Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku

Dijodohkan Dengan Cinta Pertamaku
Season2. Kedatangan Calon Suami


__ADS_3

Sebenarnya sejak tadi Dipa menyaksikan pertemuan antara Mira dan Jona dari dalam mobilnya. Dipa menepi di jalan dekat pelataran resto. Ada perasaan kesal saat melihat Mira menerima pemberian dari Jonathan terlebih Mira mengabaikan pesan darinya, meskipun setelah itu akhirnya Jonathan pergi meninggalkan pelataran ruko.


Ternyata masih ada saja yang belum selesai di antara mereka? hingga saat ini apa kamu masih mencintainya? bahkan kamu masih menerima pemberian darinya! gumam Dipa sendiri di dalam mobil.


Sejak melihat pemandangan yang tadi dilihatnya, Dipa menjadi malas untuk bertemu dengan Mira, karena itu Dipa memilih untuk menghubungi mamanya terlebih dahulu.


Beberapa saat menunggu, tak berapa lama terdengar jawaban dari seberang telepon.


"Assalamualaikum, Nak! ada apa, Dip?" tanya Shinta kepada putranya.


"Wa'alaikumsalam, Ma. Tadi Mama nyuruh aku jemput Mira buat apa?" Dipa balik bertanya.


"Ajak Mira, untuk membeli cincin pernikahan kalian, ini Mama udah di pusat perbelanjaan, nanti Mama chat nama toko perhiasannya, ya. Mama tunggu di sini!" titah Shinta.


"Ya udah aku jemput Mira dulu!" tutur Dipa.


"Lhoh emang dari tadi belum berangkat jemput? jangan lama-lama dong, Dip. Kalau kelamaan Mama pulang nih!" ancam Shinta.


"Udah ma, ini aku lagi di parkiran nih depan rukonya Mira. Cuman tinggal suruh dia turun aja nih, habis itu langsung ke sana," tutur Dipa.


"Kamu susulin aja ke ruangan kantornya, Dip. Agak manisan dikit ya kalau memperlakukan perempuan itu, jangan kaku-kaku!" tutur Sinta pada anaknya.


"Iya-iya! udah ya aku tutup dulu? kapan aku nyamperin Mira, kalau Mama bawel terus!" protes Dipa yang merasa malas mendengar mamanya yang bawel.


"Ya ampun, Dipa ... ya udah kalau gitu sana buruan! hati-hati ya nak! assalamu'alaikum," ucap Shinta, kemudian mengakhiri teleponnya.


"Kayaknya boleh juga nih, ide dari Mama. Aku langsung aja ke ruangan kantornya, biar aku tahu apa dia masih menyimpan barang-barang lain yang dikasih cowok tadi di ruangan kantornya!" gumam Dipa sendiri sembari melepas seat belt yang melintang di badannya, kemudian beranjak turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam ruko.


"Selamat siang, ada yang bisa dibantu, Mas?" ucap Sesha tatkala melihat Dipa membuka pintu utama ruko.

__ADS_1


"Siang, Mbak. Ruangan kantor Mira di mana ya?" tanya Dipa kepada karyawan yang bertugas di depan meja FO, Sesha.


"Mas, sudah bikin janji belum sama, Mbak Mira?" tanya Sesha.


"Sudah, Mbak. Saya calon suaminya, bisa kan saya masuk ke ruangan kantornya?" tanya Dipa.


Mendengar hal itu seketika membuat mata Sesha membulat dan mulutnya terbuka saking terkejutnya. Pasalnya di ruko tidak ada kabar sama sekali tentang Mira yang akan menikah. Bahkan jika ada kabar tentang hal itu, harusnya yang lebih dulu tahu adalah Gina dan dirinya sebagai staf kantor.


Terlebih selama ini Mira tidak terlihat dekat dengan siapa pun selain Jonathan yang diketahuinya sebagai mantan pacar Mira yang gagal menikah. Dan yang baru tadi bertemu dengan Mira di depan ruko.


"Apa, Mas? coba ulangi sekali lagi?" tanya Sesha dengan menajamkan pendengarannya agar jelas dalam menerima info dari laki-laki yang mengaku calon suami Mira barusan.


"Saya calon suami Mira, boleh kan saya masuk ke dalam ruangan kantornya?" tanya Dipa untuk yang kedua kalinya.


"Emm, maaf sebelumnya nama anda siapa?" tanya Sesha antara ingin tahu dan takut salah jika memasukkan orang yang mengaku-ngaku calon suami bosnya dan ternyata orang yang hendak berniat jahat.


"Dipa Birendra," jawab Dipa dengan mantap.


"Gak perlu, Mbak. Saya barusan sudah mengirim pesan jika saya akan datang menjemputnya, dan saya ingin memberinya kejutan," tutur Dipa beralasan agar Sesha mengijinkannya masuk tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada Mira.


"Emm, baiklah ... mari saya antar ke ruangan Mbak Mira!" ujar Sesha kemudian beranjak menuju ruangan Mira.


Dipa mengikutinya dari belakang sembari melihat-lihat tata ruang tempat kerja Mira. Meskipun dulu dia sempat datang ke ruko ini untuk bertemu Reyna, namun dia tidak pernah masuk hingga ke dalam ruang kantor seperti sekarang.


"Ini Mas, ruangannya," ujar Sesha sembari menunjuk pada ruangan kantor Mira.


Mira sudah bisa melihat kehadiran Dipa lewat pintu kaca. Mira terkejut melihat Dipa yang ternyata datang lebih awal dari dugaannya. Terlebih sampai menyusul naik ke ruangannya.


"Assalamu'alaikum," ujar Dipa sembari membuka pintu dan melangkah masuk tanpa mengetuk pintu. Sebab, dia sudah melihat jika Mira sudah mengetahui kedatangannya di depan.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam. Ka-kamu kenapa gak ngabarin kalau sudah sampai?! kan aku bisa turun ke bawah dan kamu nggak perlu repot-repot nyamperin aku ke atas," tutur Mira.


"Nggak repot kok, aku pengen tau aja ruangan kerja calon istri aku tuh kaya gimana?!" tutur Dipa sembari melihat-lihat ruang kerja Mira dan menangkap benda yang baru saja diterima Mira dari mantan pacarnya.


Tempat pulpen berbentuk Dholpin? apa keistimewaannya? gumam Dipa dalam hati.


Saat mata Dipa memandang ke arah barang pemberian Jona barusan Mira jadi cemas.


Aduh, sudah terlambat juga untuk menyembunyikannya! gimana kalau Dipa menanyakan tentang hal itu? gumam Mira di dalam hati.


Tahan! aku tidak boleh membahas itu dulu sebelum aku mencari tahu yang lainnya! suara batin Dipa.


Mira segera mempercepat membereskan meja kerjanya dari tumpukan file-file dan dan kertas-kertas design tang masih berserakan di atas meja.


Saat berjalan mengitari sebagian ruang kerja Mira, Dipa menemukan suatu benda yang menarik perhatiannya.


Itu kan kotak musik yang aku kasih untuk Reyna! bagaimana bisa ada pada Mira? batin Dipa bertanya-tanya, namun dia tidak menanyakannya.


Dari keseluruhan mengamati ruangan Mira, Dipa mengetahui ada banyak sekali pernak-pernik berbentuk dolphin. Dipa menduga jika Mira suka mengoleksi barang-barang berbentuk dolphin.


"Memangnya kita mau ke mana?" tanya Mira kepada Dipa yang matanya menjelajahi seluruh sudut ruangan kantornya.


Dipa menoleh ke arah Mira yang telah siap dengan mengalungkan sling bag yang melingkar di badannya, kemudian Dipa beranjak menuju kursi kerja milik Mira dan mendudukkan dirinya di sana.


"Duduk!" titah Dipa sembari menunjuk kursi yang berada di depan meja kerja Mira.


Dalam situasi ini keadaan berbalik, sebab Dipa terlihat seperti pemilik ruangan dan Mira adalah tamunya.


Akhirnya Mira menurut dan mulai mendudukkan diri di kursi tamu.

__ADS_1


"Pertama aku kasih tahu jika mama ingin aku mengajak kamu untuk membeli cincin pernikahan kita ... kedua mana lagi benda pemberian Jonathan selain tempat pulpen berbentuk dolphin barusan?" tanya Dipa to the poin yang membuat Mira membelalakkan mata.


...______________Ney-nna____________...


__ADS_2