
Sore itu Abiyu pulang kerja dengan hati yang senang. Dalam benaknya ia ingin segera sampai agar bisa bertemu dengan sang belahan jiwa. Mobilnya melaju kencang membelah jalan raya hingga memasuki sebuah kawasan perumahan mewah yang menjadi tujuannya.
Mobilnya mulai melambat tatkala memasuki pelataran salah satu rumah yang menjadi tempat tinggalnya. Namun, tidak disangka dia justru harus melihat pemandangan yang tidak mengenakan dari sang istri tercinta. Reyna tengah duduk di sebuah bangku teras dengan tawa yang mengembang yang tidak pernah ia perlihatkan saat bersama dengan Abiyu.
Dan, di bangku yang lain duduk seorang laki-laki yang yang sempat menjadi rivalnya. Dipa Birendra, laki-laki yang kekeuh ingin menikahi Reyna waktu itu. Kedatangan Dipa di malam menjelang hari pernikahan yang hampir mengacaukan rencana pernikahan waktu itu, kini datang lagi.
“Sial, mau apa lagi tuh cowok datang kesini!” gumam Abiyu kesal.
Abiyu turun dari mobilnya dan perlahan mendekat ke tempat di mana mereka berada.
“Assalamu’alaikum!” ucap Abiyu yang tiba-tiba muncul di belakang Reyna, yang membuat Reyna segera menoleh ke arah sumber suara.
“Kak Abi ..., wa’alaikumussalam,” jawab Reyna dengan sedikit terkejut. Dia berdiri kemudian menjabat tangan Abiyu dan mencium punggung tangan sang suami takzim.
Sebelum Reyna menegakkan badan, Abiyu menahan bahu sang istri dan dengan cepat mengecup pucuk kepala Reyna. Hal itu sontak membuat Reyna membulatkan mata dan pipinya merona atas perlakuan manis dari Abiyu yang menurutnya sedikit berlebihan. Terlebih hal itu dilakukan Abiyu di depan Dipa.
Dipa mengepalkan tangan melihat kejadian itu, yang membuat Dipa merasa jengah dan seolah-olah hal itu sengaja dilakukan untuk diperlihatkan kepadanya, bahwa Abiyu lah pemilik yang sah.
Tepat saat itu Lala juga baru saja ke luar dari dalam rumah sembari menggendong Reynand. Reflek menutup mata dengan telapak tangannya. Namun, mencuri pandang lewat sela-sela jarinya.
Eits ... adegan apa barusan? aku gak salah lihat kan? mengapa tiba-tiba mereka menjadi pasangan romantis begitu?! gumam Lala dalam hati yang merasa kaget dengan hal itu.
"Mama ... mama ...!" celoteh Reynand membuat mereka mengalihkan pandangan.
"Iya, Sayang. Ayo sama Mama!" ujar Reyna yang langsung mengambil alih baby Reynand dari gendongan Lala.
"Eh, ini Lala udah dateng, aku tinggal masuk dulu ya, Dip?" ujar Reyna yang dibalas anggukan oleh Dipa.
Reyna beranjak masuk dan diikuti oleh Abiyu dari belakang. Reyna merasa ia harus segera membawa Abiyu pergi dari sana agar tidak terjadi kesalahpahaman.
"Mau apa dia ke sini?" tanya Abiyu sesampainya mereka di dalam kamar mereka.
"Aku yang memintanya datang, Kak. Tapi, jangan salah sangka dulu, aku memintanya datang untuk menyelesaikan masalahnya dengan Lala," ujar Reyna jujur agar Abiyu tidak berpikir macam-macam tentang kedatangan Dipa.
"Masalah apa?" tanya Abiyu lagi masih kurang puas dengan jawaban Reyna.
__ADS_1
"Itu masalah akun nama pena kok, Kak. Aku juga kurang paham soal itu, biar mereka yang menyelesaikan masalah mereka sendiri. Dah sana gih mandi!" titah Reyna untuk mengalihkan pembicaraan.
"Ya udah aku mandi dulu!" ujar Abiyu kemudaian masuk ke dalam kamar mandi.
Reyna menghela napasnya merasa lega. Beruntung tidak terjadi pertikaian lagi. Reyna meletakkan putranya di atas ranjang. Reyna mengambilkan baju ganti untuk Abiyu. yang biasa ia lakukan kepada Rangga.
Entah mengapa dia ingin setidaknya melayani Abiyu dengan baik sebagai baktinya sebagai istri. Namun, tidak untuk urusan di atas ranjang. Ia belum bisa merelakan hal itu terjadi tanpa cinta di hati.
Sebelum Abiyu keluar dari kamar mandi ia membawa Reynand untuk ke luar dari kamar. Kemudian beranjak ke dapur untuk menyuapi Reynand dengan bubur tim yang sudah dibuatnya.
Sedangkan di luar Lala mencoba memberanikan diri berbicara dengan Dipa.
"Mas, Lala mau minta maaf karena membuat Mas Dipa salah paham!" ujar Lala.
"Maksudnya?" ujar Dipa yang masih tidak mengerti maksud dan tujuan dia diminta untuk datang ke rumah ini.
Sebelumnya Reyna menelepon dan hanya meminta agar dia datang ke rumah Reyna, karena ada sesuatu yang penting untuk dibicarakan. Dipa sempat berpikir apa mungkin Reyna batal menikah dan hendak berubah pikiran dan memilih dia. Tapi rupanya tidak. Reyna tengah menjadi milik orang lain.
"Sebenarnya, Laluna itu ...," Lala merasa bingung bagaimana harus memulai menjelaskan.
"Iya, Mas. Laluna itu sebenarnya adalah aku! maaf sudah membuat Mas Dipa salah paham soal hal ini. Jujur Lala tidak mempunyai maksud untuk membohongi Mas Dipa. Lala juga tidak tahu jika Birendra_D itu adalah Mas Dipa. Sungguh!" tutur Lala dengan mata berkaca-kaca dan hampir menangis.
Dipa terkesiap dengan kata-kata Lala. Dipa sejenak diam mencerna kata-kata Lala. Namun, akhirnya ia merasa lega sebab akhirnya ia tahu yang sesungguhnya tentang Laluna. Lala juga tidak sepenuhnya salah. Karena ia memang tidak pernah bertanya soal Reyna pada Laluna.
Melihat Lala seperti hampir menangis Dipa merasa iba. Lala masih terlalu muda sehingga begitu polosnya sampai hampir menangis hanya karena hal itu. Pasti karena, Birendra sempat mengabaikan Laluna beberapa hari belakangan ini, membuat Lala bersedih hati.
"Wow, kamu masih muda tapi bisa membuat novel sebagus itu, La. Kamu emang berbakat. Keren ...!" Dipa mengacungkan jempolnya. "Sudah tidak apa-apa, kita lupakan hal itu. Aku juga minta maaf karena aku juga salah tidak mengkonfirmasi terlebih dulu!"
Dipa mengambil handphone di saku celananya.
"Nih, sekarang kita berteman lagi. Aku pasti akan tetap mendukungmu!" ujar Dipa sembari memperlihatkan layar di handphonenya, setelah dia open block dan kembali mem'follow akun Lala.
"Makasih ya, Mas!" ujar Lala sembari tersenyum.
"Iya, sama-sama. Udah mau maghrib nih, aku pulang dulu ya, La!" ujar Dipa sembari beranjak berdiri.
__ADS_1
"Astaghfirullah kenapa Lala sampai lupa belum kasih minum! maaf ya, Mas?" Lala merasa bersalah telah lalai untuk menawarkan minum kepada Dipa.
"Tidak apa-apa, La. Aku juga sudah banyak minum tadi waktu di kantor. Sekarang aku pulang dulu ya!" ujar Dipa.
"Mau aku panggilkan mbak Reyna gak, Mas?" tanya Lala.
"Gak usah, kamu saja yang pamitkan, nanti bodyguardnya ikut keluar lagi!"
"Bodyguard? Mas Abiyu?" tanya Lala yang kemudian tertawa terbahak-bahak, "Hahhahahahaa ...! mas Dipa bisa aja sih!"
"Sudahlah aku mau pulang. Assalamu'alaikum!" ujar Dipa kemudian beranjak menuju mobilnya.
"Wa'alaikumussalam!" jawab Lala sembari melihat mobil Dipa yang semakin lama menghilang dari pandangan.
Lala kemudian beranjak masuk ke dalam rumah. Saat hendak melewati ruang tengah betapa terkejutnya saat melihat Reyna duduk di sofa sembari Menggendong Reynand dan Abiyu berada di sampingnya dengan salah satu tangannya merangkul pundak Reyna. Mereka bercanda tawa selayaknya keluarga yang utuh.
Ehh ... gak salah lihat ya, mereka kenapa sudah sedekat itu? apa yang terjadi saat mbak Reyna mengantar bekal ke resto mas Abi. Jadi penasaran kisah mereka selanjutnya! gumam Lala.
Dan kemesraan itu masih berlanjut hingga di malam tiba. Lala ikut senang melihat hubungan harmonis antara Reyna dan Abiyu.
Menjelang tidur Reyna tiba-tiba saja mengingat tentang masalahnya dengan Mira.
"Ayo, Reyn kita tidur!" ujar Abiyu pada Reyna setelah meletakkan Reynand di box bayinya.
"Oh iya Kak ... aku baru inget, sebenarnya apa yang terjadi dengan Mira waktu itu, Kak?" tanya Reyna pada Abiyu yang hendak merebahkan diri di tempat tidur.
____________________Ney-nna_________________
...Please Like 👍...
...Leave a Coment 🤗...
...Give a gift & vote 🌹...
...Tank you! 🙏...
__ADS_1