabar Reyna sekarang, Mir?" tanya mama dengan antusias.


"Reyna udah nikah lagi, Ma. Sekarang dia tinggal di Yogya," ujar Mira sembari menyisir rambutnya.


"Alhamdulillah, beruntung sekali si Reyna sampai sudah ketemu jodoh lagi ya, Mir. Bukanya belum ada satu tahun kan suami pertamanya meninggal?" tanya mama penasaran sembari menepuk bahu anaknya.


"Ceritanya panjang, Ma. Yang jelas itu juga nikahnya dengan laki-laki yang sudah dipilihkan oleh suami pertamanya," ujar Mira sembari menyisir rambutnya yang sudah mengering.


Mira kemudian beranjak menuju almari baju untuk mengambil baju ganti.


"Terus, kamu kenapa ngejomblo aja, Mir? memangnya anak Mama kurang apa?" keluh Mama yang mempertanyakan apa kekurangan anaknya hingga jodohnya tak kunjung datang.


"Mama ih ... bikin nggak mood aja, bahas itu terus! Mama keluar dulu, ya? Mira mau ganti baju! dadah Mama ..." ujar Mira sembari menggiring pelan mama keluar dari ruang kamar, kemudian berdadah-dadah sembari mengulas senyum sebelum pintu kembali tertutup.


Mira berbalik dan menghembuskan napas beratnya, kemudian dia berjalan menuju tempat tidur dan mendudukkan diri di tepi ranjang. Mira kembali memikirkan perkataan mamanya.


Bener juga apa yang dibilang mama, apa yang salah pada diriku sampai aku belum juga mendapatkan jodoh hingga sekarang? batin Mira.


Mira menoleh ke arah cermin di sebelahnya. "Aku nggak jelek-jelek banget, kok!" ujarnya sembari menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke keri melihat dari sudut pandang yang lain dari bagian wajahnya yang dipantulkan oleh cermin.


"Aaarghh ... gara-gara si Jona, gue gagal nikah dan jauh dari jodo...h !" seru Mira setelah menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang, kemudian kakinya menendang-nendang ke udara, untuk meluapkan kekesalannya pada Jonathan.

__ADS_1


****


Sepulang dari sekolah, Lala mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban dari dalam. Lala menduga, kemungkinan Reyna sedang tidak berada di dalam rumah. Lala kemudian merogoh kunci cadangan dari dalam tasnya.


"Mungkin mbak Reyna sedang ke rumah budhe Lastri kali, ya?" gumamnya sendiri, sembari masuk ke dalam rumah.


Lala segera masuk ke dalam kamar untuk berganti baju rumahan dan membersihkan diri. Rasa lapar karena belum sempat makan siang di sekolahan, menuntun kakinya melangkah menuju ruang makan mencari sesuatu yang bisa dimakan.


Sesampainya di ruang makan, Lala mencium aroma masakan yang menggiurkan. Saat membuka tudung saji, netranya berbinar ketika melihat aneka sayur dan lauk sudah terhidang di atas meja makan.


Lala segera mengambil piring dan mengisinya dengan satu centong nasi, kemudian menambahkan sayur dan lauk di atasnya.


"Bismillah ...," ucap Lala sebelum memasukkan sesuap nasi ke dalam mulutnya.


Suap demi suap tandas begitu saja, mengisi perut yang mulai kenyang.


Drttt drtt drtt.


Getaran handphone di atas meja, membuat pandangan Lala berpaling ke arah handphone berada. Di tengoknya ada sebuah panggilan masuk dari bibinya Reyna. Lala segera berlari menuju wastafel untuk mencuci tangan kemudian menyabet beberapa helai tissue untuk untuk mengeringkan tangannya.


"Hallo ... Assalamu'alaikum, Budhe?" ucap Lala sesaat setelah telepon tersambung.


"La, kamu udah pulang sekolah, 'kan?" tanya Lastri.


(Sudah, Budhe. Ini, Lala di rumah. Gimana, Budhe?)


"Reyna juga ada di rumah?" tanya Lastri.


"Gak ada, Budhe. Lala, cuma sendiri di rumah. Lala pikir, tadi mbak Reyna ke rumah Budhe ...," tutur Lala.


"Astaghfirullah, kemana perginya si Reyna? dari tadi sebelum dhuhur ke sini menitipkan Reynand, tadi bilang kalau mau mengantar makan siang ke restoran nak Abi, kenapa sampai sore belum balik juga? budhe hubungi nomornya juga nggak aktif ... ke mana mbakmu itu, La?!" tanya Lastri dengan pertanyaan bertubi-tubi. Lastri merasa sangat cemas karena Reyna terlalu lama perginya.


"Astaghfirullah! Budhe sudah menanyakan hal itu sama, Mas Abi?"


"Belom, La. Budhe gak nyimpen nomornya, nak Abi. Adanya di Ha-pe Dina, tapi Dina jg lagi nggak di rumah, masih kuliah!" tutur Lastri.


"Budhe tenang dulu, ya? biar Lala yang telepon mas Abi. Nanti Lala kabari secepatnya kalau sudah ada kabar dari mbak Reyna ...."


"Iya, La. Budhe, tunggu! Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam," telepon di tutup.


Begitu sambungan dengan Lastri diputus, Lala segera melakukan panggilan ke nomor, Abiyu. Pada dering kedua, Abiyu menjawab teleponnya.


"Hallo, Assalamu'alaikum, La?" ucap Abiyu dari balik telepon.


"Wa'alaikumussalam, Mas. Mbak Reyna masih di situ, Mas?" tanya Lala langsung pada intinya.


"Reyna? enggak ..., memangnya bilang kalau mau ke sini?" tanya Abiyu.


"Innalillahi, terus mbak Reyna kemana, Mas? kata budhe Lastri, tadi siang Mbak Reyna mau nganter makan siang buat Mas Abi ... sampai sekarang, mbak Reyna belom balik jemput Reynand dan juga belum pulang ke rumah, Mas!" tutur Lala menceritakan yang terjadi pada Reyna sebelumnya.


"Kamu serius, La?" pekik Abiyu dengan nada terkejut.


"Serius, Mas. Buat apa Lala bercanda untuk hal seperti ini. Jadi mbak Reyna beneran nggak ke situ sama sekali ya, Mas?" tanya Lala memastikan lagi.


"Enggak, La. Bahkan Reyna juga nggak ngabari kalau mau nganter makan siang ke sini. Kalau tahu dia akan ke mari dan sampai sore belum datang ... aku pasti sudah mencarinya dari tadi!" ujar Abiyu dengan gelisah.


"Innalillahi wa innailaihi rojiun, mbak Reyna kemana, Mas? firasat Lala kok gak baik!" netra Lala mulai berkaca-kaca, dengan bayangan buruk yang mungkin saja menimpa Reyna.


"Ya udah, La. Kamu tenang dulu, aku akan coba mencari Reyna di sekitaran jalan menuju ke resto, yang mungkin di lewati oleh Reyna. Kamu coba cari Reyna di sekitaran kompleks!" titah Abiyu.


"Okey, Mas! Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumussalam," telepon di putus.


Abiyu menyabet kunci mobilnya di atas meja kantor, dan bergegas meninggalkan ruangannya. Abiyu kemudian berpamitan kepada satpam yang berjaga di resto dan pada pihak penyidik kepolisian yang berada di sana, untuk pulang terlebih dahulu.


Setelah beberapa saat berputar-putar Abiyu tidak menemukan Reyna di manapun. Hatinya semakin gelisah dan kalut menyadari jika mungkin saja ada seseorang yang mencelakai istrinya sewaktu di jalan, saat Reyna menuju Ke resto.


Abiyu kemudian menuju kantor polisi atas hilangnya Reyna. Tapi, karena belum ada 24 jam setelah kepergian Reyna dari rumah, polisi mengungkapkan belum bisa melakukan pencarian terhadap Reyna. Akhirnya Abiyu pulang dengan tangan hampa.


Abiyu tidak bisa tinggal diam karena menjelang malam Reyna juga belum di ketahui keberadaannya. Akhirnya Abiyu menghubungi seorang detektif untuk menyelidiki keberadaan istrinya.


____________________Ney-nna________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...

__ADS_1


...Give a gift & vote 🌹...


...Tank you! 🙏...


__ADS_2