Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Sosok Misterius


__ADS_3

Menjelang sore sewaktu di bandara, Reyna menghubungi nenek, dan mengatakan jika dia harus segera kembali ke Yogyakarta karena ada masalah di retoran milik Abiyu. Sehingga dia tidak bisa mampir ke rumah nenek karena situasi darurat yang mengharuskan mereka segera kembali. Lena turut merasa sedih saat nenek memberitahu hal itu, pasalnya dia masih merindukan Reynand.


Sore menjelang maghrib Abiyu dan Reyna telah sampai di kota Yogyakarta. Kedatangan mereka di sambut oleh Lala, Bibi Lastri dan Dina. Bi Lastri ikut prihatin dengan musibah yang menimpa restoran Abiyu. Seusai menjalankan salat maghrib dan makan malam, Reyna menitipkan Reynand kepada Lala dan Bi Lastri yang masih berada di rumahnya. Sebab Reyna hendak menemani Abiyu untuk mengecek ke lokasi restoran yang terbakar. Mobil pun melaju menuju restoran milik Abiyu.


Saat di dalam mobil Reyna menoleh kepada suaminya yang terlihat murung, akhirnya dia angkat suara, “Kak, apa sebelumnya hal itu pernah terjadi?” tanya Reyna.


“Belum pernah, Reyn. Ini adalah yang pertama kalinya terjadi. Aku sebenarnya merasa janggal hal ini bisa terjadi. Sebab staff kitchen yang bertugas di dapur resto sudah paham akan tugasnya menjalankan SOP untuk selalu mengecek regulator dan tabung gas dalam keadaan aman setiap ditinggalkan maupun sebelum melakukan aktivitas cooking. Tapi bersyukurnya tidak ada korban jiwa saat kejadian berlangsung,” ujar Abiyu, kemudian kembali berkonsentrasi pada jalanan di depannya.


Mendengar penuturan dari suaminya Reyna menjadi cemas. “Sabar ya, Kak. Semoga hal itu tidak terulang lagi nantinya!”


Apa jangan-jangan ada yang sengaja sabotase hal tersebut dan ingin berniat buruk kepada kak Abi? ya Allah hamba mohon lindungi suamiku, jangan sampai hal buruk terjadi lagi pada suami keduaku. Jika aku bersalah hukumlah aku tanpa melukai orang-orang terdekatku.


Suasana kembali hening hingga mobil Abiyu telah sampai di tempat tujuan. Masih terlihat beberapa polisi yang berada di sana untuk mengamankan lokasi dan melakukan penyelidikan tentang penyebab terjadinya kebakaran di restoran milik Abiyu. Abiyu mendatangi polisi dan asistennya yang juga turut hadir di sana untuk membahas tentang peristiwa kebakaran itu. Sedangkan Reyna memilih untuk berkeliling melihat kondisi tempat kejadian.


Saat Reyna keluar dari restoran dan menuju ke teras luar untuk mencari udara segar, tanpa sengaja Reyna melihat ada seseorang dari kejauhan yang sedang berdiri memandang ke arah restoran. Saat Reyna melihat ke arahnya, orang tersebut segera berpaling dan pergi menaiki sepeda motornya.


Seseorang itu mengenakan jemper berwarna hitam dan celana panjang berwarna hitam, serta memakai kacamata dan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Reyna masih memperhatikan seorang misterius itu hingga menghilang dari pandangan.


“Reyn, kamu disini? aku cari kamu kemana-mana lhoh barusan,” ujar Abiyu sembari memegang bahu Reyna sebelah kanan.


“Eh iya, Kak. Di dalam gerah, aku sengaja keluar untuk mencari udara segar,” jawab Reyna sembari tersenyum ke arah Abiyu.


Kemudian dari arah belakang muncul Tantin dan salah seorang karyawan yang lain dari dalam resto. “Pak Abiyu, saya permisi untuk pulang duluan ya? Nanti kalau kemalaman saya tidak berani pulang. Jalanan menuju desa tempat tinggal saya lumayan sepi kalau malam,” tutur Tantin berpamitan kepada Abiyu.

__ADS_1


“Baik Tin, kalian bisa pulang sekarang. Tolong beritahu kepada karyawan yang lain untuk sementara restoran akan ditutup hingga dapur selesai diperbaiki. Dan terima kasih karena kamu sudah bekerja keras untuk menghandle hal ini selama saya tidak ada," ujar Abiyu sembari tersenyum kepada asistennya itu.


“Baik Pak, sama-sama. Bu Reyna kami permisi. Assalamu’alaikum,” ujar Tantin berpamitan.


“Wa’alaikumusalam,” jawab Abiyu dan Reyna bersamaan.


Lama-kelamaan orang-orang telah meninggalkan resto. Sudah ada dua orang satpam yang diutus untuk berjaga-jaga mengamankan restoran di malam hari dan dua orang sudah dipersiapkan juga untuk keesokannya. Reyna dan Abiyu memutuskan untuk kembali pulang karena hari sudah mulai larut.


Sesampainya di rumah Reynand sudah tidur dan Bibi sudah pulang. Lala masih berada di meja belajarnya kala itu. Reyna mengetuk pintu kamar yang terbuka sedikit.


Tok tok tok.


Lala menoleh ke arah pintu dan saat melihat ada Reyna di balik pintu, dia mempersilakannya untuk masuk ke dalam kamarnya. "Masuk, Mbak!" ujarnya.


“Iya, Mbak. Lala gak berani tidur di rumah ini sendirian, Mbak. Waktu itu pas pulang dari sekolah Lala pernah pulang ke rumah ini sekali, saat itu Lala mau mengambil buku yang masih tertinggal di kamar. Saat Lala mau keluar, Lala melihat ada orang yang mengawasi rumah ini dari teras. Orang itu berdiri mondar mandir di teras sembari celingukan mengintip ke dalam rumah dari kaca jendela. Kemudian Lala bersembunyi di bawah pintu dan berusaha untuk menahan pintu."


"Waktu itu Lala sudah ketakutan setengah mati. Karena Lala tidak mengunci pintu depan saat Lala masuk. Lala menahan diri untuk tidak bersuara agar orang itu tidak menyadari keberadaan Lala. Beruntungnya orang itu tidak mencoba untuk membuka pintu. Beberapa saat kemudian, orang itu pergi menuju ke seberang jalan. Rupanya motornya terparkir di sana. Orang itu kemudian pergi menaiki sepeda motornya."


"Semenjak saat itu, Lala sudah tidak berani lagi pulang ke rumah ini sendirian, Mbak,” tutur Lala bercerita panjang lebar.


Reyna terkejut mendengar cerita dari Lala. Reyna jadi teringat dengan orang yang tadi mengintai di depan resto milik suaminya. Reyna mulai cemas dan takut jika sesuatu hal buruk akan kembali terjadi. Pikiran-pikiran buruk mulai bermunculan di otaknya yang membuatnya merasa tidak tenang.


"Ya ampun, La. Untung kamu nggak ketahuan sama orang itu. Seperti apa ciri-ciri orang tersebut, La?" tanya Reyna dengan penasaran.

__ADS_1


"Orang itu pakai jemper hitam, celana hitam dan pakai masker, Mbak. Lala gak bisa mengenali wajahnya," tutur Lala sembari mengingat-ingat kejadian saat itu.


Deg.


"Yang benar, La?" pekik Reyna sembari membulatkan mata. "Mbak tadi juga melihat orang dengan ciri-ciri yang sama di depan restoran kak Abi, La!" tuturnya.


Ini aneh, ciri-cirinya sama dengan orang misterius yang sedang mengintai restoran kak Abi yang aku lihat tadi saat di depan resto. Orang dengan ciri-ciri yang sema telah mengintai restoran maupun rumah ini. Sepertinya hal itu saling berkaitan dengan peristiwa kebakaran di resto. Apa ada seseorang yang hendak mencelakai kak Abi? tapi mengapa orang itu melakukan ini di saat kami tidak berada di kota ini? sebenarnya apa motif dari orang tersebut? aku harus memberitahu semua ini kepada kak Abi!


****


Ditempat lain ada seorang laki-laki yang sedang melakukan sambungan telepon dengan seseorang.


"Hallo, Bos. Barusan saya melihat mereka sudah kembali ke kota ini. Saya melihat mereka berada di restoran yang terbakar tadi pagi," ujar seseorang itu.


"Baik, Bos. Besok saya akan kembali mengintai!" ujarnya lagi.


____________________Ney-nna________________


...Please Like 👍...


...Leave a Coment 🤗...


...GTive a gift & vote 🌹...

__ADS_1


...Tank you! 🙏💕...


__ADS_2